
Woi Bang Jago, gua ada pantun ni... Lu mau lihat nggak? Ya pokoknya gua anggap lu mau lihat.
Pantun ini bisa tercipta karena gua udh berdiskusi dengan para ahli, mewawancarai banyak ilmuwan dan sarjana.
Setelah bertahun-tahun akhirnya tercipta lah sebuah pantun yang akan mengguncang dunia... Yaitu:
“Ikan Hiu makan tomat”
“Like nya mana sahabat?”
Dah itu pantun nya, harus like ya :')
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
“Baiklah, sekarang Sesi Kedua akan segera dimulai! Bersiaplah kalian wahai para Peserta!!”
Di Sesi Kedua ini para Peserta akan di uji mental nya, dengan menggunakan Nightmare Ring yang akan memunculkan masa lalu buruk dari pemakai nya.
Para Peserta harus bisa tersadar dengan cepat dari mimpi buruk mereka, jika tidak mereka tidak akan kebagian delapan bangku untuk ke Sesi Ketiga.
Sudah tersedia delapan puluh kursi yang berada di tengah-tengah Stadium, sesuai dengan jumlah Peserta yang lolos di Sesi Pertama. Ya, Sesi Kedua ini akan di pertontonkan.
Terlihat ada banyak sekali orang yang menonton Festival ini, membuat Kaira merasa sedikit malu, karena dia tidak terbiasa di lihat oleh banyak orang.
Para Penonton bisa naik ke atas Gunung Adamantine dengan melewati Jalur Utama, sedangkan para Peserta menggunakan Jalur Khusus, yaitu Hell's Ledder.
Yang menonton tidak hanya sebatas penduduk biasa saja, ada juga Magica dan Sraye yang menonton Festival Adamantine Peak saat ini.
“Para Peserta! Silahkan pilih dan pakai Nightmare Ring kalian!!”
Kaira pun memakai Nightmare Ring yang dia pilih, dirinya sempat bertukar pandangan dengan Raven dan Tyhas sejenak.
Di saat yang bersamaan semua Peserta sudah duduk di kursi yang telah di sediakan sambil memakai Nightmare Ring mereka.
Kaira tidak langsung mengaktifkan Nightmare Ring tersebut, dia memperhatikan sekeliling nya terlebih dahulu, rasa-rasanya ada yang sedikit janggal di hati nya.
Mengingat kemarin malam Kaira sempat di mata-matai oleh seseorang. Ke' kawathiran nya itu bisa di maklumi.
‘Tidak tidak, ini mungkin hanya perasaan ku saja.’ Kaira menepuk-nepuk pipinya.
Pemuda itu menghirup nafas dalam-dalam, sebelum mengaktifkan Nightmare Ring yang sedari tadi hanya dia pakai. Semua Peserta juga sudah mengaktifkan Nightmare Ring mereka.
<----<>---->
Di sebuah lorong Kaira membuka matanya. “Ini di mana- hoi... Apa-apaan ini...?”
Di mata Kaira tergambar dengan jelas kebingungan, bagaimana tidak? Di hadapan nya sekarang ada lima orang yang sedang terkapar lemas di lantai.
Tubuh mereka berlima di selimuti oleh banyak sekali luka, membuka ruang untuk darah segar mengalir dari luka-luka tersebut.
Mereka terlihat begitu menyedihkan, beberapa anggota tubuh orang-orang itu ada yang hilang. Bahkan ada yang mata nya terlepas.
“Kap-ten... Cepa-t... La-ri...”
Suara pelan terdengar, membuat rasa takut Kaira yang tadi menjadi sedikit membaik. Dia langsung menghampiri seorang Pria yang baru saja berbicara. Meski begitu, tubuh nya masih saja bergetar.
Sambil mengalirkan Magi untuk menyembuhkan Pria tersebut, Kaira bertanya. “Hei, apa yang terjadi disini?”
Tangan yang berlumuran darah dari Pria itu menepuk pundak Kaira sekali. “Lari Kap-ten, jangan samp-ai mati...”
“Lari dari apa?! Dan kenapa kau memanggil ku dengan sebutan Kapten?!”
Pria itu hanya tertawa kecil mendengar pertanyaan Kaira. “Jangan malah ber-canda, jangan sia-siakan pengorbanan kami...”
Walaupun tubuh nya sudah di penuhi luka, Pria itu tiba-tiba mencoba untuk berdiri. “Lari Kapten, dia sudah semakin mendekat...”
“Kalian ini benar-benar bodoh, kenapa kalian malah menolong orang yang sudah menyebabkan semua perkara ini? Tapi, aku cukup terkejut kau masih hidup, Bam.”
Seorang Pria dengan mata hijau Zambrud, rambut pirang dan sepasang sayap berwarna putih di punggung nya, menatap Kaira dan Bam dengan tatapan mengejek.
“Kapten... Cepat lari...”
