Magic War

Magic War
Ch 21 – Adamantine Peak -2



“Yoo!! Bersiaplah untuk Festival yang akan mempertaruhkan nyawamu demi sebuah hadiah, tidak hanya itu, disini kau juga akan mempertaruhkan harga dirimu, menunjukan taringmu dan masih banyak lagi. Selamat datang di Adamantine Peak!!!”


“Fyu! Fyu!”


“Seluruh tubuhku bergetar.”


“Aku benar-benar tidak sabar.”


“Mari kita mulai!”


“Ugh... Berisik sekali,” gerutu Kaira yang masih mengantuk.


“Aku setuju.” Tyhas menyahut.


“Hi, hi, hi, kalian berdua terlalu bodoh. ini bukan berisik, melainkan bersemangat!!” Raven membuat pose aneh.


“Hei bisa diam tidak? Atau ku pukul wajah mu.” Kaira dan Tyhas mengancam bersamaan.


Ancaman mereka berdua langsung membuat Raven terdiam tak bergerak layaknya sebuah patung. ‘Astaga...! Mereka berdua menakutkan!’


“Baiklah! Semua orang yang berdiri di sini ku anggap mengikuti Festival. Jadi, tidak ads basa-basi lagi, mari kita mulai Sesi Pertama Festival Adamantine Peak! Menaiki Hell's Ladder!!”


AAAAA!!!


Semua orang berteriak kencang sebelum berlari menaiki tangga besar nan luas yang ada di hadapan mereka. Saat ini mereka sedang berada di kaki Gunung Adamantine.


Rasa kantuk Kaira seakan-akan lari terbirit-birit karena suara teriakan orang-orang. Jujur dirinya cukup kesal. “Haah... Hell's Ledder itu apa?” Kaira bertanya sambil mulai melangkahkan kakinya di Hell's Ledder.


Raven tersenyum senang, lantas menjawab pertanyaan Kaira. “Hell's Ledder adalah sebuah tangga yang akan membawamu pada Neraka, karena setiap naik satu anak tangga tekanan nya akan semakin kuat.”


DUUNG!


Mata Kaira melebar ketika sepatu nya menyentuh salah satu tangga itu, Kaira bisa merasakan punggung nya seperti tertimpa sebuah batu besar.


“Oh... Sekarang aku faham kenapa namanya Hell's Ledder.” Kaira memperhatikan sekelilingnya, terlihat banyak sekali yang sudah kesusahan di sepuluh tangga pertama.


Jumlah anak tangga Hell's Ledder total ada tujuh puluh buah dan setiap naik satu anak tangga tekanan nya akan semakin kuat.


Kaira menggelengkan kepalanya pelan, dari tujuh ribu lebih orang yang menaiki Hell's Ledder pasti yang berhasil sampai di puncak Gunung Adamantine kurang dari seratus.


Pandangan Kaira, Tyhas dan Raven saling bertemu sesaat, sebelum mereka bertiga kompak tersenyum tipis. “Baiklah, bekerja sama tidak buruk juga.”


Setelah berkata demikian, Kaira langsung menggunakan sebuah Jurus. “Auratiaco!” Aura keemasan pun mulai menyelimuti tubuh Kaira lalu Tyhas dan terakhir Raven.


Auratiaco adalah sebuah Jurus tipe Support, tipe Support tidak hanya menyembuhkan, ada juga yang seperti Auratiaco yaitu menambah kekuatan.


“Heavenly Luck!”


Seperti Auratiaco, Heavenly Luck adalah Jurus tipe Support dan seperti namanya, Jurus ini akan memberikan keberuntungan pada orang yang menerimanya.


Karena hanya bisa di gunakan pada satu orang, Tyhas memutuskan untuk memberikan Heavenly Luck pada Kaira saja.


“Wind - Elemental Magic - Little Wind!”


Angin Kecil dari Sihir Angin Raven mulai menyelimuti kaki mereka bertiga. Membuat langkah mereka menjadi lebih ringan dan lincah.


Karena kerja sama yang kompak, Kaira, Tyhas dan Raven dapat menaiki tangga dengan lebih mudah. Mereka bertiga dengan cepat menyalip orang-orang di depan.


Tidak hanya Kaira dan rombongan nya saja yang bekerja sama, ada beberapa orang yang juga melakukan hal yang sama dengan mereka bertiga sejak awal.


