Magic War

Magic War
Ch 82 – Terkena Percikan



“Kaira? Bukankan nya dia adalah Speaker dan sosok yang sama di pertempuran besar Adamantine Peak?” Sam masih belum mengalihkan pandangan nya dari surat itu.


Sedangkan Viole menghela nafas, kemudian menyandarkan punggung nya ke tembok. “Benar, dia adalah diri ku... Karena itu aku menggunakan nama samaran.”


Sam pun mengalihkan perhatian nya ke Viole. “Mmmm... Aku memahami situasi yang tengah kau alami.” Setelah nya, surat milik Balft langsung dia taruh di lantai.


“Sekarang, apakah anda akan mempercayai saya? Status ku, dan juga kejanggalan yang ada di surat itu, seharus sudah cukup untuk membuat anda mencurigai saya.”


Ucapan Viole barusan sangat lah riskan, tapi tidak ada pilihan lain. Dengan begini tinggal menunggu reaksi Sam, apakah dia akan mempercayai Viole atau tidak.


Dan jawaban yang sangat tidak terduga pun Viole dapatkan. “Yang mengetahui masa lalu ku hanya lah sedikit orang. Sedangkan Balft, tidak mungkin tertangkap. Aku yakin seratus persen.”


Viole mengerutkan kening nya, memang informasi tentang masa lalu Sam hanya beberapa orang yang mengetahui nya. Dan yang berpotensi untuk menyebarkan informasi itu hanyalah Balft seorang.


Tapi menganggap Balft tidak di tangkap oleh suatu pihak, menurut Viole, pemikiran Sam terlalu percaya diri.


Balft adalah seseorang yang kuat, juga memiliki Jurus aneh bernama Fooling the Eyes. Semua itu tentu tidak akan menjamin bahwa dia bisa bergerak bebas.


Bisa saja kan ada pihak yang mampu mendeteksi dan mengalahkan Balft? Lalu memanfaatkan nya untuk mencari keuntungan di White Eagle.


‘Tidak perlu membahas nya lebih jauh lagi, yang terpenting sekarang, kepercayaan dari Dux Magna sudah ku dapatkan.‘


“Kalau begitu, berarti anda menerima saya sebagai Murid?” tanya Viole.


“Ukh...” Sam mengangguk, entah kenapa tubuh nya tiba-tiba bergetar. Setelah itu dia menundukkan kepala. “Mulai besok, saya akan melatih anda...”


“A... Ya...” Viole tersenyum canggung, meskipun tidak dapat melihat wajah Sam karena dia sedang menunduk, tapi Viole tau, bahwa Sam tengah menahan diri untuk tidak bersikap super formal.


Itu juga yang menjadi alasan kenapa tubuh nya sampai bergetar. Jika Viole tidak melarang, Sam pasti sudah bersujud sambil berteriak-teriak seperti tadi.


‘Baiklah, saat nya membicarakan tentang itu.’ Kemudian Viole kembali duduk bersila, tidak lagi menyandarkan tubuh nya ke dinding.


“Dux Magna, ada sesuatu yang ingin saya tanyakan.” Ekspresi nya pun menjadi sangat serius.


Sam yang sedang menunduk, kini kembali mengangkat kepala nya, hingga terlihat wajah nya yang sedikit kacau. Mungkin sedikit sulit bagi Sam untuk menahan diri. “Ya, ada apa?” Suara nya agak pelan.


Hal itu membuat Viole merasa bersalah. “Ehem! Begini, God- ekh! AAARRGG!!”


«Pelanggaran Aturan»


Belum sempat Viole selesai berucap, tiba-tiba dada nya terasa seperti mau pecah. Dia sampai mengeluarkan erangan sambil berguling di lantai. Kedua tangan Viole memegangi dada, dan mata nya sedikit melotot.


Seketika Sam menjadi panik, cepat-cepat dia menggapai tubuh Viole. Kemudian mengeluarkan sebuah botol dari Dimension Ring.


Botol tersebut berisi cairan obat yang dapat menyembuhkan luka bila di minum. Langsung saja Sam meminumkan obat itu secara paksa pada Viole.


Tidak memperdulikan teriakan yang Pemuda itu keluar kan.


GLEK! GLEK! GLEK!


Sam meminumkan semua nya, sampai tidak tersisa sedikitpun.


Dalam waktu kurang dari lima detik, rasa sakit yang Viole alami, perlahan-lahan mulai mereda. Nafas nya pun juga kembali teratur.


Semenit kemudian, akhirnya Viole kembali pada kondisi sebelum nya, walaupun dengan tubuh yang menjadi lemas.


“Tuan Muda, apa yang terjadi pada mu?!” Sam baru bertanya sekarang, karena dia terlalu panik.


