
JDUAS!!
Mika menekan kaki nya pada tanah, kemudian melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi. Sampai tidak bisa dilihat oleh mereka ber-sepuluh.
Angin kencang berhembus tepat saat Mika berhenti di hadapan mereka semua. Pupil mata nya membesar dan senyuman nya melebar, dia terlihat sangat menikmati pertarungan ini.
GUASH!! BRUS!!!
Secara refleks, mereka semua langsung bergerak untuk menghindar, namun mereka terlambat, karena di dahului oleh tendangan Mika.
Tendangan tersebut tidak Mika arahkan pada para Pemuda itu, melainkan ke udara. Mengakibatkan hembusan angin kuat yang menghempaskan mereka semua.
Tidak hanya para Pemuda itu yang terhempas, tapi juga tanah di sekitar mereka. Hingga menciptakan asap tebal yang tersebar ke segala arah.
Para warga Kota yang menyaksikan dan mendengar semua kejadian itu dari dalam tenda, menjadi semakin ketakutan.
Tubuh mereka bergetar hebat, pikiran mereka juga tidak dapat di kendalikan, banyak hal buruk yang terlintas di benak mereka semua.
“Seseorang... Tolong...” Seorang gadis terlihat sedang memeluk kedua kaki nya dan mata nya nampak berkaca-kaca.
<----<>---->
“Hyah... Parah sekali.” Petir yang menyelimuti tubuh Yoshi, perlahan-lahan mulai menghilang. Sekarang, dia sedang terbaring di tanah, tepat di dalam gumpalan asap.
Dia pun memperhatikan sekeliling nya. “Hei kalian, apa kita masih bisa melawan nya lagi?” Yoshi menatap satu-persatu rekan nya, yang juga sama sedang terbaring.
“Sebenar nya masih bisa, tapi hanya akan sia-sia saja. Meskipun dia hanya menggunakan kekuatan fisik.” Salah satu dari anggota White Eagle, menjawab.
“Kalau begitu, aku akan mengulur waktu. Kalian bawa pergi warga Kota ke tempat yang lebih aman.” Viole pun berdiri.
Curse Seal dan juga kekuatan aneh milik Hanabi masih dapat Viole gunakan, jadi dia cukup percaya diri untuk menahan Mika.
Pemuda yang lain nya langsung menengok ke arah Viole. “Kau yakin? Ingat dia itu kuat,” ujar Tyhas.
Dia tidak menggubris Tyhas, Viole malah memasang kuda-kuda siap tempur. “Tidak ada waktu untuk berdebat... Dia datang.” Sorot mata Viole, menatap tajam ke depan.
Di sana terlihat asap tebal ini sedang terkikis oleh sesuatu, yang tidak lain tidak bukan adalah Mika. Wanita itu sedang berlari ke arah mereka.
Dia masih saja tersenyum menyeringai, layak nya seekor singa yang sedang mengejar mangsa nya.
“Sekarang saat nya, untuk menggunakan Seni Beladiri ku.” Viole pun memusatkan air milik Hanabi pada kepalan tangan kanan nya.
Dia langsung saja maju, untuk menyambut serangan dari Mika. Pada saat yang sama, asap tebal yang menghalangi pandangan itu, mulai menghilang.
DUAS!!
Kepalan tangan mereka berdua berbenturan, menciptakan suara keras. Mata Viole dan Mika sempat saling bertatapan, sebelum mereka kembali bertukar serangan.
Terlihat jelas bahwa mereka berdua saling bertarung dalam keadaan yang seimbang, tapi Viole semakin lama semakin terpojokkan.
Kekuatan yang sekarang Viole gunakan bukanlah milik nya sendiri, jadi dia tidak bisa leluasa dalam menggunakan nya.
SYUS! DUAR!!
Sebuah anak panah, meledak di samping Mika, tepat ketika Viole sedang menjaga jarak dari wanita itu.
“Kalian ini.” Viole melirik Tyhas di kejauhan.
Tyhas tidak merespon, dia hanya fokus untuk melancarkan serangan selanjut nya. Sementara itu, Mika, dia malah kegirangan. “Ayo! Kalian! Kerahkan seluruh kekuatan kalian!”
SREENG...!
Teman Yoshi menarik Pedang nya ketika mendengar seruan itu. “Maju,” dia berkata pelan, sambil melakukan beberapa gerakan.
Sementara yang lain nya, langsung maju termasuk Yoshi. Sekarang mereka benar-benar ingin habis-habisan melawan Mika.
ZZZT...! SHUS!! SYUS!!
“Aku tidak tau kenapa harus melawan mu, tapi... Lightning - Elemental Magic - Shock Shot!” Yoshi menembakan belasan bola Petir berukuran kecil ke arah Mika.
Tapi dengan mudah nya Mika menghindar, dia juga menghindari serangan dari para anggota White Eagle yang lain nya, sesekali dia juga balas menyerang.
Di tempat lain, Viole dan teman Yoshi yang bernama Rou, tengah bersiap-siap untuk maju secara bersamaan.
