
“Mana mungkin aku bisa menunggu?!” Vii sudah tidak tahan lagi melihat kedua orang yang sudah dia anggap sebagai saudara, terduduk tak berdaya dengan nyawa yang terancam.
WUSH!!!
Tanpa basa-basi lagi, Vii segera melesat ke arah Lucas dan Heldrik berada.
“Vii!! CK! Anak itu... Kalau sudah marah dia susah sekali untuk di atur!” Master Yi berdecak kesal, kemudian melesat untuk menyusul Vii.
Sedangkan Issei memilih untuk menuju tempat Rin, karena beberapa orang telah menyerang kesana, namun di halangi oleh dua Golem ciptaan Issei sendiri.
Di tempat lain, Lian tengah memeriksa luka yang Raja Elc alami. Memang setelah menggunakan Sword of Grace tubuh Raja Elc melemah secara drastis.
Karena itu Lian kawathir Raja Elc akan mengalami luka yang sangat parah setelah serangan yang dia terima.
“Hei, apa yang... kau lakukan? Aku tidak apa-apa... Cepat! Bantu yang lain nya...”
“Kau bilang tidak apa-apa? Padahal beberapa organ dalam mu cidera parah dan banyak tulang mu yang patah, sekarang kau masih bilang tidak apa-apa?!”
Perkataan Lian seakan-akan menjadi sebuah jarum yang menusuk dalam ke hati Raja Elc. Raja Elc hanya bisa menundukan kepala karena malu, dia akui sebagai seorang Raja, diri nya masih terlalu lemah sampai bergantung pada orang yang diri nya tidak kenal.
Lian tidak menunggu lebih lama lagi, dia segera menarik kerah baju Raja Elc. Kemudian melesat meninggalkan Stadium.
“Apa kau yakin ingin meninggalkan nya? Dia memang mendapatkan kekuatan misterius yang sama dengan mu, tapi tetap saja...” Raja Elc masih tetap bertanya.
“Kapten tidak akan kalah semudah itu, dia seperti tidak mempunyai rasa lelah atau menyerah.“
“Lagi-lagi kau mengatakan itu? Kemarin kau juga mengatakan nya saat menghampiri ku di kursi tertinggi sih. Ya... Walaupun sedikit berbeda.”
“Sudahlah jangan banyak bicara! Darah mu jadi semakin deras mengalir.” Lian menambah kecepatan nya menuju Istana. Yang mana di Istana tersimpan banyak Pil tingkat tinggi yang akan menyembuhkan Raja Elc dengan cepat.
Sedangkan Lian tidak memerlukan itu semua, dia dengan Sihir Gelap nya sudah bisa menyembuhkan luka sendiri, tapi tidak untuk orang lain.
<----<>---->
“Nero! Awas-!” Anna memperingati, tapi sudah terlambat.
DRAS!!!
“Uk- Huuh...”
Mata Nero melotot tidak percaya, ketika sebuah kepalan tangan menembus dada kiri nya, yang mana pasti telah menghancurkan jantung nya.
Dan orang yang melakukan tindakan tersebut adalah Vii. Vii tidak berhenti sampai di situ saja, dia dengan segera menyingkirkan tangan nya dari dada Nero.
Kemudian Vii mencekik leher Nero, untuk dia gunakan sebagai senjata demi menerobos barisan musuh dengan cepat.
Di sisi lain, Master Yi yang baru datang langsung memukul tengkuk Anna agar membuat nya pingsan.
Anna sendiri tidak sempat bereaksi karena masih terlalu terkejut dengan apa yang Nero alami, bahkan dia tidak percaya sama sekali.
Master Yi masih memilikinya akal untuk tidak membunuh orang sepenting Anna, karena itu dia hanya membuat gadis ini pingsan
‘Gadis ini jika aku bunuh tidak akan banyak menguntungkan, tapi malah akan berdampak sebalik nya...‘
Setelah membuat Anna pingsan, Master Yi kembali menatap Vii. Yang mana Murid nya itu sedang menggunakan Demi - Human sebagai sebuah Pedang.
Teriakan pilu terdengar dari Nero, dia adalah Demi - Human yang tidak akan langsung mati jika jantung nya hancur.
Jadi Nero masih merasakan sakit nya jantung yang hancur dan di cekik oleh Vii, di tambah lagi di jadikan sebagai senjata.
Nero hanya bisa berharap diri nya cepat-cepat di bunuh. Darah segar dengan cepat membasahi tubuh nya yang sudah tidak berdaya itu.
