Magic War

Magic War
Ch 35 – Mahluk Yang Sangat Hina



Raja Elc, Rin dan Issei yang sedang bertarung, langsung menghentikan pertarungan mereka karena ledakan yang Lian sebabkan.


Mereka bertiga sempat bertukar pandangan selama beberapa saat, sebelum akhirnya sama-sama mengangguk, tanda bahwa mereka bertiga menyepakati satu hal.


Yaitu berdamai sesaat untuk mengecek apa penyebab dari ledakan itu. Raja Elc menyegel kembali Clade dan Exudos, lantas melesat bersama Rin dan Issei ke arah Stadium.


Perdamaian sesaat ini mereka bertiga lakukan dengan alasan yang sama, yaitu ingin memeriksa siapa orang di balik ledakan tersebut, sebab mereka tidak ingin ada pihak ketiga di pertempuran ini.


Memang pihak ketiga tidak akan terlalu mengubah jalannya pertempuran, namun berbeda ceritanya jika pihak ketiga itu bisa menciptakan ledakan sekuat tadi.


Di tambah seperti ada sesuatu atau seseorang yang terpental akibat ledakan tersebut, semakin membuat mereka bertiga kawathir.


Sesampai nya di Stadium, Issei, Raja Elc dan Rin di buat diam seribu bahasa, oleh kekuatan yang amat sangat gelap di udara.


Kekuatan Kegelapan tersebut berasal dari seorang gadis, gadis itu nampak tidak normal karena ada semacam Sihir Gelap yang menyelimuti tubuh nya.


Tangan kanan gadis tersebut penuh dengan Sihir Gelap itu, hingga membuat jari-jari nya meruncing layak nya cakar, dan juga terdapat sebuah sayap di punggung gadis tersebut, menambah kesan seram dari nya.


Gadis itu adalah Lian. Lian hanya diam, tidak bergerak sama sekali setelah melompat dari gerbang Kota, lalu kemari.


Sama seperti sebelum nya dia masih berbicara dengan dirinya sendiri, tapi jika di perhatikan lebih teliti, dia malah terlihat seperti berbicara dengan orang lain.


Di sisi lain, tepat nya di lorong masuk ke ruang medis, Acsa, Divan dan Tyhas yang baru saja bangun dari ruang medis di buat menelan ludah berat.


Dari tatapan mata mereka bertiga terpancar jelas rasa ketakutan, karena tepat di hadapan mereka, berdiri seorang Pria yang sedang memegang tangan seseorang.


Beberapa Belas Menit Yang Lalu.


Di tengah-tengah sekarat nya, Kaira masih memaksakan diri untuk bergerak dan menahan gerakan Vii.


Ekspresi wajah Vii berubah menjadi buruk, padahal sebelum nya dia yakin sudah membunuh Kaira, bahkan dia sempat tidak merasakan nyawa Kaira.


“Bocah, cepat lepaskan atau aku akan benar-benar membunuh' mu...” Nada suara Vii sangat dingin.


“Ber-ha-raplah...”


TAKH!!


Tendangan keras dari kaki Vii, membuat Kaira terpental dan memperparah luka nya. Hingga beberapa organ dalam nya rusak. Vii melakukan tindakan itu karena merasa Kaira harus di beri pelajaran.


“UHAK!! UHUK...!” Cairan berwarna merah pekat, Kaira muntahkan.


Tidak berhenti sampai di situ, Vii pun berjalan mendekati Kaira, kemudian menginjak dada Pemuda itu dengan sangat keras.


“AAAKKKKHHHH...!!!”


Kaira berteriak kesakitan dengan sangat keras, tapi tidak di pedulikan oleh Vii dan orang di sekitar. Dia malah menginjak Kaira dengan lebih keras lagi.


Dengan cepat rasa nyeri yang amat sangat, menjalar ke seluruh tubuh Kaira. Tidak hanya itu, satu-persatu tulang rusuk nya juga mulai remuk.


Saat ini Kaira benar-benar berubah menjadi seperti semut kecil yang sedang di injak-injak oleh manusia. Dia tidak berdaya sama sekali.


Tubuh nya penuh dengan darah, dan juga luka lebam. Dalam kondisi seperti ini, pasti orang-orang akan mengira bahwa Kaira telah mati.


Tapi karena jeritan nya, dia dapat di konfirmasi masih belum mati.


Setelah beberapa injakan kemudian, berulah Vii berhenti. Walaupun Kaira masih belum mati, tapi setidak nya itu akan membuat nya diam.


Benar, sekarang Kaira sedang terdiam, dia tidak dapat melakukan apa-apa lagi, bernafas pun terasa begitu menyakitkan bagi diri nya.


