Magic War

Magic War
Ch 17 – Semuanya Punya Perasaan



Setelah Asgrad selesai terbentuk, masalah tidak berakhir begitu saja. Sempat terjadi banyak konflik besar selama kurang lebih seratus tahun.


Sampai akhirnya konflik-konflik itu usai ketika Dewi Kebijaksanaan Sufis Luiz, memberikan sebuah nasehat kepada dua Ras, yaitu Manusia dan Mystical Beast.


Dari nasehat itu, Asgrad pun resmi menjadi sebuah Dunia baru setelah Manusia memutuskan untuk membangun peradaban mereka lagi.


Sedangkan Mystical Beast memilih untuk tinggal di alam liar, karena memang tempat itulah yang merupakan tempat tinggal mereka dulu.


Tidak sedikit juga Manusia yang malah bersahabat dengan Mystical Beast dan dari situlah lahir Ras baru yang bernama Demi - Human.


Demi - Human memilki banyak sekali jenis, sebagai contoh ada yang bertelinga dan berekor kucing, kemampuan nya juga sama dengan kucing.



Ras Demi - Human ini masih di anggap sebagai Manusia jadi mereka dapat di temui di peradaban Manusia misalnya Kota.


Namun tidak sedikit pula Manusia yang membenci Demi - Human. Ada Kota atau tempat apapun yang menolak keberadaan Demi - Human, salah satunya adalah Kota Luizis.


Bahkan para Demi - Human tidak sedikit yang dijadikan budak untuk di perdagangkan. Ras Demi - Human hanya diam saja karena memang Manusia itu dasarnya adalah mahluk yang tidak akan pernah puas.


Jadi tidak perlu sampai meminta keadilan, karena yang akan di dapatkan hanyalah sebuah kebohongan semata. Tidak akan ada yang bisa menegakan keadilan, mau siapa pun orangnya.


Itulah yang dipikirkan oleh para Demi - Human dan juga banyak Manusia yang memperbudak Manusia, hal tersebut yang menambah alasan mereka untuk tidak melakukan apa-apa atas perbudakan yang terjadi.


Waktu pun berlalu, banyak orang yang mulai melupakan sejarah kelam Dunia ini dibentuk, sejarah tentang terbentuk nya Asgrad mulai hilang satu-persatu.


Hingga pada akhirnya hanya menyisakan beberapa bagian penting saja. Oleh karena itu informasi tentang terbentuk nya Asgrad sangat di rahasiakan oleh Five Great Kingdom dan Seven Great Nobles.


Tidak sembarang orang bisa mengakses informasi tersebut, jadi untuk menggantikan nya, mulai munculah banyak cerita-cerita tentang sejarah Asgrad.


Mulai dari Naga Putih dan Serigala Hitam yang waktu itu merupakan utusan Raja Iblis dari Dunia lain, sampai Asgrad terbentuk karena sebuah kutukan dari Dewa.


Dan hingga kini, semua itu menjadi sebuah kisah turun-temurun yang akan setiap orang tua ceritakan pada anak-anak nya.


<----<>---->


Neckro, merupakan Organisasi misterius yang di gadang-gadang paling besar dan berbahaya di seluruh Asgrad.


Di katakan misterius karena markas Neckro tidak ada yang tau dimana letaknya dan juga ketika mereka akan menjalankan sebuah aksi pasti tidak ada yang menduga nya.


Tidak ada yang tau, kapan Neckro ini terbentuk, siapa yang membentuk nya dan apa tujuannya. Tapi yang pasti, Neckro adalah sebuah Organisasi yang sangat berbahaya dan besar.


Karena hal itulah Issei memilih untuk bekerja sama dengan Neckro di bandingkan Organisasi yang lainnya. Namun semua itu harus tertunda akibat tindakan Balft dan baru bisa terlaksana sekarang ini.


Dan kerja sama ini, harus berhasil jika tidak keberlangsungan Black Knight bisa terancam. Hampir semua Uang dan Sumber Daya sudah mereka keluarkan demi menambal kerusakan yang Balft sebabkan dulu.


Black Knight tidak akan bertahan cukup lama tanpa Uang dan Sumber Daya, sedangkan untuk mencari Uang sendiri, akan memerlukan waktu lama untuk mencukupi kebutuhan Organisasi. Jadi Issei benar-benar berharap pada kerja sama ini.


Dengan cara menyebarkan selembaran yang berisikan tentang ajakan kerja sama, Issei beserta beberapa Black Knight pun di bawa menuju Forest of Death, tempat berandanya salah satu markas Neckro.


