
“Apa kau tau siapa Issei ini?” tanya Balft.
Kaira menggelengkan kepalanya. Balft kemudian berkata. “Dia adalah orang yang sangat hebat dan kuat, dia juga baik. Dari dulu sampai sekarang dia di kenal dengan nama True Black Knight.”
Mata Kaira melebar saat mendengar nama itu. “Berati Issei yang anda maksud adalah...”
“Benar, dia adalah Pemimpin dari Black Knight.”
Black Knight adalah sebuah pasukan dari Guylos Kingdom yang sudah terbentuk sejak lama. Mereka di kenal kuat dan beringas saat menghadapi lawan-lawan nya.
Black Knight memakai sebuah baju Zirah khusus yang berwarna hitam keunguan, itulah sebabnya mereka disebut Black Knight.
Terlepas dari semua itu, Black Knight merupakan Pasukan yang sangat disegani oleh Masyarakat. Namun sekarang mereka jauh berbeda dengan yang dulu.
Dulu Black Knight lebih mementingkan keselamatan banyak orang baru tugas, sekarang mereka malah bekerja dengan sebaliknya, mereka juga lebih kasar sekarang.
Itu juga tanpa sebab, dan penyebab dari semua perubahan yang terjadi pada Black Knight itu adalah Balft.
<----<>---->
Pada akhirnya seluruh anak Panti Asuhan akan di latih untuk menjadi seorang Prajurit, dan jika ada yang memenuhi kualifikasi untuk menjadi Black Knight maka mereka akan di rekrut.
Untuk nasib dari si Wanita Panti sendiri tidak ada yang tau, selain dia dibawa oleh seorang Perajurit dan tidak pernah kembali lagi.
Beberapa Hari Kemudian.
Para anak Panti Asuhan itupun mulai di latih dengan keras, walaupun mereka masih anak-anak namun porsi latihan yang mereka terima tetap ketat.
Satu persatu anak Panti mulai menyerah dan menjadi budak, bahkan ada yang sampai mati. Balft kecil hanya bisa terdiam melihat satu-persatu saudara nya menghilang.
Setiap hari selalu Balft lalui dengan latihan yang sangat berat, sesekali dia pernah berpikir untuk menyerah saja, namun kebencian di hati nya sudah terlalu mendalam.
Hal tersebut yang mendorong Balft kecil untuk terus bertambah kuat agar dirinya bisa balas dendam di masa depan.
Itulah yang Balft kecil pikiran dulu, namun kenyataan di masa depan jauh-jauh berbeda dengan apa yang bocah itu pikirkan.
Tahun-tahun pun berlalu, dari dua puluh anak-anak Panti, yang tersisa sekarang hanya Balft dan satu temannya yaitu Dyroth.
Mereka berdua sama-sama di masukan dalam Pasukan Black Knight, tapi di bagian yang berbeda.
Balft saat ini sudah sangat berbeda dengan dirinya dulu yang naif dan sangat ambisius. Sekarang dia lebih mirip seperti robot yang tidak punya hati dan emosi.
Yang dia lakukan hanya lah menjalankan tugas tanpa membantah sedikitpun walau sesusah apapun tugas itu.
Balft juga selalu berhasil menyelesaikan tugasnya dengan sempurna. Karena prestasi nya itu, Issei mulai melirik Balft.
Issei sedikit demi sedikit mulai mendekati Balft. Balft tentu saja terus menghindar karena Issei lah yang membuatnya sampai seperti ini.
Namun secara perlahan-lahan Balft mulai sadar bahwa dia sendiri yang membawa dirinya sampai seperti ini dan dia juga mulai menerima Issei.
Walaupun awalnya agak canggung, perlahan tapi pasti tercipta sebuah hubungan di antara mereka berdua. Hubungan mereka berdua bisa dibilang cukup unik, karena sangat jarang sekali ada hubungan macam itu.
Setelah beberapa bulan, Balft baru menyadari ternyata Issei juga dekat dengan Putri Guylos Kingdom yaitu Triel. Issei yang merasa Triel dan Balft cocok pun mulai memperkenalkan mereka berdua.
Dan dari situlah benih-benih cinta mulai tumbuh di antara Balft dan Triel. Issei yang menyadari hal itu hanya tersenyum tipis.
Tahun-tahun kembali berlalu, Balft sekarang sudah tumbuh menjadi Pria gagah yang tampan, dia juga sudah menjadi idola di kalangan para wanita.
Tapi Balft masih tetap menjadi robot seperti dulu, tapi sekarang dia sudah lebih seperti Manusia. Itu bisa terjadi berkat Triel dan Issei.
Suatu hari saat Balft sedang berjalan santai di lorong Istana. Dia tidak sengaja menguping pembicaraan di ruang pertemuan.
“Kita harus mencari solusi untuk mendapatkan lagi perhatian dari Raja agar Sumber Daya kita terpenuhi,” kata Issei.
“Sepertinya hal itu susah untuk dilakukan Ketua, mengingat Raja sudah merekrut Pasukan baru yaitu Carantis.”
“Carantis?! Maksudmu Carantis yang sedang naik daun itu?!” tanya salah satu orang.
“Ya, begitulah.”
“Ini akan susah...” Wajah nya memburuk, dia merapatkan gigi nya
“Sebenarnya aku punya satu rencana,” sahut Issei.
