
“Paladin? Um... Aku lihat di kediaman Walikota ada beberapa Kereta Pengangkut Barang, mungkin saja itu milik Paladin yang sedang kau cari.”
“Terima kasih, Bibi.” Kaira membungkuk, setelah itu langsung pergi ke kediaman Walikota.
Hanya butuh waktu kurang dari dua menit untuk Kaira mendapatkan jawaban tersebut, karena kebanyakan warga lokal pasti menyadari keberadaan Kereta milik si Paladin, di depan kediaman Walikota.
‘Hei kalian berdua, Paladin nya ada di kediaman Walikota.’
‘Cepat sekali kau menemukan nya.’ Tyhas merespon telepati Kaira.
‘Ah, aku kalah.’
‘Kita akan bertemu di sana. Kalau memang benar dia adalah Paladin yang bisa menjual banyak barang, kita akan punya cukup banyak uang setelah kembali dari sana.’
‘Ya!’ Tyhas dan Raven berkata serempak, kemudian melesat ke arah kediaman Walikota.
<----<>---->
WUUHS...! TAKH!!
SRENG!!!
“Siapa kau?!”
Baru saja Kaira mendarat, dia tiba-tiba di todongi oleh banyak Pedang dari berbagai arah. Dia langsung mengangkat kedua tangan nya. “Aku tidak berniat buruk, aku hanya ingin bertemu dengan, Tuan mu.”
Orang-orang yang menodongkan Senjata nya pada Kaira, mengerutkan kening. “Apa yang kau inginkan? Membunuh, Tuan? tidak akan kami biarkan!”
“Tentu saja tidak, aku cuma mau melakukan transaksi dengan, Tuan Paladin itu.” Kaira menjawab sambil tersenyum.
“Transaksi apa?”
Tangan kiri Kaira yang tadi nya terangkat, kini telah berada di dekat wajah nya. “Aku punya beberapa barang menarik di dalam sini.” Yang Kiara maksud adalah Dimension Ring nya.
Orang itu mulai sedikit melunak setelah mendapat penjelasan Kaira, dia berpikir sejenak sebelum berkata. “Kalau begitu keluarkan semua Senjata mu, baru kami izinkan masuk.”
Semua rekan orang itu, segera mengangguk, tanda bahwa mereka juga setuju.
“Apa itu akan menjamin keamanan Paladin yang sedang kalian jaga? Biar ku beri tau, aku ini bisa bertarung dengan menggunakan tangan kosong.”
SRING!!!
“Jangan berusaha memprovokasi kami, atau kau akan merasakan akibat nya!”
Kaira menghela nafas pelan, seakan-akan tidak memperdulikan beberapa ujung Pedang di dekat leher nya. “Kalian biarkan saja aku masuk, kalau perlu kalian awasi aku terus. Simpel kan?!”
WUSH...! DAKH!!
“Kaira ada apa?!” Tyhas dan Raven yang baru saja tiba, kompak bertanya.
“Ini, ada beberapa Penjaga menyebalkan-”
“Siapa mereka?” tanya salah satu Penjaga.
“Mereka berdua adalah teman-teman ku, tidak perlu kawathir, mereka tidak berniat buruk.”
PLOK! PLOK! PLOK!
Mendadak terdengar suara tepukan tangan, yang langsung membuat Kaira, Tyhas, Raven dan para Penjaga menengok ke arah yang sama.
Di sana terlihat seorang Pria tua yang berjenggot tebal, sedang berdiri memperhatikan apa yang sedang terjadi saat ini. “Kalian, biarkan Pemuda itu lewat, tidak perlu terlalu waspada.”
Dia terlihat sangat berwibawa saat mengucapkan perintah nya, menandakan bahwa dia adalah Paladin yang cukup handal.
Para Penjaga sebenarnya merasa sedikit ragu, di tambah dengan keberadaan Tyhas dan Raven semakin membuat mereka ragu.
Namun perintah dari sang Paladin tidak bisa mereka bantah, para Penjaga akhirnya membebaskan Kaira dari belenggu mereka.
Tyhas dan Raven segera mendekat setelah para Penjaga melepaskan Kaira. “Apa kau membuat masalah?” tanya Tyhas.
Dengan santai nya Kaira menjawab. “Tidak, mereka saja yang terlalu parno.”
“Salam kenal Tuan Muda, nama saya Clerick. Apa ada yang bisa saya bantu?” Si Paladin tiba-tiba memperkenalkan diri nya.
Dia berusaha untuk se' sopan mungkin berbicara dengan Kiara, karena merasa bahwa Pemuda itu bukanlah orang sembarangan. Terlihat jelas dari sikap nya yang tetap tenang meski sudah di kepung oleh banyak orang.
Clerick sedikit terkejut mendengar kalimat itu keluar dari mulut Kiara. “Bisa, asalkan yang kalian jual bukanlah material sampah.”
BRAK!
