Magic War

Magic War
Ch 77 – Dark Soul



Di bawah cahaya rembulan, seorang Pria terlihat sedang duduk termenung, di depan nya ada sebuah sungai yang sangat besar. Suara angin malam juga gemercik air sungai melewati telinga Pria itu.


Raut wajah Pria tersebut nampak resah, seperti nya dia sedang memikirkan sesuatu yang sangat krusial, atau perlu di pikirkan matang-matang.


“Dark Soul, apakah dia mau ikut dalam peperangan yang akan datang?” Si Pria menatap air sungai yang sedang mengalir dengan tenang.


Tidak lama kemudian, dia berdiri, pandangan nya masih ke arah sungai, lebih tepat nya dia memandang wajah nya sendiri.


Pria itu menghela nafas panjang, lalu menepuk kedua sisi pipi nya. “Ingat Vii, kau harus berhasil! Jangan pernah membuat kegagalan fatal untuk yang kedua kali nya!“


<----<>---->


BRAK!!


“Astaga! Ini hari pertama, jangan sampai terlambat!” Seorang Pemuda terlihat sangat terburu-buru, dia baru saja bangun tidur.


Pemuda itu pun membuka lemari, lalu mengambil sebuah jubah bercorak bunga teratai untuk di pakai. Setelah itu dia langsung lari keluar dari kediaman nya.


Di depan pintu dia sempat celingak-celinguk mencari jalan yang benar, terlihat ada banyak sekali cabang jalanan di depan rumah nya.


Di sana juga banyak orang yang berlalu-lalang, semakin membuat Pemuda itu bingung. Berselang beberapa detik kemudian, dia akhirnya menemukan sebuah papan petunjuk jalan.


Langsung saja dia berlari sekencang-kencang nya, Pemuda itu bahkan sampai menggunakan Jurus tipe Movement agar tidak telat.


Dalam waktu kurang dari semenit, dia


akhirnya sampai pada suatu tempat. Di sana ada banyak sekali orang yang berbaris.


Lebih tepat nya, sekarang ini dia sedang berada di sebuah tanah lapang yang luas.


Tepat di hadapan barisan itu, ada semacam panggung, dan di atas panggung tersebut berdiri seorang Wanita cantik.


“Viole! Di sini!”


Pemuda tadi, dia bernama Viole. Mendapatkan panggilan dari teman nya, dia segera mendekat juga ikut membentuk barisan.


“Hah... Hah... Ah! Aku hampir saja telat.” Tubuh Viole sedikit membungkuk, kedua tangan nya menyandar di lutut.


“Apa kemarin kau kebanyakan makan kentang?” tanya teman Viole, nama orang itu adalah Raven.


“Mungkin,” jawab Viole, sekarang nafas nya sudah kembali teratur.


“Sst... Kalian berdua, diamlah, Administrator akan mulai berpidato.” Tyhas berbisik.


Seperti yang Tyhas katakan, Wanita yang dari tadi hanya berdiri di atas panggung, kini memulai pidato nya.



“Ehem! Sebelum nya ku ucapkan selamat datang di White Eagle para calon Murid sekalian! Kalian seharus nya sudah tau kalau telah masuk ke sini, kalian harus terus maju!” Wanita itu menggunakan Magi untuk memperkeras suara nya.


Dia pun memasang wajah serius. “Nama ku Alaine, di sini aku akan menjelaskan kepada kalian tentang White Eagle!


Pertama, di White Eagle kau bisa memilih Kelas mu sendiri. Akademi ini menyediakan banyak sekali Kelas, mulai dari Magic, Alchemy, Pandai Besi, Master dan masih banyak lagi.”


Saat ini para calon Murid masih di anggap belum memilih Kelas. Dan jika sudah memilih kelas, mereka harus melewati ujian masuk.


“Ujian pada setiap Kelas akan berbeda, jadi persiapkan diri kalian untuk menghadapi nya! Lalu kita akan membahas soal sistem keuangan yang berlaku di sini.”


Di White Eagle sistem keuangan nya tidak ada yang spesial. Setiap Murid atau penduduk bisa menjual barang-barang mereka, dan akan di kenakan pajak sebanyak 20%


Memang tidak ada yang istimewa, tapi Murid atau penduduk lokal di berikan kesempatan untuk mendapatkan barang yang ingin mereka jual.


Hutan Vita Silva, para Murid dan penduduk lokal bisa mencari banyak sekali Sumber Daya di dalam Hutan ini.


Mereka hanya perlu masuk secara berkelompok atau sendiri ke dalam Vita Silva, lalu keluar bersama Sumber Daya yang telah mereka dapatkan.


