Magic War

Magic War
Ch 41 – Sandera



Hei kalian para bejat, segeralah bertobat sebelum ikan hiu makan tomat.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Benang Baja tidak akan bisa di kendalikan tanpa ada nya Magi, sedangkan Frozen Air akan hancur jika bagian dalam nya tersentuh oleh Magi.


Karena itu Kaira mengganti penggerak yang seharus nya berupa Magi, menjadi Sihir Gelap yang misterius itu.


Sihir Gelap tersebut tidak memiliki kandungan Magi sama sekali, jadi Frozen Air tidak akan hancur jika di sentuh oleh Kekuatan itu.


Sampai sekarang Kaira masih tidak percaya dengan kekuatan yang dia dapatkan ini, karena selain sangat kuat dan memiliki kekuatan regenerasi yang hebat.


Sihir Gelap itu juga tidak mengandung Magi sama sekali, yang mana di Asgrad hampir semua kekuatan mengandung Magi, bahkan Teknik sekalipun. Sihir Gelap itu seakan-akan seperti kekuatan dari Dunia lain.


Kaira menggelengkan kepala nya. “Fokus! Fokus!”


SYUU!!


Kaira pun mulai menggerakan Benang Baja tersebut, mengincar orang-orang Neckro yang sedang bertarung.


Benang Baja itu bergerak dengan cepat, gerakan cepat nya di dukung oleh Rune tipe Kecepatan yang Kaira pasangkan pada Soul Weapon tersebut beberapa hari yang lalu, dan juga karena kekuatan misterius Kaira, Sihir Gelap.


Tentu saja Kaira tidak akan menggunakan Benang Baja tersebut untuk membunuh mereka, melainkan Sword Misery.


Pertama-tama Kaira menahan gerakan satu atau dua orang menggunakan Benang Baja, kemudian menusuk jantung atau menggorok leher mereka menggunakan Sword Misery.


Serangan tersebut terbukti efektif untuk Kaira gunakan, karena selain dapat membunuh lawan dengan cepat, pola yang seperti itu akan membingungkan lawan.


Kaira membangun menara es nya di atas Podium Penonton, otomatis jarak nya dengan medan pertempuran cukup jauh.


Membuat orang-orang Neckro tidak menyadari aksi Kaira yang mengurangi anggota mereka satu-persatu.


Dengan cepat Kaira menumbangkan beberapa musuh, dalam waktu kurang dari semenit saja Kaira bisa membunuh satu sampai tiga orang.


BLAKH...!


“Eh? Pemuda, kau kenapa- huh?!”


Seorang Lelaki mengerutkan dahi, ketika melihat Pemuda yang dari tadi berlari di samping nya tiba-tiba terbaring kaku di tanah, dengan kondisi leher yang sudah tergorok.


Lelaki itu segera mencari apa yang membuat Pemuda tersebut mati, namun sebelum dia dapat menemukan penyebab nya, sebuah anak panah yang bercahaya menembus jantung nya.


“Para penyerang jarak jauh sudah siap, jadi tidak ada salah nya aku membuka serangan.” Tyhas bergumam.


Tanpa berpikir lebih jauh lagi, Tyhas segera kembali memanah dengan Busur yang dia buat dari Magi, untuk menggantikan Ice Lotus.


Apa yang Tyhas lakukan sekarang ini bisa terjadi karena kekuatan misterius yang ada dalam diri nya.


Penyerang jarak jauh yang Tyhas maksud adalah para penduduk Kota Archi yang tidak ikut maju dalam pertempuran, tapi membantu dari jarak jauh.


Lucas dan Heldrik yang di sandera di tambah penyerang jarak jauh dari pihak lawan, semakin memperkeruh situasi Neckro.


<----<>---->


Setelah memindahkan Rin ketempat yang aman dan di jaga oleh sebuah Golem, Vii kembali ke pertempuran.


Sama seperti sebelum nya, Master Yi akan melawan Lian sedangkan Issei dan Vii akan melawan Raja Elc.



Pertarungan mereka berlima berada cukup jauh dari tempat pertempuran antara pihak Neckro dan Kota Archi, jadi pertempuran kedua pihak tidak terganggu.


Kerusakan yang besar kembali mereka buat saat bertarung, bahkan sekarang jauh lebih parah serta sekala nya lebih besar.


<----<>---->


SHUUS...! TAK! TAK! TAK!


