Magic War

Magic War
Ch 67 – Sisi Gelap



Elye Dyroth adalah Pria yang sangat berbakat, memiliki tubuh kuat, otak cerdas dan sifat pantang menyerah, dia bahkan bisa di kategorikan sebagai seorang jenius langka.


Jika di pandang sekilas saja, orang-orang pasti akan beranggapan bahwa masa depan Dyroth super duper cerah.


Namun kenyataan nya tidak. Semua kelebihan nya itu tidak Dyroth anggap sebagai anugerah, melainkan sebuah petaka.


Mau seberapa berbakat nya seorang anak kecil, dia tetap tidak memiliki sedikit pun kekuatan untuk melawan orang dewasa. Hal itulah yang terjadi pada Dyroth.


Dia di paksa untuk terus berlatih agar menjadi ‘Perfect Warrior’. Anak kecil seumuran nya, pada waktu itu pasti tidak akan kuat menahan beban yang Dyroth terima.


Tapi berkat dukungan dari teman-teman nya yang mengalami hal serupa, Dyroth mendapat semangat untuk tetap menjalani semua ini.


Waktu pun berlalu, Dyroth terus bertambah kuat, bahkan bisa di bilang yang terkuat di generasi nya. Namun tidak untuk mental nya.


Bukan nya bertambah kuat, mental Dyroth justru melemah. Dalam kurun waktu sekitar dua puluh lima tahun, dia terus melihat kejadian-kejadian yang sangat kelam.


Hampir seluruh teman yang tadi berjuang bersama nya, mati dan hanya tersisa satu orang, yaitu Balft.


Jika saja mereka semua mati secara bersamaan, Dyroth mungkin tidak akan se' stres ini. Tapi ya, yang terjadi bukan sesuatu yang dia inginkan.


Mereka semua [Teman Dyroth] mati satu-persatu. Tidak ada orang waras yang tidak tersiksa jika merasakan apa yang Dyroth alami.


Tidak hanya itu. Setiap kali menjalan misi dari Organisasi [Black Knight] Dyroth selalu melihat kesedihan, penderitaan dan kehancuran.


Hal itu semakin menambah beban mental Dyroth, bahkan sampai mempengaruhi kesehatan nya.


Semua suara dan kejadian-kejadian itu terus berulang-ulang terlintas di kepala Dyroth. Jujur, di titik itu, dia ingin bunuh diri.


Namun diri nya mencoba untuk tetap bertahan, berusaha mencari secercah harapan yang dapat mengembalikan sifat pantang menyerah nya dulu.


Tapi semua itu tidak berjalan mulus, teman yang sudah dia anggap saudara sejak kecil, malah menghianati diri nya... Tidak tapi banyak orang.


Dan di situlah Dyroth benar-benar jatuh ke jurang kemalangan, dia merasa semua nya menghitam dan hampa. Itulah titik terendah dalam hidup nya.


Jiwa dalam diri Pria itu terasa seperti sudah menghilang. Tidak ada lagi senyuman asli yang pernah Dyroth tunjukan setelah kejadian itu.


Beberapa tahun pun berlalu, setelah mempertimbangkan beberapa hal, Dyroth akhirnya memutuskan untuk memulai sebuah perjalan.


Di perjalanan nya itu, sedikit demi sedikit luka dalam hati Dyroth mulai sembuh. Walaupun terkadang juga kembali terluka.


Ya... Setidak nya ini adalah sebuah cahaya bagi Dyroth untuk tetap mempertahankan nyawa nya. Walau diri nya sedang dilanda mimpi buruk dari masa lalu.


Namun, sebuah cahaya yang Dyroth anggap harapan itu, dapat dengan mudah di hancurkan oleh God of Death. Beliau sengaja mengubah pintu masuk ke dalam Dimensi ciptaan nya, untuk menjebak Dyroth.


Di dalam Dimensi itu, God of Death membuat Dyroth dekat dengan seorang gadis. Lalu membunuh gadis itu tepat di hadapan Dyroth sendiri.


Dan karena itu, Dyroth kembali mengalami stres berat. Sampai-sampai dia tidak bisa mengedipkan mata nya.


Awal nya Dyroth memutuskan untuk tetap bertahan, namun tidak jadi karena tiba-tiba dia mengingat seluruh kejadian suram dalam hidup nya.


Dia merasakan kepala nya seperti akan pecah ketika mengingat semua kejadian itu.


Hingga pada akhirnya, Dyroth menggorok leher nya sendiri demi mengakhiri semua penderitaan nya, dia mati dalam keadaan tersenyum.


Tapi senyuman itu memiliki arti tersendiri. Senyuman tersebut tidak melambangkan kesenangan atau ke kebahagia'an, melainkan sebuah kesedihan yang amat mendalam.


<----<>---->


Kaira, Tyhas dan Raven telah membuang waktu selama kurang lebih dua hari, karena itu sekarang mereka benar-benar buru-buru.


Selama beberapa hari terakhir, mereka bertiga terus melakukan perjalanan dan hanya menyisihkan waktu 3 jam untuk memenuhi kebutuhan mereka sebagai Manusia.


Sejauh ini semua masih baik-baik saja, tidak ada halangan yang begitu mengganggu perjalanan mereka bertiga.


Sampai tibalah hari, hari di mana sudah dua Minggu mereka bertiga melakukan perjalanan, mereka menemukan sesuatu yang tidak bisa mereka abaikan begitu saja.


Yaitu sebuah Kota kecil yang hancur, dari kejauhan sebenarnya sudah terlihat asap hitam mengepul. Namun tidak terpikirkan di benak mereka bertiga bahwa itu adalah asap dari sebuah Kota yang hancur.


