
“Moonlight Bow – Moonlight Shot!”
FYUUS!!
Mendengar itu, Tyhas langsung melepaskan tembakan masif. Sebuah anak panah yang bercahaya biru terang, melesat dengan cepat.
CTAB! DUAR!!
Anak panah itu menancap tepat pada punggung Laure, sedetik kemudian sebuah ledakan tercipta. Laure yang tidak bisa bergerak, hanya bisa menerima nya sambil mendesis keras.
“Wind - Poison Magic - Blood Crusher!”
Tidak ingin memberi nafas pada Laure, Raven segera menggunakan Sihir nya. Bola-bola angin yang kecil tercipta tepat di atas tubuh Laure.
Bola-bola angin tersebut berwarna merah darah. Karena merasa terancam, Laure berusaha untuk segera keluar dari lubang itu, namun sudah terlambat.
Raven menjentikkan jari nya. “Pecah...”
Tepat setelah Raven menjentikkan jari nya, bola-bola angin tersebut mulai pecah satu-persatu. Menjatuhkan banyak cairan berwarna merah darah.
NYEES...!
“KHAAAH!!!”
Ketika cairan merah darah mengenai kulit Laure, seketika kulit kadal siluet yang sangat keras itu melepuh, di ikuti oleh darah yang mengalir deras.
Laure menggeliat kesakitan karena efek dari Racun tersebut. Perlahan-lahan lubang yang terbuat dari Invented Triengle itu runtuh, karena terkena hantaman tubuh Laure yang sedang kesakitan.
Rasa sakit yang Laure rasakan semakin parah, sebab bekas ledakan dari anak panah Tyhas masih belum beregenerasi.
“Curse Seal.” Langsung saja Kaira mengaktifkan Curse Seal, untuk mengakhiri hidup Laure.
“Enchant - Sword Misery!”
WUNG! WUNG! NGUNG! WOUNG!
Ratusan Sword Misery yang sudah Kaira beri Curse Seal, dengan cepat tercipta, mengelilingi seluruh lubang tempat Laure terjebak.
WUSH!! CTAB!! SRAT!! SRAK!!
Di saat yang hampir bersamaan, Kaira menggerakkan seluruh Sword Misery itu untuk menyerang Laure yang sedang kesakitan.
Hasil nya, terjadi sebuah hujan Pedang, yang mengakibatkan debu berterbangan kemana-mana. Menutupi apa yang sedang terjadi pada Laure.
Dari atas menara, Tyhas menyaksikan semua itu dengan jelas. Dia sangat yakin bahwa Laure akan mati karena serangan Kaira.
Namun, kenyataan nya tidak...
WOSH!!
Karena ingin melihat apa yang sebenarnya terjadi, Raven langsung menghempaskan gumpalan asap dari debu itu, menggunakan Sihir nya.
“Sss...!”
Kaira, Tyhas dan Raven terkejut bukan main ketika melihat Laure masih bisa bergerak, alias masih hidup.
Walaupun dengan tubuh yang di tancapi puluhan Sword Misery dan di banjiri oleh darah. Tapi itu menandakan bahwa Laure benar-benar kuat.
“Cih! Lightning Step!” Kaira langsung bergegas menghampiri Laure, karena tidak ingin kadal itu marah dan tiba-tiba menunjukkan wujud baru.
Begitu juga dengan Tyhas dan Raven, mereka berdua segera menyiapkan serangan terbaik mereka untuk membantu mengakhiri hidup Laure.
DUAKH!! JDAR!!
Tapi belum sempat mereka menyerang, tiba-tiba muncul cahaya emas yang bergerak dengan sangat cepat. Tanpa basa-basi, cahaya itu langsung memukul Laure.
Dalam sekilas saja, Kaira, Tyhas dan Raven bisa mengenali siapa cahaya itu. Jadi mereka memutuskan untuk berhenti. “L...,” gumam Kaira.
Tidak hanya mengenali, tapi mereka juga mengetahui emosi L. Terlihat dengan dari ekspresi nya, bahwa L sedang marah.
BUAKH!!!
“Mati kau Raja brengsek!!”
DUAKH!!
Tidak seperti sebelum nya, L sekarang tidak tenang sama sekali. Dia memberikan pukulan dan tendangan dengan sangat membabi buta pada Laure.
Laure jelas melawan, namun karena semua serangan tadi, sekarang tubuh nya menjadi lemah. Membuat L dapat dengan mudah membalikan semua serangan Laure.
