
Sorry beb kemarin gk Up, soalnya gua sok sibuk :3
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
‘Ah, sepertinya telat,’ batin Raven putus asa.
Kepalan tangan dari White King sudah sangat dekat dengan Raven, menghindar pun tidak akan sempat. Saat Raven merasa dirinya akan terkena pukulan, tiba-tiba pergerakan White King terhenti.
“Mau kemana kau kucing liar?!”
Ada beberapa helai benang yang membuat pergerakan White King terhenti dan benang itu tidak lain tidak bukan adalah Soul Weapon Kaira.
DUAKH!!!
Tidak mau menyia-nyiakan kesempatan itu, tendangan keras langsung Raven layangkan tepat di wajah White King. Lord Mystical Beast itu hanya diam karena gerakan nya tertahan. Ekspresi kesal jelas terukir di wajah si White King.
Jari-jemari Kaira bergerak, memaksa White King mengikuti gerakan yang dia inginkan. Kaira menahan gerakan White King pada posisi mudah untuk di serang. “Tyhas! Panah mu!”
“Ice Lotus - Penetrating Soul!”
Tyhas menarik benang di Busur nya, yang membuat Busur itu menciptakan sebuah anak panah yang sangat tipis.
PYUS!! CRAT!
Anak panah tersebut berhasil mengenai White King tepat pada kepala nya, White King tidak dapat berbuat apa-apa karena pergerakan nya terkunci oleh benang Kaira.
Mereka bertiga terkejut secara bersamaan ketika melihat Penetraring Soul dari Tyhas tidak membuat White King terluka parah. Alias, hanya menancap begitu saja.
ROAAA!!!
Karena sangat marah, White King pun meraung keras hingga menciptakan sebuah gelombang kejut yang sangat kuat, bahkan sampai membuat Kaira yang terbang terpental jatuh dan benang-benang nya pun terlepas.
Pepohonan di sekitar situ juga banyak yang tumbang akibat gelombang kejut dari raungan White King yang sangat kuat.
Raungan White King masih belum juga berhenti, memaksa mereka bertiga untuk bersembunyi di belakang sebuah batu besar.
“Sial! Dia kuat sekali!” Kaira berdecak kesal.
“Seperti nya kita harus mengeroyok nya sekali lagi.”
“Tyhas kau tidak lupa kan aku bisa menggunakan apa?” Raven melirik Tyhas.
“Ya, kau gunakan saja itu.”
“Huh?! Kalian berdua membicarakan apa?” Kaira nampak kebingungan.
Raven langsung berdiri tanpa memperdulikan kebingungan Kaira. Dia menyibak jubah nya hingga memperlihatkan beberapa botol berwarna hijau yang menggelantung di pinggang nya.
Di tangan kanannya muncul Formasi Sihir berwarna keemasan. “Saat nya Tuan Raven beraksi!”
Raven pun mengalirkan Magi ke salah satu botol yang berisi racun itu, menyebabkan Formasi Sihir keemasan yang sebelumnya berubah menjadi hijau.
Raven tidak langsung menyerang, dia menunggu beberapa saat sampai raungan White King berhenti. “... Sekarang!”
“Wind - Poison Magic - Blister!”
Sebuah angin yang beracun Raven arahkan ke White King, si monster harimau itu terlambat menyadari nya dan dia harus rela terkena Racun yang membuat kulit nya melepuh.
ROAAAA!!!
Lagi-lagi White King meraung, namun kali ini raungan nya tidak menimbulkan gelombang kejut yang hebat seperti tadi.
Kaira bersiul. “Tidak ku sangka kau pengguna Poison Magic.”
“Iya iya aku tau.” Detik berikutnya Kaira mengeluarkan Four Crystals dari Dimension Ring. “Lighting Steps!”
Dalam waktu beberapa tarikan nafas saja Kaira sudah berada di samping Raven. “Kita akan menyerang dari kanan dan kiri, Tyhas akan membantu dari belakang.”
“Siap, tapi di sini Kapten nya aku.” Raven mempermasalahkan hal kecil.
