Magic War

Magic War
Ch 93 – Kembali Berlatih



Dari balik pintu, Viole berdiri memperhatikan Neku yang berlari menjauh, hingga gadis itu menghilang di kerumunan masyarakat.


Setelah Neku tidak ada, Viole langsung berjalan ke arah kotak surat yang berada di depan rumah nya, lalu mengambil sebuah surat yang berada di sana.


Viole pun membaca surat itu, yang berisi. “Kau boleh membawa beberapa teman mu, asalkan mereka bisa menjaga rahasia. Pukul 8 pagi, pergi lah ke sebelah Tenggara District Occupancy, di sana tempat latihan nya.”


Viole mengangguk kecil, kemudian merobek-robek surat itu, lalu membuang nya ke tempat sampah. Selepas melakukan hal tersebut, dia segera menuju kamar mandi.


Surat yang baru saja Viole sobek merupakan surat dari Dux Magna, alias Sam. Kemarin Viole mengirimkan surat pada Sam untuk meminta izin, dan jawaban nya baru saja dia dapatkan.


Sesudah mandi juga siap-siap, Viole pun bergegas menuju rumah Tyhas untuk mengajak nya berlatih bersama.


Di tengah jalan, Viole tidak sengaja berpapasan dengan seseorang, orang itu tidak lain adalah Raven. Seperti nya dia juga berniat menghampiri Tyhas.


Awal nya, Viole tidak mau berbicara dengan Raven, atau bahkan hanya sekedar untuk menyapa nya saja Viole tidak mau.


Namun tiba-tiba...


PLAK!


“Mau kemana, kawan?” Raven menepuk pundak Viole, dia juga tersenyum riang seperti biasa nya.


Seakan-akan kejadian beberapa hari yang lalu, tidak pernah terjadi.


Perkara ini tidak bisa di bilang normal.


Viole tentu berusaha untuk merespon seperti biasa nya, agar tidak menimbulkan masalah. “Ke rumah Tyhas, kau sendiri mau kemana?”


“Aku juga mau ke rumah Tyhas, kalau begitu, kita berangkat bersama saja!”


Sebelah alis Viole terangkat. “Bukankah rumah mu ada di sebelah barat? Kenapa kau bisa berada di sini?” Tangan nya menunjuk ke depan.


Raven meringis. “Hihi... Tadi aku sempat berjalan-jalan di sini. Sudah lah, itu tidak penting, ayo kita berangkat sekarang.”


Raven pun berjalan, di ikuti oleh Viole di samping nya.


“Ngomong-ngomong. Untuk apa kau pergi ke rumah Tyhas?” tanya Viole.


“Hanya untuk menghilangkan rasa bosan. Sebenarnya aku tadi mau ke' rumah mu dulu sih, tapi karena kau tidak keluar kemarin malam, jadi ku kira kau pergi ke suatu tempat.” Raven memandang langit.


“Aku hanya tidur lebih awal.”


Dan mereka berdua pun terus mengobrol, sampai tibalah mereka di rumah Tyhas. Di sana Tyhas seperti nya sedang sibuk.


<----<>---->


“Aku tengah mencoba memperbaiki Ice Lotus ku.” Tyhas menjelaskan apa yang sedang diri nya lalukan.


Memang tanpa di beri tau pun mereka berdua bisa tau apa yang sedang Tyhas lakukan, tapi memperbaiki Soul Weapon dan Senjata biasa itu berbeda.


Jadi, mau mencoba cara apa pun, Tyhas yang tidak mengerti apa-apa soal Ilmu Forger, tidak akan dapat memperbaiki Ice Lotus itu.


Oleh karena itu, ketika sudah sadar, dia langsung memasukkan nya kembali ke Dimension Ring. “Ada urusan apa kalian berdua kemari?”


Raven hanya diam, dia sebenarnya sudah tau, tapi secara tidak langsung menyuruh Viole untuk menjelaskan. Dengan melirik nya.


Dan Viole menyadari nya. “Berlatih, juga ada yang melatih kita. Kalian akan tau sendiri nanti, aku tidak mau menyebutkan siapa pelatih kita.”


“Hmm... Memang nya di perboleh kan ada nya seorang pelatih di sini?”


“Tapi di daftar isi di katakan boleh. Namun hitungan nya tetap tidak sama dengan Akademi Sihir lain yang menyediakan sesi pembelajaran,” jelas Viole.