Mereka semua pun terdiam membiarkan Issei menjelaskan rencananya.
“Bagaimana kalau kita bekerjasama dengan Neckro? Mungkin mereka bisa membantu.”
Mereka semua terkejut mendengar pernyataan Issei termasuk Balft. Sebab mereka tau betul bahwa Neckro itu adalah Organisasi yang sangat di benci banyak pihak.
Memang Neckro adalah Organisasi yang sangat besar dan kuat, namun reputasi buruk mereka bisa saja merambat ke Black Knight jika kedua belah pihak menjalin kerjasama.
Namun keputusan Issei sudah bulat dan tidak dapat di ganggu gugat lagi. Dia juga memberikan beberapa alasan yang cukup realistis hingga bisa merubah pikiran semua nya.
Balft yang dari tadi hanya menguping, langsung menendang pintu karena sudah tidak tahan lagi.
BRAK!!!
Semua orang langsung menengok ke arah pintu, terlihat Balft berdiri di daun pintu dengan ekspresi yang sangat marah.
“Balft ada apa ini?”
“Ada apa apanya?! Aku menentang keras keputusan mu untuk berkerja sama dengan Neckro, Ayah!”
“Balft ini semua demi Black Knig-” Issei berusaha menjelaskan namun di potong oleh Balft.
“Justru demi Black Knight aku menentang keputusan Ayah, masalah Sumber Daya kita bisa cari sendiri!”
Issei memijat keningnya. “Kita memang bisa mencarinya sendiri, namun untuk mencukupi seluruh Black Knight- itu terlalu susah.”
“Lebih baik bukan dari pada bekerjasama dengan Neckro?!”
“Hah~ Kau tidak mengerti Balft.”
“Aku benar-benar mengerti!” Balft berbalik lalu membanting pintu.
GUBRAK!!!
Issei hanya bisa menghela nafas menanggapi sifat Balft. Dia kemudian berdiri untuk meninggalkan ruangan pertemuan.
<----<>---->
Setelah berpikir beberapa jam, akhirnya Balft memutuskan untuk menjalankan rencana gila nya, yaitu membunuh sebanyak mungkin orang-orang kuat di Black Knight.
Dengan begitu Neckro tidak akan mau menerima tawaran kerjasama dari Black Knight untuk sementara waktu, karena kekuatan mereka yang menurun jauh.
Sebelum melancarkan aksi nya, Balft sempat mengingatkan tentang masa lalu nya yang sangat suram.
Dia sadar, bahwa dirinya akan mengecewakan banyak sekali orang yang sudah membantu nya selama ini. Namun disisi lain Balft juga sadar bahwa ini demi kebaikan Black Knight.
Balft begitu peduli dengan Black Knight karena dia sudah merasa bahwa Pasukan ini merupakan tempat yang bisa dia sebut sebagai ‘Rumah.’
Kali ini Balft tidak memakai Zirah Black Knight yang bisanya dia pakai untuk bertarung, karena merasa sudah tidak pantas, dia hanya mengenakan setelan pakaian formal lengkap dengan dasi.
Balft menghela nafas berat, sebelum melancarkan aksinya di tengah malam ini.
Pertama-tama Balft membunuh seluruh penjaga yang sedang berpatroli, kemudian dia baru membunuh satu persatu Black Knight yang kuat.
Mereka semua sedang tertidur, jadi dengan mudahnya Balft membunuh mereka semua tanpa menimbulkan suara yang keras.
Dengan begitu Balft tidak perlu lagi membuang terlalu banyak tenaga dan tentunya jauh lebih aman.
Malam itu terasa sangat panjang bagi Balft. Dia terus-terusan berpindah dari satu rumah ke rumah yang lainnya hanya untuk membunuh orang.
Pagi hari pun tiba, matahari terbit menyinari darah yang mengalir deras di wilayah Utara Istana.
Bau anyir darah pun segera menyebar dan yang paling dekat dengan lokasi bau itu adalah Issei dan Triel yang tidak sengaja berpapasan.
Mereka berdua langsung berlari menuju asal bau darah itu. Mereka berdua hanya terdiam melihat banyak sekali mayat di tanah dan darah mengalir kemana-mana.
Sepertinya dalang dari semua kejadian ini sedang berdiri di atap bangunan tertinggi. Pria itu hanya memasang ekspresi wajah datar dengan tubuh yang di penuhi oleh darah.
“Ba-Balft...”
“Aku disini...,” jawab Pria itu dari kejauhan.
Triel hanya bisa terduduk lemas, dia tidak bisa berkata apa-apa karena terlalu terkejut dengan fakta bahwa semua ini terjadi karena Pria yang dia cintai.
“Balft! Kenapa kau melakukan semua ini?!” Issei meminta penjelasan.
“Itu karena keputusan Ayah...! Aku tidak punya waktu lagi, jadi permisi...” Balft pun melesat menggunakan kecepatan maksimal nya untuk meninggalkan Istana.
Jika yang melakukan pembunuhan ini adalah orang lain, sudah pasti akan Issei kejar kemanapun orang itu pergi. Dia hanya bisa menyimpan kekecewaan kepada Balft.
Tidak lama kemudian orang-orang Istana mulai datang satu-persatu. Issei yang ada di situ langsung di mintai penjelasan.
Will Continue In Chapter 10 >>>