
“Enchant - Hellball...”
WOSH!! JDAAR!!!
Sebuah bola hitam yang tidak terlalu besar Kaira ciptakan dengan cepat, kemudian dia lemparkan ke arah Vii.
Vii tentu tidak meremehkan serangan Kaira, dia segera bergerak mundur menjauh dan tindakan nya sudah sangat tepat.
Karena saat Hellball menyentuh tanah, ledakan yang cukup besar juga sangat mematikan tercipta. Membuat orang-orang yang tadi nya ada di sana, mati menjadi abu.
WUUS! DAK!
Dengan menggunakan tentakel nya, Kaira segera memindahkan Tyhas ke tempat yang aman, sebab dia tau bahwa pertarungan nya tidak akan ramah lingkungan.
“Apa-apaan kekuatan mu itu?!” Master Yi terlihat sangat tidak percaya.
“Apa perlu aku menjelaskan nya? Bisa saja aku membunuh mu saat sedang menjelaskan.”
“Hah... Benar juga, kalau begitu ini adalah saat yang tepat untuk menggunakan Teknik itu.” Master Yi pun memasang kuda-kuda.
Dahi Vii mengerut saat Master Yi mengatakan tentang ‘Teknik itu’. “Master, bukankah niatan anda terlalu berbaha-”
“Aku tidak mau menunggu.”
DUAKH!!!
Karena tidak mau menunggu lagi, Kaira segera melesat, kemudian menendang Vii hingga dia terpental ke ujung Stadium yang lain.
Tidak sampai di situ, Kaira segera mengalihkan perhatian nya ke arah Master Yi. Tapi seperti nya dia terlambat seperkian detik.
BUAKH!!! DRAAAK...!!!
Kaira terlambat karena Master Yi sudah terlanjur mengaktifkan Teknik yang dia maksud, yaitu Gate of the Soul.
Dengan begitu Master Yi bisa bergerak dengan sangat cepat dan kekuatan nya meningkat. Sehingga Kaira mundur sangat jauh karena pukulan nya.
Tubuh Master Yi di selimuti oleh Aura putih terang ketika Teknik itu aktif, mata nya juga ikut berubah menjadi putih.
“Vii!! Bawa Lucas dan Heldrik menjauh, aku akan menahan Setan Kecil ini!” Setelah berkata demikian, Master Yi langsung melesat ke arah Kaira.
“Kau tau bukan? Aku sudah memperkirakan semua nya sejak tadi...”
“Enchant - Amament!”
Semua nya terjadi begitu cepat, Master Yi yang sedang melesat dengan kecepatan yang diluar nalar, dapat dengan mudah Kaira tahan.
Tentakel hitam itu lebih kuat dari yang tadi, jadi dapat menahan Master Yi selama kurang lebih dua detik.
DUAKH!! BUAKH!! DUAS!!
Tiga tendangan Kaira lepaskan pada Master Yi secara berturut-turut. Master Yi yang tidak bisa bergerak hanya bisa pasrah menerima nya.
Tidak berniat memberi nafas, Kaira segera memutar kebelakang Master Yi saat masih berada di udara.
“Soul Ripper!”
SRAS!!
Dengan menggunakan Pedang buatan nya, Kaira menebas tengkuk Master Yi. Namun luka yang di timbulkan hanya sedikit.
DUK! WUSH!!
Kaira pun menginjak kepala Master Yi untuk dia jadikan tumpuan, kemudian terbang ke arah sandera. Karena Vii sedang menuju ke sana.
Dengan dua sayap nya, hanya butuh 5 detik saja untuk Kaira dapat sampai ke sana. Cepat-cepat dia menghadang Vii.
“MINGGIR!!”
DUAKH!!! ZRAS!!
Vii menggunakan kepalan tangan nya untuk memukul perut Kaira dengan sangat keras, tapi langsung di balas oleh sebuah tebasan dari Kaira.
BUAKH!!!
Lengan kanan Vii cidera parah akibat serangan tersebut. Kaira tidak berhenti begitu saja, dia dengan segera memukul mundur Vii.
