
Jebakan yang akan mereka berempat buat adalah sebuah lubang besar. Yang mana jebakan tersebut akan digunakan untuk mengurung Laure sementara waktu.
Rencana nya saat Laure terkurung di dalam lubang itu, mereka berempat akan langsung menyerang Laure secara habis-habisan.
Dengan begitu, saat Laure berhasil merangkak kembali kepermukaan, kekuatan nya tidak akan sekuat sebelum nya. Atau bahkan mereka bisa membunuh Laure di dalam lubang itu.
Langsung saja mereka berempat pergi ke tengah Kota untuk membuat jebakan yang sudah mereka rencanakan.
Alasan mereka memilih tengah Kota, itu karena di sana terdapat sebuah tempat yang cukup luas dan lokasi tersebut juga strategis.
Karena empat jalanan utama Kota mengarah pada tengah Kota, jadi dengan begitu akan semakin mudah menggiring Laure ke arah jebakan.
“Oi Pria yang hilang ingatan, apa benar Laure tidak akan mengetahui ini?” Tyhas tiba-tiba bertanya saat mereka baru saja sampai di atas sebuah atap bangunan yang masih utuh.
“Ya, sekarang ini Laure sedang berada jauh di bawah tanah. Jadi aku pastikan dia tidak mengetahui rencana kita.”
Kaira menepuk pundak Tyhas. “Bisa kita lakukan sekarang? Aku mulai tidak nyaman berada di tengah-tengah Kota hancur yang di penuhi oleh mayat.”
Tyhas mengangguk pelan, sebab dia juga merasakan hal yang sama. “Baiklah... Raven siapkan angin mu untuk mendorong nya!”
“Di sini sudah siap!” jawab Raven di kejauhan.
Mendengar jawaban Raven, Tyhas pun menarik nafas dalam-dalam, sebelum mulai membentuk lubang jebakan. “Metal - Elemental Magic - Inverted Triangle!”
Tepat setelah Tyhas mengucapkan mantra itu, sebuah Segi tiga raksasa yang ujung nya terbalik, terbentuk di langit.
Segi tiga itu pun mulai jatuh secara perlahan, menimbulkan hembusan angin yang sangat kencang dan bertambah kencang saat Raven menggunakan Sihir nya.
“Wind - Elemental Magic - North Wind!”
Demi menambah kecepatan dan daya rusak dari Inverted Triangle, Raven menggunakan Sihir angin nya untuk mendorong segi tiga tersebut.
Alhasil besi raksasa yang berbentuk segi tiga itu jatuh dengan kecepatan dua kali lipat dan hembusan angin yang ditimbulkan semakin parah.
Angin yang tadi nya hanya menghembuskan debu, kini mulai membuat beberapa puing-puing bangunan terbang kemana-mana.
Bahkan ada beberapa mayat yang terhempas sangat jauh akibat hembusan angin dari Inverted Triangle.
Kaira, Tyhas, Raven dan L langsung melapisi tubuh mereka masing-masing menggunakan Magi, agar tidak ikut terhempas.
Dan saat yang ditunggu-tunggu akhirnya datang.
WUUUUSSSHH...!!! BRAK!!!! GRRRRRR...!!!
Inverted Triangle akhirnya menyentuh tanah, sedetik berikut nya tanah yang segi tiga itu sentuh ambles, hingga menciptakan lubang yang cukup besar.
Besi raksasa tersebut pun ikut masuk ke dalam lubang yang baru saja terbentuk itu. Akibat nya tanah jadi bergetar hebat.
Getaran nya berlangsung tidak lama, hanya sekitar dua detik saja. Namun kerusakan akibat getaran tersebut cukup besar.
Banyak bangunan-bangunan yang masih belum tubuh alias hanya rapuh saja, hancur karena getaran tersebut dan banyak pohon yang ambruk.
“Ck! Yang benar saja, Inverted Triangle belum masuk ke tanah seutuh nya?!” Tyhas nampak kesal ketika melihat Sihir milik nya belum menembus tanah.
Maksud nya, seluruh bagian Inverted Triangle belum masuk kedalam tanah. Dengan kata lain masih tersisa kurang lebih setengah bagian yang belum melubangi tanah.
“Kalau begitu, biarkan aku memasukan nya.” Tanpa basa-basi, Kaira langsung melesat ke arah Inverted Triangle menancap.
