Magic War

Magic War
Ch 42 – Kematian



‘Master...’ Sambil bertarung, Vii melakukan telepati dengan Master Yi.


‘Tenang saja, aku sudah mengirim beberapa orang untuk menyelamatkan mereka berdua. Kita hanya perlu fokus untuk menahan dua setan ini!’


DUAKH!!


Master Yi menendang Lian dengan keras, tapi tendangan nya berhasil di tahan oleh gadis tersebut.


Sementara itu di lokasi pertempuran, Aranri sedang berada pada posisi yang sangat tidak menguntungkan.


Luka-luka yang cukup parah telah memenuhi tubuh nya saat ini, sedangkan Pil Penyembuh milik nya sudah habis.


Di tambah lagi ada tiga orang dari pihak Neckro yang sedang mengepung nya. Menghadapi satu orang memang bukan masalah bagi Aranri, tapi kalau tiga sekaligus, akan berbeda ceritanya.


Aranri merapatkan gigi nya, sebelum bergerak maju untuk menyerang mereka bertiga.


Tiga orang itu tentu sudah bersiap-siap dari tadi, jadi mereka maju di saat yang hampir bersamaan dengan Aranri.


TRANG!!!


Pedang mereka berempat pun berbenturan, menyebabkan gelombang suara yang nyaring di udara.


SRANG!!


Aranri melakukan gerakan menebas yang melingkar menggunakan Pedang Besar nya, membuat pedang tiga orang itu terhempas.


Tidak berhenti sampai di situ, Aranri segera melakukan tebasan tebasan berikut nya, yang tentu sangat cepat, karena memanfaatkan Elemen Petir.


Serangan dari Aranri yang sudah sangat kelelahan, dapat dengan mudah mereka bertiga hindari atau tangkis, lantas membalas nya.


Luka yang parah, kembali bertambah di tubuh Aranri, dan pendarahan nya semakin parah. Meskipun begitu Aranri tetap berusaha untuk melawan.


Tindakan Aranri menjadi bahan tertawaan bagi mereka bertiga, sebab mereka tau bahwa tindakan Pemuda itu hanyalah tindakan putus asa.


Sambil tertawa lepas, mereka bertiga pun mulai menyerang Aranri dengan serius, tapi tidak terlalu dalam melukai nya.


Alasan mereka bertiga melakukan hal itu hanya lah satu, yaitu ingin menyiksa Aranri dengan memberikan banyak serangan, tapi tidak terlalu parah.


Karena kehilangan terlalu banyak darah, tubuh Aranri mulai lemas, sampai pandangan nya menjadi buram.


Hingga pada akhirnya Aranri jatuh ke tanah setelah terkena tebasan yang sengaja di lakukan secara bersamaan oleh mereka bertiga.


“Hah... Membosankan...”


DAKH!


Salah satu dari ketiga orang itupun mendekati Aranri yang sedang terbaring lemas, kemudian menginjak kepala nya.


“Ada kata-kata terakhir?” Pria itu menaikan alisnya.


“Kalian... Akan... Ka-”


SRAAS!!!


Belum sempat Aranri selesai berucap, kepala nya sudah terlanjur di tebas menjadi dua oleh Pria itu.


Tidak hanya darah yang keluar akibat serangan itu, tapi isi kepala Aranri juga menyembur keluar.


<----<>---->


“Fire - Elemental Magic - Fire Breath!”


WUUUR...!!


Api yang cukup besar, Tyhas semburkan pada tiga orang yang sedari tadi mengejar nya, tapi lagi-lagi mereka dapat menghindar.


Karena merasa serangan nya akan terus sia-sia dan hanya membuang tenaga saja, Tyhas pun memutuskan untuk tidak menyerang lagi.


Dia hanya fokus berlari menuju ke arah Kaira, demi meminta bantuan dari nya, karena Kaira adalah petarung jarak dekat.


Di sisi lain, tiga orang yang mengejar Tyhas merasa bahwa mereka tidak akan bisa menangkap Tyhas jika terus begini.


Mereka bertiga segera memutar otak, sambil mengamati sekeliling untuk mencari sesuatu yang bisa di manfaatkan.


Hanya butuh waktu kurang dari semenit bagi mereka untuk menemukan solusi atas masalah pengejaran Tyhas.


Mereka bertiga mengangguk sepakat, sebelum salah satu dari mereka tiba-tiba berhenti sedangkan dua lainya masih mengejar.


Yang mana tiga orang tersebut adalah orang-orang yang membunuh Aranri. Tanpa berpikir panjang, mereka bertiga segera mengejar Tyhas.


Dengan bergabung nya tiga orang yang membunuh Aranri, total ada enam orang yang sekarang ini sedang mengejar Tyhas.


Tyhas tentu sangat kualahan menghadapi enam orang yang terus-terusan melemparkan Shuriken atau menebaskan Pedang ke arah nya.


