Magic War

Magic War
Ch 53 – Paladin



“Sepertinya kita bisa beristirahat dulu di Kota ini.” Seorang Pemuda berambut putih memandangi sebuah Kota dari kejauhan.



“Ya, aku setuju, sudah dua hari kita tidak tidur.” Teman nya menimpali.


Sedangkan yang satu lagi malah menguap. “Meskipun baru dua hari, tapi jika hanya terbang di langit saja aku akan lelah.”


WUSH!! WOSH! ...WUSH!


Tidak berbicara lebih jauh lagi, mereka bertiga segera melesat menuju Kota. Kebetulan hari baru saja pagi, jadi di gerbang Kota ada beberapa Penjaga yang sedang tertidur.


Seperti biasa nya, mereka akan di periksa identitas nya. Setelah dipastikan aman, barulah mereka bertiga memasuki Kota.


Dengan segera mereka bertiga mencari Penginapan, lantas tertidur pulas di atas ranjang.


Hari ini adalah hari ke-34 dari perjalanan mereka bertiga menuju White Eagle, memang jarak antara Danau Ordan dan White Eagle sangatlah jauh.


Sangking jauh nya, padahal sudah menggunakan kecepatan Sword Misery, baru setengah jalan yang ter 'tempuh.


Selama perjalanan tidak ada masalah berarti yang mereka hadapi, karena mereka terbang menggunakan Sword Misery. Paling-paling hanya hujan atau badai saja yang menjadi masalah bagi mereka.


<----<>---->


“Dengan uang segini, kita hanya bisa memesan sup hangat.” Raven menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


Baru saja bangun, Kaira, Tyhas dan Raven harus di sambut dengan sebuah masalah, berupa uang mereka bertiga yang hampir habis.


Tadi nya masih tersisa beberapa puluh keping Perak, tapi sudah digunakan untuk biaya sewa Penginapan.


“Kita gunakan saja dulu yang ada, untuk masalah mencari lagi kita tinggal jual saja hasil buruan kita selama sebulan terakhir ini.” Kaira menyarakan.


Seperti yang Kaira katakan, selama sebulan terakhir mereka memang selalu berburu Mystical Beast, namun bukan itu niatan mereka.


Melainkan demi memperkuat diri alias berlatih dan tanpa sadar latihan yang mereka lakukan malah membuat mereka memiliki banyak bagian dari Mystical Beast.


“Kau benar, di Kota seperti ini hampir tidak mungkin tidak ada yang mau menerima barang kita.” Tyhas menimpali.


Mereka bertiga pun memesan makanan yang bisa mereka beli dengan uang mereka yang saat ini hanya tersisa 15 keping Perak.


Setelah selesai mengisi perut dan kebetulan hari masih siang, mereka bertiga memutuskan untuk segera menjual saja hasil buruan mereka.


Di depan pintu Penginapan mereka bertiga berpencar ke seluruh Kota demi mencari pelanggan dengan lebih efisien.


<----<>---->


Sambil berjalan santai di jalanan Kota, Kaira menanyakan pada orang yang ada di jalan tentang letak Pandai Besi yang ada.


Tidak butuh waktu lama bagi Kaira untuk menemukan letak beberapa Pandai di Kota ini, dengan segera dia menghampiri yang terdekat.


Tidak lama kemudian sampailah Kaira di sebuah Pandai Besi yang terlihat lebih mirip seperti pabrik dari pada bangunan yang sedikit kotor dan di penuhi oleh Metal.


“Sepertinya beberapa bagian tubuh Crystal Lizard adalah pilihan bagus untuk di jual.”


Setelah menentukan apa yang ingin dia jual, Kaira langsung mengetuk sebuah batu kecil yang akan berbunyi bila di pukul.


TING!!


“Ya ada apa?” Belum dua detik berlalu, seorang Pria berbadan besar tiba-tiba membukakan pintu.


Kaira segera memasang senyum ramah. “Maaf mengganggu, apakah anda mau membeli beberapa bahan-”


“Tidak, tidak bisa, kami sudah memiliki terlalu banyak material.” Dia berkata sambil menggelengkan kepala nya.


“Sudah kubilang tidak ya tidak! Pergi sana!” Pria itu segera mendorong Kaira menjauhi Pandai Besi nya.


