Magic War

Magic War
Ch 47 – Jawaban -2



Kiara tidak segera mengambil bola itu, membuat si Pria menarik kembali bola hitam tersebut ke dekat nya.


“Ini adalah Curse Seal, sebuah kekuatan yang kita miliki, oleh karena itu kau berhak menerima nya.” Pria itu berusaha menjelaskan.


“Milik kita?” Dahi Kaira mengerut. Aura misterius dari Pria itu semakin terpancar.


“Ya, milik kita. Kau bisa menggunakan Curse Seal sebagai kekuatan yang mirip dengan Auratiaco, Jurus tipe Support yang kau miliki.


Sebenarnya masih banyak fungsi dari Curse Seal ini, tapi tidak ada waktu untuk menjelaskan semua nya, jadi sekarang, terimalah kekuatan ini.”


Tangan Pria itupun bergerak mendekati Kaira dengan membawa bola hitam tersebut. “Ini hanyalah secuil dari kekuatan yang sesungguh nya, jadi jangan kawathir jika tubuh mu akan hancur jika menerima nya.”


Kaira tentu nya masih sangat ragu dengan kekuatan yang disebut sebagai Curse Seal itu, tapi dia sudah tidak punya pilihan lain.


Tangan Kaira segera meraih bola hitam itu dan seketika bola hitam tersebut berubah menjadi sebuah tato hitam yang merambat di tubuh Kaira.


Tato hitam itu baru berhenti merambat saat mencapai kening Kaira. Di sana tercipta lah sebuah tanda melingkar dengan ujung yang lancip.


<----<>---->


“Begitulah kira-kira kronologi nya, waktu itu aku tidak sempat menanyakan sesuatu dan sekarang malah tidak bisa.” Kaira mengeluh.


Raja Elc mengangguk, dia tidak tau kenapa Kaira tidak bisa menanyakan informasi lebih jauh lagi. Raja Elc hanya menganggap bahwa Kaira sudah kehilangan kesempatan untuk bertemu dengan Pria itu lagi, begitu pula dengan Tyhas.


“Lalu diri mu anak muda? Ku lihat tadi kau juga seperti mendapatkan peningkatan kekuatan.” Raja Elc menengok ke arah Tyhas.


Tyhas menghela nafas, sebelum menunjuk diri nya sendiri. Raja Elc yang faham dengan maksud Tyhas cukup terkejut.


Sedangkan Kaira malah sebaliknya, dia tidak memahami apapun. “Em... Tyhas. Bisa kau jelaskan apa maksud nya?” Karena itu dia bertanya.


“Tidak perlu ku jelaskan. Setelah masalah di sini selesai kau akan mengetahui nya, lagi pula kita harus mengunjungi beberapa orang saat waktu nya tiba.”


Setelah Tyhas selesai berucap, ada sedikit rasa bersalah di hati Raja Elc. Dia tau kesalahan nya itu tidak akan bisa di tebus dengan kata maaf, tapi Raja Elc tetap melakukan nya.


Ketika mendengar nama Redoist dari Tyhas, Raja Elc seketika teringat dengan salah satu teman bertualang nya dulu, yaitu Redoist Manami.


Dan saat dia menanyakan langsung tentang nama Redoist kepada Tyhas beberapa jam yang lalu, Tyhas menjawab bahwa dia adalah anak dari Manami.


Raja Elc yang waktu itu sempat mengetahui niat Manami yang ingin menyerang tempat peristirahatan sementara rombongan Neckro, tentu merasa sangat bersalah karena diri nya datang terlambat untuk membantu.


Lalu sekarang dia sedang berdiri di depan anak teman nya itu, jika bukan karena jabatan nya, Raja Elc pasti sudah bersujud sambil meminta maaf.


Oleh karena itu dia memilih untuk meminta maaf dengan cara lain, yaitu menceritakan semua nya dan memberikan Busur milik Manami yang saat itu Raja Elc pungut kepada Tyhas.



Tyhas hanya memasang ekspresi wajah biasa saja setelah mendengar penjelasan Raja Elc, namun di dalam hati nya, Tyhas merasa sangat sedih sekaligus bahagia.


Kaira memiringkan kepala nya. “Mengunjungi beberapa orang? Memang siapa mereka?”


“Teman-teman kita-”


TAP! TAP! TAP! TEK!


Seorang Kasim tiba-tiba memasuki ruangan, kemudian berlutut tepat di samping Raja Elc. “Lapor Raja! Pihak Keluarga Roselly telah tiba, lebih tepatnya Tuan Roselly langsung yang datang!”


“Siapa saja yang datang?”


“Tuan Roselly beserta Istrinya dan belasan Pasukan Carantis!” jawab Kasim itu.