Saat ini jarak Tyhas dan Kaira hanya tinggal 200m saja, sudah cukup dekat tapi enam orang itu juga semakin mendekat.


‘Tidak ada pilihan lain...’ Tyhas menghirup nafas dalam-dalam, sebelum. “KAIRA!! AKU BUTUH BANTUAN!!!”


Enam orang yang mengejar Tyhas mengerutkan kening. Mereka tidak tau siapa orang yang Tyhas panggil, tapi sepertinya jika orang itu sampai datang akan sangat merepotkan.


Di saat yang bersamaan, Kaira yang sedang berkonsentrasi untuk mengumpulkan Magi di atas menara es, membuka matanya karena suara teriakan Tyhas.


“Tyhas?!” Kaira nampak terkejut.


Pertama Kaira terkejut karena suara Tyhas bisa sampai ke telinga nya tanpa telepati, padahal kondisi Stadium sedang sangat berisik. Kedua, mengapa Tyhas tidak melakukan telepati saja?


“Aku harus cepat, seperti nya sedang sangat gawat!”


PRANG!!!


Dengan segera Kaira memecahkan Frozen Air, kemudian terbang menggunakan Sword Misery. Meninggalkan Golem nya yang sedang bertarung.


Tidak perlu waktu lama bagi Kaira untuk dapat melihat Tyhas di kejauhan, yang saat ini sedang di kejar-kejar oleh enam orang.


Sekias saja Kaira bisa melihat bahwa kekuatan enam orang itu sudah setara dengan Tyhas yang mendapat peningkatan kekuatan dari suatu cahaya.


TAK! CTRAK!! TRAK!!


Dengan cepat Kaira melemparkan beberapa Sword Misery ke pada musuh, agar mereka sedikit kehilangan fokus pada Tyhas.


Setelah niat pertama nya berhasil, Kaira langsung membawa Tyhas terbang menjauh dari enam orang itu.


Ketika sudah cukup jauh, kemudian tempat nya juga aman, barulah Kaira dan Tyhas turun. “Siapa mereka berenam?” Tanpa menunggu lama, Kaira segera bertanya.


“Aku tidak tau, tapi sepertinya mereka memiliki peran penting dalam pertempuran,” jawab Tyhas sambil terengah-engah.


Kaira mengerutkan dahi nya atas jawaban yang Tyhas berikan, memang bukan tidak mungkin mereka memiliki peran penting dengan kekuatan yang mereka miliki.


Tapi Kaira memutuskan untuk tidak membahas perkara itu lebih jauh lagi, karena ada sesuatu yang lebih penting untuk Kaira bahas.


“Tyhas, kenapa kau tidak melakukan telepati saja tadi? Bukankah itu lebih bagus dari pada berteriak?”


Tyhas menghela nafas, sebelum menjawab pertanyaan Kaira. “Aku sudah mencoba nya, tapi hasil nya nihil, karena ini mengganggu.” Jari Tyhas menunjuk tanda hitam yang ada di dahi Kaira.


<----<>---->


“Sial! Dia berhasil kabur!” Salah satu dari para pengejar berdecak kesal.


“Hei sudahlah... Memang nya kenapa kalian mengejar Pemuda itu?” tanya Pria yang sudah membunuh Aranri.


Dia dan dua orang rekan nya memang tanpa pikir panjang langsung membantu saat salah satu dari para pengejar meminta bantuan.


Tapi sebenarnya mereka sama sekali tidak mengetahui alasan di balik pengejaran terhadap Tyhas.


“Kau tau kan? Kita dan yang lainnya di perintahkan Master Yi untuk menyelamatkan Lucas dan Heldrik.”


“Ya?”


“Lalu kita di suruh menghabisi orang-orang yang berpotensi mengganggu rencana dan Pemuda itu adalah salah satu nya!”


Raut wajah Pria itu memburuk. “Kalau begitu kita harus cepat!”


“Tapi kita masih belum menghabisi semua nya, masih ada si Jenius Anna dan Demi - Human yang bernama Nero itu.” Yang lain nya berpendapat.


Seketika mereka semua terdiam, mereka tidak hanya diam tapi juga memikirkan langkah terbaik yang harus mereka ambil selanjutnya.


Mereka berenam diam tidak jauh dari lokasi pertempuran, membuat beberapa orang yang berada di pihak Archimedes Kingdom menyerang.


Namun mereka, para pihak Archimedes Kingdom sudah melakukan kesalahan dan akibatnya mereka mati tanpa perlawanan sedikitpun.


“Sudah tidak ada lagi rencana bagus yang bisa kita buat di situasi yang seperti ini, yang bisa kita lakukan hanyalah mengumpulkan yang lainya, karena kita akan melawan orang yang setara dengan Tuan Vii.” Pria itu berkata tanpa memperdulikan mayat-mayat baru di samping nya.


Will Continue In Chapter 43 >>>