Magic War

Magic War
Ch 25 – Anak Dari Seorang Teman



Seluruh Peserta Sesi Ketiga di berikan waktu selama satu jam untuk beristirahat. Mengalami mimpi buruk selama beberapa jam tentu akan membuat mereka lelah.


Sedangkan untuk para penonton, mereka masih tetap di kursi masing-masing, dan mengobrol seperti biasa nya.


Sementara itu, di koridor dalam Stadium, Raja Elc beserta beberapa Pengawal nya sedang berjalan menuju ruang medis.


Di sepanjang lorong tampak semua orang yang ada di situ, membungkuk karena keberadaan Raja Elc. Setelah Raja Elc memasuki ruang medis, barulah orang-orang tersebut kembali seperti biasa.


Di dalam ruang medis hanya ada Kaira yang sudah bangun dan seorang Tabib, dengan kedatangan Raja Elc dan Pengawalnya, jumlah nya pun bertambah.


“Apa kau baik-baik saja?”


Para Pengawal dan si Tabib terkejut bukan main saat Raja Elc menanyakan keadaan Kaira. Sebagai seorang Raja dari salah satu Five Great Kingdom, melontarkan pertanyaan seperti barusan hampir mustahil terjadi.


“Menurut anda?” balas Kaira lemas. Dari raut wajah nya terlihat sangat jelas sekali ketakutan yang mendalam.


SRENG!!


“Jaga cara bicara mu!” Para Pengawal menodongkan senjata mereka pada Kaira, begitu dia selesai berbicara.


Kaira hanya diam dengan wajah datarnya yang menatap Raja Elc, begitu pula dengan Raja Elc, dia tidak menunjukkan ekspresi apapun.


“Terserah, lagi pula tujuan kemari bukan untuk menanyakan hal itu... Kau... Seberapa buruk mimpi yang kau lihat sampai pingsan?”


Pertanyaan itu membuat Kaira mengigit bibir bagian bawah nya. “Buruk... Aku melihat ribuan hal buruk...”


*Note: Yang di Chapter sebelumnya cuma sebagian dari mimpi buruk Kaira.


Melihat raut wajah Kaira yang benar-benar ketakutan, dan seperti orang yang mau gila, membuat Raja Elc iba. “Kalian semua!” Raja Elc memberikan tanda menggunakan jari nya.


Para Pengawal itupun menyarungkan kembali senjata mereka, lalu kembali lagi ke samping Raja Elc.


Raja Elc pun mendekati Kaira yang masih terduduk di atas ranjang. “Kau ini masih sangat muda dan sangat aneh jika ada ribuan kejadian yang kau lihat-”


“Yaaa, hal itulah yang sekarang ini sedang ku pertanyakan...” Kaira memeluk kedua kaki nya.


Raja Elc menghela nafas panjang melihat sifat Kaira. “Keluarlah, jangan diam di sini saja, jika tidak bisa-bisa akal sehat mu akan hilang.”


Mendengar perkataan itu, Kaira tersenyum tipis. “Kenapa anda begitu peduli kepada saya?”


Para Pengawal dan Tabib yang tadi ingin menanyakan hal yang sama, kini terdiam, menunggu jawaban dari Raja Elc.


Tubuh Raja Elc bergerak memunggungi Kaira, lantas berjalan menuju pintu keluar. “Karena aku pernah merawat mu selama setengah tahun, sebelum Izura Zhen menggantikan ku.”


Raut wajah Kaira terlihat sangat terkejut ketika mendengar pernyataan dari Raja Elc, begitu juga dengan Pengawal dan Tabib. “Berarti anda adalah Or-”


Raja Elc berhenti untuk memotong perkataan Kaira. “Bukan, aku bukan orang tua mu, aku hanya pengasuh sementara mu... Hei kalian, Sesi Ketiga nya akan segera di mulai, kita harus segera kembali.”


“Baik, Tuan!”


<----<>---->


Seorang Pria berambut hitam, tiba-tiba muncul di tengah-tengah Arena. “Baiklah akan ku sebutkan peraturan di Sesi Ketiga ini! Oh ya kalian bisa memanggil ku Daryl.”


Daryl adalah orang yang dari kemarin berbicara di Festival, namun tidak pernah menampakkan wujudnya dan entah kenapa kali ini dia menampakkan wujudnya.



“Peraturan nya simpel! Jika ada yang pingsan, maka pertandingan nya selesai! Jika ada yang mati, pertandingan nya selesai! Dan jika ada yang keluar Arena, pertandingan nya juga selesai!”


“Langsung saja aku panggil Peserta untuk pertandingan pertama... Redoist Tyhas dan Aranri!!!”


Setelah itu, Daryl pun melompat keluar dari Arena, beberapa saat kemudian dua orang Pemuda mendarat di atas Arena tersebut.


“Menangkan pertandingan nya Tyhas!” teriak Raven.


Teriakan Raven tidak terdengar sampai ke telinga Tyhas, karena sangking banyaknya Penonton yang bersorak keras.


“Baiklah! Sesi Ketiga Pertandingan Pertama... Dimulai!!!”


WUSH!


Tepat saat pertandingan dimulai, Aranri langsung mengayunkan Pedang Besar nya pada Tyhas, walaupun besar kecepatan dari Pedang itu bukan main-main.