Dalam waktu yang sangat singkat, Vii sudah menyingkirkan semua orang yang tadinya menjaga Lucas serta Heldrik.
Setelah merasa Nero sudah tidak di butuhkan lagi, dia langsung meremas leher Nero hingga hancur, dan Nero pun mati.
Darah menyembur kemana-mana, membasahi tubuh orang-orang yang berada di dekat Vii, salah satu nya adalah Master Yi.
Kepala Nero menggelinding di tanah, ekspresi wajah nya terlihat sangat buruk. Bahkan dia tidak percaya akan mati dengan cara yang seperti ini.
“Sialan! Cepatlah berdiri!!” Kaira terus memaksa tubuh untuk berdiri.
Saat ini tubuh Kaira tengah merasakan efek samping dari Teknik totok yang dia gunakan beberapa puluh menit yang lalu.
“Sial!! Kenapa harus sekarang?!”
Vii dengan tubuh nya yang sudah bersimbah darah, berjalan mendekati Kaira. Amarah tengah memenuhi diri nya, jadi ekspresi wajah nya tidak terlihat baik.
Dari tadi Vii sudah sangat marah ketika mengetahui Lucas dan Heldrik di sandera, dan sekarang adalah puncak dari semua amarah nya.
PYUS!! CTAB!!!
“Apa-apaan?!” Tyhas mengerutkan kening saat melihat Vii dengan enteng nya, menahan serangan dari nya hanya dengan mengandalkan lengan.
Tentu anak panah milik Tyhas menempel di lengan Vii, tapi segera Pria itu remas hingga berubah menjadi partikel cahaya.
Anak panah itu terbuat dari Magi, jadi bisa hancur menjadi partikel saat di hancurkan.
Tyhas mendengus kesal, sebelum menghancurkan Busur Magi nya. Kemudian menggunakan Sihir untuk menyelimuti tangan nya dengan besi dan api.
Tyhas pun segera melesat ke arah Vii, demi menahan nya agar tidak menyentuh sandera maupun Kaira.
“Jangan Tyhas! Kau bukan tandingan nya!”
Meskipun Tyhas sudah mendapatkan kekuatan dari cahaya misterius, tapi tetap saja dia masih belum sebanding dengan Vii.
Namun Tyhas tidak memperdulikan peringatan Kaira, dia masih tetap saja nekad menyerang Vii.
Mereka berdua sempat bertukar serangan selama kurang lebih 20 detik, tapi harus terhenti karena tiba-tiba Tyhas pingsan tanpa alasan yang jelas.
Vii tidak terlalu memperdulikan Tyhas, dia hanya mengira bahwa Tyhas pingsan karena masih trauma dengan fakta bahwa Ibu nya di bunuh oleh dirinya.
PUK!
Master Yi tiba-tiba menepuk pundak Vii. “Sudahlah, jangan terlalu marah. Lihat, sekarang kita bisa menyelamatkan mereka berdua.”
Vii hanya mengangguk, sebelum melangkah tanpa memperdulikan keberadaan Kaira yang saat ini tengah menundukkan kepala nya. Tapi tiba-tiba...
CTAK!
Kaira secara mengejutkan mencengkram pergelangan tangan Vii. “Mau pergi kemana kau? Sandera nya milik ku.” Nada bicara Kaira sangat dingin.
“Kapten yang sudah marah adalah sosok Iblis paling menyeramkan, bahkan mengalahkan Raja Iblis sekalipun,” kata Lian.
“Iblis?” Raja Elc nampak bingung.
Lian menggelengkan kepala nya. “Tidak usah kau pikirkan, aku hanya tidak ingin membuat mu kawathir.”
‘Apa maksud mu?! Memberikan ku kata-kata yang sangat membingungkan, kemudian menyuruh ku untuk tidak memikirkan nya?! Kau tidak sedang bercanda kan?!’
<----<>---->
“Lepaskan atau kau akan mati...” Nada bicara Vii sama dingin nya dengan Kaira.
WUSH!! BZZZT! BZZT!
Kaira tiba-tiba menghembuskan angin yang sangat kencang hingga membuat Vii mundur beberapa langkah.
Di saat yang sama, tubuh Kaira mulai di selimuti oleh Petir Merah. Di ikuti dengan muncul nya sepasang sayap berwarna hitam dan putih di punggung nya.
Tanda hitam itu juga ikut berubah, yang mana tanda itu semakin menebal dan merambat hingga ke wajah Kaira.
“Berani nya kau... Membuat ku marah...” Tatapan mata Kaira nampak kosong, tapi nada bicara nya sangat memprovokasi.
Will Continue In Chapter 45 >>>