Satu alis Tyhas terangkat. “Oh maaf, aku tidak membaca daftar isi waktu itu. Emm... Baiklah, tidak ada alasan untuk menolak.”


“Ye--hey!! Kita akan berlatih lagi...!” Seperti biasa, Raven selalu berlebih saat mereaksi kan sesuatu.


‘Apa-apaan dia ini?’ batin Tyhas. Alis nya agak mengerut.


Tapi Tyhas memilih untuk mengabaikan nya. “Oh ya, kita mau melakukan latihan nya di mana?”


Viole beranjak dari sofa, kemudian menjawab. “Di sebelah tenggara District Occupancy, latihan nya di mulai pukul 8, jadi kita harus segera berangkat.”


Setelah mendapatkan penjelasan dari Viole, mereka bertiga segera berangkat menuju arah tenggara District Occupancy. Dengan cara melesat, seperti biasa.


Diri nya memang yang memberikan penjelasan, tapi Viole sendiri tidak tau, sebelah tenggara yang di maksud itu sebelah mana.


District Occupancy merupakan District terluas yang ada di White Eagle, jadi menentukan lokasi suatu tempat hanya dengan menyebutkan arah mata angin saja, akan sulit.


Sebab itu, mereka bertiga berpencar ke tiga arah yang berbeda untuk mencari lokasi strategis yang bisa di gunakan sebagai tempat latihan.


Sempat mereka bertiga kebingungan, tapi tidak bertahan. Sekarang ini, mereka akhirnya berkumpul di sebuah lapangan yang benar-benar berada di sebelah tenggara.


Lapangan ini cukup jauh dari pemukiman dan keberadaan nya menempel dengan tembok pembatas.


“Viole, siapa dia?” Raven berbisik pada Viole, karena tidak mengenal sosok yang saat ini berdiri di hadapan mereka bertiga.


Dia merupakan seorang Pria tinggi yang gagah, rambut nya hitam sedikit pirang, panjang nya sampai ke pinggang dan dia, mengenakan sebuah topeng.


Karena itu Raven, juga Tyhas tidak mengenali nya.


Menyadari hal tersebut, si Pria pun membuka topeng nya. Memperlihatkan wajah tampan yang di lengkapi dengan senyuman khas.


“Hai, anak-anak. Hari ini kita akan berlatih.”



<----<>---->


Melihat rupa dari sosok tersebut, Tyhas dan Raven hanya bisa melongo sambil menatap Viole dengan tatapan bertanya.


Viole sudah menduga reaksi ini, jadi dia hanya tersenyum.


“Viole, apa maksud nya ini? Di-dia, Dux Magna lo... Viole!” Raven mengguncang tubuh Viole.


Sedangkan Tyhas, dia memang hanya diam saja. Namun dari tatapan nya bisa dilihat, kalau dia sangat memaksa sekali untuk di berikan jawaban.


Tapi Viole tetap diam dengan senyuman nya.


PLOK! PLOK! PLOK!


Sam mencoba untuk menenangkan dua anak muda di hadapan nya.


“Ehem! Begini, biar ku--” Sam pun menjelaskan alasan nya melatih Viole, namun dengan cerita yang berbeda.


Benar-benar berbeda.


“Begitulah kira-kira.” Sam mengakhiri penjelasan nya.


Meski sudah mendapatkan penjelasan, Raven dan Tyhas masih saja tidak bisa percaya. Ingat, dia itu Dux Magna, Dux Magna! Pemimpin Agung White Eagle.


Ketidak percayaan mereka dapat di lihat dari ekspresi wajah mereka.


“Ku anggap kalian semua paham.” Sam lalu membalikkan badan, kemudian berjalan beberapa langkah. “Di hari pertama ini, kita akan berlatih dasar dari Sihir, ya hari ini kita berlatih Sihir.


“Apa kalian sudah siap?” Sam tersenyum menyeringai.


Viole, Raven dan Tyhas sempat diam sebentar, karena Sam terkesan terlalu terburu-buru. Sebelum kompak melakukan gerakan Curre. “Siap!”


“Bagus, mari kita mulai latihan nya sekarang.” Sam pun mengangkat sebelah tangan nya, tidak lama kemudian telapak tangan nya menyala. “Magi merupakan dasar dari Sihir, jadi kalian harus benar-benar menguasai hukum dasar ini.”


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


mereka akan berlatih lagi?😱


wah, ini pasti tanda-tanda akhir tahun 😗