
PLUNG! SSSHHH...!
Si Tabib pun memasukan Life Light Pill ke air panas yang baru saja Kaira bawa. Pil berwarna kemerahan itu pun meleleh, hingga tercampur dengan air panas.
Mulut Tabib tersebut membentuk huruf O ketika menyadari niatan Kaira yang memilih Life Light Pil.
Yaitu karena Pil tersebut dapat di bagi dengan sangat mudah, tapi ada sesuatu yang mengganjal di pikiran Tabib itu. “Tuan Muda, kenapa anda ingin membuat Pil ini sebanyak 50 buah?”
“Simpel saja, itu karena Life Light Pil akan memiliki khasiat yang berlipat jika di tumpuk dalam air. Jadi tolong panggil yang lain nya!”
Yang bertugas untuk membuat Pil tidak hanya Tabib tersebut, melainkan ada beberapa orang lagi. Oleh karena itu Kaira menyuruh si Tabib memanggil Tabib lain.
“Tidak perlu memanggil kami, kami bukanlah orang-orang yang sulit mencerna situasi, jadi tenang saja.” Seorang Tabib berkata untuk mewakili Tabib yang lain. Tabib itu datang bersama beberapa Tabib.
“Kalau begitu, cepat bantu kami.”
“Baik!”
Mereka semua pun bergegas membuat Life Light Pill menggunakan bahan-bahan yang sudah di sediakan.
Kaira sendiri tidak hanya diam begitu saja, dia akan memberikan instruksi kepada para Tabib agar tidak melakukan kesalahan dalam proses pembuatan.
Awalnya Kaira sempat heran mengapa Archimedes Kingdom yang memiliki banyak Sumber Daya tapi menyembuhkan para "Pejuang" saja susah?
Dan Kaira mendapatkan jawaban nya ketika memberi instruksi pada para Tabib ini, mereka sama sekali tidak berpengalaman. Jadi wajar jika banyak Sumber Daya yang tidak bisa dijadikan Pil.
Raja Elc tersenyum tipis melihat semua itu, dia dari tadi memperhatikan aksi Kaira dari balik jendela ruang kerja nya. “Kau... Mirip sekali dengan Ibu mu.”
Sedikit kenangan masa lalu terlintas di benak Raja Elc ketika dia mengucapkan perkataan itu. “Rasa rasa nya, aku menyesali sedikit keputusan ku untuk menjadi seorang Raja.”
Raja Elc menyesali keputusan nya bukan karena beban menjadi seorang Raja, melainkan karena dia sudah tidak bisa bersama teman-teman nya lagi.
“Ah... bukan waktu nya untuk mengeluh. Lima Ratus Ribu Keping Platinum untuk selusin Pasukan tingkat menengah.” Raja Elc menulis sebuah surat.
Setelah selesai, surat tersebut pun Raja Elc lipat bersama dengan Dimension Ring yang berisi Lima Ratus Ribu Keping Platinum.
“Evenite - Star Bird.”
PYUSH!
“Kuak!”
Seekor burung berwarna biru tiba-tiba muncul dari ruang hampa, dengan segera Raja Elc mengikatkan surat tersebut ke kaki burung itu.
“Antarkan surat ini kepada Keluarga Izura! Bergeraklah secepat mungkin!”
“Kuak!”
WUSH!!
Star Bird langsung terbang keluar jendela setelah mendapat perintah. Demi menuju salah satu cabang Keluarga Izura, dia bergerak secepat angin, bahkan sedikit lebih cepat.
Raja Elc meregangkan tubuh nya setelah Star Bird menghilang. “Baiklah, setelah ini saat nya mengurus Sumber Daya pesanan Tuan Roselly.”
Raja Elc pun berdiri, berniat menuju ruang harta, tapi dia berhenti sejenak demi melihat Kaira yang sedang meminumkan Life Light Pill ke pada para "Pejuang."
Dia memasang senyum tipis, lantas melangkah untuk segera menyiapkan Sumber Daya pesanan Keluarga Roselly.
<----<>---->
Demi memastikan keamanan, orang-orang yang bertugas berjaga melakukan pemeriksaan hingga radius 30Km dari Kota terapung, Archi.
Tidak hanya pemeriksaan yang mereka lakukan, tapi juga merekrut Masyarakat yang mau membantu berjaga.
Ya tentu, hanya sedikit saja yang mau bergabung untuk berkeliling demi menjaga keamanan. Sebab mereka tau, nyawa adalah taruhan nya.
Alasan nya simpel, karena mereka merasa sudah di dahului oleh Kaira yang maju di garis depan saat pertempuran terjadi.