“Apa ini sampah?” Tyhas menaikan satu alis nya setelah mengeluarkan beberapa bagian tubuh Lord Mystical Beast tingkat rendah.
“Hei, aku juga punya beberapa!” Karena tidak mau kalah, Raven segera mengeluarkan belasan bagian tubuh Lord Mystical Beast tingkat rendah.
“ini...” Clerick hampir tidak percaya melihat semua bagian tubuh ini dimiliki oleh para Pemuda seperti mereka bertiga, begitu pula dengan para Penjaga. Jika tidak melihat nya secara langsung, mereka pasti tidak akan percaya.
“Jangan terkejut dulu, masih ada banyak.”
SYUS! BRAK!!
Belum cukup di kejutkan dengan yang tadi, kini Clerick dan para Penjaga di buat terkejut bukan main dengan bagian tubuh Lord Mystical Beast tingkat rendah yang Kaira berikan. Karena kali ini, jumlah nya puluhan.
Jumlah bagian tubuh Lord Mystical Beast yang Kaira miliki lebih banyak, bukan berarti dia yang paling banyak membunuh Mystical Beast saat sedang latihan.
Melainkan karena kebanyakan hasil buruan di masukan ke Dimension Ring nya, itu karena Dimension Ring milik Kaira mempunyai ruangan yang sangat besar.
“Ehem! Baiklah, akan saya beli dengan 40.000 keping Platinum.”
“Tidak bisa, kami ingin 60.000!” Tyhas dan Kaira langsung menaikan harga nya, karena mereka tau pasti Clerick ingin mencurangi mereka.
Sedangkan Raven hanya diam saja, sebab dia tidak pernah memikirkan jumlah uang yang sampai sebanyak itu.
“Ugh... 58.000! Tidak bisa di tawar lagi!” Clerick sedikit kesal karena rencana nya gagal.
“Deal.” Kaira pun menjabat tangan Clerick sambil tersenyum, setelah mencapai kesepakatan.
“Baiklah, tunggu sebentar, akan saya siapkan uang nya.” Clerick berusaha untuk tetap tenang demi menjaga ke wibawaan nya. Dia pun masuk ke kediaman Walikota.
Karena penasaran dengan tindakan Clerick, Kaira mencoba untuk bertanya ke Penjaga dan Penjaga itu menjawab singkat. “Walikota adalah Adik dari Tuan Clerick.”
Kaira hanya mengangguk, sebelum menengok ke arah Tyhas. “Apa kita tidak terlalu banyak menjual nya?”
“Kurasa tidak, ya... anggap saja semua uang itu untuk jaga-jaga jika keadaan darurat.”
“Hmm... Kalau menurut mu, Raven?”
Raven dengan wajah polos nya menjawab. “Tidak tau, aku sendiri tidak pernah membayangkan akan memiliki uang yang sebanyak itu.”
Sedetik kemudian, terdengar suara Clerick yang menyerahkan sebuah Dimension Ring. “Tuan Muda, ini uang nya.”
Kaira menerima Dimension Ring itu sambil menggaruk kepala nya, menyadari hal tersebut, Clerick pun bertanya.
“Apa ada yang mengganggu anda, Tuan Muda? Tenang saja aku pastikan uang nya tidak dikurangi.” Clerick berusaha menjelaskan.
“Bukan begitu, tapi yang aku pertanyakan adalah, kenapa anda tidak memasukan barang-barang anda ke Dimension Ring saja? Bukankah itu lebih efisien?”
“Ah ya, aku juga penasaran,” celetuk Tyhas.
“Apakah barang nya akan rusak jika dimasukan Dimension Ring?” tanya Raven.
“Benar, Dimension Ring yang bisa menjaga kondisi barang dengan baik setelah keluar masuk itu mahal, yang aku berikan padamu itu hanya seharga 5 Platinum.
Perpindahan antar Dimensi lah yang membuat barang bisa mengalami kerusakan, sedangkan Dimension Ring yang bisa menjaga kondisi barang, harga nya bisa belasan juta Platinum.
Oleh karena itu cepat pindahkan Koin mu ke Dimension Ring yang seharga belasan juta keping Platinum milik mu itu.
Jadi banyak Paladin yang memutuskan untuk mengangkut barang dagangan mereka saja, dari pada harus kehilangan dan akhirnya rugi.”
Kaira, Tyhas dan Raven kompak mengangguk, tanda bahwa mereka paham. Mereka bertiga tidak pernah menduga bahwa barang yang mereka dapatkan dari seseorang itu, ternyata sangat mahal.
“Baiklah Tuan, kami pamit, ada urusan mendesak yang harus segera kami selesaikan.”
“Ya, terserah.”
Kaira, Tyhas dan Raven pun pergi meninggalkan kediaman Walikota dengan membawa puluhan ribu keping Platinum.
Mereka bertiga segera mencari toko makanan untuk mengisi perbekalan, setelah selesai mereka langsung kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju White Eagle.
Will Continue In Chapter 55 >>>