
‘Hampa... Rasa nya, ah tidak, tidak ada rasa nya... Semua nya hampa, aku tidak bisa merasakan apapun.
Apakah ini yang disebut kematian? Kalau benar begitu, aku tidak akan mau menerima nya... Masih banyak hal yang harus aku selesaikan.
Aku harus tetap hidup untuk menyelesaikan semua itu... Bangun! Bangun... Bangunkan diri mu sendiri! Aku tidak bisa mati begitu-’
“Kau masih hidup, tidak perlu kawathir. Ini hanya Ranah Jiwa mu, ini bukan tempat yang asing kan?”
CTEK!
Orang yang baru saja berbicara, tiba-tiba menjentikkan jari nya. “Buka mata mu secara perlahan, ini bukan pertama kali nya kita bertemu.”
‘Membuka mata? Aku bahkan tidak bisa merasakan tubuh ku! Apa dia sudah tidak waras? Ah sudah lah, aku menurut saja.’
Dia pun membuka mata nya secara perlahan, tapi tidak ada pergerakan di mata nya. ‘Aih... Aku tidak bisa melakukan apa-apa...’
Orang itu dapat menyadari apa yang dia rasakan, jadi orang itu langsung menyentuh tubuh Pemuda di hadapan nya.
Karena sentuhan itu, dia akhirnya bisa menggerakan tubuh nya, walaupun masih terbatas. Dengan begitu si Pemuda bisa melihat orang yang berbicara dengan nya. “Eh? Bukan kah kau...”
Orang itu tersenyum tipis. “Hai, belum tiga jam kau menggunakan Curse Seal, tapi sudah mencapai kekuatan yang sejauh itu, Kaira.”
Kaira yang baru saja membuka mata nya di sebuah tempat gelap, hanya bisa terdiam. Setelah beberapa saat, barulah dia merespon. “Bukankah kau bilang kekuatan tadi hanya secuil?”
“Memang kekuatan yang aku berikan hanya secuil, tapi secuil itu sudah sangat besar bahkan terlalu besar bagi mu.”
Kaira hanya diam menundukkan kepala nya, dia tidak tau harus merespon apa atas perkataan orang atau Pria itu.
Pria itu tidak memperdulikan respon Kaira, melainkan merogoh saku baju nya untuk mencari sesuatu dan setelah beberapa saat dia mengeluarkan sebuah cincin.
“Kau tau benda apa ini?” Pria itu mengangkat sebuah cincin yang nampak sangat indah.
Mata Kaira melebar, sebab dia mengetahui dengan sangat jelas tentang cincin yang Pria itu bawa. “Kau, bagaimana bisa Dimension Ring itu ada tangan mu?!”
“Aku mengambil nya tadi. Walaupun tempat ini adalah Ranah Jiwa mu, tapi karena aku sudah ada di sini sejak dirimu lahir, aku jadi memiliki sedikit kuasa di sini.” Pria itu menjelaskan sambil memainkan Dimension Ring itu.
Dimension Ring yang Pria itu pegang adalah Dimension Ring pemberian Kakek Kaira dulu, namun tidak bisa terbuka karena sesuatu.
“Apa maksud mu mengambil Dimension Ring itu dari ku? Dan kau sudah ada di tubuh ku sejak aku lahir?”
Kaira tentu bingung dengan apa yang Pria itu katakan, karena banyak hal yang terasa jangggal di telinga nya.
WIUSH! CTAB!
Pria itu secara tiba-tiba melemparkan Dimension Ring milik Zhen ke pada Kaira dan dapat Kaira tangkap dengan sempurna. “Lihat lah isi nya, aku sudah membuka segel di cincin itu.”
Kaira tidak menjawab, walaupun pertanyaan nya masih belum di jawab, tapi dia segera melakukan apa yang Pria itu suruh. Kaira sempat membayangkan akan muncul sesuatu yang sangat keren.
Tapi kenyataan nya hanya selembar kertas usang yang muncul dari Dimension Ring itu. Kaira langsung mengambil kertas tersebut sedetik berikut nya.
Dahi Kaira mengerut, karena tulisan yang ada di kertas tersebut adalah tulisan yang tidak bisa Kaira baca. “Apa kau paham apa maksud semua ini?”
“Jika kau telah menemukan surat ini berarti kau sudah bertemu dengan orang itu, Kaira. Kakek tidak mau banyak bicara, inti nya kau hanya perlu menuruti apa yang orang itu katakan, jangan membantah!
Kemudian untuk masalah mengukir nama mu di Dunia, kau harus tetap melakukan nya. Cuma itu yang bisa Kakek sampai kan, semoga berhasil.”
“Itulah kira-kira yang tertulis di sana.”
