
‘Oi, apa masa depan yang kau lihat? Dan kenapa harus District Agriculture?’ Di tengah perjalanan menuju District Agriculture, Viole bertanya.
Saat ini mereka berempat sedang melompat dari satu atap bangunan ke atap yang lain nya, untuk menuju District Agriculture.
‘Ingat ini baik-baik. Senyuman Iblis, orang-orang yang tergeletak, wajah yang terinjak dan tatapan tidak senang. Semua ini akan terjadi di District Agriculture.’
Berpikir, Viole langsung berpikir setelah mendengar penjelasan dari Kaira. Dahi sedikit mengerut karena berpikir terlalu keras. ‘Maksud mu, aku harus melihat semua ini?’
Kaira memejamkan mata nya. ‘Ya, kau harus melihat seluruh masa depan itu. Tanpa terkecuali satu pun.’ Dia sedikit menekan di kata terakhir.
Viole tidak menjawab, dia beralih memperhatikan sekeliling nya. Terlihat Raven, Tyhas dan Yoshi tepat di depan diri nya.
Raut wajah masing-masing, terlihat cukup buruk. Mungkin mereka telah menduga, ini tidak akan berjalan mulus.
Melihat itu, Viole menjadi tidak tenang, masa depan yang Kaira lihat seperti nya bukan lah hal bagus bagi mereka. ‘Aku ingin bertanya tentang sesuatu. Apa masa depan ini akurat 100%?’
‘100% akurat dan tidak dapat di ubah. Memang nya kenapa?’
Kelopak mata Viole menyipit. ‘Bagaimana jika aku pergi sekarang? Apakah masa depan itu akan berubah?’
Mendengar nya, membuat Kaira tersenyum menyeringai. ‘Coba kau kembali, tetap saja masa depan nya akan berjalan normal, meski tanpa diri mu.‘
‘CK! Memang nya sudah berapa kali kau melihat masa depan? Sampai bisa seyakin itu...’ Hati Viole menjadi semakin tidak tenang.
‘Selama hidup ku yang sudah puluhan ribu tahun, baru lima kali aku melihat masa depan. Termasuk yang tadi.’ Kini, Kaira membuka kembali mata nya.
‘... Jadi, melihat masa depan adalah peristiwa yang langka?’
‘Begitulah, melihat masa depan tidak bisa di lakukan secara manual, alias terjadi begitu saja. Aku sendiri tidak tau kenapa bisa begitu.’
TAK!
Kaki Viole menyentuh sebuah atap rumah, kemudian dia melakukan gerakan mendorong untuk melesat. ‘Lalu kenapa ini disebut kemampuan?’
Mendengar pertanyaan Viole, kepala Kaira jadi mendongak ke atas. Mata nya berkedip beberapa kali. ‘Karena... Hanya aku- dan diri mu yang bisa melakukan nya...’
‘Begitu... Ya?’
Setelah itu, Viole tidak melanjutkan kembali pembicaraan nya dengan Kaira. Dia hanya diam sambil terus melesat.
Deru angin pagi menerpa diri nya. Perasaan yang tidak bisa di jelaskan dengan kata-kata, tiba-tiba muncul di dalam hati Viole.
Jujur, perasaan ini sangat menggangu bagi Viole. Jika bisa, dia pasti sudah membuang jauh-jauh perasaan aneh ini. “Semoga saja tidak terjadi...,” gumam nya.
Tepat ketika Viole selesai bergumam, dia dapat melihat sebuah tembok di kejauhan. Tembok yang mengelilingi suatu wilayah.
<----<>---->
Dalam waktu setengah jam, akhirnya mereka berempat sampai di depan gerbang masuk District Agriculture.
Gerbang itu merupakan gerbang besar yang megah, di sisi kiri dan kanan nya membentang dinding setinggi sepuluh meter, yang mengelilingi seluruh District Agriculture.
Dinding itu di bangun untuk menjadi pembatas antara District Agriculture dengan District yang lain nya.
Di depan gerbang terdapat beberapa Penjaga, mereka segera mencegah rombongan Viole yang ingin masuk ke dalam.
“Dilarang masuk!” Dia menegaskan.
Dengan segera Tyhas menyikut tubuh Yoshi. “Hei! Berikan alasan nya!”
Yoshi menghela nafas, kemudian mengeluarkan sebuah medali yang merupakan tanda pengenal milik nya. “Aku, Yoshimura! Murid Kelas Magic dari White Eagle, ingin menjemput teman nya!”
“Untuk apa? Kau seharusnya tau, kalau kecurigaan kami pada hampir setiap orang yang berhubungan dengan District Agriculture, sedang meningkat.”
Yoshi memasang ekspresi wajah yang meyakinkan. “Aku ingin mengamankan teman ku dari pembunuh! Tolong! Izinkan aku melakukan nya!”