“Ice - Elemental Magic - Ice Wall!”
DAK! ZRUUUK...!!!
Tepat setelah memukul mundur Vii, Kaira langsung menghentakan kaki nya ke tanah kemudian dinding es yang melingkar tercipta.
Dinding tersebut setinggi seratus meter dan lebar nya sampai menutupi seluruh Area tempat dua sandera berada.
‘Hei, bunuh saja kami... Aku su-’
“Diam... Jangan banyak bicara.” Kaira menanggapi singkat telepati Lucas. Sorot mata nya terlihat sangat waspada.
PRANG!! DAKH!!! DRAK!!
Master Yi yang baru saja memcahakan dinding es ciptaan Kaira, tiba-tiba di tendang kepala nya hingga menempel ke tanah.
Dan itu Kaira yang melakukan nya, Pemuda tersebut tidak tinggal diam, dia segera menancapkan Pedang nya ke kepala Master Yi.
PRANG!! TAKH!!! PRANG!
Tapi belum sempat ujung dari Pedang Kaira menyentuh kepala Master Yi, tiba-tiba Vii datang untuk menggagalkan niat nya. Dengan cara memiting kepala Kaira, kemudian melemparkan Pemuda itu keluar dinding es.
Master Yi mencoba berdiri. “Ah... Terima kasih Vii.”
WUSH!!!
Vii tidak menjawab, melainkan segera melesat ke arah Lucas dan Heldrik berada. Master Yi yang memahami maksud Vii, segera memasang sikap siaga.
Dia pun ikut masuk menjebol dinding untuk sekali lagi.
“EEERRRRAAAA!!!”
PRANG!!!
“Divi-”
BUAKH!! PAKH!! DUAKH!!! DRAK!!!
Dengan sangat cepat, Master Yi menghajar Kaira hingga dia berada pada posisi yang sama dengan dirinya beberapa detik yang lalu.
Tidak ingin Kaira kabur, Master Yi segera menindih tubuh Kaira, kemudian menginjak kedua sayap nya dan menahan pergerakan tangan nya.
Kaira tentu terus-terusan memberontak, tapi tidak tetap saja tidak bisa lolos dari kenangan Master Yi. ‘Ugh... Hellball terlalu menghabiskan tenaga!‘
Sekarang ini Vii sudah berdiri di depan Lucas dan Heldrik, hanya tinggal mengambil dua Pil Racun yang mengambang di depan mereka saja.
Mata Kaira melotot saat melihat nya. Seperti nya kekalahan sedang menanti diri nya, tapi Kaira tidak menyerah begitu saja dan tetap melakukan perlawanan.
Cepat-cepat, dengan menggunakan Enchant - Amament atau tentakel hitam, Kaira menahan pergerakan tubuh Vii.
DUAKH!!!
Master Yi membenturkan kepala nya sendiri ke kepala Kaira. “Lepaskan tentakel mu!”
“Sayang sekali... Hampir semua kekuatan ku- sudah ku pusatkan ke sana.”
DUKH!!! DUAKH!! DAKH!!!
“Sudah ku bilang lepaskan!!”
“Paman... Dari pada kau mengurus ku, lebih baik kau segera ke sana...” Kaira berkata dengan nada berat.
Secara refleks, Master Yi langsung menengok ke arah Lucas dan Heldrik di sandera. Yang dia lihat hanyalah beberapa tentakel Kaira, dua sandera dan Vii yang sedang memberontak.
“Apa maksud mu?”
“Bergerak dan kedua Murid mu akan mati-”
Nafas Master Yi tiba-tiba berhenti sejenak. “Kau...”
“Ya... Cepat tolong Murid dua kesayangan mu... Atau mereka berdua akan mati konyol...”
Raut wajah Master Yi dengan cepat memburuk. Secepat mungkin dia berlari ke arah sandera berada, dia sudah tidak lagi memperdulikan Kaira.
