
“Jika memang begitu, kita harus segera melaporkan nya pada Raja Elc!” Raven menyarankan.
Tapi langsung di bantah oleh Tyhas. “Kita tidak punya banyak bukti, meskipun Kaira berkata jujur, tetap kita perlu bukti.”
Suasana di dalam kamar Kaira menjadi semakin runyam setelah nya. Raven bersikeras untuk pergi melapor sedangkan Tyhas terus melarang nya dengan berbagai alasan.
Kaira sendiri hanya diam, kerena pikiran nya saat ini bukan berada di situ, melainkan hal lain. Yaitu alasan logis seseorang untuk memata-matai nya.
Kalau di pikir-pikir hampir tidak ada, kecuali tentang identitas nya yang merupakan Speaker. Seorang Pemuda yang berhasil bernegosiasi dengan King Mystical Beast.
Namun alasan tersebut masih belum cukup. Sebab setahun terakhir tidak ada yang melakukan hal tersebut, walaupun nama nya sudah di kenal luas.
Itu karena banyak yang tidak percaya akan berita itu dan menganggap bahwa berita tersebut hanya lah omong kosong belaka.
“Oi Kaira, tindakan apa yang menurut mu harus kita lakukan?!”
Pertanyaan Raven, sontak membuat Kaira tersadar dari lamunan nya. “Emm... Entahlah... Mungkin yang Tyhas katakan benar, kita hanya akan menyebabkan kepanikan jika informasi ini sampai tersebar.”
Raven mendengus pelan. “Kalian berdua ini...”
Tyhas menepuk-nepuk pundak Raven. “Sudahlah... Jangan terlalu serius, mungkin dia hanya orang yang kebetulan lewat.”
“Ya, kemungkin dia adalah orang yang kebetulan lewat.” Raven memutar kedua bola mata nya. Lantas dia pergi ke kamar nya sendiri.
Kaira dan Tyhas hanya diam tidak menghalangi nya. Karena mereka berdua paham betul atas perasaan Raven saat ini.
Kemungkinan besar Raven memiliki masa lalu yang buruk dengan penyusup atau apapun itu. Jadi wajar jika sifat nya begitu.
“Apa dia akan baik-baik saja?” Kaira melirik Tyhas.
“Aku harap begitu... Hah~ Aku mau ke kamar ku dulu.”
“Ya, selamat malam.”
“Malam...”
Tyhas pun melangkah keluar dari kamar Kaira untuk kembali ke kamar nya. Sekarang hanya tersisa Kaira yang hanya duduk bersila di samping ranjang.
‘Hanabi, apa pendapat mu tentang semua ini?’
‘Mungkin yang Tuan katakan benar, ada penyusup.’
‘Baiklah, anggap saja begitu...’
Jawaban dari Hanabi semakin menambah rasa kawathir Kaira akan keberadaan seorang penyusup. Dia menggelengkan kepala pelan, lalu pergi tidur.
<----<>---->
Di saat yang sama, ada dua orang yang sedang duduk sambil memandangi kawah dari Gunung Adamantine. Satu Pria, yang satunya lagi Wanita.
Wanita tersebut memiliki telinga dan ekor rubah, tapi ada sesuatu yang membuat nya terlihat menakjubkan, yaitu ekor nya yang berjumlah sembilan.
Di kawah tersebut sekilas tidak ada hal yang spesial, namun akan berbeda jika dilihat oleh seseorang yang berkekuatan tinggi.
Dari mata si Pria dan Wanita Rubah, di kawah Gunung Adamantine terlihat seekor Singa yang sedang tertidur.
Singa tersebut berwarna putih dengan tubuh yang menyala-nyala layak nya kobaran api. Yang mana Singa tersebut adalah Magic Fire - Lion King Fire.
Dan karena Magic Fire tersebut, malam yang seharus nya begitu dingin di atas Gunung Adamantine, menjadi lebih hangat.
Seharusnya akan merasa kepanasan, namun kerena ada semacam Segel yang mengekang Lion King Fire, panas nya banyak yang terpendam.
“Apa menurut mu kita bisa menangkap nya sekarang? Vi- maksud ku Daryl.” tanya si Wanita.
“Tidak untuk sekarang, mungkin besok karena persiapan kita masih belum cukup dan jangan memanggilku dengan nama aneh pilihan mu itu.”
“Hihihi... Kau ini kenapa dingin sekali?”