Sama seperti Kaira dan rombongan nya, mereka semua yang bekerja sama dapat menaiki tangga dengan lebih mudah dan seakan-akan tanpa beban.


Melihat keefektifan cara itu, orang-orang pun mulai melakukan hal yang sama. Namun kerja sama mereka tidak se' kompak dengan yang lainnya.


Semua itu bisa terjadi karena faktor tidak saling kenal. Kaira dan Tyhas sudah saling mengenal cukup lama, jadi mereka berdua bisa memilih Jurus yang paling tepat.


Kaira memberikan kekuatan sedangkan Tyhas memberikan dukungan untuk kekuatan yang Kaira berikan, dengan menggunakan Heavenly Luck.


Untuk Raven, dia tidak perlu terlalu berbuat banyak setelah melihat kedua rekannya, jadi dia hanya memberikan dukungan kecil saja.


Namun semua nya tidak akan semudah itu, saat kaki mereka bertiga menyentuh tangga ke tiga puluh. Terjadi sesuatu yang benar-benar mengejutkan.


Orang-orang yang menyentuh tangga ke tiga puluh juga mengalami hal yang sama. Mereka akan berpindah ke sebuah hutan belantara yang sangat luas.


Yang berpindah bukanlah fisik mereka, melainkan jiwa, yang juga nyawa mereka semua.


<----<>---->


“Woi!! Apa-apaan dan ini tempat apa?!” teriak Kaira.


Raven menaik-turunkan kaca mata nya, lalu menjawab pertanyaan Kaira dengan bangga. “Ini adalah Dimensi Lain di Hell's Ledder dan untuk keluar dari sini kita harus mengalahkan Boss nya.


“Oi kau dapat kacamata dari mana?” Kaira menunjuk kacamata Raven.


“Jangan bertanya pada orang aneh atau kau akan tertular oleh keanehannya.”


“Aku tidak aneh! aku hanya menjelaskan!!” Raven melepas kacamatanya, kemudian memasukan benda itu ke Dimension Ring.


Kaira tidak memperdulikan Raven, dia memilih memikirkan tentang Boss Dimensi ini. “Baiklah... Sekarang kita haru-”


ROAAA!!! DERAK!!!


Entah dari mana datangnya, seekor Mystical Beast tiba-tiba saja muncul, lalu menyerang mereka bertiga.



Beruntung mereka bertiga berhasil melompat ke atas dan serangan Mystical Beast tersebut. “Cih! Kenapa harus Lord Mystical Beast, White King?!” gerutu Kaira.


“Yaah... Ini adalah lawan yang setimpal,“ ujar Raven.


“Setimpal gundul mu!!!”


GRRR... DAAS!!


White King melompat tiba-tiba untuk menyerang mereka bertiga. “Gawat menghindar!” Tyhas memperingati.


ZRAS!!


Beruntung mereka bertiga bisa menghindari cakaran White King yang dapat membelah udara. Kaira terbang menggunakan Sword Misery, sedangkan Tyhas dan Raven jatuh ke tanah.


“Jangan banyak bicara! Atau kita akan mati!” Teriakan dari Tyhas langsung membuat Kaira dan Raven bergerak maju.


“Wind - Elemental Magic - Rising Tornado!”


Sebuah tornado besar tercipta tepat membungkus White King, membuat sang Lord Mystical Beast terperangkap di dalam lingkaran angin.


“Sword Misery!”


Kaira melanjutkan dengan menggunakan ratusan Sword Misery yang dia arahkan ke Rising Tornado nya Raven.


“Ice Lotus - One Thousand Shots!”


Tyhas mengeluarkan sebuah panah yang berwarna biru layaknya es, lantas diri nya menggunakan Soul Weapon Level 3 tersebut untuk menembakkan seribu anak panah.



Serangan bertubi-tubi yang Kaira, Tyhas dan Raven lancarkan ternyata tidak terlalu melukai si White King. Itu terbukti saat dia memukul udara, membuat serangan mereka bertiga terhenti.


DUAR!!


White King terjatuh dengan cukup keras, membuat debu berterbangan kemana-mana hingga tubuh nya tak terlihat.


Dalam waktu seperkian detik, Tyhas dan Kaira dapat melihat sebuah siluet yang nampak menghadap ke satu, tidak lama kemudian siluet itu bergerak.


WUSH!!!


Mata Tyhas melebar. “Raven! Menghindar!!”


Will Continue In Chapter 22 >>>