Magic War

Magic War
Ch 7 – Monster Yang Sesungguhnya



Don't Feedback.


Like satu eps dan rate bintang satu.


Makasih kak dukungan nyaπŸ˜πŸ‘


Hahahaha πŸ˜‚ ya ya, gua tau gua gaje, tapi tapi lucu aja gitu hahahaha πŸ˜‚


Source Joke: Salah satu komentar dari author SYSTEM DEWA, kang shitpost.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Keesokan Harinya.


β€œGROAAAAAA!!!”


Raungan tersebut langsung saja membuat semua orang yang ada di Kota Luizis waspada, mereka semua cepat-cepat mengambil senjata.


Begitu juga dengan Kaira, dia langsung mengambil Four Crystals, kemudian melompat keluar penginapan melalui jendela.


Saat sedang mencari sumber dari raungan tersebut, tiba-tiba ada seorang Pria yang menepuk pundak Kaira.


β€œAnak muda, cepatlah pergi! Naga itu tidak akan mudah untuk di hadapi.” Pria itu menunjuk ke arah hutan di atas gunung.


Mendengar perkataan itu, Kaira langsung menengok ke arah gunung. Dan ternyata benar, ada seekor Naga yang sedang mengamuk.


Naga tersebut berwarna hijau, tubuh nya tidak bersisik melainkan seperti di tumbuhi oleh akar-akar pohon. Dan satu hal yang ada di pikiran semua orang saat ini adalah... β€œKing Mystical Beast.”


β€œCepatlah pergi, anak muda!”


β€œBa-baik Paman.”


Kaira pun langsung melompat ke atas atap bangunan, namun dia tidak langsung pergi. Kaira masih diam di sana mengamati Naga itu.


Disisi lain, para orang-orang yang memiliki kemampuan untuk menghadapi Naga itu, sudah bersiap di kaki gunung.


Balft juga berada di sana, dan tentu nya bersama Laurent yang sudah bersiap dengan Morning Star milik nya.


Mereka semua sebenarnya sudah siap untuk menyerang, namun mereka tidak sebodoh itu dengan menyerang secara sembarangan.


Menunggu momentum yang tepat adalah pilihan terbaik untuk meminimalisir korban jiwa dalam pertempuran ini.


Di atas gunung, Naga tersebut masih terus mengamuk. Dia terus-terusan menghancurkan apapun yang ada di hadapannya.


Sesekali dia juga kembali meraung keras, mengakibatkan udara di sekitar situ bergetar hebat dan burung-burung berterbangan kemana-mana.


Setelah beberapa menit, akhirnya Naga itu sampai di lereng gunung. Mata nya di penuhi oleh kemarahan saat melihat segerombolan orang di kaki gunung.


Naga tersebut meraung keras, sebelum berniat untuk terbang dan menyerang segerombolan orang itu.


Namun niat nya terpaksa berhenti, saat dia tidak sengaja merasakan Aura yang sangat mencekam, walaupun cuma samar-samar.


Pandangan Naga itu langsung bergerak kemana-mana, berusaha mencari sumber Aura tersebut.


Dan pandangan terhenti pada seorang Pemuda yang sangat menyeramkan. Naga yang tadi nya terlihat marah kini tiba-tiba menjadi ciut setelah melihat si Pemuda.


Tubuh Naga itu langsung bergetar hebat, diikuti oleh keringat dingin yang mulai mengalir deras. Kalau saja dia masih punya keberanian, dia pasti akan langsung pergi dari situ.


Tetapi, kerena dia paham betul dengan kekuatan si Pemuda, dia tidak akan bertindak sembarangan. Naga itu kawathir jika dirinya melakukan sebuah kesalahan, bisa-bisa nyawa nya terancam, jadi dia hanya terdiam.


Walaupun menyadari bahwa Naga itu hanya diam, para pasukan tetap tidak menyerang. Sebab mereka semua mengira bahwa semua itu adalah jebakan.


Padahal sebenarnya, Naga itu hanya sedang memasang tampang tenang.


Disisi lain, Pemuda yang dari tadi membuat Naga itu sangat ketakutan, sedang berdiri di atas atap sebuah bangunan.


Pemuda itu berambut putih, mata nya merah dan tubuh nya di selimuti oleh daging tanpa kulit yang membentuk kepala Naga. Di tambah tatapan nya yang dingin, semakin membuat Naga itu ketakutan.



<----<>---->


Naga itu terus berusaha untuk menenangkan diri, berkali-kali dia juga menelan ludah berat.


Selama beberapa menit ini, dia sedang menyiapkan mental nya untuk melakukan telepati dengan si Pemuda. Dia ingin dapat keluar dari situasi ini dengan aman. Jadi bernegosiasi adalah cara yang terbaik.


