
“Viole Lilous.” Viole menyebutkan nama nya.
“Viole Lilous, baiklah silahkan menuju ke Twilight Rose. Untuk arah jalan nya kau bisa melihat di papan petunjuk jalan yang terpasang pada rumah-rumah.”
“Baik!” Viole pun melangkah menuju Twilight Rose, yang merupakan tempat para Murid Kelas Alchemy melakukan ujian masuk.
Dengan menggunakan Lightning Steps, Viole bergerak cepat, sambil terus memperhatikan papan petunjuk yang tersedia.
Lima menit kemudian, dia akhirnya sampai. Twilight Rose tidak seperti yang ada di bayangan Viole, tempat itu bukan lah sebuah Laboratorium, melainkan taman.
Dari depan gerbang masuk, Viole dapat melihat keindahan Twilight Rose. Taman ini cukup luas, dengan di hiasi oleh banyak pohon dan berbagai macam bunga.
Tempat ini juga di kelilingi oleh sebuah dinding yang terbuat dari Berlian murni, yang membentuk segi enam. Duri-duri kecil di tambahkan pada bagian atas dinding dan sisi luar, fungsi nya hanya untuk mempercantik saja.
Kalau di hitung-hitung luas seluruh Twilight Rose adalah 500m. Sungguh ukuran yang sangat besar untuk sebuah taman.
“Membuat Pil di tempat seperti ini? Aneh... Atau mungkin unik?” Viole mengangkat kedua bahu nya, setelah itu berjalan masuk.
Twilight Rose memang sebuah taman bunga, tapi ada bangunan yang berdiri tepat di tengah-tengah taman, dan bangunan tersebut di jaga oleh belasan orang.
Di sisi lain, terlihat pada calon Murid yang akan menjalani ujian masuk tengah saling berbincang-bincang sambil menikmati keindahan Twilight Rose.
Karena tidak memiliki satupun kenalan, Viole memutuskan untuk duduk di kursi taman saja, menunggu ujian masuk nya di mulai.
‘Bocah, kau yakin bisa menggunakan Enchant - Hellblaze dengan baik?’ Kaira tiba-tiba bertanya.
‘Aku tidak yakin, tapi tidak ada salah nya untuk mencoba kan?’
Kaira mengetuk-ngetuk kening nya sendiri. ‘Kalau begitu ku beri dua saran, pertama jangan terlalu berlebihan, taman indah ini bisa-bisa hangus terbakar. Kedua, anggap saja Hellblaze adalah bagian dari diri mu.’
‘Klasik, tapi efektif.’ Viole memutar kedua bola mata nya, lantas berdiri dan berjalan menuju sebuah genangan air.
Dia pun mencelupkan tangan kiri nya, kemudian mengaktifkan Curse Seal. “Enchant - Hellblaze...,” ucap nya pelan.
NYEESSS!!! PYUR!
Baru sedikit Hellblaze yang Viole keluarkan, tapi genangan air yang cukup dalam itu langsung mendidih pada suhu tinggi, bahkan ada sedikit yang menguap.
Karena panik, Viole langsung menarik kembali tangan nya, pada saat yang sama dia juga menonaktifkan Curse Seal.
“Aku tidak menyangka Hellblaze akan sepanas ini jika tidak di kontrol suhu nya.” Viole berdecak kagum sambil menatap tangan kiri nya.
“Harus nya Minggu ini aku menggunakan Hellblaze sebanyak-banyak nya, agar lebih terbiasa... Tapi tubuh ku ini terlalu lemah.”
Viole kemudian berdiri, berniat untuk kembali duduk di kursi taman yang tadi. Tapi tiba-tiba, seorang Instruktur memanggil.
Otomatis dia tidak jadi kembali bersantai, melainkan langsung mendekat ke tempat Instruktur itu berada, bangunan besar yang berdiri di tengah taman.
“Mari masuk ke dalam.”
Para calon Murid yang berjumlah kurang lebih 150 orang itu pun masuk, sebuah pemandangan yang sangat menakjubkan menyambut mata mereka semua.
Di dalam bangunan ini tertanam banyak sekali Spirit Fruit, juga Magic Plant. Yang membuat nya luar biasa adalah, Spirit Fruit dan Magic Plant yang ada merupakan jenis langka.
