
Raut wajah Kaira, Tyhas dan Raven memburuk. Jika memang benar ini adalah Dimensi ciptaan God of Death, maka sekarang ini mereka sedang di awasi.
Tidak hanya itu, bisa saja di Dimensi ciptaan nya ini, God of Death membunuh mereka semua. Tapi kemungkinan nya kecil, mengingat mereka berasal dari Asgrad.
Namun kemungkinan terburuk nya bukan itu, melainkan bisa saja mereka berempat di kurung di Dimensi ini selama nya.
“Aaah!!! Bagaimana ini?! Aku bahkan belum pernah menggenggam tangan seorang gadis! Uaah!!” Raven menjambak rambut nya sendiri.
Berbeda dengan Raven. Kaira dan Tyhas masih tetap tenang, mereka berdua tengah berusaha untuk menemukan solusi. Sedangkan L, dia hanya diam dengan ekspresi putus asa nya.
“Ah!” Saat sedang berpikir, Tyhas tiba-tiba menyadari sesuatu. “Oi, dari mana kau tau kalau Dimensi ini adalah ciptaan God of Death?”
“Entahlah...” L memijat kening nya. “Secara tidak sadar, aku mengetahui nya. Memori ini, muncul begitu saja di pikiran ku.”
L tersenyum, tapi bukan senyuman senang yang dia tunjukan. Melainkan ketakutan, bahkan saat ini tubuh nya telah di banjiri oleh keringat dingin.
“Kalian harus pergi, sebelum semua nya terlambat.” Setelah berkata demikian, L batuk pelan.
“Y-ya, kalau begitu kita harus segera keluar dari sini!” Kiara melirik Tyhas dan Raven.
“Cih! Ayo-” Belum sempat mereka bertiga bergerak, tiba-tiba terjadi sesuatu.
“Mau... pergi kemana kalian?” tanya L, suara nya terdengar sangat berat, raut wajah nya juga berubah. Dia yang sebelum nya duduk, kini berdiri, memandangi ketiga Pemuda itu.
Raven mengerutkan kening nya. “Bicara apa kau, Pria Keren? Jelas-jelas kita harus segera keluar dari Dimensi ini!”
“Raven, ada sesuatu yang salah.” Tyhas pun menengok ke arah belakang. Dia merasakan firasat buruk.
Kaira menggigit bibir bawah nya sendiri. “Kau benar Tyhas... Dan... Kau ini siapa? Mata merah?” Mata Kaira melotot, menatap mata L.
L tidak menjawab, dia hanya terus menatap mereka bertiga. Dari tatapan nya itu, terlihat jelas bahwa dia sedang meremehkan tiga Pemuda yang ada di hadapan nya itu.
Kaira, Tyhas dan Raven tidak tau harus berbuat apa, mereka bertiga tidak tau siapa atau apa yang sedang mengendalikan L.
Namun mereka tau, bahwa sosok tersebut amat sangat kuat, dari aura mencekam yang dia pancarkan.
Sebenarnya mereka bertiga sangat ingin sekali segera pergi dari tempat ini, namun di saat yang sama mereka sadar, bahwa kabur hanyalah tindakan bunuh diri.
‘Bocah!’ Pria yang ada di Ranah Jiwa Kaira, tiba-tiba berbicara.
‘Ada apa?! Dan sejak kapan kau bisa melakukan hal yang seperti ini?!’
‘Itu tidak penting, sekarang cepat siapkan mental dan fisik mu!‘
‘Huh?! Untuk apa-!’
‘Lakukan saja! Jika kau tidak ingin mati!’
“Ugh...” Walaupun tidak tau untuk apa, Kaira tetap melakukan apa yang Pria itu katakan. Dia segera mengalirkan Magi ke seluruh tubuh nya dan menyiapkan mental. Dalam waktu kurang lebih lima detik, semua itu sudah Kaira siapkan.
‘Bagus, sekarang perhatikan saja.’
“Hm? Apa- AKHH!!!”
Entah apa yang terjadi, mendadak Kaira merasakan sakit yang luar biasa di sekujur tubuh nya. Tyhas dan Raven yang melihat itu, segera menghampiri Kaira.
“Hoi! Kaira! Apa yang terjadi pada mu?!”
“Kaira! Kaira! Apa Pria Keren itu mengutuk mu?!”
Tidak ada jawaban dari Kaira, dia hanya berteriak kesakitan. Karena itu, Tyhas langsung mengeluarkan sebuah Pil Penyembuh untuk dia berikan pada Kaira.
Sebab Tyhas mengira Kaira sedang mengalami luka. Namun, belum sempat Tyhas memberikan Pil itu, Kaira sudah berhenti berteriak.
WUSH!!
Angin kencang tiba-tiba muncul dari tubuh Kaira. Mengakibatkan Tyhas dan Raven terhempas beberapa meter ke belakang.
Kaira yang tadi nya tidak tersenyum, kini memasang senyum tipis. Mata nya sudah tidak lagi biru, tapi berubah menjadi emas dan muncul sebuah tanda hitam melingkar di dahi nya.
