Magic War

Magic War
Ch 40 – Master dan Cahaya Biru



Tanah bergetar cukup kuat saat kedua kubu saling bertemu dan mulai bertukar serangan. Pertarungan berlangsung dengan sangat sengit. Suara pertempuran yang tadi sempat menghilang, kini kembali menghiasi udara di dalam Stadium.


“Luka mu cukup parah, makan ini.” Di barisan belakang, Master Yi melemparkan sebuah Pil Penyembuh pada Vii.


CTAK!


Vii menangkap Pil itu dengan sempurna, kemudian mengunyah nya. “Master sendiri juga mendapatkan beberapa luka sayatan.”


Master Yi hanya tersenyum tipis menanggapi perkataan Vii, sebagai seorang Master luka sayatan yang ada di tubuh nya saat ini bukanlah masalah besar.


Ketika memukul Master Yi di depan gerbang Kota, Lian masih memiliki kekuatan penuh, jadi serangan nya begitu kuat.


Tapi sekarang Kekuatan Gelap milik nya itu sudah semakin melemah, sama persis dengan yang Kaira alami, jadi luka yang dia berikan pada Master Yi tidak separah dengan yang sebelum nya.


“Luka ini akan sembuh dengan sendiri nya...” Master Yi menepuk-nepuk beberapa luka di tubuh nya.


Master adalah gelar yang di berikan pada seseorang jika orang tersebut bisa menggapai kelautan besar hanya dengan mengandalkan Bela Diri atau Teknik.


Pada umum nya seseorang akan mempelajari tiga dasar dari kekuatan yaitu, Teknik, Jurus dan Sihir, tapi Master mengambil jalan yang berbeda.


Untuk menjadi seorang Master, di perlukan banyak sekali usaha dan tentu nya sangat menyiksa diri sendiri.


Untuk menjadi Master, seseorang harus melatih kekuatan fisik mereka hingga mencapai batas, sebelum mempelajari Teknik-Teknik tingkat tinggi Seni Bela Diri.


Seni Bela Diri di sini tidak terbatas pada tangan kosong saja, bisa juga Pedang, Benang, Tongkat, Jarum, Pisau dan lain-lain.


Karena kerja keras mereka, seorang Master pasti akan sangat dihormati, walaupun dia adalah musuh, sebab bukan orang sembarangan yang bisa menjadi Master.


“Master, seperti nya kita bisa segera kabur dari sini.” Vii menengok ke arah Issei. “Bagaimana menurut mu?”


Issei menggelengkan kepala nya sambil tersenyum pahit. “Kau lihat itu? Dua anggota penting kita sedang di sandera.” Jari Issei menunjuk ke pintu masuk kedua di Stadium.


Master Yi yang sudah mengetahui nya tidak merespon apapun, sedangkan Vii, sudah pasti dia akan menengok ke arah yang Issei tunjuk.


Raut wajah Vii memburuk karena melihat dua anggota penting yang Issei maksud ternyata adalah Lucas dan Heldrik.


Mereka berdua memang sengaja di tangkap untuk di jadikan sandera jika musuh ingin melakukan hal gila.


‘Ck! Yang Mulia memang mengatakan boleh kabur mau bagaimana pun keadaan nya, tapi, meninggalkan mereka berdua...‘ Vii merasa dilema.


Sebagai sesama Murid dari Master Yi dan juga karena sudah mengenal sejak lama, Lucas, Heldrik dan Vii memiliki hubungan yang bisa di bilang sahabat.


Meskipun Vii lebih senior, tapi dia tidak pernah sekalipun menganggap bahwa dua junior nya itu tidak berguna karena lebih lemah dari nya.


Malahan Vii menganggap mereka berdua sebagai orang-orang yang paling berharga dalam hidup nya.


“Master...”


“Tenang saja kita pasti akan menyelamatkan mereka berdua, tapi tidak akan sesederhana itu.” Master Yi sadar, akan butuh rencana untuk menyelamatkan Lucas dan Heldrik.


Di sisi lain, pada saat yang sama, Kaira dan Tyhas tengah berbicara, seakan-akan tidak memperdulikan pertempuran yang sedang terjadi.


