
Raven dan Kaira senang sekaligus sedih atas hasil pertandingan yang di anggap seimbang. Mereka berdua senang karena Tyhas bisa meraih juara ketiga.
Dan sedih karena Tyhas harus terluka parah di pertandingan ini. Bahkan dia harus sampai di rawat.
“Haah... Seperti nya aku terlambat.” Seorang Pria menggaruk kepala nya, kemudian duduk di bangku kosong yang ada di sebelah Raven.
Pria tersebut sukses menarik perhatian Kaira dan Raven. Mereka berdua pun menanyakan apa yang terjadi pada Pria itu.
Pria tersebut langsung menjelaskan. “Begini, dari kemarin aku sibuk bekerja sampai larut malam, hari ini seharusnya juga begitu tapi karena ada yang menggantikan ku, aku bisa ada di sini.”
“Jadi?” tanya Kaira dan Raven bersamaan.
“Kalian tau lah, Festival Adamantine Peak adalah hiburan yang sangat kami para Pekerja harapkan, tapi aku malah terlambat karena pekerjaan ku.” Nada bicara Pria itu sedikit kecewa.
Setelah mendapat penjelasan dari Pria tersebut, Kaira dan Raven tidak menanyai nya lebih jauh lagi. Sebab kawathir akan memperburuk suasana hati nya.
Mereka berdua memilih untuk fokus pada pertandingan terakhir yang akan segera di mulai.
Pertandingan kali ini akan menjadi yang terakhir untuk Festival Adamantine Peak tahun ini, sebab Tyhas dan Divan di anggap juara ketiga.
Mereka berdua di anggap juara ketiga karena tumbang di saat yang bisa di bilang bersamaan. Kejadian ini cukup mengejutkan para Penonton.
Kejadian seperti ini memang bukan yang pertama kali nya, namun kekalahan mereka berdua yang pada posisi berdiri lah yang membuat Penonton terkejut, sekaligus takjub.
Di perlukan tekad serta keberanian yang kuat untuk dapat melakukan apa yang Tyhas dan Divan lakukan. Mau sekuat apapun orang tersebut jika tekad nya lemah, orang tersebut pasti akan ambruk jika pingsan atau mati.
Tidak peduli mau seberapa hancur tubuh orang yang tersebut, jika dia bertekad, dia pasti akan secara refleks menggunakan apapun untuk tetap tegak atau setidak nya tidak ambruk.
Dan orang-orang yang dapat melakukan hal tersebut akan di beri julukan sebagai True Knight oleh Masyarakat.
<----<>---->
“Di pertandingan terakhir ini, Lucas Leonhard dan Rin Sakuragi akan memperebutkan Hadiah Utama... Untuk kedua Peserta, silahkan naik ke Arena!!”
Dalam waktu kurang dari dua detik setelah Daryl berbicara, Rin dan Lucas sudah berdiri saling berhadapan di Arena. Ekspresi wajah mereka berdua datar, saling menatap satu sama lain.
Tanpa basa-basi lagi, Daryl langsung memulai pertandingan kedua dari babak final, sekaligus pertandingan terakhir di tahun ini.
Rin menarik Katana nya dari selongsong nya, kemudian melesat menyerang Lucas dengan gerakan-gerakan gesit nya.
Tentu gerakan Rin yang gesit dan lincah akan sangat merepotkan bagi Lucas, namun Pemuda seakan-akan dapat menangani nya dengan mudah.
Hal tersebut lagi-lagi membuat Raja Elc dan para Penonton terkagum-kagum. Namun di hati Raja Elc ada sedikit rasa kawathir.
Dia kawathir bahwa dugaan nya yang kemarin benar, sebab jika benar, akan banyak orang tak bersalah mati.
Raja Elc mengetuk-ngetuk kursi tempat dia duduk menggunakan jari nya. Dia dengan perasaan kawathir berpikir harus mengambil tindakan apa.
Di sisi lain, pertandingan antara Lucas dan Rin semakin memanas, membuat para Penonton bersemangat. Terlebih Pria yang duduk di samping Raven.
Melihat hiburan berupa pertarungan membaut beban pikiran nya seakan-akan hilang tertiup angin. Kaira dan Raven sampai bingung saat melihat Pria itu tertawa, padahal tadi, dia tengah sangat kecewa.
Saat ini Lucas di paksa untuk berada pada posisi bertahan, karena serangan dari Rin terlalu cepat untuk di hindari.
TRANG!! TUNG! TUANG!!
Sudah puluhan tebasan Rin arahkan pada Lucas, tapi selalu saja dapat Pemuda itu tahan menggunakan Pedang Besar nya.
Jujur Rin cukup geram karena hal tersebut, apalagi saat ini Anna dan Neku sedang menonton nya bertanding.
Ke 'geraman tersebut Rin tunjukkan pada wajah nya yang semakin memburuk.
Karena tidak bisa seperti ini terus, Rin pun mundur beberapa langkah untuk memberikan celah pada Lucas.
Tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, Lucas langsung melesat ke arah Rin tanpa menunjukkan kelelahan nya setelah dihujani serangan.
SWOOS...!! BRAK!!!
Tebasan Pedang Besar yang Lucas ayunkan hanya dengan satu tangan, membelah udara, hingga udara tersebut menabrak Podium Penonton.
Rin beruntung berhasil menghindar serangan itu, dan tiba-tiba muncul di belakang punggung Lucas. Tebasan Katana pun Rin arahkan pada Pemuda tersebut.
TRANG!!
Mata semua orang yang menyaksikan kejadian itu melebar, mereka sulit percaya bahwa Lucas berhasil menahan serangan Rin. Dengan cara mengarahkan Pedang Besar nya kebelakang.
Rin langsung bergerak mundur, kawathir Lucas akan melakukan serangan berikutnya. “Kau cukup cepat ternyata.”
“Mengira kalau aku ini lamban, adalah sebuah kesalahan!” Lucas langsung maju, tidak membiarkan Rin menyerang duluan.
Mereka berdua mulai bertukar serangan tapi aneh nya tanpa Sihir, Jurus dan Teknik sedikitpun. Hal tersebut dapat di sadari oleh Penonton setelah beberapa lama.
Namun para Penonton tidak memperdulikan nya, berbeda dengan Raja Elc yang semakin yakin bahwa dugaan nya selama ini benar.
<----<>---->
“Raven, bukankah ini sedikit aneh, dari tadi mereka berdua tidak menggunakan apapun kecuali serangan fisik atau Senjata.”
“Aku juga berpikir demikian Kaira. Seakan-akan mereka berdua sudah merencanakan semuanya sejak lama.”
“Aku yakin ini bukan pertanda baik.” Pria itu tiba-tiba menyeletuk.
Kaira menaikan sebelah alisnya. “Apa kau memiliki hipotesa, Paman?” Raven yang ingin berkata demikian terdiam, karena sudah Kaira wakilkan.
“Entahlah, aku baru datang hari ini, jadi informasi yang aku dapatkan masih terlalu sedikit... Yang bisa ku simpulkan hanya mereka berdua ingin menghemat tenaga.”
Kaira mengerutkan kening nya. ‘Menyimpan tenaga? Kalau memang begitu... Untuk apa-?! Tunggu, jangan-jangan!”
Will Continue In Chapter 32 >>>
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=