
Saat kaki Viole menyentuh daun pintu, dia sempat menengok ke arah kiri, di sana ada semacam batu kristal yang menempel di pojok atas ruangan.
Batu itu adalah Decreased, sebuah batu kristal yang akan menurunkan suhu suatu ruangan. Fungsi Decreased di sini agar suhu ruangan tidak terlalu panas karena Api para Murid.
“Lagi-lagi, benda unik yang belum pernah kulihat sebelum nya.” Setelah itu, Viole kembali melanjutkan langkah nya.
Para calon Murid yang telah menyelesaikan ujian masuk, di berikan waktu untuk melakukan apapun sampai seluruh Peserta Didik yang lain nya selesai.
Karena tidak tau apa yang harus di lakukan, Viole pada akhirnya memilih untuk melihat-lihat saja Magic Plant dan Spirit Fruit yang di tanam di sini.
Sekali lagi, Viole di buat kagum dengan apa yang White Eagle miliki. Semua Magic Plant dan Spirit Fruit itu sangat Viole kenal.
Tadi dia memang telah melihat yang lain nya, tapi kali ini adalah jenis yang jauh lebih langka dari pada yang pertama tadi.
“Apa-apaan?! Mereka bisa memiliki sumber dari semua Sumber Daya ini? Memiliki satu saja dari semua ini, mungkin aku bisa mendapatkan ratusan ribu- ah tidak, tapi jutaan Platinum.”
Seperti nya harapan itu sangat-sangat mustahil untuk dia dapatkan. Karena sekarang ini saja, Viole hanya bisa mengamati tanaman-tanaman itu dari balik kaca super keras.
Usaha ini White Eagle lakukan untuk mencegah ada nya pencurian. Tapi, tentu ada penjagaan yang lebih lagi, dari pada hanya jendela kaca itu.
Setelah berkeliling selama beberapa menit, Viole pun memutuskan untuk beristirahat. Dia duduk di sebuah kursi yang berada tepat di depan sebuah Magic Plant.
“Haah... Kalau di ingat-ingat lagi, tadi itu pengalaman pertama yang cukup buruk.” Viole mendesah, sambil menatap langit-langit bangunan.
‘Tapi menurut ku, tadi itu malah pengalaman yang sangat bagus bagi mu.’ Kaira tiba-tiba berbicara.
Sebelah alis Viole terangkat, dia pun bertanya. ‘Memang nya kau tau sesuatu tentang Alchemy?’
‘Tidak, bahkan waktu masih hidup dulu aku tidak melirik sedikit pun ilmu Alchemy ini.’ Kaira menjawab seadanya.
‘Hmm... Bukan nya kau sudah berada di dalam tubuh ku sejak lahir? Apa kau tidak memperhatikan saat Kakek mengajari ku tentang Alchemy?’
Pertanyaan Viole membuat Kaira tersenyum kecil. ‘Hehe, setiap kali bocah Zhen itu menjelaskan, aku selalu tidur... Tidak mau bertanya tentang orang tua mu?‘
Viole menghela nafas, karena pertanyaan Kaira. ‘Percuma, kau pasti tidak akan menjawab nya. Kalau di suruh bertanya, aku ingin bertanya tentang ‘jangan membuat diri mu kembali menderita’ yang pernah kau ucapkan dulu.’
Perkataan Viole, sontak membuat Kaira terkejut. Dia tidak pernah menyangka kalau Viole akan memikirkan tentang ucapan nya itu sampai sejauh ini.
Kalau di ingat-ingat lagi, dulu saat diri nya saat baru pertama kali menjumpai Viole, kalimat itu langsung Kaira lontarkan begitu saja, rasa nya sangat aneh.
Lalu mengatakan bahwa diri nya sendiri adalah Viole. Jika Kaira tidak berbentuk roh, Viole pasti sudah mengira bahwa Pria tanpa wajah ini adalah orang gila.
Kaira menghela nafas berat, sebelum menjawab pertanyaan Viole. ‘Semua nya berawal ketika diri ku- kehilangan kekasih ku sendiri. Sebelum dia pergi, dia sempat mengatakan pada ku untuk jangan membuat diri ku menderita lagi.’
‘Lalu? Kau dulu bilang sudah tiga kali mengatakan nya.’ Viole bertanya begitu saja, seakan-akan tidak perduli akan emosi Kaira.
Tentu Viole paham betul bahwa Kaira pasti merasakan kesedihan saat menceritakan soal kekasih nya. Tapi, untuk apa dia mengasihani cucu God of Death ini?
Sekali lagi, Kaira menghela nafas. Dia menggerakkan kedua telapak tangan nya untuk mengusap wajah nya sendiri. Setelah itu baru lanjut menjawab.
‘Yang lain nya adalah saat aku melindungi seluruh Seven Deadly Sins, tapi malah diri ku yang di lindungi balik. Kau tau kan kalau aku ini adalah Kapten kelompok itu?’
Viole mengangguk. ‘Untuk kau anggota Seven Deadly Sins sih aku sudah tau, ketika God of Death mengatakan nya dulu, tapi kalau yang bagian pemimpin, baru sekarang.’
