
Banyak Penonton yang sangat terkesima dengan pertandingan antara Anna dan Rin. Di pertandingan ini, berlangsung begitu sengit.
Namun lama kelamaan Anna mulai terpojok karena kecepatan dari Rin yang bisa di bilang merepotkan.
Tidak punya pilihan lain, akhirnya Anna menggunakan Dragon Aura milik nya.
WUSH!
Angin berhembus kencang tepat saat Dragon Aura itu aktif. Mata Anna menyala dan tubuh nya di selimuti oleh cahaya keemasan.
“Akhirnya kau menggunakan itu.”
“Tidak hanya ini, aku juga akan menggunakan Elemen Kayu ku...”
Anna pun menghentakan kakinya, kemudian yang terjadi berikutnya adalah munculnya akar-akar pohon dari bawah tanah.
Akar-akar tersebut, langsung menyerang Rin dengan membabi-buta. Namun dengan mudah nya Rin memotong-motong akar itu menggunakan Katana nya.
TING...!
“Kau lengah.”
DUAR!!
Secara mengejutkan, Anna berada di belakang Rin dengan tiba-tiba, dan dia langsung menggunakan Sihir nya.
Akibat ledakan tersebut, Rin terpental dan hampir saja keluar dari Arena. Para Penonton melebarkan mata mereka saat melihat kondisi Rin.
Tidak terlihat sedikit pun luka di tubuh Rin, padahal dia baru saja terkena ledakan, bahkan baju nya tidak lecet sedikit pun.
Tentu hal tersebut membuat Anna berdecak kesal, langsung saja Anna melesat ke arah Rin dengan sangat cepat.
Meskipun begitu, Rin masih bisa mengikuti kecepatan Anna. Adu Pedang pun kembali terjadi di antara mereka berdua.
Semua Penonton diam ketika melihat Anna yang bisa bergerak secepat Rin, tidak hanya itu, kekuatan dari serangan Anna juga meningkat drastis. Membuat jalannya pertandingan menjadi sangat menegangkan.
Namun semua itu berakhir dengan cepat karena kecerobohan Anna yang terlalu fokus menyerang menggunakan Rapier.
Rin yang memanfaatkan kesempatan tersebut, langsung mengeluarkan Sihir dan Jurus terbaik nya untuk mengakhiri pertandingan.
Anna kalah karena dia keluar dari Arena, jujur hal itu cukup memalukan bagi nya. Namun Anna harus bisa menerima kenyataan pahit tersebut.
Sambil memasang senyum kemenangan, Rin menghampiri Anna untuk membantu nya berdiri. “Sudah ku bilang bukan? Aku lebih kuat dari mu.”
Anna menggapai tangan Rin. “Kau hanya beruntung, aku sedikit lengah tadi.”
“Terserah.”
<----<>---->
Raja Elc menggelengkan kepala nya saat pertandingan sudah selesai. “Sepertinya aku menyadari sesuatu, tapi aku masih belum punya cukup bukti.”
Di Sisi Lain.
PRANK!
“Brrr... Akhirnya aku terbebas.” Raven menggigil.
“Oh, kau masih hidup ya ternyata?” Kaira memiringkan kepala nya.
“Kukira kau sudah mati menjadi daging beku,” sambung Tyhas.
“Kalian berdua ini jahat sekali...! Oh ya, pertandingan yang tadi bagaimana?” tanya Raven seakan-akan sudah terbiasa dengan perlakuan mereka berdua.
“Bagus dan menegangkan.” Kaira dan Tyhas menjawab bersamaan.
Raven mengangguk pelan. “Kalau begitu, kapan pertandingan selanjutnya di mulai?”
“Sebentar lagi.” Lagi-lagi Kaira dan Tyhas menjawab bersamaan.
Benar saja, beberapa menit kemudian, Daryl mulai berbicara. “Baikah para Penonton sekalian, mari kita mulai pertandingan terakhir untuk hari ini!! Acsa Sayrus dan Lucas Leonhard silahkan naik ke Arena!!”
Dua orang Pemuda pun melompat dari Podium Penonton ke arah Arena. Mereka berdua mendarat di saat yang hampir bersamaan.
Mereka berdua mulai saling beradu serangan setelah Daryl mengatakan bahwa pertandingan nya di mulai.
Acsa bergerak cepat, melayangkan tebasan demi tebasan pada Lucas, sedangkan Lucas hanya menghindar dan sesekali menahan serangan yang di arahkan pada diri nya.
“Water - Elemental Magic - Coating!”