Awal nya Kaira, Tyhas dan Raven tidak ingin terlibat dengan apa yang terjadi pada Kota kecil ini, tapi ada sesuatu yang memaksa mereka untuk terlibat.


Yaitu, Anggota dari Akademi Sihir White Eagle sedang menginvestigasi Kota kecil itu. Jelas kesempatan ini tidak bisa mereka bertiga lewatkan.


Langsung saja Kaira, Tyhas dan Raven turun menuju daratan untuk menghampiri rombongan White Eagle itu.


“Siapa kalian?” Seorang Pria yang terlihat paling kuat di situ, bertanya.


Dengan santai nya Kaira menjawab. “Kami hanya orang lewat yang tertarik dengan keberadaan kalian di sini.”


“Orang lewat? Kalau begitu, kalian bertiga bertujuan kemana?” tanya Pria itu lagi.


“Ke White Eagle, untuk mendaftar sebagai Murid.” Raven langsung menjawab.


Pria itu dan beberapa anggota lain, mengerutkan kening, tanda bahwa mereka sedang curiga. “Katakan saja! apa kalian ingin menyusup?!”


Pertanyaan itu membuat Tyhas tertawa kecil. “Tentu tidak, kami hanya ingin tetap bisa mendaftar sebagai Murid, meski datang sedikit terlambat.”


Seperti yang Tyhas katakan, saat ini mereka bertiga benar-benar sudah kehabisan waktu, walau terbang dengan kecepatan penuh Sword Misery.


Karena itulah, ada nya beberapa anggota White Eagle di sini, akan sangat membantu bagi mereka bertiga.


Tapi tidak semudah itu. “Bisa saja kalian menyusup dengan cara menjadi Murid.”


Kaira pun mengeluarkan sebuah kertas dari Dimension Ring nya. “Kami ke White Eagle bukan hanya untuk menjadi Murid, tapi juga demi mengantar surat ini.”


“Dari siapa surat itu?!” nada bicara Pria itu meninggi.


“Tuan Balft, seharus nya kalian tau siapa beliau.”


Pernyataan Kaira membuat belasan anggota White Eagle itu terdiam. Tidak lama kemudian Pria tadi mengambil surat yang Kaira pegang, untuk memastikan nya.


Ekspresi wajah Pria itu yang tadi nya serius, langsung berubah menjadi sedikit lesu. “Ah... Benar, isi surat ini murni tulisan Black Traitor.” Pria itu segera menyerahkan surat nya pada Kaira.


Dia hanya membaca sedikit dari isi surat nya, namun dia dapat langsung mengenali si penulis surat itu adalah Balft, karena dia juga mengenal Balft.


“Jadi kami akan di izinkan untuk-” Pertanyaan Kaira terpotong.


“Ya ya, kalian di izinkan. Tapi dengan satu syarat, bantu kami mencari warga yang masih selamat di Kota ini.”


Raven menggaruk kepala nya, dengan ujung bibir yang di tarik ke atas. “Eee... Aku tidak yakin masih ada yang selamat, kondisi Kota ini terlalu parah.”


“Oh ya, siapa pelaku nya?” tanya Tyhas.


Pria lebih memilih untuk merespon pertanyaan Tyhas. “Entahlah, tidak ada saksi mata. Tapi kemungkinan besar ini adalah ulah dari Kaira.”


Kaira, Tyhas dan Raven melongo tidak percaya ketika mendengar penjelasan Pria itu. “Anu... Kaira itu siapa?” tanya Kaira itu sendiri.


“Kau tidak tau? Ya inti nya dia adalah Pemuda misterius ber'kekuatan besar, yang mampu menjinakkan King Mystical Beast dan memukul mundur Neckro di pertempuran besar Adamantine Peak. Dia pahlawan” Pria itu menjelaskan.


Kaira, Tyhas dan Raven jelas tidak mengerti dengan yang Pria itu maksud. Karena seharus nya ada beberapa orang seperti Raja Elc yang menjelaskan bahwa Kaira hanyalah Pemuda biasa.


Tapi sepertinya, rumor ini menyebar terlalu cepat sampai tidak ada satupun orang berpengaruh yang dapat memberi penjelasan, kalau Kaira merupakan orang baik-baik.


Sebab sangat jelas sekali, bahwa Kaira dianggap sebagai pahlawan oleh penduduk Kota Luizis, tapi kenapa sekarang diri nya di tuduh sebagai dalang hancur nya Kota ini?


Karena penasaran, Kaira pun bertanya. Pria itu lalu menjawab. “Dia beberapa hari terakhir ini di kabarkan sedang berada di sekitar sini.


Jadi tidak menutup kemungkinan bahwa dia adalah pelaku nya. Seperti yang ku jelaskan tadi, dia itu di anggap sebagai pahlawan, tapi tidak sedikit juga yang menganggap nya sebagai penjahat.”


Ekspresi Pria itu sangat serius, menandakan bahwa dia juga menganggap Kaira sebagai penjahat. Karena menurut nya, tidak ada Pemuda yang sekuat Kaira, jadi bisa saja dia adalah setan tua yang sedang menyamar.


Atau seseorang dari Neckro yang tengah melakukan misi untuk membuat pengaruh baik, dengan begitu sosok Kaira akan bisa memanfaatkan Masyarakat.


“Oh ya, siapa nama kalian bertiga?”


Will Continue In Chapter 68 >>>


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Bruuuh 🗿


Like bujank!


Dan jangan lupa makan bakwan biar cerdas kayak gua, karna bakwan itu mengandung vitamin b13, omega3 dan dark joke gobl*k anak Tik Tok.


:3