Magic War

Magic War
Ch 34 – Jangan Seperti Dulu



“Beast Magic - Feather Knife!”


SRAK!! SRUAK!! SREK!!


Bulu-bulu dari Nero dengan sangat mudah nya menghabisi para penyerang, tapi tidak mudah bagi Nero melakukan hal tersebut.


Dia membutuhkan konsentrasi tinggi untuk melakukan nya, tentu apa yang dia lakukan sangat menguras Magi dan Energi Mental nya.


Di sisi lain, Aranri dan Anna sedang di sibukkan dengan lima orang penyerang, walaupun kalah jumlah, mereka masih bisa bertarung seimbang.


Beberapa menit kemudian, lima orang itu berhasil mereka berdua kalahkan, namun harus di bayar dengan luka sayatan yang cukup dalam di bahu kiri Aranri.


Anna memberikan Pil Penyembuh pada Aranri, sebelum pergi untuk membantu Nero yang terlihat sedang sangat kerepotan.


“Dragon Aura!“


Dengan mengaktifkan Dragon Aura, Anna langsung bisa membasmi musuh yang berniat untuk menyerang Nero.


Berkat bantuan tersebut, Nero bisa kembali menyerang seperti sebelum nya, namun sekarang butuh beberapa serangan untuk menghabisi satu orang.


Anna juga demikian, dia semakin kelelahan seiring berjalan nya waktu. Karena Dragon Aura sangat menguras Tenaga Murni pengguna nya.


Sampai pada akhirnya, Anna dan Nero terpaksa saling memunggungi di tengah-tengah kepungan belasan penyerang.


Mereka berdua mengigit bibir mereka sendiri, tanda bahwa mereka sedang sangat frustasi.


“Tunggu saja, setelah semua ini selesai, akan aku bunuh si j*l*ng penipu itu...!”


“Percuma saja mengeluh saat ini, Nero. Kita tidak akan terbebas dari situasi ini.”


Sebenarnya ada banyak sekali orang yang melihat kondisi Nero dan Anna saat ini, namun mereka tidak bisa membantu sama sekali, karena masih di sibukkan oleh lawan masing-masing.


“Kau memang benar, tapi tetap saja, cara nya menyamar benar-benar membuatku muak!”


Seperti yang Nero katakan, beberapa hari yang lalu Rin tanpa alasan yang jelas mendekati mereka berdua di Guild Association, dari situlah mereka bertiga mulai akrab.


Tidak ada kecurigaan sedikit pun yang Anna dan Nero tunjukan atas niatan Rin mendekati mereka berdua, dan sekarang mereka benar-benar menyesal.


Karena kedekatan tersebut, Rin sampai di rekrut Anna untuk bergabung dengan Guild nya yaitu Blue Rose. Guild tersebut sudah cukup besar.


Jadi, jika ingin bergabung tidak akan semudah itu, butuh kepercayaan yang tinggi dari para anggota penting di Guild, dan Rin sudah mendapatkan nya.


Rin juga sudah berjanji tidak akan mengkhianati Guild, namun kenyataan berbanding terbalik dengan kata-kata manis nya.


Karena itulah Nero sangat marah pada Rin, walaupun hubungan nya dengan Rin tidak terlalu dekat, hanya sebatas teman. Tapi tetap saja, penghianatan adalah tindakan yang tidak bisa Nero maafkan.


Namun Nero sadar, sekarang bukan saat nya menyalahkan orang lain atas semua yang saat ini sedang terjadi. Karena tetap ini adalah kesalahan diri nya juga.


“Nero, kita akan menerobos untuk mencari bantuan...”


“Baiklah.”


Mendengar ucapan tersebut, para penyerang yang dari tadi diam, kini mulai menyerang untuk menghentikan niatan dua gadis itu dengan serangan terbaik mereka.


Anna dan Nero juga sudah menyiapkan serangan terbaik mereka untuk menghadapi serangan yang akan datang.


Saat jarak antara mereka berdua dengan para penyerang sudah tinggal beberapa langkah lagi, tiba-tiba terjadi sesuatu yang sangat mengejutkan...


JDUAR!!! DRUAK!!! DRAK!! BRAK!!!


Dentuman suara keras itu datang dari arah gerbang masuk Kota dan baru berhenti saat seorang Pria menabrak Podium Penonton di Stadium.


Ya, dari gerbang Kota seorang Pria terpental dengan sangat keras. Membuat semua orang yang melihat nya menelan ludah berat.


Nero dan Anna yang melihat kesempatan dari keterkejutan orang-orang, langsung menghabisi seluruh penyerang yang mengepung mereka.


Setelah itu, mereka berdua melesat menjauh dari medan pertempuran untuk memulihkan tenaga.


Sekitar Sepuluh Menit Yang Lalu.


Di Gerbang Kota.


Lian dengan kecepatan nya yang sangat tidak wajar, dapat begitu mudah nya menghajar Lucas dan Heldrik.


Dua Pria itu hanya bisa berusaha untuk menahan serangan yang menghujani tubuh mereka, tapi sepertinya semua itu sia-sia saja.


Karena seiring berjalan nya waktu, luka sayatan di tubuh mereka berdua semakin banyak, mengakibatkan mereka kehilangan banyak tenaga dan darah.


“Ahahaha...!! Bermain dengan kalian berdua ternyata sangat menyenangkan!” Lian tersenyum menyeringai sambil terus menyerang.