Setelah sepakat, mereka berdua pun langsung berlari menuju lokasi pertarungan. Yoshi menengok ke belakang, sebelum dia memberi kode pada rekan nya yang lain.
Mereka semua mengangguk pelan. Tidak peduli dengan kondisi fisik masing-masing, mereka kompak melakukan sebuah gerakan yang benar-benar mengejutkan Mika.
Langsung saja, Yoshi dan yang lain nya secara bersamaan menyerang Mika, seharus nya wanita itu bisa mengatasi nya dengan mudah. Tapi...
Tanpa di duga, lagi-lagi anak panah milik Tyhas menghalangi. Kali ini berbeda dengan sebelum nya, sekarang Tyhas membidik kedua kaki dan tangan Mika.
Mika yang tidak pernah menduga akan terjebak oleh cara yang sama, harus rela tumbang karena serangan delapan orang Pemuda itu. Namun serangan yang sebenarnya baru saja akan datang.
“Yankin Fata!”
SRAASH!!! BLAR!!
Saat tiba, Rou langsung mengayunkan Pedang nya. Pedang itu menciptakan tebasan kuat, yang membuat tanah mengalami keretakan. Tapi hanya sedikit melukai Mika.
Mika yang tidak melawan sama sekali, terpental ke udara karena serangan barusan. Sedangkan Rou, berjalan beberapa meter lalu terbaring lemas, yang lain juga begitu.
“Menggunkan Paralyzing Bullets... Terlalu melelahkan.” Tyhas terlebih dahulu memasukan Moonlight Bow kedalam Dimension Ring, sebelum ambruk memeluk tanah.
SESH!
Viole muncul begitu saja di samping Mika, dia langsung mengalirkan Curse Seal beserta kekuatan Hanabi pada kepalan tangan nya. Hingga menciptakan sarung tangan hitam dan putih.
Dia mengumpulkan Magi sebentar, lantas... “Blue Dragon Punch!”
BUAKH!! BRAK!!!
Pukulan keras Viole melayang tepat ke perut Mika, memaksa nya untuk kembali terhempas menghantam tanah. Membuat retakan yang baru saja Rou ciptakan, semakin melebar dan meluas.
Viole mendarat tepat di samping Mika, dia menatap wajah Mika yang tanpa ekspresi selama sesaat. Sebelum ikut tumbang karena kelelahan.
<----<>---->
Perkemahan yang tadi nya baik-baik saja, mendadak berubah menjadi tempat yang sangat berantakan.
Sunyi, sekarang perkemahan benar-benar sangat sunyi. Tidak ada lagi suara pertarungan, semua nya telah tumbang dalam keadaan sadar.
Yang terdengar hanya lah suara kicauan burung di kejauhan dan hembusan angin yang menerbangkan debu di sekitar.
Pertarungan ini memang hanya berlangsung selama kurang lebih delapan menit, namun terasa sangat melelahkan, kecuali bagi Mika.
Wanita gila itu tidak merasakan lelah sedikit pun, dia malah tersenyum menyeringai, kemudian tertawa lepas.
Suara tawa nya benar-benar sangat menggangu, terutama bagi Viole yang sedang berada tepat di samping Mika itu sendiri.
Jujur, dia sangat ingin sekali untuk segera pergi dari situ. Tapi tubuh nya yang sudah kelelahan tidak mengizinkan nya.
Sedangkan yang lain juga hanya bisa diam, mereka sudah terlalu banyak menggunakan tenaga dan juga menerima serangan. “Kita akan mati, kah?” Yoshi bergumam.
“Hahahaha...!” Setelah puas tertawa Mika pun berdiri, dia sudah tidak lagi lumpuh. Karena Paralyzing Bullets milik Tyhas, telah hancur karena serangan Rou dan Viole, barusan.
Dan tepat saat Mika kembali berdiri, luka yang sudah susah payah sepuluh Pemuda itu berikan, menghilang seketika. seakan-akan tidak pernah ada.
Mika tersenyum mengejek. “Aku ini bisa di bilang hampir abadi lo, apa kalian tidak pernah mendengar tentang tubuh Gasai Dakai?”
DEG!
Apa yang baru saja Mika ucapkan, merupakan sebuah tamparan keras bagi merema semua. Sebab mereka tau, apa itu Gasai Dakai.
“A-pa-?!”
“Jadi itu bukan Jurus?!” tanya Viole.
“Kau... Pasti kau...! Undead - Mika!”
Will Continue In Chapter 72 >>>
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Yo, ambek men. Gimana? kabar baik? semoga belum jadi Undead.
seperti yang gua katakan di pengumuman kemarin... lusa, kalau gua bakal jarang up untuk sementara.
yah... tunggu aja sampe tugas-tugas qimak ini selesai. nanti gua bakal up normal lagi. 6ch dan 7rb kata dalam seminggu.
tenang aku udh ada ide buat beberapa chapter ke depan, dan akan ada sedikit petunjuk soal masalah yang Kaira dan seven Deadly Sins sebabkan.
have a bad day, see u next minute and adios.
eh? udh bener belum sih B Inggris ku?