Beberapa orang dari pihak Neckro yang bersenjata 'kan Shuriken, berlari mengejar Tyhas yang merupakan salah satu penyerang jarak jauh.


Tyhas hanya bisa berdecak kesal, padahal tadi dia merasa bahwa posisi nya sudah sangat aman dan tersembunyi, maka dari itu, hampir mustahil untuk di ketahui.


Sambil berlari, Tyhas melihat ke arah Kaira, di sana Kaira juga di hampiri oleh beberapa orang, tapi karena persiapan nya, dia masih diam di tempat.


Tidak hanya memperhatikan Kaira, Tyhas juga memperhatikan sandera yang saat ini nyawa nya sedang di ujung tanduk.


Nyawa mereka bisa di ujung tanduk karena sebuah Pil Racun yang mengambang di atas mulut mereka berdua, yang sedang menganga sebab di tahan oleh ranting kayu.


Pil Racun tersebut dapat mengambang karena sebuah Jurus tipe Control yang di tanamkan pada benda pembunuh itu.


Jurus tipe Control itu akan bereaksi jika sandera bergerak, reaksi nya adalah masuk secara paksa ke dalam mulut mereka.


Jadi Lucas dan Heldrik hanya bisa diam terduduk sambil memperhatikan pertempuran dari jauh.


Sebenarnya mereka berdua sangat ingin sekali mati agar rekan-rekan mereka dapat segera pergi dari sini.


Tapi telepati dari Master Yi dan Vii yang meyakinkan mereka berdua agar diam menunggu bantuan, membuat mereka berdua tetap bertahan sampai sekarang.


Di sisi lain, Tyhas yang tadi hanya terus berlari dari musuh, kini berhenti untuk balas menyerang dengan menembakkan beberapa anak panah secara bersamaan.


Serangan Tyhas tentu akan sangat mudah untuk di hindari dan di tahan oleh musuh, karena di tembakan langsung di depan mereka.


“Ck! Seperti nya aku hanya bisa bergantung pada Kaira.”


Setelah berkata demikian, Tyhas langsung menambah kecepatan berlari nya menuju ke arah Kaira, tanpa memperdulikan darah yang dia injak-injak.


Beberapa orang yang mengejar Tyhas juga menambah kecepatan mereka, beberapa Shuriken kembali mereka lemparkan.


Gerakan zig-zag Tyhas lakukan untuk menghindari serangan yang datang, dia juga menahan beberapa Shuriken.


Di saat yang sama, Kaira tengah berkonsentrasi mengendalikan Benang, tentakel dan Sword Misery nya untuk melawan musuh.


Kaira jelas sangat kualahan mengendalikan tiga kekuatan sekaligus, di tambah musuh yang berdatangan tidak ada habisan nya.


Raut wajah Kaira memburuk saat ada seorang Pria yang menebas menara es nya, walaupun kerusakan yang di timbulkan tidak terlalu besar.


“Sial! Aku tidak punya pilihan lain!” Kaira pun menempelkan telapak tangan nya ke ujung atas menara es. “Ice - Elemental Magic - Ice Golem!”


DRUUK...!


“Groaaa...!!”


Dari dalam tanah, muncul sebuah Golem setelah Kaira merapal kan Sihir itu. Golem tersebut terbuat dari es dan berukuran besar.



Sihir tersebut hampir menguras seluruh Magi milik Kaira, karena itu, cepat-cepat Kaira menarik kembali Benang Baja dan tentakel nya.


“Bentuk formasi, Golem ini berbahaya!”


Semua orang yang menyerang Kaira, segera membuat formasi untuk menghadapi Golem ciptaan nya.


Namun percuma saja, sebab Golem Es tersebut bisa dengan mudah nya mengacaukan formasi mereka hanya dengan sebuah tendangan.


Sihir Golem itu adalah Sihir paling menguras Magi yang Kaira miliki, dan ini adalah kali pertama dia menggunakan nya. Jadi kekuatan nya masih belum maksimal, atau bisa di bilang masih permukaan nya saja.


Golem tersebut tidak kuat sama sekali jika berhadapan dengan orang sekelas Vii, tapi sudah cukup kuat untuk melawan para pasukan Neckro.


Jadi Kaira cukup percaya diri kalau Golem itu dapat menahan pasukan Neckro untuk sementara waktu.


Will Continue In Chapter 42 >>>