Namun Tyhas masih bisa menghindari nya dengan melompat ke atas. “Fire - Elemental Magic - Fire Breath!”


WUUUR!!


Semburan api yang cukup besar dari Tyhas, dapat dengan mudah Aranri tahan menggunakan Pedang Besar nya.


Beberapa saat kemudian semburan itu sudah usai, namun Tyhas masih belum berhenti. Dia langsung melesat mendekati Aranri, kemudian memukul Pedang Besar nya.


DUANG!! TANG! TENG!!


Tanpa memperdulikan panasnya Pedang milik Aranri, pukulan demi pukulan Tyhas arahkan pada Pedang Besar tersebut.


“Kau ini bodoh ya?” tanya Aranri yang masih menahan pukulan dari Tyhas.


“Menurutmu aku akan melakukan serangan yang sia-sia?!”


Pukulan terakhir yang Tyhas lontarkan pada Pedang Besar itu, membuat Aranri mundur beberapa meter. Aranri mendengus pelan saat dia bisa melihat lengan Tyhas yang berwarna silver.


“Cih! Tidak ku sangka kau menggunakan Elemen Metal untuk menggerogoti Senjata ku.”


“Yah... Senjata mu cukup keras juga... Dan ku beritahu satu hal, sebuah kesalahan jika kau menjaga jarak dengan ku.”


Di saat yang bersamaan, sebuah Busur yang berwarna biru es, keluar dari ruang hampa. Tyhas langsung menggapai Busur tersebut kemudian melancarkan sebuah serangan. “Ice Lotus - Penetraring Soul!”


“Gawat!”


TRANG!!!


Lagi-lagi Aranri menggunakan Pedang Besar untuk menangkis serangan dari Tyhas, dan sekarang Pedang tersebut di hiasi oleh retakan sehalus rambut.


“Sialan...”


Karena sudah terlalu kesal, Aranri langsung maju begitu saja tanpa pikir panjang untuk menyerang Tyhas. Sayang nya, Tyhas sudah mengira semua itu sebelum nya, jadi dia bisa mengambil tindakan yang tepat.


TRANG!!


Ice Lotus dan Pedang Besar milik Aranri bertemu, lantas pertukaran serangan pun terjadi. Semua itu terjadi dengan cukup cepat sebelum mereka berdua saling mengambil jarak.


“Sepertinya Ice Lotus ku harus di perbaiki...” Tyhas menatap Busur yang baru saja dia manfaatkan layaknya sebuah Pedang.


“Jangan lengah dasar bodoh!”


DUAR!!


Sebuah petir menyambar ke arah Tyhas, namun berhasil dia hindari. ‘Oh, Elemen nya Petir ya? Baiklah...’ Dia pun memasukan kembali Ice Lotus ke dalam Dimension Ring.


Setelah nya Tyhas mengalirkan Magi yang cukup besar ke lengan kanan nya, lalu mendekati Aranri. Aranri juga melakukan hal yang sama, tapi pada Pedang nya.


TENG!!


Belum sempat Aranri melancarkan serangan nya, pukulan dari Tyhas sudah terlebih dahulu membuat Pedang Besar itu lepas dari genggaman Aranri, lalup terjatuh keluar Arena.


“Aku tau kau akan memanfaatkan kecepatan, jadi tinggal ku tanganni saja.”


“Kau...”


DUAKH!!


Tanpa peringatan ,Tyhas mendaratkan pukulan keras tepat di perut Aranri, Tyhas pun melakukan gerakan memutar, lalu dia lanjutkan dengan tendangan ke punggung Aranri.


CTAK!


“Eh?”


DAKH!!!


Tanpa di duga, Aranri mencengkram pergelangan kaki Tyhas, kemudian membanting nya di lantai Arena.


DUAS!!


Tyhas memaksa kaki nya untuk lepas dari cengkeraman Aranri dan tendangan keras langsung Tyhas lontarkan ke wajah Aranri. Dia pun melakukan gerakan rol kebelakang, kemudian berdiri.


WUSH! DAK!!


Dengan cepat, Aranri kembali menyerang Tyhas menggunakan tendangan dari kaki nya yang di selimuti oleh petir. Namun berhasil Tyhas tahan dengan kedua tangan nya.


TAKH!! DUAS!!


Pukulan dari lengan Tyhas yang sekeras besi itu pun kembali mengenai perut Aranri, kemudian Tyhas lanjutkan dengan memukul dagu Aranri.


CTAK! DUAKH!!


Cepat-cepat Aranri menahan gerakan kedua tangan Tyhas, lantas membenturkan kepala nya dengan Tyhas, hingga tatapan mereka berdua pun bertemu.


Dengan wajah nya yang sudah babak belur, Aranri tersenyum tipis. “Bagaimana? Kau ingin menyerah?”


“Apa kepala mu rusak gara-gara membentur besi di kepala ku?”


DUAKH!!!


Sekarang giliran Tyhas yang membenturkan kepala nya dan serangan itu sukses membuat Aranri pingsan.


“WAAAOOO!!!”


“Itu tadi keren!!”


“FYU!! FYU!!”


Tyhas yang nafas nya masih ngos-ngosan, lengan nya tiba-tiba di angkat oleh Daryl. “Pemenangnya adalah... Redoist Tyhas!!”


Will Continue In Chapter 26 >>>