Magic War

Magic War
Ch 60 – Pertarungan Dimulai



“Aku menatap langit yang tak terbatas. Melihat barisan paduan suara yang bermain di bawah sinar Matahari.


Berbalik lah, ambil Pedang ku dan gunakan. Pedang yang sudah merenggut nyawa yang tak terhitung jumlah nya. Berharap kekacauan dan kehancuran ini akan menjadi lebih baik lagi esok hari.”


Dari balik jendela Istana, pandangan mata L menatap lurus ke arah Kota, bukan Kota yang sedang dia perhatikan. Melainkan Matahari yang sedang tenggelam.



Sorot mata L sangat tajam, seakan-akan bisa memotong apapun yang dia lihat dan tidak ada ekspresi yang dia tunjukan. “Laure, malam ini adalah akhir mu...”


Setelah berkata demikian, L langsung berjalan menuju ruangan nya. Untuk mengambil sarung tangan yang berupa Soul Weapon Level 3 milik nya.


Benar, kaki L sudah sembuh sekarang, itu karena dia tadi meminum air yang mengandung Life Light Pill.


Life Light Pill itu berasal dari Kaira. Kaira sendiri bisa memiliki nya karena mengambil beberapa, saat sedang menyembuhkan para “Pejuang” waktu itu.


“Semoga saja, berjalan lancar.” Ketika sudah mendapatkan sarung tangan nya, L pun melangkah ke pintu masuk Istana. Kemudian dia membuka nya.


Dan di saat pintu itu terbuka, Matahari sudah tidak terlihat lagi. Langit menjadi benar-benar gelap, udara berubah menjadi dingin. Menandakan bahwa malam, telah tiba.


<----<>---->


“Segera ke posisi masing-masing, aku akan menggiring Laure masuk ke dalam jebakan.”


“Terserah,” kata Tyhas.


“Kau selalu saja seperti itu, walaupun baru kemarin aku melihat mu."


NGUNG!!


Setelah berkata demikian, L langsung melesat menggunakan Elemen Cahaya nya. Dengan Elemen tersebut dia bisa bergerak super cepat.


Dalam beberapa detik saja, L sudah menempuh setengah perjalanan menuju tengah Kota. Kecepatan itu bahkan mengalahkan Sword Misery.


*Note: Kecepatan cahaya di sini tidak sama dengan Dunia nyata, perbandingan nya jauh.


“Gilaa... Dengan kecepatan yang seperti itu, dia pasti tidak akan tertangkap.” Raven terpana melihat kecepatan gerak L.


Ini bukan lah pertama kali nya dia melihat kecepatan Elemen Cahaya. Yang pertama kali terjadi saat pertandingan Adamantine Peak, lebih tepatnya antara Anna dan Rin [Manusia]


Namun yang kali berbeda, pada waktu itu ruang gerak nya sangat terbatas, jadi pergerakan Rin tidak terlalu terlihat.


Sedangkan L saat ini bergerak di lingkup ruangan yang sangat luas, membuat dia dapat terlihat sangat cepat.


“Aku tidak yakin, bisa bergerak dengan kecepatan tinggi bukan berarti tidak bisa di tangkap.” Tyhas berkomentar.


“Ya, kau benar. Bisa saja karena kecepatan nya itu, dia melakukan kesalahan.” Kaira nampak setuju dengan perkataan Tyhas.


Raven menggaruk kepala nya yang tidak gatal. “Ooo... Begitu ya? Orang bodoh seperti ku mana bisa memikirkan hal yang seperti itu.”


“Sudahlah, kita harus cepat pergi ke posisi kita masing-masing!” Setelah itu, Kaira langsung melesat.


“Atas menara? Hmm... Tempat yang cocok untuk ku, semoga saja menara nya tidak rubuh.”


WUSH!!


“Haeeh... Seperti nya aku harus melatih otak ku lagi. Tapi menjadi bodoh tidak buruk juga.”


WOUSH!


Dengan cepat, mereka bertiga tiba di posisi masing-masing. Tyhas berada di puncak sebuah menara agar bisa memanah dengan mudah.


Sebab posisi tinggi adalah posisi terbaik seorang Pemanah untuk menghabisi lawan nya.


Lalu Raven bersembunyi di dalam sebuah rumah, supaya dia dapat menggunakan Racun tanpa di ketahui.


