
“Kalau benar sekenario nya begitu, kenapa Gillufi tidak mengetahui nya? Dan dari mana Kaira mendapatkan Jurus itu?” Ling menatap Salna dan God of Knowledge secara bergantian.
Salna tidak menjawab, dia malah menatap Gillufi dengan wajah yang penasaran, begitu pula Great God yang lain nya.
Mendapat tatapan itu membuat Gillufi menepuk jidat nya sendiri. “Asal kalian semua tau, aku memang memiliki pengetahuan yang sangat luas, tapi tidak semua nya ku ketahui. Dan aku tidak percaya pada isu, yang ku' percayai hanyalah yang ku lihat secara langsung.”
God of Knowledge memiliki Holy Magic yang berupa pengelihatan luas, atau dapat melihat banyak hal secara bersamaan. Dia juga dapat membedakan mana yang palsu dan asli.
Karena itulah dia mempunyai pengetahuan yang sangat luas, namun tidak semua nya dapat dia lihat. Ada sebuah batasan dalam diri nya.
Setelah mendapatkan jawaban dari Gillufi, sekarang para Dewa dan Dewi itu ganti menatap Salna untuk mencari tau dari mana Kaira mendapatkan Jurus itu.
Karena aneh saja kalau Kaira mengucapkan sesuatu yang sangat penting pada musuh nya sendiri, tanpa dasar yang jelas.
“Seseorang yang amat sangat kuat, juga sosok yang sangat mengerikan. Dia adalah lambang dari kehidupan, juga kehancuran. Tidak ada satupun mahluk yang bisa menandingi nya, bahkan para Great God sekali pun...! Dari situ Kaira mendapatkan nya.” Salna mengulangi perkataan Kaira.
DEG!
Seketika para Great God tertegun, raut wajah mereka memburuk seakan-akan baru saja melihat hantu. Terlebih lagi Ling dan Falta, sebab mereka berdua pernah bertemu dengan sosok itu sekali.
Bagi Ling dan Falta tidak ada kata lain yang bisa menjelaskan sosok itu selain Monster. Meski hanya saling berbicara, mereka berdua tetap dapat merasakan kekuatan maha dahsyat dari sosok tersebut.
10 Dewa atau Dewi lain nya memang tidak pernah bertemu dengan sosok mengerikan itu, tapi mereka mengetahui seberapa besar kekuatan mahluk absrud tersebut.
Jadi sangat tidak terbayangkan jika sosok yang bahkan sangat di takuti oleh 12 Dewa dan Dewi, berpihak pada Kelompok penghancur Dunia.
“Salna... Jangan mengarang cerita!” Reus masih tidak bisa percaya dengan yang Salna katakan.
Salna tidak mengucapkan apapun, dia hanya menghela nafas, lantas meningkatkan wajah nya. Tanda bahwa yang Salna ceritakan bukan lah kebohongan.
Saat pertama kali mendengar nya dari Kaira, dia juga sama dengan Reus. Tidak mempercayai nya sama sekali, tapi mengingat kekuatan yang Seven Deadly Sins tunjukan, semua perkataan Kaira terasa masuk akal.
“Semua nya! Kita tidak boleh pesimis hanya karena mengetahui fakta di balik Seven Deadly Sins. Dulu kita pernah mengalahkan mereka, kenapa kita tidak bisa mengalahkan mereka untuk sekali lagi? Anggap saja ini adalah ujian yang ingin beliau berikan pada kita.
Sebagai penjaga perdamaian Dunia, kita harus membuktikan bahwa kita mampu! Mengalahkan ancaman Dunia adalah salah satu cara nya!” Alkamar akhirnya buka suara.
Dia berusaha menenangkan para Great God, meskipun begitu hati nya masih saja bergetar karena mengetahui bahwa yang memberikan kekuatan pada Seven Deadly Sins adalah entitas terkuat.
“Tapi waktu itu, kita hanya beruntung saja...” God of War - Liones mengepalkan tangan nya keras.
Ruangan ini pun menjadi hening untuk beberapa waktu, mereka semua masih memikirkan solusi untuk permasalahan ini.
Sang Penguasa memang tidak akan ikut campur dalam urusan Duniawi seperti ini, tapi yang menjadi masalah adalah kekuatan yang beliau berikan pada Seven Deadly Sins.
“Perkembangan Seven Deadly Sins tentu tidak sebentar, jadi kita dapat memanfaatkan waktu yang tersedia untuk bertambah kuat!” Goddess of Earth - Herlesia mengusulkan sebuah saran.
12 Dewa dan Dewi bisa di bilang adalah yang terkuat di antara seluruh mahluk Duniawi. Menjadi yang terkuat bukan berarti tidak bisa bertambah lebih kuat lagi.
Jadi saran dari Herlesia bisa di bilang adalah yang terbaik untuk mengatasi bencana Seven Deadly Sins di masa depan.
Tidak ada yang berkomentar, mereka semua tetap saja diam. Mereka merespon hanya dengan gerakan kecil dari tubuh masing-masing.
“Memprovokasi, mungkin itu yang ingin Kaira lakukan.“ Setelah berkata demikian, Salna langsung pergi dari ruangan ini. Dia menghilang begitu saja.
“Teori yang bagus,” ujar Ling. Dia pun juga ikut pergi dengan cara berubah menjadi angin.
Karena merasa tidak ada yang perlu di bicara kan lagi, satu-persatu Great God langsung kembali ke tempat tinggal mereka masing-masing.
Bertambah kuat untuk menghadapi bencana yang akan datang, adalah hasil dari pertemuan kali ini. Sebab Dunia memerlukan bantuan mereka.
...<----<>---->...
Imperial Sanctuary, adalah tempat yang sangat indah di Holy Hell. Tempat itu juga merupakan wilayah milik para Malaikat.
Langit di Imperial Sanctuary berwarna biru cerah mau siang atau malam, juga banyak tumbuhan yang menghiasi wilayah luas tersebut.
Sumber mata air ada di mana-mana, dan Malaikat beserta Hewan hidup dalam damai di Imperial Sanctuary. Tempat seperti ini jika bukan Surga apa lagi?
Di atas pohon, lebih tepat nya sebuah daun, Ling berdiri sambil memandangi padang rumput yang luas dan damai.
Membayangkan tempat seperti ini akan menjadi medan pertempuran dahsyat, membuat merasa sangat bersalah. “Harus nya ku bunuh saja mereka!”
Ling memang bukan orang baik, tapi dia juga bukan orang yang akan tinggal diam jika melihat orang lain menderita karena kesalahan nya.
“Tunggu saja kalian para bedebah!”
SLASH!! JDAR!!! SENG!!!
Ling mengayunkan Pedang nya, hingga menciptakan sebuah gelombang yang mampu membelah langit. Fenomena luar biasa itu, di saksikan oleh hampir seluruh Malaikat, bahkan sampai Iblis di Lelouise.
Berbagai reaksi di tunjukan oleh orang-orang yang melihat retakan di langit.
Ada yang takut, ada yang kagum dan ada pula yang menganggap bahwa langit yang terbelah itu adalah pertanda buruk dari sebuah kejadian besar di masa depan.
Mereka tidak salah, karena memang dalam kurun waktu kurang dari 100 tahun lagi. Perang besar, kematian, kesedihan, kehampaan, kekacauan, dan kehancuran akan kembali terjadi.
Seluruh Dunia akan menangis untuk sekali lagi, dan semua itu di sebabkan oleh Kelompok yang sama, dan orang yang sama. Seven Deadly Sins!
Will Continue In Chapter 77 >>>