Karena rasa tidak mau kalah, mereka berlima memutuskan untuk tetap membantu sebisa mereka, tanpa memperdulikan luka yang saat ini mereka alami.
Tentu saja mereka di larang oleh beberapa orang, tapi mereka tetap memaksa untuk ikut. Karena tidak ingin ambil pusing, beberapa orang tersebut akhirnya mengiyakan.
Kegiatan berkeliling ini pun terus mereka lakukan hingga beberapa hari kemudian, bahkan ketika Pasukan dari Keluarga Izura telah sampai.
Di saat yang bersamaan juga, berita tentang di serang nya Festival Adamantine Peak mulai menyebar ke seluruh Benua Altesia.
Pihak penentang Neckro seketika kebakaran jenggot saat mendengar kabar ini, namun mereka tidak bertindak gegabah.
Sempat di adakan diskusi di markas rahasia mereka dan dari diskusi tersebut telah di putuskan bahwa Black Knight akan di musnahkan.
Tapi mereka semua sudah terlambat, karena saat Kota Kynes, markas baru Black Knight yang berada di Blue Dragon Lantern di cek. Sudah tidak ada siapapun di sana.
Kota tersebut sekarang sudah terlihat seperti Kota mati. “Kita kehilangan kesempatan emas!” ujar seseorang.
Pihak penentang Neckro hanya bisa mengumpat, mereka benar-benar tidak berpikir bahwa Neckro akan memindahkan Black Knight ke markas mereka.
Para pihak penentang Neckro sangat menyesali keputusan mereka yang hanya mengancam Black Knight. Jika tau akan terjadi hal seperti ini, mereka pasti sudah menghancurkan Black Knight sejak lama.
Black Knight tentu sangat tidak berpengaruh terhadap kekuatan Neckro, tapi informasi yang mereka miliki tentu sangat berharga.
Itulah mengapa mereka semua memutuskan untuk membiarkan Black Knight tetap ada, lalu mengorek informasi secara perlahan, demi memastikan tidak ada pemalsuan.
Namun semua rencana itu berantakan karena Neckro mau menampung Black Knight. Terpaksa mereka harus kembali pulang dengan tangan kosong dan pasti sangat marah.
Andaikan mereka tau letak markas Neckro, pasti sudah mereka serbu sejak lama sekali, tapi kesempatan untuk mendapatkan nya sekarang sudah hilang.
<----<>---->
Di waktu yang hanya berbeda beberapa hari saja, Vii tengah berlutut di hadapan Pemimpin Neckro. Tidak seperti biasa nya, kali ini wajah nya tanpa ekspresi.
“Apa kau sudah menemukan dua orang yang ku maksud?”
“Tentu Yang Mulia.”
Pemimpin Neckro menyipitkan mata nya. “Bisa kau sebutkan ciri-ciri dari dua orang itu?”
“Baik. Pertama adalah seorang gadis dengan rambut hitam panjang yang terurai dan bola mata nya biru gelap. Lalu dia seperti mengalami gangguan kejiwaan.
Sedangkan yang kedua merupakan seorang bocah berambut putih salju, untuk mata nya juga biru gelap tapi agak kemerahan dan yang paling mencolok dari nya adalah tato Naga di bahu kanan nya.”
Pemimpin Neckro hanya mengangguk untuk merespon penjelasan Vii. “Kalau begitu, kau bisa pergi sekarang...”
Vii pun berdiri, kemudian memberi hormat, barulah dia melangkah pergi. Namun tiba-tiba dihentikan oleh pertanyaan dari Pria itu.
“Apa kau masih bersedih atas kematian kedua adik mu?”
Pertanyaan itu membuat Vii mengepalkan tangan nya keras, sambil merapatkan gigi. “Tidak Yang Mulia, aku hanya...”
“Sudah pernah kubilang bukan? Jangan pernah berbohong di hadapan ku.”
Mendengar perkataan itu, Vii terdiam, dia tidak tau harus berkata apa dan bertindak seperti apa. Yang dia lakukan hanya lah diam memunggungi Pemimpin Neckro.
Benar, Lucas dan Heldrik sudah mati karena Pil Racun yang waktu itu memasuki tubuh mereka berdua. Karena kematian mereka berdua lah Vii sampai membawa Black Knight ke cabang nya.
Dia sudah tidak peduli lagi dengan alasan bergabung nya Black Knight ke Neckro. Yang dia pikirkan saat ini hanyalah menambah kekuatan demi membalaskan dendam nya.
Will Continue In Chapter 50 >>>
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Chapter ini terlalu random 🗿