Magic War

Magic War
Ch 48 – Mencoba Membantu



Hari ini, hampir seluruh penduduk Kota Archi sedang sangat sibuk membereskan semua kekacauan yang terjadi tadi siang.


Sementara itu, Raja Elc di sebuah ruangan bersama dengan Tuan Roselly dan Istrinya tengah mengadakan diskusi.


“Sepuluh juta keping Platinum ini akan berkurang 50% untuk memberikan kompensasi kepada Keluarga korban. Lalu sisa nya untuk apa?” tanya Raja Elc.


Pertanyaan Raja Elc tentu bukan tanpa alasan, sebab Lima Juta Platinum yang tersisa seakan-akan sangat tidak di perlukan di hadapan banyak nya harta Archimedes Kingdom.


“Anggap saja sisa uang itu adalah biaya yang aku berikan padamu demi membeli beberapa Sumber Daya langka.” Tuan Roselly menjawab dengan enteng nya.


“Iya?”


Raja Elc tidak terlalu mempermasalahkan jika Tuan Roselly ingin sisa uang itu di gunakan untuk membeli sesuatu dari nya.


Tapi jika yang Tuan Roselly beli adalah Sumber Daya, tentu Raja Elc akan mempermasalahkan nya. Sebab sangat aneh kalau Keluarga Roselly kekurangan Sumber Daya.


“Ingat apa yang aku katakan tadi, Sumber Daya langka. Kami benar-benar sangat membutuhkan nya untuk membuat produk baru.”


Raja Elc nampak tertarik. “Bisa anda sebutkan apa saja Sumber Daya nya? Kalau ada aku akan menyediakan nya.”


Nyonya Roselly yang dari tadi hanya diam, langsung menyerahkan sebuah kertas yang berisi daftar Sumber Daya untuk membuat produk baru tersebut.


Mata Raja Elc melebar saat melihat daftar Sumber Daya yang ada. Semua nya merupakan Sumber Daya yang langka.


Sekarang Raja Elc memaklumi niat Keluarga Roselly yang ingin membeli Sumber Daya dari nya, bukan berarti mereka tidak mempunyai Sumber Daya itu.


Tapi ini adalah produk baru, jadi masih dalam masa penelitian, dan jika mengeluarkan Sumber Daya langka itu, pasti akan sangat merugikan.


Karena itu Keluarga Roselly memilih untuk membeli Sumber Daya yang sama ke Archimedes Kingdom.


Apa beda nya? Tentu ada beda nya, kedua belah pihak telah saling bekerja sama, jadi di setiap transaksi antara keduanya pasti akan ada potongan harga.


Dengan begitu, jika eksperimen gagal Keluarga Roselly tidak akan terlalu mendapatkan kerugian.


“Baiklah, kami akan mempersiapkan semua nya. Paling lama sampai, mungkin besok siang.” Raja Elc terlihat senang.


Begitu pula dengan Tuan Roselly dan Nyonya Roselly. “Begitu produk baru itu sudah terjamin dan bisa beredar di pasaran, ini akan menjadi bisnis baru kita.”


Raja Elc tersenyum tipis, sebelum menjabat tangan Tuan Roselly. Menandakan kerja sama yang baru telah terjalin di antara mereka berdua.


<----<>---->


Tindakan cepat dari para penduduk Kota Archi, membuahkan hasil yang sangat bagus. Situasi segera bisa terkendali.


Orang-orang tadi nya banyak yang takut jika serangan lanjutan akan datang. Namun setelah pagi tiba dan tidak ada serangan lagi, semua nya bisa bernafas lega. Meskipun ada sedikit kemungkinan akan terjadi serangan lagi.


Di sisi lain, lebih tepat nya di halaman utama Istana. Orang-orang yang ditugaskan untuk menangani masalah medis, sedang sangat sibuk. Tenda-tenda di dirikan untuk pada "Pejuang" yang terluka.


Banyak orang berlalu lalang kesana-kemari demi mengambil obat atau mengobati para "Pejuang"


Meskipun sudah bekerja sejak kemarin malam, tapi masih banyak "Pejuang" yang belum sembuh luka nya, kebanyakan dari mereka adalah yang terluka parah.


Kaira dari jendela ruang medis melihat semua itu. Jujur dia sangat ingin sekali membantu dengan pengetahuan Alchemy yang dia punya.


Tapi lagi-lagi masalah fisik nya yang masih terlalu lemah menghalangi. Jadi Kaira hanya bisa memperhatikan sambil menghela nafas.


