Magic War

Magic War
Ch 39 – Bentrok



BUAKH!!! DUAKH!! PRAKH!! DUAS!!! BRAK...! ZRAAK...!!!


Karena Kaira terlalu fokus mengendalikan tentakel ciptaan nya, dia harus rela terkena pukulan telak dari Vii, hingga terpental jauh.


Demi menghentikan diri nya sendiri, Kaira menancapkan Four Crystals pada tanah, namun tetap saja dia tidak bisa langsung berhenti.


Retakan yang sangat besar tercipta di tanah karena tindakan yang Kaira lakukan. “Sialan, ini harus cepat di akhiri...!” Kaira merasakan diri nya mulai semakin melemah.


Kaira pun menotok beberapa bagian tubuh nya agar lebih bertenaga, dia melakukan nya sambil melihat ke arah Lian yang sedang bertarung dengan Master Yi.


Pertarungan mereka berdua tidak bisa di bilang seimbang, karena Lian terlihat sedikit lebih kuat dari Master Yi.


Meskipun bisa mengetahui kondisi pertarungan mereka berdua, tapi yang dapat Kaira lihat hanyalah sekelebat bayangan.


Pergerakan dari Lian dan Master Yi terlalu cepat dan setiap kali serangan mereka bertemu, udara di sekitar mereka akan bergetar.


Otomatis dinding Stadium dan juga tanah di sekitar situ mulai mengalami kerusakan secara perlahan.


“Jangan mengalihkan perhatian mu dari lawan!”


“Aku hanya diam, bukan berarti tidak memperhatikan mu...”


TAKH!!


<----<>---->


Rin yang terkena serangan Raja Elc secara langsung, mengalami luka bakar yang sangat parah di sekujur tubuh nya.


Tubuh Rin benar-benar melepuh akibat serangan tersebut dan harus nya di sudah mati, bahkan sebelum serangan itu selesai.


Tapi kenyataan nya berbeda, saat ini Rin sedang terbaring lemas di cekungan yang tercipta karena serangan Raja Elc, dengan nyawa yang masih ada.


Rin dapat mempertahankan nyawa dengan memusatkan seluruh kekuatan nya, untuk meningkatkan kemampuan regenerasi.


Dengan begitu tubuh Rin yang seharusnya hangus terbakar masih bisa bertahan, meski harus mengorbankan seluruh tenaga nya.


‘Aku hanya bisa berharap Pria besar itu segera kembali...’


Di sisi lain, Raja Elc tengah sangat terbebani oleh Sihir yang dia gunakan tadi. Karena itu Raja Elc berada dalam posisi berlutut sekarang ini.


Sword of Grace adalah Sihir tingkat tinggi yang akan sangat membebani tubuh pengguna nya, jika di gunakan tanpa persiapan.


Seperti jumlah Magi yang sangat besar dan beberapa Pil, sedangkan Raja Elc sudah menggunakan banyak Magi serta tenagap di pertarungan yang sebelum nya.


Jadi wajar jika dia terkena beban yang sangat parah ketika menggunakan Sihir tersebut.


“Clade, Exudos... Aku serahkan dia pada kalian berdua.”


Raja Elc pun mengarahkan dua Lord Mystical Beast nya untuk segera mengakhiri hidup Rin. Dua Monster itupun bergerak cepat, secepat yang mereka bisa.


Raja Elc kemudian duduk bersila untuk menyembuhkan kondisi nya dengan menggunakan Magi, sementara itu dua peliharaan nya tengah melakukan tugas yang dia berikan.


BUAKH!!


“Menyingkir lah sialan!” teriak Vii sambil memukul Kaira.


“Kau pikir aku akan melakukan nya? Huh?!”


DUAKH!! TAKH!! SLASH!


Berniat tidak ingin membiarkan Vii pergi untuk menolong Rin, Kaira terus-menerus memojokkan Pria itu.


Aksi Kaira di dukung dengan totokan yang tadi dia lakukan, dan juga kondisi mental Vii yang tidak stabil. Ya, totokan tersebut berhasil meningkatkan kekuatan Kaira.


Namun efek samping nya, Kaira harus menerima beban tambahan dari kekuatan yang baru saja dia ciptakan itu.


