Magic War

Magic War
Ch 37 – Perintah Dari Kapten



Woi telaso, Lo pada paham nggak dengan cerita nya? Ya entar lah pas udh selesai bertumbuk gua bakal tambah informasi lagi.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hawa dingin yang sangat mengerikan menusuk ke dalam tubuh Vii. Pria itu hanya bisa mengumpat dalam hati nya.


‘Sialan! Ternyata bocah itu...’


SEK! CTAB!


Kaira menarik secara paksa tangan kanan nya menggunakan semacam Sihir Gelap yang membentuk benang, lantas menyambung kan nya kembali.


Sekilas tindakan tersebut sangat tidak masuk akal, namun itulah yang terjadi. Tidak hanya tangan nya yang menyambung kembali, luka-luka yang tadi Kaira alami juga sudah sembuh semua.


Vii menatap Kaira dengan perasaan kesal, di pikirannya terlintas tentang perkataan Pemimpin Neckro yang mengatakan. “Jika kau melihat orang yang memancarkan Sihir Gelap yang sangat kuat, lari lah apapun yang terjadi.”


Tatapan Vii, Kaira tatap balik dengan tatapan yang sangat dingin dan mengintimidasi, mata nya yang saat ini sudah berubah menjadi hitam kemerahan, semakin menambah kesan mengintimidasi.


Saat baru saja sadar mata Kaira memang sudah berubah warna menjadi hitam kemerahan, selain warna mata nya yang berubah, ada hal lain yang berubah dari Kaira, yaitu tanda di dahi nya.



“Kali ini, aku tidak akan kalah.” Kaira menggenggam erat Four Crystals yang sedari tadi tidak dia lepaskan.


“Kekuatan mu memang meningkat, tapi jangan sombong dulu!” Tanpa memperdulikan Tyhas lagi, Vii melesat maju.


Menghadapi serangan yang akan datang, Kaira hanya memejamkan mata nya. Seketika semua yang ada di sekitar situ melambat, walaupun asli nya tidak, alias hanya melambat di pikiran Kaira.


“Black Tortoise Punch!”


Vii sudah sangat dekat dengan Kaira, begitu pula dengan kepalan tangan nya yang saat ini sedang di selimuti oleh cahaya hitam pekat.


Kaira hanya menghela nafas, sebelum...


BUAKH!!! DRAK...!! DRUAK...! BRAK!!!


Vii yang berniat menyerang Kaira malah terkena serangan balik dari Pemuda itu, bahkan dia sampai terpental keluar lorong dan berakhir di samping Master Yi.


<----<>---->


Para penyerang dan bukan penyerang yang sedang bertarung, langsung mengehentikan pertarungan mereka ketika Vii terpental ke arah yang sama dengan Master Yi.


Secara bersamaan Energi Kegelapan yang sama dengan yang Lian pancarkan bertambah pekat di udara, menambah alasan mereka semua untuk berhenti bertarung.


“Aduh duh duh... Hampir saja aku mati konyol...” Master Yi berdiri sambil meregangkan tubuh nya. Dia yang seharus nya terluka parah, berhasil sembuh berkat Spring Sun Pill.


Tidak lupa Master Yi memberikan satu Spring Sun Pill pada Vii, yang terlihat terluka karena sesuatu yang sama dengan yang melukai diri nya.


Ketika menyadari orang yang pertama terpental tadi adalah Master Yi, Issei dan Rin langsung bergegas menghampiri nya.


Walaupun mengetahui mereka berdua menjauh, Raja Elc tidak mengejar mereka berdua, karena masih ingin mempelajari situasi yang tengah terjadi.


Di sisi lain, Kaira yang sudah meminumkan Pil Penyembuh pada Divan, Raven, Acsa dan berhasil menenangkan Tyhas, berjalan menuju tengah-tengah Stadium.


Pria yang tadi sempat duduk di dekat Kaira dan Raven, menghela nafas panjang saat menyadari keberadaan dua orang yang sangat dia kenal.



“Kalian berdua tetap sama saja ya... Meskipun berbeda orang...” Setelah berkata demikian, Pria itu pun pergi dari Stadium, entah apa yang dia pikirkan.