Dan juga L, terlihat lebih kuat sekarang ini. Bahkan kekuatan nya sudah setara dengan sosok seperti Balft.
Karena itu, Laure menjadi tidak berdaya, bukan karena dia lemah, melainkan karena luka yang dia alami.
Di saat yang sama, kekuatan L semakin menjadi. Kekuatan nya semakin kuat seiring berjalan nya waktu.
Baru beberapa detik puluh saja yang berlalu. Tubuh Laure sudah benar-benar hancur, ekor nya putus, kaki kiri bagian belakang nya hancur dan kedua mata nya buta.
“Hah... Hah... Hah... Dasar... Dua orang BODOH!!”
“Shaa-!”
BUAK!!!
Setelah menyiksa Laure selama beberapa saat, sekarang barulah L benar-benar membunuh kadal hitam tersebut.
Pukulan terakhir tadi, L arahkan tepat pada bagian leher. Mengakibatkan kepala dan tubuh Laure, terpisah. Pukulan L begitu kuat, hingga membuat kepala Laure, terpental jauh.
BRAK!!
Kepala kadal itu, terpental dan jatuh tepat di depan Kaira. Kaira menghela nafas berat, melihat nya. “Diri mu sudah benar-benar hancur.”
<----<>---->
TAK!
“Kaira, apa dia akan baik-baik saja?” tanya Tyhas yang baru tiba di dekat Kaira.
Kaira menggeleng pelan. “Entahlah, coba kita cek.”
Tyhas menatap sebentar kepala Laure yang ada di samping nya itu, ada sedikit rasa tidak nyaman ketika dia melihat nya. Sebelum setuju untuk mengecek kondisi L.
Alasan mereka berdua berpikir bahwa L tidak baik-baik saja karena, L terus mengatakan hal aneh saat barusan menghabisi nyawa Laure.
Raven juga merasa demikian, karena itu dia langsung bergerak menghampiri lubang tempat L berada. Tanpa menunggu Kaira maupun Tyhas.
Dari jauh, Kaira dan Tyhas bisa melihat Raven sedang berjongkok di tepi lubang. Tidak ada ekspresi yang Raven tunjukan, membuat mereka berdua susah menebak apa yang sebenarnya terjadi.
Karena itu, mereka segera melesat ke arah sana. Tapi saat sampai di sana, tidak ada hal spesial yang mereka temukan. Selain L yang berlumuran darah dan tubuh Laure yang tanpa kepala.
“Oi!! Apa kau baik-baik saja?!” tanya Kaira. Berusaha untuk memastikan kondisi mental L, yang seperti nya sudah mendapatkan ingatan nya kembali.
Namun tidak ada jawaban dari L. Pria itu hanya menunduk ke bawah, memperhatikan tubuh Laure, dengan tatapan sendu.
“Hey! Pria tampan yang misterius! Apa terjadi sesuatu pada mu?!” tanya Raven, menyambung ucapan Kaira.
Tapi lagi-lagi, tidak ada jawaban yang mereka terima. Karena kesal, Tyhas pun ikut-ikutan bertanya. “Apa kepala mu terbentur batu keras tadi? Tingkah mu aneh sekali!”
Di sisi lain, L bukan nya tidak mau menjawab, melainkan dia bingung harus menjawab apa. Tepat saat terhempas gara-gara Laure tadi, ingatan nya telah kembali secara sempurna.
Itulah yang membuat L bingung, semua nya terjadi begitu mendadak. Tidak seperti sebelum nya, yang mana ingatan nya kembali secara perlahan.
Sekarang kondisi mental L bisa di bilang tidak stabil. Dia terlalu terkejut dengan fakta yang ada di kepala nya.
Bahwa semua kekacauan ini terjadi karena diri nya. L lah penyebab kemunculan Laure, L lah penyebab kehancuran Kota ini dan L lah penyebab runtuh nya Kerajaan yang damai ini.
“Aku baik-baik saja, ayo kembali ke Istana. Aku akan menceritakan semua nya.” Setelah diam cukup lama, barulah L menjawab.
Kaira, Tyhas dan Raven melakukan apa yang L katakan. Mereka tidak melontarkan satupun pertanyaan, karena tidak ingin memperkeruh suasana.
<----<>---->
Sesampai nya di Istana, L langsung mengajak tiga sekawan itu melihat lukisan dari Ratu dan Raja. Jari L menunjuk suami istri itu. “Mereka berdualah Laure dan akulah yang menyebabkan mereka berubah menjadi Monster seperti sekarang ini.”
Will Continue In Chapter 62 >>>