
Gadis tersebut berambut hitam panjang, mata nya biru muda dan dia sudah bersiap dengan Katana nya.
Lucas mengerutkan kening, melihat tindakan gadis itu. “Kau ini siapa? Jika ingin melawan kami, ku sarankan kau segera pergi saja, atau kau akan mati.”
“Hahaha... Gadis kecil ini seperti nya sedang bercanda, Luca-”
WUSH!!
Lucas dan Heldrik langsung di buat diam seribu bahasa oleh gadis tersebut, ketika dia mengeluarkan Energi Sihir nya yang terasa begitu mengerikan bagi Heldrik dan Lucas.
Kedua Pria itu cepat-cepat mengambil jarak sejauh mungkin dari gadis itu. Ekspresi wajah mereka berdua memburuk dengan cepat.
“Kau- Siapa kau ini?!”
“Lucas, sepertinya kita harus mundur...” Heldrik mengambil keputusan tanpa pikir panjang.
Gadis itu hanya tersenyum tipis melihat ketakutan dua sekawan yang ada di hadapannya. Nampak sedikit rasa puas di wajah nya.
“Walaupun ini tidak penting, aku akan memperkenalkan diri ku, kalian bisa memanggil ku... The Sin of Gluttony - Lian...”
Sedetik berikut nya, Lian meleset dengan kecepatan yang tidak wajar ke arah Lucas dan Heldrik, tanpa memperdulikan ekspresi ketakutan keduanya.
<----<>---->
“Tidak ku sangka diriku akan tertipu oleh Jurus Fooling the Eyes...” Raja Elc menggelengkan kepala nya, sambil memperhatikan sekeliling nya sekali lagi.
Saat ini situasi benar-benar kacau di Stadium. Bau anyir dari darah orang-orang mulai menghiasi udara, di ikuti dengan mayat yang bertambah seiring berjalannya waktu.
Rin menyeringai melihat reaksi Raja Elc. “Bukan itu, tapi kalau yang ku ubah adalah Vii, semua nya akan seperti ini.”
“Ya... Dirimu ada benarnya.” Raja Elc menatap Issei dan Rin dengan tatapan tajam.
Beberapa Hari Yang Lalu.
Seorang Pelayan Istana dengan sangat tergesa-gesa berlari ke salah satu Penjaga yang berada di dekat nya.
“Hei, kau ini kenapa?” tanya Penjaga tersebut.
“Hah... Hah... Aku... Menemukan Tuan Daryl, terbaring penuh dengan darah di ruangan nya!”
Jawaban tersebut membuat sang Penjaga itu mengerutkan dahi nya. “Kau tidak sedang bercanda kan? Ini tidak lucu-”
“Aku tidak bercanda! Kita harus cepat! Jika tidak Tuan Daryl akan mati kehabisan darah!” Pelayan itu berteriak dengan kencang, membuat Penjaga yang lain mendengar perkataan nya.
Mereka semua tanpa pikir panjang langsung berlari menuju ruangan Daryl, yang merupakan orang penting di Kerajaan.
Daryl adalah Penasehat Raja yang Raja Elc pilih, dia sudah cukup lama menjadi penasehat dan selalu menemukan jalan terbaik dari sebuah masalah.
Karena itulah Daryl sangat penting bagi Kerajaan, penjagaan yang diberikan pada nya otomatis juga sangat lah ketat.
Tapi kali ini ada yang melaporkan bahwa Daryl telah di serang oleh seseorang. Laporan ini jelas sangat sulit untuk di percaya, namun memang begitulah kenyataan nya.
Daryl pun di bawa ke ruang medis, Tabib terbaik yang ada di Kerajaan langsung di kerahkan untuk menangani luka-luka yang Daryl alami.
Beruntung Daryl berhasil melewati masa kritis nya karena bantuan Tabib tersebut. Daryl memang melewati masa kritis nya namun belum sembuh.
Tapi keesokan pagi nya, dia sudah segar bugar, seakan-akan kejadian kemarin malam tidak pernah terjadi.
Karena kondisi nya, Daryl langsung di bombardir oleh banyak pertanyaan tentang apa yang terjadi atas kondisi nya saat ini.