‘Huh?’ Melihat reaksi Viole yang tidak terkejut sama sekali setelah mengetahui siapa diri nya, Kaira jadi merasa sangat bingung. ‘Apa kau tidak merasakan apapun setelah mengetahui siapa aku ini?‘
‘Apakah aku harus terkejut? Ya, memang fakta bahwa mahluk mengerikan seperti diri mu ini ada di dalam tubuh ku itu sangat mengejutkan. Tapi...
Justru perasaan yang lebih kurasakan saat mengetahui siapa diri mu itu adalah, de javu. Ah... Aneh sekali bukan? Kalau untuk Raven dan Tyhas, entahlah aku tidak tau.’
Mendengar jawaban Viole, Kaira malah tertawa lepas. Dia tertawa dalam waktu yang cukup lama, 2 menit. ‘Ternyata benar! Kau itu adalah diri ku!’ Di saat yang sama, perasaan sedih Kaira langsung hilang begitu saja.
‘Cih! Jangan samakan diri ku dengan orang aneh seperti mu!’ Viole merasa kesal.
‘Hahaha! Baiklah-baiklah... Ehem! Ngomong-ngomong soal diri ku, kenapa kau tidak mendiskusikan tentang Kakek ku dengan orang lain?’
‘Benar apa yang kau katakan, tetapi kau masih bisa mencoba nya dengan beberapa orang, seperti Pemimpin White Eagle. Untuk keuntungan nya, ya tergantung.’
Saran dari Kaira, seketika membuat Viole terdiam. Pada saat yang sama, dia jadi terpikirkan untuk melakukan saran yang Kaira berikan.
Walaupun ini agak berisiko. Tapi, risiko yang tinggi pasti akan mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi pula. ‘Kapan-kapan-’
DUNG!
‘Kalian yang telah di nyatakan lulus. Silahkan menuju ke Administrator Room, catat nama kalian di sana.’
Tiba-tiba, suara Instruktur terdengar, suara itu tidak hanya di dengar oleh Viole. Tapi juga para peserta lain nya.
‘Kita lanjutkan lain kali, obrolan ini.’
‘Terserah.’
Cepat-cepat Viole berjalan keluar dari ruangan ini, kemudian melesat meninggalkan Twilight Rose, setelah itu menuju Administrator Room.
Administrator Room itu tidak lebih dari sebuah rumah kayu yang indah, tidak seperti yang Viole ekspetasi kan.
Di sana juga sudah sangat ramai, banyak Murid yang lolos masuk Akademi tengah mengantri untuk mencatat nama masing-masing.
Terdapat lima antrian di sini, karena ingin agar cepat selesai. Viole pun memilih antrian yang paling pendek.
“Ada beberapa orang yang ku kenali rupa nya.” Viole bergumam sambil menatap satu-persatu dari mereka. Dan yang paling lama Viole tatap adalah si gadis berjubah.
<----<>---->
“Viole Lilous, Kelas Alchemy. Baiklah selesai, tanda pengenal mu akan kami antarkan besok.” Arlane, selaku Administrator mencatat nama Viole di atas sebuah kertas.
Viole mengangguk, kemudian melangkah kembali ke rumah yang merupakan pemberian dari White Eagle. Dia tidak melihat Raven maupun Tyhas, jadi pulang adalah sebuah pilihan.
Di jalan mata Viole menatap banyak sekali hal, White Eagle benar-benar sebuah Kota yang terasa baru bagi nya. Tempat ini, sangat klasik.
Tidak seperti Kota kebanyakan, White Eagle menyuguhkan pemandangan yang berbeda. Jika kebanyakan Kota hanya menanam beberapa pohon.
Di White Eagle ini tertanam banyak sekali pohon di setiap pinggir jalan. Oleh kerena itu dedaunan kering tersebar di mana-mana.
Pemandangan seperti ini bagi Viole adalah yang terbaik. Perumahan yang di kelilingi oleh banyak pohon, sangat mirip dengan yang ada di Kota Sera.
Meskipun begitu, ada juga daerah yang tidak di tanami satu pun pohon. Yaitu daerah Industri.
“Siang bahkan belum tiba, membicarakan soal itu hari ini juga, seperti nya tidak buruk.”
Will Continue In Chapter 81 >>>
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
ada beberapa hal mau gua jelasin, biar otak kerang kalian bisa memahami konteks dari chapter ini.
pertama, yang dua lelaki itu bahas ada di chapter pas Viole ama Kaira ketemu, kalian cari aja sendiri.
lalu di bagian obrolan nya emang sengaja gua ubah, buat apa hayoo- inti nya biar Viole bisa ke Arc lima [Kayak nya, soal nya bisa aja ada perubahan] dan biar kalian mikir, kayak nya udh gua kasih detil kecil.
trus buat White Eagle itu kota apa akademi sihir sih?! Ndak jelas bet dah!
inti nya White Eagle itu kota, sekaligus akademi sihir. ya, gitu
gua mau ngasih tau ni, mungkin gua bakal balik norma lagi kalau PAS udh selesai, ini udh gua kasih tau berkali-kali sih, tapi kali ini beda.
kayak nya habis PAS gua mau istirahat beberapa hari gitu, baru balik lagi... oke sip gitu aja