“Apa yang sebenarnya terjadi pada mu?” tanya Kaira yang masih bingung dengan kondisi mental Tyhas yang tiba-tiba berubah.


Tyhas menggelengkan kepala nya. “Aku tidak tau, yang aku tau hanyalah cahaya biru muda yang tiba-tiba menghampiri ku lalu dia mengatakan bahwa semua nya akan baik-baik saja.


Setelah itu aku merasakan ketenangan yang amat sangat dan entah kenapa aku merasakan kekuatan ku meningkat, walau aku merasa kekuatan ini hanya sementara.”


Tepat setelah itu, Tyhas langsung mencari bantuan di tempat lain. “Kau sendiri juga mengalami hal aneh kan?”


“Aku sudah membawa nya ke tempat yang aman, begitu pula dengan Acsa dan Divan...”


“Hei kalian berdua, jangan cuma duduk, cepat berdiri!” Nero mendadak membentak mereka berdua.


Memang para peserta yang sebelum nya mundur, kini kembali ikut pertempuran di dalam Stadium, salah satu nya adalah Nero.


Sebenarnya Kaira bukan duduk hanya untuk berbicara dengan Tyhas, melainkan untuk memulihkan kondisi tubuh nya.


Sihir Gelap itu tidak hanya memberikan Kaira kekuatan tambahan, tapi juga kekuatan regenerasi. Hal tersebut Kaira sadari saat dia bertarung dengan Vii tadi.


Sebelum berdiri Kaira dan Tyhas sempat menengok ke kanan dan kiri, seakan-akan sedang mencari sesuatu.


“Apa yang kalian berdua lakukan?”


Tyhas menatap Nero. “Dimana Raja Elc dan Lian?”


Nero tidak mengetahui Lian yang di maksud oleh Tyhas, jadi dia menganggap Lian adalah gadis yang bersayap hitam itu.


“Dia sudah maju bersama Raja Elc, aku pergi dulu, kalian berdua cepat menyusul.” Nero pun terbang, kembali ke pertempuran.


“Apa sih, dia suka sekali mengatur.”


“Sudahkah Tyhas, kita harus segera membantu...”


Tyhas dan Kaira pun kompak berdiri, mereka berdua sempat bertukar pandangan sejenak sebelum sepakat untuk membantu dari jauh.


WUSH!!! WUSH!!


Kaira dan Tyhas pun melesat ke arah yang berlawanan, mereka berdua segera mencari posisi terbaik untuk membantu dalam pertempuran.


Pertempuran ini baru berlangsung kurang dari dua belas menit, tapi darah sudah mengalir dengan sangat deras di tanah.


Kaira hanya menggelengkan kepala nya ketika menyadari hal tersebut, tapi dia tidak memperdulikan kejadian itu sama sekali.


“Ice - Elemental Magic - Ice Tower!”


WRUUK...!! DEK!


Sebuah menara es yang cukup tinggi Kaira ciptakan untuk di jadikan pijakan bagi nya. Kaira sadar bahwa tindakan nya ini cukup riskan.


Karena sudah memperkirakan nya sejak awal, sebuah solusi sudah Kaira siapkan dengan menempatkan tentakel hitam milik nya di sekeliling menara es tersebut.


Dengan begitu tidak akan ada musuh yang berani bertindak sembarangan untuk menyerang Kaira dari bawah.


Sedangkan untuk mengatasi serangan dari anak panah lawan, Kaira menggunakan Frozen Air yang sangat keras di luar, namun rapuh di dalam.


*Note: Jurus ini ada di Chapter² awal, aku lupa yang ke berapa, tapi kayak nya 11 atau 12.


Setelah memasang Jurus yang berupa pelindung transparan tersebut, Kaira segera mengeluarkan Benang Baja dari Dimension Ring.


Frozen Air memang rapuh dari dalam, tapi asalkan tidak tersentuh oleh Magi, Juru itu tidak akan pernah hancur.


Jadi Kaira dapat dengan bebas menembuskan Benang Baja nya melewati Frozen Air, untuk mengontrol pergerakan lawan.


Dengan begini sempurna sudah persiapkan Kaira untuk membantu pertempuran dari jarak jauh.


Will Continue In Chapter 41 >>>