Dan jawaban Daryl selalu sama, yaitu. “Mungkin karena Tabib yang merawat ku sangat handal. Dan aku sendiri lupa dengan apa yang terjadi.”
Jawaban tersebut tentu sangat susah untuk di terima akal, kecuali Tabib itu diam-diam meminumkan Pil Penyembuh tingkat tinggi pada Daryl.
Raja Elc menghela nafas. “Tidak ku sangka, Vii akan di ubah menggunakan Fooling the Eyes untuk membuat sekenario untuk menyusup dan... Daryl harus menjadi korban...”
“Dari pada terlalu banyak bicara, cepat kita selesaikan saja pertarungan ini.” Issei yang sedari tadi diam, akhirnya buka suara.
‘Pak tua Elc ini apa belum menyadari nya? Itu bukan Fooling the Eyes, Jurus itu hanya di miliki oleh Black Traitor, dasar bodoh!’ batin Rin.
“Kau benar, tapi kita harus pindah ke tempat yang lebih luas.”
Setelah berkata demikian, Rin langsung melesat menuju suatu tempat, di ikuti oleh Issei di belakang nya.
Untuk sekian kalinya, Raja Elc menghela nafas. “Ini semua salahku... Tapi bukan saat nya untuk memikirkan nya, ada yang harus aku selesaikan terlebih dahulu.”
Sebelum menyusul Rin dan Issei, Raja Elc menengok ke belakang. “Kaira, kau akan tetap hidup apapun yang terjadi... Itu bukan perkataan ku, tapi perkataan orang lain dan aku harus mempercayai nya.”
Raja Elc bisa melihat dengan jelas, di sana Kaira sedang sekarat dan ada di Vii di dekatnya. Namun Raja Elc tidak bisa ikut campur dalam urusan tersebut.
Karena itu dia memutuskan untuk mengejar Rin dan Issei yang sedang menuju ke kawah Gunung Adamantine.
<----<>---->
BRAK!! DRUAK!!!
Issei dan Rin mendarat di tanah pada saat yang hampir bersamaan. “Ini baru tempat yang luas,” ujar Rin sambil meregangkan badan nya.
BRUAK!!
Raja Elc yang baru saja mendarat, langsung menyerang kedua musuh nya. “Evenite - Exudos; Clade!”
“Kiiheeek...!”
“Auuu!!”
Bersamaan dengan terdengar nya dua suara itu, muncul dua ekor Lord Mystical Beast tingkat tinggi milik Raja Elc.
Exudos, adalah kuda dengan sepasang sayap, dia nampak sangat indah di tambah dengan warna bulu nya yang biru langit.
Lalu Clade, dia juga seekor Lord Mystical Beast namun hanya tingkat menengah. Clade adalah serigala yang berwarna hitam legam dan Clade memiliki mata ketiga di dahi nya.
Kedua Lord Mystical Beast itu langsung maju menyerang Rin dan Issei. Serangan tersebut mereka berdua sambut dengan serangan yang lebih kuat.
Tidak tinggal diam melihat peliharaan nya bertarung, Raja Elc langsung mengeluarkan senjata nya, yang berupa sebuah Bola yang bernama Anthem.
Anthem adalah Soul Weapon Level 7 yang dapat memberikan Raja Elc kekuatan tambahan serta pengendalian Sihir yang lebih baik.
Raja Elc mengaktifkan Anthem, membiarkan Soul Weapon tersebut mengambang di samping nya. Kemudian melesat ke arah medan pertempuran.
Di mana Clade beserta Exudos tengah bertarung melawan Issei dan Rin.
Will Continue In Chapter 34 >>>
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Woi batu, apa kabar? Buruk? Semoga baik lah, entar nggak ada yang baca Novel gua kalo kalian kabar nya buruk.
Gimana? Paham dengan penjelasan yang gua berikan tentang aksi Vii? Yaa... Kalo nggak paham baca lagi sampe paham.
Males gua jelasin lagi kalo Vii menyusup pake Sihir Ilusi dan bla bla bla. Dah lah bye!