“Tidak, tidak mungkin aku meninggalkan mu di sini!“
Bam hanya tersenyum tipis mendengar pernyataan Kaira. “Kau, selalu saja baik... Karena itu... Biarkan kami membalas... Kebaikan mu!”
“Pergi dari sini, Kapten!” Bam memusatkan seluruh kekuatan nya pada tangan, lantas dirinya maju berniat untuk menyerang si Pria bersayap.
SRAT!!
“Mati saja kalian berdua.”
Belum sempat Kaira dan Bam bereaksi, tiba-tiba sebuah bulu membelah tubuh mereka berdua secara horizontal, dan tentu mereka berdua pun mati...
Di Dunia Nyata.
“AAAARRG...!!! AARRG...!!”
Semua penonton sangat terkejut saat mendengar suara teriakan Kaira, bahkan Raja Elc yang dari tadi hanya diam di kursi nya, sekarang berdiri.
Raja Elc adalah Raja dari Archimedes Kingdom, sebagai Raja beliau tentu akan menghadiri Festival ini.
Sepanjang sejarah Festival Adamantine Peak, tidak pernah ada yang mengalami rasa sakit yang sama dengan yang Kaira alami saat ini, hal itulah yang membuat orang-orang terkejut.
Kecuali jika masa lalu orang tersebut benar-benar buruk. “Bocah itu... Seberapa buruk masa lalu nya?” gumam Raja Elc.
Beberapa saat kemudian, Raja Elc kembali duduk di kursi. Pikiran nya saat ini sedang di penuhi oleh tanda tanya atas apa yang Kaira alami, begitu juga dengan para Penonton.
Di Dalam Pikiran Kaira.
“Kakek... Hiks... Kenapa kau pergi meninggalkan... Hiks... Ku...?”
Seorang bocah yang berusia sekitar 6 tahun terlihat sedang menangis di depan sebuah makam, dia tidak peduli dengan hujan yang tengah sangat deras pada waktu itu.
Tidak ada seorang pun di situ, hanya ada si bocah yang sedang menangis sejadi-jadinya. Kristal cair dari bocah itu tertutupi oleh deras nya air hujan.
“Heh! Sekarang sudah tidak ada yang melindungi mu lagi, Kaira!”
Namun tiba-tiba muncul beberapa anak yang seumuran dengan si bocah, lantas meledek nya, di lanjutkan dengan mereka menendang-nendang si bocah.
Kaira hanya diam saja, dia tidak melawan sedikit pun. “Ayo! Lawanlah cucu dari Kakek tua sombong...!”
Tapi kesabaran nya hilang begitu saja saat Kakek nya di hina. Karena terlanjur tersulut emosi, tanpa sadar Kaira sudah menghabisi beberapa anak kecil yang sedari tadi mem-bully-nya.
“Mati kalian! Mati! Mati! Mati!!! Hah... Hah-”
Entah bagaimana caranya, tiba-tiba Kaira sudah berpindah ke tempat lain. Di mana ada tiga orang yang terbaring kaku tak bernyawa di tanah dan juga seekor Monster.
Darah yang entah milik siapa tiba-tiba membasahi tubuh Kaira. Perasaan takut, marah, sedih, tercampur aduk dalam diri Kaira saat ini.
Dengan kaki yang gemetaran, Kaira pun mendekati beberapa mayat tersebut, untuk memeriksa identitas mereka.
Setiap langkah terasa begitu berat bagi nya, dan saat Kaira memegang tubuh salah satu dari tiga mayat itu, telapak tangan nya terasa begitu keringanan.
Tetesan air mata kembali menetes dari ujung kelopak mata Kaira, saat dia mengetahui identitas dari tiga mayat tersebut. “Ini semua salah ku- salah ku...”
Karena sudah tidak tahan dengan semua yang terjadi, membuat kaki Kaira lemas, lalu pada akhirnya dia berada pada posisi bersujud.
Sebuah Sayap muncul secara misterius di punggung Kaira, namun tanpa alasan yang jelas, sayap tersebut menghilang secara perlahan-lahan.
“Kenapa semua ini terjadi... Kenapa?!” teriaknya sambil memukul-mukul tanah.
“KENAPAA?!!”
<----<>---->
Seluruh penonton bersorak keras ketika ke delapan bangku untuk Sesi Ketiga telah terisi. Namun di sana tidak ada Kaira dan Raven.
Tyhas cukup beruntung bisa tersadar di saat-saat terakhir, sedangkan Raven di dahului oleh Tyhas.
Untuk Kaira, dia tidak sadarkan diri, dan atas perintah dari Raja Elc sekarang dia sedang berada di ruang medis.
Berhubung waktu masih banyak, Sesi Ketiga akan di laksanakan hari ini juga, dan kedelapan Peserta akan memperebutkan hadiah utama dari Festival Adamantine Peak.
Will Continue In Chapter 25 >>>