Dan diikuti oleh L. “Aku juga!”
Sedangkan Tyhas dan Raven yang sudah lelah karena terlalu banyak menggunakan Magi, hanya bisa terbaring di atap bangunan tempat mereka berada.
<----<>---->
“Curse Seal!”
Tapi bukan berarti Curse Seal yang kali ini lemah, kekuatan itu, tetaplah kuat. Hanya saja yang kali ini adalah versi terlemah nya.
DUNG!!! DRRRR...!!!
Setelah mengaktifkan Curse Seal, Kaira segera memukul Inverted Triangle dengan sangat keras. Hingga membuat segi tiga itu masuk ke tanah lebih dalam lagi.
Namun masih tersisa sedikit bagian dari Inverted Triangle yang belum masuk ke dalam tanah dan kini adalah giliran L untuk membantu.
“Earth - Elemental Magic - Socks!”
Tanah yang keras secara perlahan mulai menyelimuti kaki kanan L, hingga pada akhirnya seluruh kaki Pria itu penuh dengan tanah.
DUANG!!! GRRRR...!!! DAS!!
L pun melakukan gerakan memutar ketika masih berada di udara, kemudian melepaskan sebuah tendangan kuat pada besi raksasa itu.
Dan hasil nya Inverted Triangle benar-benar masuk ke dalam tanah, tapi Sihir di kaki L harus hancur berkeping-keping. Mengakibatkan kaki kanan nya sedikit mengalami cidera.
*Note: Semua kejadian ini,. berlangsung selama kurang lebih 1 menit.
Setelah melihat semua itu dari kejauhan, Tyhas langsung menghilangkan Inverted Triangle, dengan cara mengubah nya menjadi partikel cahaya.
Karena tindakan Tyhas, langit yang tadi nya gelap dan suram. Kini menjadi sedikit bercahaya, terlihat sedikit lebih baik.
BRRRR...!!! DEP!!
Tanpa memperdulikan kaki nya yang sedang ter kilir, L segera menutup bagian atas dari lubang yang baru saja mereka buat.
“Ugh... Seperti nya posisi ku salah saat menendang tadi, hah...,” keluh L yang tidak bisa menggerakkan kaki nya. Membuat diri nya saat ini, harus membaringkan tubuh di tanah.
TAB! TAB! TAB!
“Butuh bantuan?” Kaira yang baru saja sampai, langsung mengulurkan tangan kiri nya untuk membantu L berdiri.
“Tidak perlu, aku bisa berdiri sendiri. Kembali lah bersama dua teman mu itu, seperti nya mereka mau kembali duluan.”
Bersamaan dengan ucapan nya, mata L menatap ke arah Tyhas dan Raven yang sedang saling menopang tubuh untuk kembali ke Istana.
Mereka berdua melakukan hal itu karena sudah terlalu lelah, sebab Sihir yang baru saja mereka gunakan memakan Mati dan Tenaga Murni dalam jumlah besar.
Kaira tersenyum tipis saat mendengar jawaban L. “Bisa berdiri sendiri apa nya? Kaki mu memang sekilas nampak terkilir, tapi sebenarnya tulang mu patah kan?”
L mengerutkan kening nya, lantas menatap ke arah Kaira. “Apa yang kau... Bicarakan...?” Raut wajah L seketika berubah.
“Heh! Aku yang memukul Inverted Triangle juga mengalami luka yang sama dengan mu. Tulang di lengan kanan ku patah.”
Apa yang barusan Kaira ucapkan, membuat L terdiam. Dia tidak tau harus merespon dan melakukan apa.
“Jangan cuma diam, kita harus segera kembali untuk memulihkan diri. Apa kau akan bertarung dengan kondisi yang seperti ini nanti malam?”
L menghela nafas panjang. “Kau peduli sekali dengan diri ku, padahal kita baru bertemu kemarin malam.”
“Siapa yang bilang aku peduli pada mu? Aku hanya tidak ingin kau mati, karena jika kau mati aku tidak akan bisa keluar dari sini,” ujar Kaira sambil tertawa kecil.
“Itulah sifat yang aku harapkan.” Setelah berkata demikian, L pun menggapai uluran tangan Kaira.
HUKH!!
Will Continue In Chapter 60 >>>