Hal ini menandakan bahwa White Eagle benar-benar kaya, karena memiliki sumber dari banyak Sumber Daya berharga.
Di dalam bangunan ini tidak hanya berisi tanaman berharga, tapi juga tersedia sebuah ruangan yang bisa di gunakan untuk membuat Pil.
Ruangan tersebut sudah cukup luas untuk menampung seluruh calon Murid yang akan melaksanakan ujian masuk.
“Baiklah, pergi ke meja masing-masing.” Instruktur memerintahkan, setelah itu dia langsung menuju ke bagian depan ruangan.
“Baik!”
“Aku tarik ucapan ku tadi,” ucap Viole.
Para calon Murid segera menuju ke meja yang sudah di sediakan. Cepat-cepat mereka membaca buku yang sudah di sediakan di sana.
Dalam buku tersebut, untuk lolos ujian masuk mereka harus membuat Pil Zresein yang mengeluarkan aroma harum.
Jika tidak mengeluarkan aroma harum sama sekali, meski berhasil membuat nya sekali pun. Akan tetap di anggap tidak lulus.
“Supaya adil, kami menyediakan Naran dan bahan yang sama. Kalian semua memiliki tiga kali keempat, jadi manfaatkan baik-baik. Sekarang mulai!”
WRUUURS!!
Mendengar kata mulai, hampir semua Murid langsung mengaktifkan Elemen Api masing-masing. Ada yang di gabungkan dengan Elemen lain, ada juga yang hanya Elemen Api biasa.
Viole menyipitkan mata nya, dia masih belum menggunakan Hellblaze. “Demi - Human itu hebat juga.” Mata Viole terkunci pada seseorang Pemuda yang terlihat sangat ahli.
Pemuda tersebut merupakan Demi - Human dari Ras Superior Lizard, gerakan tangan nya sangat lihai dan penggunaan Emlemen Api nya sangat menakjubkan.
Beberapa saat kemudian Viole mengalihkan pandangan nya ke Naran dan Magic Plant yang berada di atas meja. “Baiklah, saat nya mencoba meracik Pil untuk yang pertama kali nya.” Viole tersenyum tipis.
WEEESS...! CRACK!!!
Suara keras tersebut langsung membuat seluruh orang yang berada di ruangan ini menengok ke satu arah. Di mana di sana ada yang sudah menyelesaikan pembuatan Pil .
Sebab itu banyak yang gagal dalam proses pembuatan Pil nya, tapi tidak ada yang peduli. Karena masih memiliki dua kesempatan lagi. Mereka lebih memilih memperhatikan apa yang baru saja terjadi.
Ujian baru berlangsung kurang dari lima menit, tapi dia sudah menyelesaikan ujian nya, orang itu pasti seorang jenius! Seorang gadis yang menutupi wajah nya menggunakan sebuah jubah.
PLOK! PLOK! PLOK!
“Kembali fokus ke ujian, jangan pedulikan dia!” Instruktur berteriak memperingati.
Seketika seluruh Murid yang tadi nya memperhatikan gadis itu, kini kembali fokus pada ujian yang harus mereka selesaikan.
“Dia, terkesan familiar...” Viole bergumam.
<----<>---->
“Curse Seal.” Viole berkata pelan. “Enchant - Hellblaze...”
WUUUR!!
Api Hitam keunguan tercipta pada telapak tangan Viole, setelah itu dia langsung mengangkat seluruh Magic Plant yang sudah tersedia menggunakan Hellblaze.
Lalu membakar semua bahan itu agar menjadi cairan kental. Proses ini adalah yang paling sulit untuk di lakukan saat membuat Pil.
Karena proses pembakaran tidak hanya di lakukan dengan membakar bahan yang di gunakan, tapi juga harus mengatur suhu panas pada setiap bahan nya.
Sebab setiap bahan memiliki titik leleh yang berbeda-beda. Dan jika tidak di atur, maka Pil yang di ciptakan akan sangat berantakan.
Viole merapatkan gigi nya, keringat perlahan mengalir di dahi nya. “Ugh... Ternyata membuat Pil bisa sesulit ini. Yang Kakek ajarkan ternyata bukan omong kosong...”
Will Continue In Chapter 79 >>>