Melihat Lian yang entah kenapa malah kegirangan, Lucas dan Heldrik hanya bisa mengumpat dalam hati.


Tidak ada yang bisa Heldrik dan Lucas lakukan untuk mengalahkan gadis yang saat ini sedang menghajar habis-habisan diri mereka berdua.


DUAKH!! SRAK! DAK...


“Hu-h...”


“Dia...”


Lucas dan Heldrik tidak bisa berkata apa-apa serta sangat kebingungan, ketika mereka berdua sudah tidak lagi di hajar lagi oleh Lian.


Tapi ada yang lebih membuat mereka berdua bingung, yaitu tingkah laku Lian yang tiba-tiba berubah, gadis itu seakan-akan baru saja melihat hantu.


Saat ini Lian nampak sangat panik, wajah nya pucat pasi seperti tidak memiliki darah dan keringat dingin membasahi wajah hingga punggung nya.


Tanpa Lian sadari, air mata mulai menetes dari ujung mata nya. “Aku... Aku- Aku tidak mau! Jangan menjadi diriku yang dulu!”


Alis Lucas dan Heldrik naik turun karena tingkah laku Lian. Jujur mereka panik jika Lian akan kembali menggila.


Namun di sisi lain, ada sedikit rasa tenang di hati mereka berdua, karena bantuan yang dari tadi mereka tunggu akan segera datang.


Dan benar saja, beberapa detik kemudian, seorang Pria muncul dari ruang hampa, tepatnya di samping lokasi Lucas dan Heldrik berada.



Pria itu datang dengan senyuman, namun senyuman nya langsung hilang saat melihat sekeliling nya. “Lucas, Heldrik! Apa yang sebenarnya terjadi?!”


Pria itu jelas bingung, karena melihat Lucas dan Heldrik terbaring lemas di tanah dengan kondisi tubuh yang benar-benar babak belur.


Tapi ada yang membuat Pria itu lebih bingung, yaitu Lian yang sedang berbicara dengan dirinya sendiri sambil menangis.


“Mas-ter Yi... Cepat- Serang dia...” Lucas berkata dengan susah payah, jari nya menunjuk ke arah Lian.


Orang yang Lucas panggil Master Yi itu, mengerutkan kening nya. “Kau pasti tidak akan membuat ku menggunakan Teleportation Ring untuk datang melawan gadis kecil ini kan?” Master Yi berpikir Lucas salah menunjuk.


Sesuai perkataan Master Yi, tadi saat sedang di hajar oleh Lian, Lucas sempat menggunakan telepati untuk menghubungi nya.


Karena keberadaan Master Yi yang sangat jauh dengan Kota Archi, dia jadi terpaksa menggunakan Teleportation Ring untuk ke sini.


“Ma-ster... Jangan... Per-nah... Mere-mehkan-nya...” Heldrik memperingati.


Master Yi hanya menggelengkan kepalanya, menganggap bahwa kedua Murid nya itu sedang mengigau karena babak belur.


PUK!


Master Yi menepuk pundak Lian. “Hei gadis kecil, kau ini kenapa? Dan apa kau tau apa yang sebenarnya terjadi pada mereka berdua?” Master Yi menunjuk Lucas dan Heldrik.


“Tidak! Jangan mengingat nya! Jangan Lian! Jangan!!” Lian masih tidak menyadari keberadaan Master Yi.


“Hoi... Cepat jawab, jangan malah ngelantur.”


Lucas dan Heldrik yang dari tadi hanya melihat, sebenarnya sangat ingin sekali memperingati Master Yi, namun mereka berdua sudah tidak memiliki cukup tenaga.


“Hiks... Aku tidak mau... Hiks... Menjadi seperti dulu...”


“Gadis ini...”


Master Yi yang sudah mulai kesal, kembali menanyakan pertanyaan yang sama, namun dengan penekanan pada beberapa kata.


“Tidaaak...!!!” Lian malah semakin menjadi.


“Hei gadis kecil... Asal kau tau, aku sangat benci di abaikan! Cepat jawab!”


“Tidak mau! Pergilah dasar Iblis!!” Lian menjerit histeris.


Karena sudah terlalu kesal dari tadi di abaikan, Master Yi pun memutuskan untuk melayangkan sebuah pukulan pada Lian, menuruti permintaan Lucas.


Namun pukulan tersebut tidak pernah mengenai target nya, karena tiba-tiba tangan Lian menahan pukulan Master Yi.


“Ugh...! Ugh...!!” Master berusaha melepaskan tangan nya dari cengkeraman Lian.


Lian yang dari tadi hanya menundukkan kepalanya pun menatap Master Yi yang ada di belakang nya itu, dengan tatapan yang sangat mengerikan.


“DASAR PENGGANGGU!!!”


BUAKH!!! JDUAR!!!


Dengan sangat tidak terduga, pukulan keras Lian lancarkan tepat pada perut Master Yi, membuat Pria itu terpental jauh dan daerah sekitar situ rusak parah.


Lucas dan Heldrik otomatis terpental menjauh, kemudian baru berhenti saat tubuh mereka berdua menabrak sebuah pohon.


Karena hal itu, Heldrik langsung pingsan, namun tidak dengan Lucas, dia masih bertahan sebentar dan melihat ada semacam tanda hitam di kening Lian.


Will Continue In Chapter 35 >>>