Tidak hanya Kaira yang sedang menahan seseorang untuk tidak menolong Rin, melainkan Lian juga melakukan hal yang sama.


Beda nya, dia sedang menahan Master Yi. Meskipun bukan Murid nya dan juga bukan orang yang dekat dengan diri nya, tapi Rin akan sangat membantu di masa depan nanti.


Di saat yang bersamaan, Exudos dan Clade sudah berada sangat dekat dengan tubuh Rin, tanpa basa-basi mereka berdua langsung menyerang.


SRAT!


“Sudah ku bilang bukan, kau tidak akan bisa menang melawan Raja Elc tanpa bantuan ku...” Seorang Pria berkata Dengan pandangan nya yang mengarah pada Clade dan Exudos.


Yang mana Clade dan Exudos baru saja terkena tebasan dari sang Pria. Dua Lord Mystical Beast itu terhempas beberapa meter.


“Eh?”


“Jangan malah melamun... Bantuan sudah tiba!”


WOOOAAAAA...!!!


Semua yang sedang berada di dalam Stadium, langsung berhenti bertarung, untuk menengok ke arah suara itu.


Kaira, Lian dan Raja Elc mengerutkan kening saat melihat gerombolan orang yang tadi nya menjauh dari Stadium, kini malah berbondong-bondong masuk.


Kejadian tersebut tentu menimbulkan banyak pertanyaan di benak mereka bertiga, karena itu mereka segera berkumpul di satu tempat.


“Ck! apa kau tau sesuatu?” tanya Raja Elc.


“Saya tidak tau, tapi kemungkinan besar mereka semua sudah di iming-imingi sesuatu oleh pihak lawan.”


Sesuai dengan pemikiran Kaira, semua orang yang berpihak pada Neckro itu telah di iming-imingi Sumber Daya oleh Issei.


Mereka semua sejati nya hanya di suruh untuk mengacau saja bukan untuk membantu jika terjadi pertempuran.


Jadi wajar jika mereka memilih menjauh dari Stadium saat merasa sudah tidak di butuhkan lagi untuk masalah bertempur.


Tapi karena janji Issei yang akan memberikan mereka semua Sumber Daya jika mau membantu lagi dalam pertempuran, kembali lah mereka ke Stadium.


“Pria besar... Dari mana... Kau...”


“Sudahlah diam, nanti akan aku jelaskan semua rincian nya. Sekarang kau harus beristirahat dulu.”


Issei pun menggendong Rin, lantas membawa nya pada Master Yi dan Vii untuk segera di obati.


Spring Sun Pill adalah Pil yang sangat kuat, otomatis harga nya mahal dan keberadaan nya sangat langka.


Jadi Master Yi hanya memberikan Pil Penyembuh biasa saja pada Rin untuk mempercepat penyembuhan nya.


“Tuan apa yang harus kami lakukan?!” seorang Pria bertanya pada Master Yi setelah cukup lama diam.


“Kalian, tahan mereka.” Master Yi menunjuk ke arah Kaira, Raja Elc dan Lian.


Dia pun menurut, kemudian mengajak ribuan orang lainya untuk maju bersama.


“Selagi mereka menahan pergerakan tiga pengganggu itu, kita akan kab-”


“MEMANG NYA AKAN KAMI BIARKAN?!!”


Teriakan tersebut menggema hingga ke seluruh Stadium, menandakan bahwa kekuatan orang itu cukup besar.


Para orang Neckro tadi langsung mengehentikan langkah mereka ketika mendengar suara tersebut.


“Tyhas?! Kau?!” Kaira terkejut bukan main saat melihat Tyhas berdiri di depan ribuan orang, dengan kondisi yang sudah tidak cacat mental lagi.


Lebih tepat nya Tyhas sedang berada di gerbang masuk yang kedua.


“Ini bukan saat nya untuk berbicara...” Tyhas menengok ke belakang. “Tunggu apa lagi kalian? Cepat maju...!!!”


Teriakan tersebut pun membuat orang-orang yang ada di belakang Tyhas, yang merupakan penduduk Kota Archi dan para Petualang, langsung maju untuk menyerang kelompok Neckro.


Will Continue In Chapter 40 >>>