Kaira diam merenungkan apa yang barusan Pria itu katakan. ‘Kalau begitu, aku hanya bisa diam. Padahal ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan padanya.’
“Sudah hanya ini yang ingin aku berikan, cepat bangun, mereka sedang sangat menghawatirkan mu.”
CTAK!
Setelah berkata demikian, Pria itu tiba-tiba menjitak kening Kaira dengan sangat keras.
<----<>---->
Setelah sadar dari kondisi pingsan nya, rasa sakit di sekujur tubuh Kaira rasakan. Walaupun begitu, Kaira malah mencoba untuk duduk.
Butuh usaha yang cukup keras bagi Kaira untuk dapat beralih ke posisi duduk, dari posisi awal nya yang sedang terbaring.
Mata Kaira langsung bergerak ke sana kemari, berusaha mencari seseorang di ruangan nya saat ini.
Tapi tidak seorang pun yang Kaira temukan. Ruangan tersebut sedang kosong saat ini, dengan kata lain hanya ada Kaira di sana.
Namun beberapa saat kemudian, masuk seorang Pemuda ke dalam ruangan itu. Pemuda tersebut nampak sangat bingung ketika melihat Kaira.
“Tyhas... Kenapa kau hanya diam di situ?” Kaira bertanya pada Pemuda tersebut.
Tyhas masih dengan kebingungan nya, pun bertanya. “Bagaimana kau bisa sadar secepat ini?”
“Bagaimana apa nya? Apakah aneh jika aku tersadar dari pingsan ku?” Kaira sama bingung nya dengan Tyhas.
“Tentu sangat aneh, dengan luka yang sangat parah seperti itu, seharus nya paling cepat kau tersadar tiga hari lagi. Tapi ini baru beberapa jam!”
<----<>---->
“Jadi, apa yang sebenarnya terjadi pada mu?”
Beberapa menit yang lalu, setelah sangat terkejut ketika melihat kondisi Kaira yang sudah tersadar, Tyhas segera memanggil Raja Elc.
Raja Elc jelas sama terkejut nya dengan Tyhas, tapi dia berusaha untuk menyembunyikan keterkejutan nya.
Dan sekarang ini, dia dan Tyhas sedang duduk di samping ranjang tempat Kaira, untuk mempertanyai apa yang terjadi pada Pemuda itu.
Sampai-sampai dia mendapatkan kekuatan yang sangat tidak wajar dan kondisi nya yang sudah terbangun, padahal seharus nya paling cepat Kaira terbangun tiga hari kemudian.
Kaira menggelengkan kepala nya pelan. “Aku tidak tau, tapi inilah sebagian besar kejadian yang aku alami...”
“Hah...” Kaira pun memulai penjelasan nya dengan diri nya yang di hajar habis habisan oleh Vii. Lalu berlanjut ke bagian saat Pria itu sedang bercerita.
“Dia memang menceritakan sebuah kisah yang sangat tidak aku pahami, tapi dia berhenti tepat setelah Raja Iblis dan Dewata Tertinggi membunuh dua pasangan terkutuk itu.”
<----<>---->
“Kenapa kau berhenti bercerita?” tanya Kaira.
Pria itu menjawab dengan santai. “Kau masih belum bisa menanggung beban berat dari mengetahui kelanjutan kisah tersebut.”
“Beban? Memang nya beban apa yang akan aku tanggung jika mendengar cerita itu lebih jauh lagi?”
“Sudah kubilang, belum saat nya kau mengetahui semua nya. Sekarang ada hal yang lebih penting untuk di bicarakan, yaitu, kau butuh kekuatan kan?”
Mendengar pertanyaan itu, Kaira mengerutkan kening nya. “I-iya, aku sedang membutuhkan nya untuk membalikan keadaan di medan pertempuran.”
Pria itu tersenyum menyeringai, dia nampak senang, walau hanya terlihat samar-samar, karena wajah nya yang hitam pekat. “Kalau begitu... Curse Seal!”
WUUURS...!! TEK!
Pria itupun mengangkat sebelah tangan nya ke atas, dengan kondisi telapak tangan yang terbuka.
Kemudian dia menciptakan sebuah bola hitam yang berukuran tiga kali lipat dari bola basket. “Kau bisa menggunakan ini.” Bola itu langsung sang Pria serahkan pada Kaira.
“Ini...” Nafas Kaira menjadi sesak karena aura kegelapan yang terpancar dari bola hitam itu, bahkan dia sampai berkeringat dingin.
Mata Kaira menyipit, baru kali ini dia melihat kekuatan yang seaneh itu. Tidak hanya aneh, kekuatan yang Pria itu bawa juga sangat kuat.
Will Continue In Chapter 47 >>>