Sedangkan Kaira, berdiri di atap sebuah bangunan, dia berdiri di situ bukan tanpa alasan. Kaira pun melipat kedua tangan nya di depan dada, sambil memperhatikan L yang sedang kejar-kejaran dengan Laure.


<----<>---->


BRUAK!! BRAK!! BOOM!!


L terus menerus menghindar sambil berusah untuk menggiring Laure menuju tengah Kota. Sesekali dia juga menyerang.


Dari tadi L melompat dari satu atap bangunan, ke atap bangunan yang lainya. Karena itulah Laure menyerang bangun di sekeliling nya. Entah itu menggunakan ekor maupun kaki.


“Ssss... Shah!”


WUUUR...!!!


DREEEK...!! BRAK!!


Setelah menyemburkan api tadi, Laure langsung menggerakan ekor nya kedepan, dengan niat menyerang L. Apa yang dia lakukan itu, membuat beberapa bangunan yang masih utuh maupun sudah hancur, terurai kemana-mana.


Tapi hasil nya sama seperti sebelum nya, serangan Laure dapat L hindari dengan sangat mudah, semudah membalikkan telapak tangan.


Walau begitu percayalah, apa yang Laure keluarkan tadi, hanyalah sedikit dari keseluruhan kekuatan yang dia miliki.


‘Aku harus cepat!’ L menyadari bahwa Laure mulai kesal, otomatis Monster itu akan mengeluarkan banyak kekuatan.


“Khaa!!”


BUAKH!! GREEEEK...!!! BRAK!!


Belum lima detik L membatin, dia sudah harus merasakan kekuatan Laure yang sesungguh nya. Yang mana dia terpukul hingga terpental jauh.


“Ugh... Sial...” Karena serangan dari cakar Laure barusan, L mengalami luka yang parah.


Di saat seperti ini, jika tanpa menyusun rencana, seseorang pasti akan langsung panik. Namun berbeda dengan mereka berempat.


L yang gagal menggiring Laure sampai tengah Kota sudah di prediksi, karena itulah Kaira berdiri tepat di depan jebakan.


Kaira tersenyum tipis. “Kau sudah melakukan nya dengan baik, L. Sekarang... Kemari lah kadal keparat!!!”


Entah apa yang terjadi, Laure marah karena teriakan Kaira. Seakan-akan dia mengerti apa yang Kaira katakan.


Karena itu, Laure langsung bergerak cepat mendekati Kaira. Dia sudah tidak memperdulikan L lagi.


BRAK!! BRAK!! BRAK!! BRAK!!


Karena bergerak dengan terlalu cepat, Laure sampai merusak bangunan di sekitar nya. “Ssss!!!”


Hingga tanpa sadar, dia sudah berada sekitar 300m dari tempat Kaira berdiri. Dengan cepat jarak itu pun memendek.


Membuat Tyhas dan Raven menjadi siaga, mereka berdua mulai mempersiapkan serangan masing-masing.


‘Tahan...,’ perintah Kaira melalui telepati.


BRUAK!!


Laure semakin mendekati tengah Kota.


‘Tahan...’


BRAK!


Jarak nya hanya tinggal 100m.


‘Tahan...’


PRAK!!


20m.


‘Tahaan...’


“SHAAA-!”


BRUK!! GRRRR...!!! BRUAK!!! BRAK!!!


Walaupun Laure hanya berwujud siluet, tapi ekspresi wajah nya yang sangat marah dan terkejut dapat Kaira lihat dengan jelas.


Sebab Laure baru saja menginjak jebakan itu. Tanah yang menutupi lubang besar ciptaan mereka bersama, hanya setebal 1m.


Jadi saat Laure menginjak nya, tanah tersebut tiba-tiba saja ambles hingga memperlihatkan sebuah lubang besar di bawah sana. Membuat Laure terpeleset masuk ke dalam.


Karena semua nya terjadi terlalu mendadak, Laure yang sedang marah, jadi tidak bisa menjaga keseimbangan tubuh nya dan akhirnya masuk ke dalam jebakan.


“Sekarang!!”


Will Continue In Chapter 61 >>>


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ini sedikit penjelasan buat yang masih bingung. di kota itu ada enam jalanan utama yang berpusat di tengah kota. [kayak segi enam lah]


Nah si kadal item itu di giring melalui salah satu jalanan utama kota menuju tengah kota. itulah rencana nya, sebenarnya penjelasan ini nggak penting sih, ya aku hanya ingin menambah jumlah kata :)