Viole tidak langsung menjawab. Tangan kanan nya bergerak ke atas, kemudian memegangi area bagian mata. ‘Pelanggaran Aturan? Apa-apaan itu?!‘


“Tuan Muda?!”


Dahi Sam mengerut. “Hellblaze?”


“Itu adalah Jurus yang dapat memanipulasi Api, Kakek memberikan nya pada ku.” Lagi-lagi, Viole mencari alasan.


Jurus seperti yang Viole katakan itu merupakan Jurus tipe Manipulation. Jurus seperti ini memang ada, dan banyak yang menggunakan nya.


Tapi, Jurus tipe Manipulation biasa nya hanya di gunakan untuk menyerang. Tanpa di beri tau pun, Sam sudah tau bahwa Viole menggunakan nya untuk ujian masuk tadi.


Dan kalau benar ada, Jurus satu ini pasti merupakan ciptaan Zhen sendiri. Karena belum pernah ada Jurus tipe Manipulation yang dapat di gunakan untuk meracik Pil.


Bagi sosok seperti Zhen, menciptakan Jurus seperti ini bukanlah perkara yang sulit. Itu lah yang Sam pikirkan, tanpa tau kebenaran dari Hellblaze yang Viole sebutkan.


<----<>---->


Karena kawathir dengan kondisi Viole, Sam pun memutuskan untuk mengantarkan Pemuda itu kembali ke rumah. Menggunakan Teleportation Ring.


Sebenernya Viole tidak mau di antar pulang, karena ada satu hal lagi yang ingin dia tanyakan. Tapi apalah daya, Sam memaksa.


Dia seakan-akan sudah tidak peduli lagi dengan harus bersikap formal pada Viole, mungkin karena dia terlalu kawathir.


Setelah mengantar Viole, Sam tidak pergi begitu saja. Dia sempat menaruh beberapa Pil yang dapat Viole gunakan jika kondisi nya memburuk.


Jujur, apa yang Sam lakukan cukup mengganggu bagi Viole. Bukan nya tidak mau di kasihanani, tapi diri nya tidak kenapa-kenapa.


Setelah itu, barulah Sam pergi. Meninggalkan Viole beristirahat di ranjang nya. “Padahal siang baru saja tiba, tapi tubuh ku sudah lemas saja.... Hah...”


‘Pelanggaran Aturan tadi, seperti nya adalah peraturan baru yang beliau buat,’ celetuk Kaira.


‘Beliau siapa?’


Kaira menggelengkan kepala nya. ‘Entitas terkuat, kau tidak perlu tau siapa nama nya. Yang jelas, dia adalah pengatur seluruh Alam Semesta.’


‘Sialan, kau malah membuat ku penasaran!’ Viole mendengus kesal. ‘... Oh ya, kira-kira seperti apa peraturan nya?’


Kaira mendadak mendongak ke atas, menatap langit-langit hitam. ‘Entahlah, aku tidak tau. Tapi kalau di suruh berhipotesa, seperti nya, peraturan ini melarang membicarakan tentang para Great God, atau bahkan Dewa biasa.‘


‘Kalau begitu, seharus nya orang-orang yang setiap hari menyembah para Dewa, mengalami kejadian yang sama dengan ku. Tapi kenyataan nya, tidak.’


Pernyataan Viole, membuat Kaira mengelus dagu nya sendiri. ‘Mungkin ada kondisi khusus yang dapat membuat mu terkena pelanggaran ini.’


‘Ya ya ya, menyebalkan...! Ngomong-ngomong, apakah ada peraturan lain yang bisa Manusia- maksud ku mahluk hidup langgar?‘ Viole penasaran.


Dan langsung di jawab oleh Kaira. ‘Tidak ada, yang terkena peraturan hanyalah para Dewa...’


‘Tapi kenapa sekarang malah menular pada diri ku!? Mengganggu rencana orang saja!’ Viole mengusap wajah nya sendiri. ‘Semoga Dux Magna menarik kembali pada Pasukan Pengintai ini...’


Seperti yang Viole katakan, sekarang ini ada beberapa orang yang sedang mengawasi diri nya. Mereka semua sangat handal dalam bersembunyi.



Para Pasukan Pengintai ini di perintahkan atas kehendak Azar. Jadi, kalau Sam menceritakan apa yang baru saja dia bicarakan dengan Viole.


Mungkin saja Pasukan Pengintai ini tidak akan memata-matai diri nya lagi.


‘Haa? Tertular? Seperti nya tidak. Jangan lupa, bahwa kita ini adalah dua orang yang sama, meski berbeda wujud dan Ras.’


Viole menghela nafas, lalu mengubah posisi tidur nya, kemudian memejamkan mata. ‘Aku ini Manusia, dasar bodoh...’