Beberapa menit kemudian, Naga itupun akhirnya mulai melakukan telepati dengan si Pemuda.


β€˜Tu-Tuan...’


β€˜Eh? Siapa ini?’


β€˜Sa-saya... Naga ya-yang di atas gunung, Tu-Tuan.’


Pemuda itupun langsung menengok ke arah gunung, di mana ada seekor Naga hijau yang sedang duduk dalam diam.



Sekilas Naga itu memang terlihat sangat tenang, padahal sebenarnya dia sedang ketakutan setengah mati saat ini.


Tampang tenang nya itulah yang membuat para pasukan tidak langsung menyerang. Karena sangat aneh bukan? Seekor Monster yang tadinya mengamuk, kini malah tenang secara tiba-tiba.


β€˜Sepertinya Naga ini ramah.’


β€˜Ka-kalau boleh tau, siapa na-nama anda, Tuan?’


β€˜Kau masih belum menjawab pertanyaan ku, itu tidak sopan lo...’


*Note: Disini Kaira belum tau yang namanya King Mystical Beast, jadi dia bersikap biasa aja.


DEG!!


Jantung Naga itu langsung terpacu lebih cepat setelah mendengar ucapan si Pemuda.


β€˜Sa-saya sedang mencari telur sa-saya yang bisa hilang.’


β€˜Telur? Apa itu berwarna cokelat dan bersisik?’


Mata Naga itu melebar, karena seperti nya si pemuda mengetahui tentang telur nya.


β€˜Benar, Tuan.’


β€˜Itu ada padaku.’


DEG!!


Perkataan si Pemuda, sukses membuat jantung Naga itu terpacu lebih cepat.


β€˜Ka-kalau begitu, bi-bi-bisa tolong kem-kembalikan, Tu-Tu-Tuan.’


β€˜Huum... Tapi aku ingin memiliki nya, apa tidak boleh?’


Naga itu mendengus pelan, berusaha untuk menahan diri nya agar tidak mengamuk.


β€˜Ta-tapi Tuan, telur itu adalah anak sa-saya.’


β€˜Ya aku tau, tapi tenang saja aku pasti akan merawat nya dengan baik. Kau tidak perlu kawathir ibu Naga.’


DRAK!!


Naga itu menghentakan kakinya. Dia benar-benar dilema, harus merelakan anaknya, atau melawan mahluk mengerikan yang tidak pernah dia duga.


Sebenarnya Naga itu sangat ingin sekali langsung menyerang saja dan merebut kembali telur milik nya.


Namun di sisi lain, dia sadar bahwa itu hanyalah tindakan bunuh diri, mengingat keberadaan Pemuda itu.


Sampai pada akhirnya dia memutuskan untuk merelakan saja darah dagingnya.


β€˜Baiklah, tolong jaga anak saya.’


β€˜Tentu!’


β€˜Dia sudah tidak gagap lagi?’


β€˜Sebelum saya pergi, boleh saya tau nama anda, Tuan?’


β€˜Panggil saja aku Kaira.’


DEG!!!


Naga itu sudah mulai tenang, namun setelah mendengar nama Kaira, rasa takut nya yang tadi kini kembali lagi, bahkan bertambah parah.


Sebab dia tau betul siapa itu Kaira, dan hanya ada satu orang di seluruh Dunia yang memiliki nama tersebut.


Yang Naga itu tau, ada satu orang lagi yang mengetahui nama Kaira, yaitu adik dari Kaira itu sendiri. Padahal sebenarnya, masih ada beberapa orang lagi yang mengetahui nama Kaira.


β€˜A-an-anda bisa panggil saya Dreonic Tuan.’


β€˜Salam kenal Dreonic.’


β€˜Ka-kal-kalau begitu, saya undur diri dulu Tuan, se-selamat siang.’


Dreonic pun bergerak, membuat para pasukan yang dari tadi hanya diam, kini mulai maju untuk menyerang.


Namun mereka kembali terdiam, karena ternyata Dreonic tidak bergerak untuk menyerang, melainkan terbang kembali ke hutan.


Tentu saja tindakan tersebut menuai banyak sekali pertanyaan, namun terlepas dari semua itu sekarang semua orang sudah bisa bernafas lega.


Will Continue In Chapter 8 >>>


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Aink kemarin gk bisa up karena sakit, dan sekarang juga masih sakit. Jadi kalau kalian masih tidak like, wah parah sih.


Oh ya, Naga itu tidak tau kalau sebenarnya Kaira itu lemah. Dan malah dia ngira nya Kaira itu kuat.


Dan kalau di dialog telepati itu ada ini (*) ya jangan tanya gua, itu dari NT nya sendiri.


Dah lah, bye.