Kaira jelas marah, tapi tidak mengungkapkan nya. ‘Heh! Masih banyak Pandai Besi yang lain, kau kira cuma ada diri mu?!’


Itulah yang Kaira pikirkan sebelum semua Pandai Besi yang dia datangi menolak penawaran nya dengan alasan sama yaitu, sudah memiliki semua kebutuhan mereka.


Karena merasa ada yang aneh, Kaira segera bertanya kepada Tyhas dan Raven melalui telepati, mungkin saja mereka mengalami kejadian yang sama.


Dan ternyata benar, dari tadi bagian-bagian tubuh Mystical Beast yang Tyhas dan Raven tawarkan ke banyak Pandai Besi maupun Pedagang lokal selalu mendapat penolakan.


Alasan yang mereka gunakan juga sama dengan yang Kaira alami. Karena terasa janggal, mereka bertiga pun memutuskan untuk berkumpul kembali di Penginapan.


<----<>---->


Dengan di temani air putih di meja, mereka bertiga mulai berunding masalah penolakan terhadap dagangan mereka.


“Tidak ada yang perlu di cari tau, kebutuhan para Pedagang lokal disini bisa terpenuhi karena ada rombongan Paladin yang datang ke Kota ini kemarin.” Tyhas membuka pembicaraan.


Paladin adalah nama dari rombongan Pedagang yang tidak menempati satu tempat, alias mereka berkelana demi mencari pelanggan.


Biasa nya Paladin berkelana dengan menggunakan Kereta Kuda yang berisi banyak barang dagangan mereka dan ditemani oleh beberapa penjaga.


Kaira menghela nafas panjang. “Jadi masalah nya sekarang adalah bagaimana kita bisa mendapatkan uang?”


“Kita cari saja Kota terdekat dari sini agar menemukan pelanggan.” Raven memberi usulan dan seperti biasa, dia terlihat bodoh.


Hingga membuat Tyhas kesal. “Hei tukang racun, Kota terdekat dari sini adalah Kota Frist dan untuk sampai ke sana butuh waktu 4 hari dengan kecepatan Sword Misery.”


“Memang kenapa kalau empat hari?” Raven masih saja bingung.


Kaira menghela nafas pendek, kemudian menjelaskan. “Begini, sekarang ini kita tidak memiliki uang sepeser pun dan apa kau lupa jika persediaan makanan kita juga sudah habis?


Tidur di alam bebas memang bukan masalah, tapi berbeda dengan tidak makan selama empat hari. Selama empat hari kita terus menggunakan Sword Misery dan tanpa makan? Jelas tubuh kita akan melemas.


Dan akibatnya kita bisa saja terbunuh jika bertemu dengan seseorang yang berniat buruk pada kita. Sedangkan untuk mencari makanan hanya akan membuang waktu.”


Saat ini mereka bertiga sedang dikejar oleh waktu, karena di White Eagle hanya di buka beberapa bulan sekali untuk pendaftaran.


Jadi untuk masalah mencari makanan, mereka tidak bisa melakukan nya. Lalu kenapa mereka bertiga malah berlatih selama sebulan terakhir ini? Bukankah merak dikejar waktu?


Sebulan terakhir waktu nya memang masih senggang, namun sekarang waktu mereka sudah mepet dan hanya tersisa kurang dari 3 Minggu saja. Itulah yang menjadi alasan mengapa mereka bertiga terbang dua hari tanpa henti dan tak mengambil misi demi uang.


Raven mengangguk, tanda bahwa dia faham. “Kalau begitu, kita harus mencari si Paladin itu, kita bisa menjual hasil buruan kita pada mereka saja!”


“Memang nya dia masih di Kota ini?” tanya Kaira.


“Jangan bilang...”


“Ya, ini firasat ku!”


Tyhas menghela nafas, dia merasa Raven terlalu optimis, Kaira juga merasa demikian. “Sudah ku duga.”


“Baiklah, tunggu apa lagi? Ayo kita cari dia!”


Karena tidak mau membuang waktu, mereka bertiga segera berpencar mengelilingi Kota demi menemukan Paladin itu. Walaupun masih belum tau, mereka masih di sini atau sudah pergi.


Will Continue In Chapter 54 >>>


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


♪Ai... AI!!!... Ocean man!♪