Raja Elc menyadari ada beberapa bekas luka yang sangat serius di tubuh Kaira, yang mana luka-luka tersebut hampir mustahil untuk di sembuhkan jika tidak ada bantuan dari Pil Penyembuh tingkat tinggi.


Karena merasa sudah tidak ada yang perlu dia pelajari lagi, Raja Elc pun mendekati tempat Master Yi dan para murid nya berada.


Di saat yang sama, Kaira sudah berada di samping Lian yang masih saja berbicara sendiri. “Aku tidak tau, tapi dia menyuruh ku untuk melakukan ini.”


Kaira membungkuk, lantas mendekat kan bibir nya ke telinga Lian. “Cepat sadar lah! Ini perintah Kapten!!”


“Eh...?”


Secara tidak terduga suara teriakan Kaira menggema hingga ke seluruh Stadium, membuat hampir semua orang melihat ke arah nya. Namun bukan itu tujuan Kaira, melainkan untuk menyadarkan Lian.


Lian yang sedari tadi hanya menangis sambil bergumam, kini telah tersadar karena teriakan, atau perintah Kaira.


“Kapten...,” kata Lian sambil menatap wajah Kaira.


Kiara hanya tersenyum tipis merespon panggilan gadis itu, lantas dia berdiri, kemudian mengulurkan tangannya. “Berdirilah.”


Lian segera mengusap seluruh air mata nya, sebelum menggapai tangan Kaira dengan tangan nya yang saat ini sedang dilapisi oleh Sihir Gelap, untuk berdiri. “Kapten... Apa itu bena-”


“Uhuk...! Uhuk!”


Kaira tiba-tiba ter 'batuk, mengakibatkan darah segar mengalir di tepi bibir nya. Kaira segera mengusap darah itu. “Aku tidak bisa menahan kekuatan ini terlalu lama, kita harus segera menyelesaikan semua ini.”


Lian hanya bisa mengangguk, sebenarnya dia sangat kawathir dengan kondisi Kaira, tapi bukan dia sadar bukan waktunya untuk memikirkan hal itu. Lian pun mengalihkan pandangannya pada Master Yi dan para Murid nya.


Di sana Master Yi sedang memarahi Vii. “Kau ini bodoh apa?! Tidak membawa Teleportation Ring saat menjalan misi seperti ini?!”


Master Yi memang memiliki Teleportation Ring, namun sudah dia gunakan untuk dengan cepat datang kemari.


Sebenarnya yang membuat Master Yi marah bukanlah Vii yang tidak membawa Teleportation Ring, melainkan Vii yang bilang sudah bisa mundur tapi tidak tau cara nya.


“Maaf Master, saya tidak pernah mengira situasi nya akan semendesak ini.” Vii menundukkan kepala nya.


Vii memanglah orang yang sangat kuat, namun diri nya tetap tidak berani lancang di hadapan seorang Master, apa lagi Master Yi.


“Dasar Murid bod-”


JDUAR!!!


Lian melemparkan bola hitam kecil pada Master Yi dan rombongan nya tanpa peringatan, namun masih bisa mereka hindari.


Mereka berempat langsung berpencar ke segala arah, demi menghindari serangan susulan. Tapi kenyataannya tidak ada serangan susulan.


Serangan tadi Lian tujukan bukan untuk melukai, melainkan untuk memisahkan mereka agar mudah untuk di lawan.


Raja Elc yang hanya diam saja dari tadi pun bergerak mengincar Rin dan Issei, sedangkan Lian mengincar Master Yi.


Jadi sekarang yang tersisa hanyalah Vii, yang akan berhadapan dengan Kaira.


Para penyerang dan bukan penyerang yang sedari tadi hanya diam menonton saja, segera bergerak menjauhi Stadium sejauh mungkin.


Tindakan tersebut mereka semua lakukan demi menghindari dampak dari pertarungan yang akan segera terjadi.


Walaupun hanya beberapa orang saja yang akan bertarung, tapi dari kekuatan mereka saja sudah dapat di tebak bahwa jalannya pertarungan tidak akan biasa-biasa saja.


Will Continue In Chapter 38 >>>