Kaira tidak memperdulikan perkataan Raven, dia pun melompat ke atas pohon yang tidak jauh dari White King. “Ice - Elemental Magic - Jade Emperor Ring!”
Dengan cepat Kaira melemparkan cincin es berujung tajam itu ke arah White King. Tentu saja White King hanya perlu meninju nya dan cincin es itu akan hancur berkeping-keping.
“Apa? pandangan anda tertutupi? Kalau begitu akan saya buka!!“
DUAKH!!!
Tanpa White King sadari, ternyata serangan Kaira tadi hanyalah pengalihan saja, sedangkan serangan yang sebenarnya ada pada tendangan Raven.
White King langsung terpental karena tendangan Raven dan baru terhenti saat menabrak sebuah pohon. Menahan rasa sakit dari kulit yang melepuh membuat White King kehilangan fokus nya.
Tidak berhenti sampai di situ, saat White King mencoba untuk berdiri, entah dari mana asalnya tiga anak panah menancap di kaki kanan kiri dan tangan kanan nya.
Anak panah tersebut mengandung racun pelumpuh, membuat White King bertekuk lutut. “Bagus Tyhas!” Tanpa membuang waktu lagi, Kaira langsung menggunakan Lighting Steps dengan kecepatan penuhnya untuk mendekati White King.
“Divine Slash!”
DUAR! DUAR! DUAR!
Saat jarak nya dengan White King masih cukup jauh, Kaira dengan sengaja melemparkan Divine Slash pada tanah agar pandangan White King tertutupi.
Sambil memperpendek jarak nya dengan White King, Kaira mengalirkan Magi ke Four Crystals yang ada di tangan kirinya.
WUSH!!
Dalam waktu kurang dari dua detik, Kaira sudah berdiri di belakang White King. White King tidak sempat bereaksi, menyebabkan dirinya harus menerima kenyataan pahit.
“Soul Ripper!!”
ZRAAS!!
Kepala White King menggelinding di tanah setelah lehernya di tebas oleh Kaira. Darah bercucuran deras dari bekas tebasan tersebut.
Belum sempat mereka bertiga menghela nafas lega, Dimensi Lain ini tiba-tiba hancur begitu White King mati.
Cahaya putih terang bersinar begitu saja, tidak ada yang tau dari mana sumber nya. Dalam waktu singkat, cahaya tersebut memindahkan mereka bertiga kembali ke Dunia nyata.
<----<>---->
Ketika Kaira dapat kembali merasakan tubuhnya, rasa nyeri yang hebat adalah yang pertama kali dia rasakan, Raven dan Tyhas juga merasakan hal yang sama.
Sambil menahan rasa sakit nya, Kaira memperhatikan sekeliling. Terlihat masih banyak yang kesusahan di bawah tangga ke tiga puluh, ada juga yang sedang berada di Dimensi Lain tangga ke tiga puluh.
Mata Kaira melebar saat dirinya melihat ke depan, ada tiga orang sudah sampai ke tangga empat puluh, mereka bertiga terlihat seperti tidak merasakan sakit apapun.
Dari hal itu saja Kaira sudah bisa menebak bahwa mereka bertiga bukanlah orang sembarangan. “Hei kalian berdua, kita harus cepat atau kita akan ketinggalan.”
Tyhas melemparkan Power Gathering Pill pada Raven dan Kaira. “Tidak perlu terburu-buru, asalkan bisa naik sampai puncak sana kita akan tetap lolos ke Sesi berikutnya.”
Mereka bertiga pun berdiam selama beberapa menit di tangga ke tiga puluh untuk mengembalikan kondisi tubuh mereka.
Memanfaatkan Power Gathering Pill mereka bertiga bisa dengan cepat memulihkan kondisi tubuh masing-masing.
Kaira, Tyhas dan Raven kembali menaiki tangga setelah kondisi tubuh mereka sudah membaik, dan siap untuk menghadapi tekanan yang jauh berbeda dengan yang sebelum nya.
Will Continue In Chapter 23 >>>