Wanita Rubah itu memeluk kedua kaki nya. “Ya, kau ini selalu saja serius kalau sudah menyangkut Yang Mulia.”
Sesuai perkataan si Wanita Rubah, Vii sangat serius dengan tugas nya kali ini. Bahkan dia sampai rela menyamar menggunakan Sihir untuk mengelabuhi Raja Elc.
Wanita Rubah ini adalah pengguna Illusion Magic, jadi dia menggunakan nya untuk mengubah wujud banyak orang.
Salah satu nya adalah diri nya sendiri, dia yang sebelum nya merupakan Demi - Human sekarang berubah di mata orang-orang menjadi gadis Manusia biasa.
Ya, dia adalah Rin Sakuragi dan mama asli nya adalah The Nine-Tailed Fox – Takanashi Rin.
Rin merupakan Demi - Human jenis Hunter Fox, namun dia memiliki kelainan sejak lahir, yang membawa nama nya sampai terkenal seperti sekarang ini.
Ekor nya yang berjumlah sembilan adalah kelainan yang Rin miliki, sebenarnya hal itu tidak bisa di sebut kelainan melainkan berkah.
Sebab dengan sembilan ekor nya dia bisa memiliki serangan yang lebih bervariasi dan tentu pergerakan nya akan semakin lincah.
“Hei... Vii, kenapa kau begitu loyal pada Yang Mulia?”
“Sudah jelas bukan? Karena Beliau adalah Tuan ku, ah bukan, maksud ku Tuan kita.”
Rin menggelengkan kepala nya. “Bukan itu yang ingin aku tanya kan, tapi hal lain.”
“Maksud mu, alasan pribadi ku?”
“Hmm...”
Vii menggaruk-garuk kepalanya bingung, tapi dia tetap menceritakan nya saja. Masih dengan menatap Magic Fire itu, Vii mulai menceritakan tentang masa lalu nya.
“Dulu, aku hanya lah anak buangan dari sebuah Panti Asuhan yang berakhir menjadi seorang gelandangan. Rasa marah, iri, lapar dan benci selalu aku rasakan setiap hari.
Aku bertahan hidup dengan cara mencuri dan ya... Jika ketahuan aku pasti akan di pukuli oleh warga.
Waktu itu aku hanyalah bocah lemah, jadi aku hanya pasrah di pukuli sampai babak belur... Dan hari-hari itu terus berulang.
Sampai datang lah seorang Pria yang mau membantu ku, dialah yang sekarang ini kita sebut sebagai Yang Mulia.”
“Apa?! Yang Mulia keluar dari-”
“Bukan, orang yang menolong ku hanyalah bayangan dari Yang Mulia itu sendiri.”
Mendengar jawaban itu, membuat Rin kembali terdiam menyimak cerita Vii.
“Tapi pada akhirnya aku tetap bertemu dengan Yang Mulia secara langsung. Aku tidak tau apa dan mengapa Yang Mulia mau memungut ku.
Walaupun begitu, aku tetap senang. Sebab Beliau mau merawat ku, melatih ku sampai menjadi sosok yang sedang kau lihat sekarang ini.”
Respon yang Rin tunjukkan hanyalah sebuah anggukan kecil. Dia terlalu terkejut dengan masa lalu Vii sampai bingung harus merespon seperti apa.
Vii menatap Rin yang sedang menenggelamkan wajahnya di paha nya sendiri, sejenak, sebelum berdiri. “Sampai kapan kau akan diam saja, kita harus segera pergi.”
Panggilan dari Vii langsung membuat Rin berdiri. Terlihat jelas wajah malu nya yang merah merona, dia juga sempat salah tingkah.
Vii sendiri tidak terlalu memperdulikan hal tersebut, dia hanya mulai melangkah. “Kita harus segera mempersiapkan diri untuk pertempuran besok, jadi cepatlah.”
Rin menghentikan langkah nya, membuat Vii juga melakukan hal itu. “Kita akan bertempur? Bukanya kita hanya harus mengambil Magic Fire itu?!”
“Bukan, tugas kita yang sesungguhnya bukan untuk mencuri Lion King Fire... Melainkan mengungkap identitas dua orang yang merupakan "Mimpi Buruk" di sama lalu...”
Will Continue In Chapter 30 >>>
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Bor, like bor, jangan cuma baca, atau...🗡️