Tidak hanya itu, ada juga pekerjaan lain yang bisa di ambil di White Eagle ini. Misal nya mengambil misi dari Guild Association atau bercocok tanam di area Agriculture.


“Kemudian, kita akan membahas tentang pelatihan yang berjalan di sini. Setiap bulan kalian akan di berikan Sumber Daya tergantung Tingkat kalian masing-masing.”


Tidak hanya itu yang di berikan pada pada Murid, setiap Kelas nya, para Murid juga akan di berikan sebuah buku tentang Kelas mereka masing-masing.


Kemudian Murid tersebut harus mempelajari isi buku itu sendiri. Ya, sendiri, tidak ada bantuan dari seorang Guru.


Hal itulah yang membuat White Eagle terkenal, karena sistem seperti itu sangat lah tidak efektif. Tapi, orang-orang dengan kekuatan yang luar biasa selalu saja bermunculan dari Akademi Sihir ini.


“Sekarang kita masuk ke penjelasan akhir. Lihat Menara raksasa yang memancarkan cahaya biru itu?” Alaine menunjuk sebuah menara yang berada di tengah Kota. “Itu adalah tempat kalian berlatih, Armand.”


Menara Armand adalah sebuah menara pencakar langit yang memancarkan Aura biru misterius. Tidak di ketahui dari mana sumber nya


Menara ini sangat lah tinggi, juga besar. Menara Armand terbagi menjadi delapan lantai, yang masing-masing lantai nya


memiliki tinggi sekitar 800m, lalu luas dari setiap lantai adalah 200m.


Alasan Menara Armand di jadikan tempat berlatih adalah, karena Aura misterius itu memberikan efek positif bagi seseorang yang berada di dekat nya.


“Cukup sekian penjelasan yang bisa kuberikan, untuk sisa nya kalian bisa membaca di papan isi. Sekian dan terimakasih!” Alaine membungkuk sejenak, lantas berjalan menuruni panggung.


BUSH!


Tidak berselang lama setelah Alaine menuruni panggung. Seorang Pria yang entah datang dari mana, tiba-tiba muncul begitu saja di atas panggung.


Pria itu berambut hitam panjang, wajah nya sangat tampan, apa lagi jika dia memasang senyum khas nya seperti sekarang ini.


WREK!


Melihat kehadiran si Pria, tanpa di suruh, seluruh Murid kompak membungkuk. Sebab orang yang sedang berada di hadapan mereka saat ini, bukanlah orang sembarangan.


Dia adalah sang Pemimpin Agung dari White Eagle, Rayorn Sam. “Halo... Di sini aku hanya ingin mengatakan, silahkan pilih Kelas kalian.” Sam berkata dengan sangat lembut.


BRAK!


“BAIK!!” Setiap Murid kompak melakukan gerakan Curre, setelah itu mereka langsung berjalan menuju sisi kiri maupun kanan lapangan.


Karena di sana ada beberapa orang yang akan mencatat setiap nama calon Murid mendaftar masuk ke Kelas pilihan mereka.


<----<>---->


“Eee... Viole, Kelas Magic berada di sebelah kanan.“ Raven menatap Viole sedikit bingung.


Karana Raven, Viole pun menengok ke belakang sambil menggeleng pelan. “Aku tidak berniat mengambil Kelas Magic, sudah ada Kelas yang sejak lama telah ku pilih.”


“Apa itu?“ Tyhas penasaran.


“Alchemy.” Setelah berkata demikian, Viole langsung mengaktifkan Curse Seal. “Aku pernah menggunakan nya sebanyak tiga kali, aku bisa membuat api dengan menggunakan ini.”


Raven dan Tyhas yang baru saja mau bertanya, segera membungkam mulut mereka. “Apa kau yakin? Baru tiga kali kau mencoba nya.”


“Aku yakin, dan ini adalah keputusan ku.” Dengan wajah yang percaya diri, Viole menjawab perkataan Tyhas.


Raven dan Tyhas secara bersamaan menghela nafas, mau mengubah keputusan Viole pun tidak ada guna nya sama sekali.


“Baiklah, kalau begitu semoga beruntung!” Raven menyodorkan kepalan tangan nya ke depan.


PAK!


Sedetik kemudian Tyhas juga ikut melakukan nya. “Mungkin kita tidak akan bertemu untuk beberapa waktu, jadi biasa kan diri mu.”


Mendengar nya, membuat Viole tersenyum tipis. Lalu ikut menyodorkan kepalan tangan nya. “Tenang, aku akan baik-baik saja. Mari! Kita tempuh jalan masing-masing!”


Will Continue In Chapter 78 >>>


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


anjay