Waktu seakan-akan berjalan lambat bagi Master Yi, saat dia melihat tentakel-tentakel hitam milik Kaira bergerak akan menyentuh Lucas dan Heldrik, sedangkan Vii masih sibuk memberontak.
“Sialan! Cepat lah terlepas!!” Vii masih berusaha memberontak.
Di saat yang sama, dua tentakel dengan sangat cepat menyentuh kepala Lucas dan Heldrik, sedetik berikut nya mereka berdua terangkat oleh tentakel itu dan...
SYUS!
“Khhk...!”
“Ugkk!!”
Jurus tipe Control itu bereaksi terhadap gerakan yang Lucas dan Heldrik sebabkan, jadi dua Pil Racun tersebut langsung memasuki mulut mereka berdua yang sedang terbuka lebar.
Mata Vii dan Master Yi melebar tidak percaya, saat melihat kejadian di hadapan mereka. Nafas Vii tiba-tiba memburu dan terasa sesak di saat yang sama.
TAK! WUSH!!!
“MUNDUR!!!”
Dengan cepat Master Yi membawa Lucas dan Heldrik, kemudian menyerukan agar semua pihak Neckro mundur. Tindakan nya menunjukkan bahwa dia memiliki pikiran yang cepat.
Master Yi tidak menunggu mereka semua bereaksi, melainkan cepat-cepat membawa dua Murid nya itu ke tempat yang aman.
Vii yang masih berdiam di situ, menengok ke arah Kaira, tatapan nya sangat menyeramkan. “Katakan pada ku bahwa itu tadi bukan kenyataan...”
Kaira berdiri kemudian meregangkan badan nya. “Tidak perlu bertanya, kau pasti sudah tau jawaban nya.” Kaira berkata tanpa menatap mata Vii.
Kemudian dia melepaskan tentakel yang dari tadi mengekang pergerakan Vii.
Namun Vii tidak bereaksi dengan apa yang terjadi pada tentakel tersebut. “Hoi... Katakan dengan bena-”
“Lebih baik kau segera mengejar mereka, atau mereka akan mati tanpa diri mu.”
“Ugh!” Vii masih dengan raut wajah menyeramkan nya, mengepal kan tangan dengan keras. “Kematian akan selalu menunggu mu setelah ini...”
WUSH!!!
Kaira menaikan sebelah alis nya setelah Vii sudah menghilang dari situ. “Haha...”
BRUK!
Tubuh Kaira tiba-tiba tumbang, di ikuti oleh kedua sayap dan tanda di dahi nya yang menghilang. “Setidak nya aku bisa membunuh mereka... Yah... Walaupun aku merasa sedikit kecewa...” Mata Kaira secara perlahan mulai terpejam.
<----<>---->
Pihak Archimedes Kingdom hanya bisa diam melihat musuh mereka mundur, mereka tentu ingin mengejar tapi di waktu yang sama mereka juga sadar tidak akan membuahkan hasil apa-apa jika tetap mengejar.
Mereka semua tidak langsung pergi dari Stadium, melainkan duduk di tanah tanpa memperdulikan mayat teman-teman mereka dan darah di sana.
“Hahaha... Seperti nya kita sangat menakutkan sampai mereka mundur.”
“Buahahaha... Kau benar, kita adalah Monster!”
“Kita menang! Kita adalah yang paling kuat!”
Satu-persatu orang yang masih bisa bicara, mulai tertawa sambil menyorakan kemenangan yang mereka telah raih.
Meskipun tertawa sambil bersorak gembira, tidak menjamin bahwa mereka semua benar-benar bahagia.
Sebab mereka sudah banyak kehilangan, entah itu teman atau diri sendiri yang mengalami cidera parah. Ada yang kehilangan lengan, kaki, bahkan mata.
Jadi kemungkinan mereka merasa bahagia adalah 0% mutlak.
Tapi mereka tau bahwa menangis tidak akan membawa seseorang pada cahaya, namun dengan tertawa bahagia, cahaya akan selalu ada di samping mereka. Walaupun tidak terdapat sedikit pun kebahagiaan di hati mereka.
Will Continue In Chapter 46 >>>