Status Black Knight saat ini sudah keluar dari Pasukan Guylos Kingdom, jadi tidak masalah bagi Issei untuk menyebarkan selembaran itu.


Issei sempat tidak percaya bahwa salah satu markas Neckro ada di Forest Of Death, namun setelah sampai di sana barulah dia percaya.


Beberapa orang menuntun Issei beserta beberapa Black Knight nya menuju tempat pemimpin Markas Cabang ini berada.


Di sebuah ruangan yang sangat besar dan mewah, mereka semua menghadap seorang Pria yang berambut jingga dan memakai sebuah topeng di mata kirinya.


Pria itu duduk santai di atas Singgasana nya, mata hingga nya itu menatap Issei sejenak, lalu bertanya. “Apa benar kau adalah Issei Leonhard?”



Issei memasang senyum terbaiknya agar terkesan meyakinkan. Senyumannya semakin meyakinkan karena cahaya Matahari dari luar.



“Menjalin kerja sama dengan ku atau Neckro?” tanya si Pria.


“Tentu saja anda,” jawab Issei.


Pria itupun beranjak dari Singgasana nya. “Bagus, kau sadar diri juga rupanya. Baiklah aku terima kerja sama ini. Neckro cabang ini resmi menjalin kerja sama dengan Black Knight!” teriaknya sambil menyeringai.


Menyadari hal itu, Issei hanya tersenyum tipis. Dia mendekati si Pria kemudian berjabat tangan dengan nya. “Mulai hari ini, kita akan saling membantu, Vii.” Issei berbisik pelan.


Vii tidak merespon apapun, membuat Issei langsung memberi hormat terakhirnya sebelum pergi dari ruangan Singgasana itu.


Saat Issei sudah berada di depan pintu, barulah Vii merespon menggunakan telepati. ‘Jaga mulutmu, atau kau akan merasakan akibatnya.’


Issei hanya mengangguk pelan, lalu keluar dari ruangan Singgasana itu bersama beberapa Black Knight yang lainnya.


“Dia menerimanya dengan begitu mudah, pasti ada alasan nya...,” gumam Issei.


<----<>---->


Sekitar tiga tahun yang lalu, Black Knight resmi keluar dari Pasukan Guylos Kingdom dan kabar itu langsung menyebar luas.


Issei melakukan semua itu demi Black Knight itu sendiri. Guylos King yang sudah tidak memperdulikan Black Knight lagi, mendorong Issei untuk melakukan semua ini.


Lalu bekerja sama dengan Neckro, namun yang dirinya dapatkan malah hanya cabang saja. Namun Issei harus puas dengan hasil yang diperoleh nya saat ini.


Di sebuah Kota baru yang bernama Kynes, di situlah markas baru Black Knight setelah keluar dari Pasukan Guylos Kingdom.


Kota itu mereka bangun sendiri di perbatasan bagian Selatan Blue Dragon Lantern atau yang biasanya di sebut Daerah Guylos Kingdom.


Alasan Issei membangun markas baru nya di tempat itu adalah karena di sana tidak ada yang mempunyai tanah nya, walaupun merupakan bagian dari Daerah Guylos Kingdom.


Forest Of Death juga berada di perbatasan Blue Dragon Lantern tapi di bagian Barat Daya, jadi hanya perlu perjalanan kurang dari seminggu menggunakan kuda, mereka sudah sampai di Kota Kynes.


Sesampainya di sana, Issei di sambut dengan antusias oleh para Black Knight. Mereka semua sangat mengharapkan keberhasilan kerja sama ini.


“Maaf semuanya, aku hanya bisa menjalin kerja sama nya dengan markas cabang.”


YEEEE!!!


Semua orang yang langsung berteriak setelah Issei mengatakan bahwa kerja sama nya berhasil. Mereka tidak peduli, yang penting keberlangsungan Black Knight terselamatkan.


“Hei kalian, kenapa kalian begitu senang?”


“Bagaimana tidak senang, hanya perlu saling membantu saja kita sudah bisa mendapatkan Uang dan Sumber Daya.”


“Kita harus bekerja keras agar bayaran kita lebih banyak!”


“Yaaa!!!”


“Hidup Black Knight! Hidup Black Knight! Hidup Black Knight!”


Issei hanya bisa tersenyum tipis melihat orang-orang yang selama ini berusaha dia lindungi senyumannya, kini tertawa lepas dengan perasaan yang begitu senang.


Perasaan nya yang sedikit kecewa dengan hasil kerja sama dengan Neckro, kini berubah menjadi senang saat melihat semua Black Knight berbahagia.


Will Continue In Chapter 18 >>>