Dengan menggunakan Sihir, Acsa membuat Pisau milik nya di lapisi oleh air. Air tersebut membuat Pisau yang di pegang oleh nya lebih tajam dan percikan-percikan nya, mampu mengganggu pandangan Lucas.
Tapi Sihir itu tidak terlalu berpengaruh, karena tanpa di duga, Lucas dapat mengayunkan Pedang Besar nya itu hanya dengan satu tangan.
Kecepatan gerak nya pun bukan main-main. Acsa sangat terkejut akan hal tersebut, membuat nya kehilangan fokus. Tidak hanya Acsa, para Penonton juga sama terkejutnya, terutama Aranri.
TUANG!!
Memanfaatkan kesempatan tersebut, Lucas langsung menyerang Acsa. Namun dapat di tahan oleh lawan nya di saat-saat terakhir.
Acsa mundur cukup jauh akibat serangan itu. “Ini menyebalkan,” gumam nya.
“Mountain Splitter!”
ZRUAAK!!!
Lucas mengayunkan Pedang Besar nya dengan sangat kuat, hingga menciptakan retakan besar di Arena, namun bukan itu tujuan nya.
JDUAR!!
Efek dari bekas tebasan Pedang Besar Lucas, menyebabkan sebuah ledakan yang mengarah tepat ke Acsa yang sedang kebingungan dengan apa yang Lucas lakukan.
Ledakan tersebut, membuat Acsa hampir terjatuh keluar Arena. Kerikil-kerikil kecil yang ikut bergerak karena ledakan itu, menyebabkan luka goresan di sekujur tubuhnya.
Secara refleks, Acsa langsung pergi dari situ. Tepat setelah dia melompat ke sisi lain Arena, Pedang Besar Lucas mendarat di tempat nya berdiri tadi.
Tanpa pikir panjang, Acsa melesat ke arah Lucas untuk menyerang nya dan mereka berdua pun bertukar serangan.
Di sisi lain, Raja Elc sedang di buat sangat kebingungan oleh apa yang Lucas tunjukan. “Teknik itu, seingat ku hanya bisa di gunakan oleh Issei, tapi kenapa bocah itu- ah, bisa saja dia anak nya.
Tapi, aku tidak pernah mendengar bahwa Issei mempunyai anak. Walaupun mereka berdua memiliki marga yang sama, bukan berarti mereka berkeluarga!”
Raja Elc mengerutkan kening nya, berusaha untuk memikirkan jawaban ter 'logis dari semua ini. Dirinya terus berpikir sambil memandangi jalan nya pertandingan.
Beberapa menit kemudian, baru lah Raja Elc menemukan sebuah kejanggalan. “Mungkin kah Rin juga begitu? Kalau begitu siapa yang melakukan nya?”
*Note: Coba tebak :)
<----<>---->
Sepanjang pertandingan sudah terlihat siapa yang akan menjadi pemenang nya, tapi Acsa masih terus saja melawan.
Dia tidak memperdulikan kondisi nya saat ini yang sudah babak belur di hajar oleh Lucas. Setiap kali tumbang, Acsa terus aja bangkit, lagi dan lagi.
Walaupun ada banyak Penonton yang menyuruh nya untuk menyerah saja, namun Acsa masih tidak menyerah juga.
Lucas hanya menggelengkan kepala nya, sebenarnya dia bisa saja mengeluarkan Acsa dari Arena agar pertandingan ini selesai.
Tapi rasa penasaran Lucas akan batas semangat Acsa, membuat nya tidak melakukan hal tersebut dan hanya menyerang balik jika Acsa menyerang.
Setelah bermenit-menit kemudian, barulah Acsa tidak bangkit kembali, ternyata dia pingsan karena kehilangan terlalu banyak darah.
“Kau hebat juga...,” gumam Lucas
Sebenarnya Lucas cukup keheranan dengan kelakuan Acsa yang tidak mau menyerah dan menerima kenyataan. Tidak hanya Lucas, para Penonton pun juga di buat bingung.
Sesudah Lucas di nyatakan sebagai pemenang, lalu Acsa di bawa ke ruang medis, para Penonton langsung bubar karena Festival akan di lanjutkan lagi besok.
Itu karena hari sudah mulai gelap dan jika memaksa untuk melanjutkan maka akan berbahaya.
Kaira, Tyhas dan Raven pun kembali ke Penginapan, di sana Kaira menceritakan tentang Pria yang mengikuti nya kemarin malam. Karena dirinya khawatir bahwa Pria tersebut adalah penyusup.
Will Continue In Chapter 29 >>>