‘Tuan, apa Tuan mau menggunakan kekuatan ku untuk bergerak ke sana?’ tanya Hanabi.


‘Tidak perlu.’


‘Tapi, Tuan. Aku juga ingin membantu! Kemarin aku tidak sempat-‘


Kaira sudah memberitahu apa yang terjadi semalam pada Hanabi, kecuali tentang Curse Seal. Oleh karena itu Hanabi merasa bersalah karena tidak bisa membantu sedikitpun.


‘Apa aku tidak berguna bagi Tuan? Apa aku hanya...’


‘Bukan begitu, aku hanya tidak ingin merepotkan mu saja. Kau hanyalah seekor Mystical Beast biasa yang baru berumur 1th. Bisa berbahaya jika kau terlalu memaksakan diri mu.’


Kaira masih mengingat dengan jelas saat dirinya sekarat waktu melawan Lord Mystical Beast dulu, Hanabi juga ikut sekarat karena dia menyalurkan kekuatan nya pada Kaira demi mengobati nya.


Karena tidak ingin Hanabi mengalami kejadian yang sama, Kaira terus melarang niatan gadis itu yang ingin membantu nya.


Namun seperti nya Hanabi tidak akan menyerah begitu saja. ‘Tenang saja, Tuan. Aku hanya akan menggunakan sedikit dari keseluruhan kekuatan ku!’


‘Tetap saj-’


‘Aku hanya menggunakan sedikit, jadi aku akan baik-baik saja!’


Kaira menghela nafas panjang, dia merasa Hanabi terlalu keras kepala. ‘Baiklah, tapi ingat, jangan memaksakan diri mu!’


<----<>---->


“Kalian semua! Tolong diam sebentar!!”


Semua orang yang ada di situ langsung terdiam karena suara tersebut. Pandangan mereka semua terarah pada satu orang yang sama, yaitu Kaira.


“Terimakasih sudah mau mendengarkan, sekarang aku akan memulai. Beberapa orang, tolong ambilkan bahan yang aku sebutkan!


Blood Lotus Essence! Blue Rose! Mystical Wood Core! Black Clover! Dan Golden Apple! Masing-masing 100! Tidak perlu ada pertanyaan! Cepat ambilkan!”


Suasana sempat hening selama beberapa detik setelah Kaira selesai berbicara, sebelum tiga orang tiba-tiba berlari menuju ruang harta.


Tidak menunggu lama, Kaira segera menghampiri seorang Pria Paruh Baya yang merupakan seorang Tabib.


“Paman, bisa tolong berikan sebuah kertas dan pena?”


Tabib tersebut sempat bingung, namun tidak lama. Lantas dia memberikan apa yang Kaira mau. Setelah mendapatkan kertas dan pena, Kaira langsung menuliskan sebuah resep Pil yang bernama Life Light Pill.


Kaira menulis resep tersebut dengan sangat lihai, ketika sudah selesai dia pun menunjukkan nya pada sang Tabib.


Mata Tabib tersebut melebar, dia benar-benar terkejut dengan resep yang Kaira berikan. “Tuan Muda... Ini...”


“Wajar saja anda belum pernah melihat nya, karena resep ini merupakan ciptaan Kakek ku dan belum di pasarkan.” Kaira menjelaskan.


“Kalau begitu, bagaimana cara penggunaan nya?” Tabib itu sedikit bingung karena tidak tertulis cara menggunakan nya.


Sebuah Pil tidak selalu di gunakan dengan cara di makan, ada juga yang harus menggunakan metode khusus.


“Saya akan segera menyiapkan air panas, anda buat saja dulu Pil nya saat semua bahan yang aku minta tadi telah sampai.”


Selepas berkata demikian, Kaira segera berlari ke sisi lain halaman Istana, lebih tepat nya ke tempat para orang yang bisa memasak menjalankan tugas mereka.


Sesampai nya di sana, Kaira langsung meminta air panas pada seorang Wanita. Wanita tersebut sudah mengetahui niat Kaira, jadi segera menyiapkan air panas.


Nafas Kaira terengah-engah setelah menyampaikan semua itu. Membuat kepala nya sedikit pusing.


Sambil menunggu air itu siap, Kaira mengistirahatkan tubuh nya di bawah sebuah pohon. “Haih... Jika bukan karena Hanabi, aku pasti sudah terkapar.”


Will Continue In Chapter 49 >>>