Laporan Kasim tersebut membuat Raja Elc menggelengkan kepala nya. “Baiklah, katakan pada mereka kita harus ke pemakaman korban sebelum membahas perkara bantuan.”


“Baik!” Kasim tersebut segera pergi, setelah memberi hormat pada Raja Elc.


Itulah yang membuat Raja Elc menggelengkan kepala nya. Yang mana mereka pasti menggunakan Teleportation Ring yang cukup banyak untuk bisa sampai di sini dengan cepat.


Bukan berarti Raja Elc tidak senang dengan kedatangan Keluarga Roselly yang begitu cepat, tapi Raja Elc merasa bahwa tindakan Tuan Roselly merupakan sedikit pemborosan.


Setelah Kasim itu pergi, Raja Elc juga ikut pergi, Tyhas ikut bersama nya. Sedangkan Kaira hanya diam di sana karena kondisi tubuh nya yang masih belum bisa banyak bergerak.


<----<>---->


Archimedes Kingdom dan Keluarga Roselly sudah saling bekerja sama sejak lama sekali, karena kecocokan mereka.


Archimedes Kingdom di kenal sebagai Kerajaan Besar paling kaya di antara keempat Kerajaan Besar yang lainnya, namun paling lemah.


Sedangkan Keluarga Roselly adalah Keluarga Bangsawan yang berpenghasilan dari bisnis jual beli Sumber Daya, tapi juga lemah dalam masalah kekuatan.


Jadi, dengan kecocokan itu terjalinlah sebuah kesepakatan untuk kedua nya bekerja sama. Bisa di bilang kerja sama ini hanyalah untuk bisnis.


Namun di beberapa kasus, salah satu pihak akan saling membantu di luar kerja sama yang sudah di sepakati, misal nya sekarang ini.


Yang mana Keluarga Roselly datang dengan membawa Jutaan Keping Platinum untuk Raja Elc gunakan sebagai dana perbaikan atau kompensasi kepada Keluarga korban penyerangan tadi.


Sebenarnya Raja Elc tidak terlalu bahkan tidak butuh dana sumbangan, melainkan lebih membutuhkan Pasukan untuk menambah penjagaan.


Tuan Roselly tentu sudah mengetahui semua itu, tapi membawa Pasukan dalam jumlah besar dalam waktu singkat adalah perkara yang sulit.


Jadi dia memutuskan untuk membawa dana sumbangan saja, dari pada datang tanpa membawa apapun.


Sekarang ini, di salah satu pulau terapung sedang ada acara pemakaman korban jiwa dari penyerangan tadi.


Sebuah lubang yang cukup besar di ciptakan untuk mengubur semua nya secara langsung. Tentu banyak yang menolak, tapi ini adalah cara terbaik.


Mengubur semua nya secara terpisah akan memakan banyak waktu, sedangkan setelah penyerangan ini akan ada banyak hal yang harus di dahulukan.


Raja Elc hanya bisa diam melihat semua mayat-mayat itu dikuburkan, dia sempat menatap beberapa saat mayat seorang laki-laki, yang tidak lain tidak bukan adalah Daryl.


Mayat Daryl telah di temukan oleh seorang Perajurit Istana bertepatan dengan selesai nya pertempuran di Stadium.


Yang mana sebelumnya, mayat Daryl menghilang atau di sembunyikan oleh Vii agar penyamaran nya tidak terungkap.


“Aku masih terlalu lemah untuk menjadi seorang Raja.” Raut wajah Raja Elc nampak sangat marah, karena melihat puluhan ribu rakyat nya sedang menangisi saudara mereka yang telah pergi.


Tuan Roselly sendiri hanya diam, waktu pun berjalan. Matahari sudah hampir tidak terlihat di barat, menandakan bahwa hari akan berganti malam.


Hari ini terasa begitu berat dan sangat menyedihkan bagi penduduk Kota Archi, tapi mereka sadar bukan saat nya untuk bersedih.


Mereka yang tadi nya sedang menangisi kepergian sanak saudara mereka, segera mengusap air mata.


Sebelum berlutut di hadapan Raja Elc untuk meminta perintah dari sang Raja. Apa yang rakyat nya itu lakukan, membuat Raja Elc tersenyum tipis.


Dia menarik nafas dalam-dalam, sebelum menyerukan perintah. “Bagi kalian yang menguasai ilmu pengobatan, segera pergi ke halaman Istana untuk mengobati “Pejuang” yang terluka!


Lalu untuk yang bisa memasak, cepat siapkan makanan sebanyak mungkin! Sedangkan yang tidak bisa kedua nya, bisa membantu membersihkan kekacauan yang ada!


Apa kalian semua siap?!”


“Siap!!”


Semua orang yang ada di situ, langsung melaksanakan perintah Raja Elc sesuai kemampuan mereka masing-masing.


Will Continue In Chapter 48 >>>