Wajar saja, karena dengan ketidakpercayaan Yoshi terhadap para Penjaga dan Pasukan Pengintai, itu artinya kemampuan mereka di ragukan, dan harga diri mereka menurun.
Secara tidak langsung, apa yang Yoshi katakan sudah menjatuhkan nama baik mereka.
“Tentu! Sebagai seorang sahabat! Karena kenyataan nya kemarin ada yang kembali terbunuh, tapi pembunuh nya masih belum di temukan! Kalian tidak dapat-!”
“Kau...!” Hidung Penjaga itu mekar, kemudian dia mengangkat Pedang nya...
“Hoi tenanglah!”
... Tapi segera di hentikan oleh rekan-rekan nya. “Kita bisa mendiskusikan ini! Jangan terbawa emosi!”
“Yoshi, bahaya.” Raven berbisik pada Yoshi, lalu menarik Yoshi menjauh dari Penjaga yang marah tadi.
Meskipun sudah di tenangkan, Penjaga itu masih saja berontak. Dia sangat tidak terima dengan ucapan Yoshi. “Dia harus di hukum!”
Tapi untung nya, beberapa menit kemudian, akhirnya suasana kembali menjadi tenang. Mereka berempat hanya diam menonton saja dari tadi.
Salah satu Penjaga pun bertanya. “Bisa jelaskan, siapa yang ingin kau jemput? Agar kami dapat membantu.”
“Ilisia Niren. Harus nya kalian mengenal nama ini.” Yoshi menatap dalam-dalam mata Penjaga yang bertanya itu.
Nama yang Yoshi sebutkan membuat para Penjaga tersebut bereaksi, tanda bahwa mereka mengenal nama Ilisia Niren. Mereka bahkan sampai saling bertukar pandangan.
Ilisia Niren memang gadis biasa, namun prestasi nya luar biasa. Dia adalah gadis yang sangat hebat dalam hal tanam-menanam.
Bahkan saat di Laboratorium, dia menemukan banyak hal baru. Sampai-sampai dia mendapatkan julukan, Inventor.
Jadi sangat besar kemungkinan nya untuk si Niren ini menjadi target pembunuhan yang selanjut nya. Oleh karena itu pihak White Eagle memberikan penjagaan lebih untuk nya.
Tapi Yoshi tidak akan tenang jika Niren tidak keluar dari District Agriculture. Karena mau bagaimana pun, pembunuh nya masih belum di ketahui.
Dan berada di luar District Agriculture, memang jauh lebih aman.
“Kau ingin menjemput nya kan? Kalau begitu, mereka berempat untuk apa?” Penajaga itu menunjuk Viole, Raven dan Tyhas.
Secara singkat, Yoshi menjelaskan bahwa mereka bertiga ikut bersama diri nya hanya untuk berjaga-jaga jika pembunuh itu tiba-tiba muncul.
Sebab Pasukan Pengintai yang sedang bertugas di dalam sana, tidak bisa terus mengawasi mereka, jadi membawa penjaga adalah pilihan terbaik.
Viole, Raven dan Tyhas pun menunjukkan medali masing-masing, demi meyakinkan para Penjaga itu, kalau mereka bukanlah penyusup.
“Ehaah... Baiklah, kalian boleh masuk. Tapi kuberikan satu pengingatan penting... Jangan pernah mencoba melakukan hal yang tidak-tidak... Kalian tau kan? Ini White Eagle,” ancam nya dengan nada yang begitu dingin.
<----<>---->
Pemandangan pedesaan yang begitu khas, menyambut mata mereka berempat. Tempat yang di tumbuhi banyak pohon, dan hampir semua bangunan nya terbuat dari kayu.
Selain itu, ada juga sawah yang sangat luas di berbagai tempat. Sawah-sawah itu di tanami tanaman pokok yang berupa padi, gandum dan jagung.
Tidak hanya itu, sebenarnya masih ada banyak tanaman-tanaman yang lain, namun di tanam di tempat yang berbeda.
Dulu tanaman yang ada sangat beragam, tidak seperti sekarang yang hanya ada tanaman pokok saja. Seratus tahun yang lalu, banyak Magic Plant dan Spirit Fruit tertanam di District Agriculture ini.
Namun karena suatu insiden yang masih belum di ketahui siapa pelaku nya. Seluruh Magic Plant dan Spirit Fruit yang ada di sini, langsung di pindahkan ke Area lainnya.
Insiden itu berupa pencurian Magic Plant berharga milik White Eagle. Yang mana menewaskan banyak sekali orang, dan merugikan White Eagle.
Insiden ini di beri nama...
“Niren!”
Will Continue In Chapter 86 >>>