
“Maksud mu?”
“Aku tidak tau apa itu, tapi setiap kali aku mencoba untuk melakukan telepati dengan mu, sosok Pria yang sangat menyeramkan akan muncul...”
Kaira menyentuh kening nya sendiri setelah mendengar pernyataan Tyhas. ‘Ini... Kekuatan apa ini sebenarnya?’
HUG!
Tyhas tiba-tiba berdiri, tidak membahas lebih jauh lagi tentang masalah tadi. Kini pandangan nya mengarah ke arah Golem milik Kaira. “Sepertinya kita tidak bisa terus diam di sini.”
“Hmm?” Kaira ikut menengok ke arah sana.
Dahi Kaira mengerut ketika dia mendapati bahwa Golem nya telah kalah, dan saat ini sudah hancur berkeping-keping.
“Kita harus segera menuju ke arah sandera. Aku yakin tujuan mereka selanjutnya adalah dua orang itu.”
Kaira melirik Tyhas. “Kenapa kita tidak membunuh saja merela berdua? Bukankah pertempuran bisa berakhir lebih cepat jika begitu?”
Kaira dan Tyhas sudah mengetahui bahwa musuh akan segera mundur, tapi mereka harus menunda niat itu karena Lucas dan Heldrik di sandera.
“Membunuh mereka berdua tidak akan memberikan keuntungan pada pihak kita, maka dari itu kami memutuskan untuk menyandera mereka saja, demi di tukarkan dengan informasi,” jawab Tyhas.
“Kalau begitu, kita ajak bicara mereka saja.”
Tyhas menggelengkan kepala nya. “Tidak akan semudah itu. Kita perlu memojokkan musuh, jika tidak sudah pasti mereka tidak akan mau memberikan informasi apapun.”
Penyerangan kali ini Neckro lakukan dengan alasan yang sangat tidak jelas, juga apa mau mereka sebenarnya, jadi di butuhkan informasi untuk mengetahui semuanya.
Dan juga pihak Archimedes Kingdom tidak akan mengorek informasi sebatas itu saja, mereka pasti akan mencari informasi lebih jauh lagi.
Kaira pun ikut berdiri. “Baiklah, mari kita ke sana, kebetulan aku ingin mencoba sesuatu yang menarik.”
Alis Tyhas naik. “Apa itu?”
“Kau lihat saja nanti... Sword Misery!“
<----<>---->
“Ghost Sword Slash!“
SRAK!! SRAT! SRAS!!
Tiga orang mati dalam waktu yang bersamaan, mereka bertiga mati oleh satu orang yang sama, yaitu Anna.
“Hah... Hah... Hah...” Nafas Anna memburu karena terbebani oleh Teknik Pedang yang baru saja dia gunakan.
Karena merasa kondisi nya tidak menguntungkan, Anna segera menjauh dari medan pertempuran demi memulihkan tenaga.
Anna tentu sangat waspada, dia mengedarkan pandangan ke segala arah demi memastikan tidak ada musuh yang mendekat.
Belum satu menit Anna memulihkan tenaga nya, tiba-tiba Nero datang menghampiri diri nya. “Anna ikuti aku, kita harus segera membantu yang di sebelah sana!”
“Huh?!“
“Di sana! Kita tidak boleh membiarkan sandera nya di bawa oleh musuh!” Nero menunjuk ke arah pintu masuk kedua Stadium.
Anna segera menengok ke arah sana, di sana ada dua orang Pemuda dan beberapa orang yang sedang menahan belasan orang yang nampak cukup kuat.
Jujur dia sangat takjub dengan apa yang dilihat nya. Bahkan Anna sendiri merasa bahwa dirinya yang merupakan seorang Jenius tidak akan bisa melakukan hal yang sama.
“Kalau begitu, kita harus cepat!” ujar Anna.
WUSH!! WUSH!!
Anna dan Nero langsung menuju ke arah sana, tentu nya dengan kecepatan penuh yang mereka miliki.
Walaupun sudah kehilangan cukup banyak tenaga, Anna masih bisa bergerak dengan kecepatan penuh nya.
Anna dapat melakukan nya karena Dragon Aura yang dia miliki, meskipun dia harus rela menahan rasa sakit setiap saat.
<----<>---->
“Enchant - Obsidian Sword!”
ZRUAAAK...!!! JADAR!!