‘Aku belum memenuhi janji ku pada Nyonya Dreonic aku tidak boleh mati... Aku belum memberikan surat yang Tuan Balft titipkan pada ku, aku tidak boleh mati! Aku belum memenuhi permintaan terakhir dari Kakek, aku tidak boleh MATI!!”


Itu hanyalah suara hati Kaira, otomatis tidak ada yang mendengar nya, termasuk Hanabi karena Hanabi sedang tertidur saat ini. Itu semua Kaira lakukan karena dia tidak ingin Hanabi melihat diri nya menderita.


Setelah menatap Kaira selama beberapa saat, Vii baru menyadari bahwa Kaira memiliki Mystical Beast, yang berada di bahu tangan kanan nya.


Vii tersenyum tipis sebelum menginjak tangan kanan Kaira hingga terlepas dari tempat nya. Suara tulang yang patah menggema di udara, di ikuti oleh suara pilu dari seorang Pemuda.


Secara refleks Kaira berteriak sambil mengguling-guling kan tubuh nya, dengan tangan kiri yang memegangi bekas tangan nya yang sudah tidak ada di situ lagi.


Darah dengan deras nya mencucur dari luka tersebut, mengakibatkan pandangan Kaira semakin buram, karena kehabisan darah.


Vii menatap tangan kanan Kaira tanpa memperdulikan teriakan pilu dari pemilik nya. “Seperti nya ini bukan Mystical Beast biasa.” Vii berdecak kagum dengan Energi Sihir yang terpancar dari tato naga itu.


Di sisi lain, Kaira yang sudah tidak tahan dengan semua rasa sakit nya, dan juga karena kehilangan banyak darah, pun pingsan tepat di samping Raven yang juga sedang pingsan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


“Sudah kubilang jangan membuat diri menderita dasar bodoh! Ini sudah ketiga kali nya aku mengatakannya padamu!!”


Kaira baru saja bisa merasakan tubuh nya, tapi dia malah di caci maki oleh seorang Pria yang entah siapa dia.


Kaira dengan tatapan bingung berusaha untuk melihat wajah Pria itu, namun dia tidak bisa melihat apapun selain wajah yang gelap, karena tempat yang saat ini Kaira memang gelap.


“Apa... Maksud mu dan dimana aku?!” Kaira bertanya karena benar-benar tidak paham dengan perkataan Pria itu.


Bukan nya menjawab pertanyaan Kaira, dia malah terlihat semakin marah. “Kau sudah berjanji bukan?! Untuk tidak membuat diri mu menderita lagi! Tapi kenapa? Kenapa kau...”


Pria tersebut tiba-tiba memeluk Kaira, di wajah nya terlihat begitu banyak kesedihan. Perasaan de javu dan hangat Kaira rasakan saat Pria itu memeluk nya.


Dengan tenang Kaira berusaha untuk bertanya, walaupun diri nya masih bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi.


“Hei... Bisa kau ceritakan apa yang sebenarnya terjadi? Dan kenapa aku merasa seperti mengenal mu?”


Pria itu melepaskan pelukannya, lalu menghela nafas panjang. “Kau saat ini sedang berada di Ranah Jiwa mu atau alam bawah sadar mu dan kau bisa merasa seperti mengenalku karena... Aku adalah diri mu.”


Dahi Kaira mengerut ketika dia mendengar Pria itu mengatakan bahwa dia adalah dirinya. Jelas perkataan nya sangat sulit untuk di percaya.


“Aku tau, kau tidak bisa mempercayai apa yang aku katakan. Karena itu, biarkan aku mengisahkan sebuah cerita.”


“Cerita?”


Pria itu mengangguk pelan. “Ya, cerita. Sebuah cerita tentang diri kita, kita yang merupakan mahluk paling hina di seluruh Dunia.”


Pria itupun mulai bercerita.


“Dahulu kala, di Holy Hell Dunia nya Ras Iblis dan Malaikat. Terlahir seorang Malaikat Laki-laki yang sangat berbakat dalam Bela Diri.


Dengan bakat nya itu, dia bisa menjadi sangat kuat dalam waktu yang bisa di bilang singkat. Bahkan Dewata Tertinggi sampai mengakui nya.


Pengakuan yang Dewata Tertinggi berikan pada Malaikat itu adalah dengan menjadikan nya Jendral Malaikat Agung. Yang mana Jendral Malaikat Agung adalah posisi yang sangat tinggi, tepat di bawah Dewata Tertinggi.


Suatu hari setelah dia menjabat sebagai Jendral Malaikat Agung, tepat nya saat dia dalam sebuah misi. Bertemulah dia dengan seorang Perempuan Iblis.


Will Continue In Chapter 36 >>>