Dengan memusatkan Sihir Gelap nya ke tangan kiri, Kaira membuat seluruh tangan kiri nya di bungkus oleh Sihir Gelap itu.
Dengan sedikit gerakan, tangan Kaira yang tadinya hanya di tutupi oleh Sihir Gelap, kini berubah menjadi Pedang yang meruncing ke depan.
*Note: Ada yang tau aku dapet referensi dari mana? maksud nya tentang gambar itu. BTW, itu gambar udh lama terbengkalai dari pada ngga guna udh aku gambar capek-capek, mending buat ilustrasi :v
Setelah Pedang itu tercipta, Kaira pun menebaskan tebasan kuat yang menyebabkan lubang panjang, dengan kedalaman sekitar 2m.
Membuat beberapa orang yang tadi ingin maju, menjadi berpikir dua kali, dan saat ini sedang terdiam sambil berdecak kesal.
“Uhuk! Ugh...” Kaira mulai merasakan efek dari totokan yang dia lakukan tadi.
“Kalian semua! Maju!!”
Beberapa orang yang sedari tadi menjaga sandera, tiba-tiba menyerang secara bersamaan, tanpa memperdulikan Kaira.
“Wood - Elemental Magic - Roots of Life!”
Beberapa akar berukuran besar keluar dari tanah setelah ucapan itu selesai. Akar-akar itu tidak hanya diam, melainkan langsung menyerang musuh.
Ya, yang menggunakan Sihir Elemen Kayu itu adalah Anna, tiba nya Anna dan juga Nero merupakan alasan bagi para Penjaga untuk maju.
Para Penyelamat Neckro hanya bisa mengumpat dalam hati, karena sesuatu yang sudah mereka perkirakan malah datang lebih cepat.
Dan pertempuran baru pun dimulai, walaupun berat sebelah, yang mana pihak Neckro lebih unggul dibandingkan dengan pihak Archimedes Kingdom.
Di sisi lain, tepat nya di dekat para sandera, Kaira tengah terduduk sambil berusaha menahan rasa sakit di sekujur tubuh nya.
‘Sialan...! Tidak ku sangka efek dari Teknik ini sangat parah...’ Kaira menengok ke belakang. “Tyhas! Jangan pedulikan diri ku!”
Tyhas hanya bisa menghela nafas. “Jangan mati!” Setelah berkata demikian, Tyhas kembali memusatkan perhatian nya pada pertempuran. Satu persatu anak panah kembali dia arahkan pada lawan.
Kaira tersenyum tipis sebelum menelan beberapa Pil Penyembuh, berharap rasa sakit nya akan berkurang. Meskipun kenyataan nya hanya sedikit.
Kaira bisa terpikirkan untuk memusatkan Sihir Gelap nya ke tangan kiri demi membentuk Pedang karena karena Lian.
Lian bisa menciptakan sebuah sayap dan cakar dengan menggunakan Sihir Gelap yang sama, jadi Kaira berpikir juga bisa melakukan nya.
Tapi tidak semudah itu, sebab seluruh tulang Kaira terasa nyeri setelah melakukan hal tersebut.
“Ayolah! Aku tidak bisa terus duduk di sini! Berdiri-!”
JDUAR!!! BRAAK...!!! BRAAAK!! DAKH!!!
Semua orang segera menengok ke arah yang sama, setelah mendengar suara yang sangat keras itu.
Mereka semua menahan nafas saat melihat Raja Elc menempel di dinding Stadiun, dengan kondisi yang terluka parah.
Karena sudah tau tidak akan di untungkan, Lian segera mundur dari pertarungan nya melawan Master Yi.
Dia mundur dengan niat menghampiri Raja Elc, tentu Master Yi tidak akan membiarkan nya begitu saja, tapi karena Vii dia terpaksa berhenti.
“Biarkan saja dia, Master. Kita harus segera menyelamatkan Lucas dan Heldrik...” Ekspresi wajah Vii nampak sangat marah.
Master Yi hanya bisa menggelengkan kepala nya, dia tau Vii sangat ingin sekali segera menyelamatkan Lucas dan Heldrik.
Tapi ke 'terburuan tidak akan membawa hasil bagus, karena itu Master Yi melarang Vii untuk ikut campur, dia harus menunggu situasi yang pas untuk maju.
Jika tidak, apa yang akan terjadi selanjutnya bisa saja adalah hal buruk, karena kesalahan yang tidak di sengaja.
Will Continue In Chapter 44 >>>