L juga demikian, dia sekarang tersenyum. “Kihih. Kau hampir membuat ku mati kebosanan karena menunggu mu, Kaira!”
L tersenyum menyeringai. “Heh! Mau satu miliar tahun pun, nama mu akan tetap di ingat dasar bodoh! Sebagai penghancur Dunia, Warth Sins - Kaira.”
<----<>---->
Pupil mata Tyhas bergetar ketika melihat sosok Kaira yang sekarang. Bukan wujud nya yang menyeramkan, melainkan aura yang dia pancarkan, jauh lebih mencekam dari pada L.
Raven juga merasakan hal yang sama, nafas nya terasa sesak karena itu. Mereka tidak takut sama sekali dengan julukan Kaira. Karena mereka memang tidak tau, siapa itu Seven Deadly Sins.
Yang mereka tau hanyalah di Ranah Jiwa Kaira ada seseorang. Namun mereka tidak mengetahui bahwa orang tersebut bisa mengendalikan tubuh Kaira.
“H-hey, apa kau... Benar-benar, Kaira?” tanya Raven dengan suara yang bergetar.
“Jika kau mencari Kaira teman mu, dia tidak ada di sini. Aku adalah Kaira yang berbeda,” jawab Kaira atau siapa pun itu tanpa menoleh ke arah Raven.
“Kehehe! Tidak kusangka sekarang kau jadi sangat menyedihkan dan yang paling menyedihkan, kau malah berteman dengan Manusia?!” L mengejek Kaira.
Kaira menatap telapak tangan nya sendiri. “Aku tidak tau, setelah menggunakan ‘Jurus Terlarang’ itu, aku harus memasuki tubuh seorang Manusia.”
“Heheh, buahahaha! Ternyata saat terakhir kali aku melihat mu di hajar oleh Dewata Tertinggi bersama lima teman mu, lalu di siksa. Bukan lah kejadian paling menyedihkan dalam hidup mu!”
“Seperti nya benar, lebih baik kau mati saja. Mau ku bunuh sekarang? God of Death... Ah bukan, maksud ku, Raja Iblis.” Kaira menunjukkan kepalan tangan nya.
Tyhas dan Raven secara refleks bergerak menjauh, tepat setelah Kaira mengucapkan kata God of Death. Tyhas menelan ludah berat. “Ini... Sungguh han?” tanya nya lirih.
Mendengar ucapan Kaira, L atau Raja Iblis memasang ekspresi mengejek. “Coba saja kalau kau bisa, lagi pula, yang akan mati adalah Pemuda bernama Dyroth ini, bukan diri ku.”
‘Apa?! Dyroth?!’ Kaira yang saat ini sedang berada di Ranah Jiwa nya, terkejut bukan main ketika mendengar nama Dyroth.
Dyroth adalah saudara nya Balft dari Panti Asuhan dulu, dia juga pernah berada di Black Knight, namun berbeda pasukan dengan Balft.
‘Diamlah dulu bocah, jangan terlalu memikirkan nya.’ Kaira [Warth Sins] berusaha untuk membuat Kaira [Izura Kaira] tidak terlalu banyak berpikir.
‘Tapi-’
‘Diam!!’
‘U-ugh... Baiklah!’ Kaira pun diam, tidak lagi berbicara.
<----<>---->
“Oh, begitu ya? Ya sudah aku tidak akan membunuh mu untuk sekarang. Tapi tunggu saja, di masa depan nanti, kau akan mati dalam keadaan yang terburuk.” Kaira menunjuk wajah Raja Iblis.
Raja Iblis terkekeh geli mendengar perkataan Kaira. “Sudah ku bilang coba saja. Sekarang ini kau adalah Manusia, kau bukan lagi Fallen Angel.”
BUAKH!!! BRAK!!
Dengan kecepatan yang tidak bisa Tyhas dan Raven lihat, Kaira tiba-tiba memukul Raja Iblis hingga terhempas ke dinding Istana. “Berisik! Boodoh.”
Meski terkena serangan yang amat sangat kuat, Raja Iblis masih bisa berdiri kembali. “Khekhekhe... Apa kau akan membunuh ku bersama lima teman mu itu? Ya... Yang satu lagi sudah berkhianat sih.”
Kaira menghela nafas pendek. “Jangan terlalu percaya diri dulu, yang akan aku bunuh bukan hanya diri mu. Melainkan ke-11 Great God lain dan juga Vian! Aku bersumpah atas nama Iblis!”
Kaira menunjuk jantung nya sendiri, sebagai tanda bahwa dia benar-benar akan menepati sumpah nya di masa depan nanti.
Raja Iblis memiringkan kepala nya. “Apa kau marah karena pancingan ku tadi? Tapi bagus juga, kau sampai bersumpah.”
Cahaya mata Raja Iblis, mendadak berubah menjadi sangat menyeramkan. “Akan aku tunggu, kau membunuh kami dan juga... Adik mu sendiri, Cucu brengsek.”
Will Continue In Chapter 64 >>>
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Di Chapter ini banyak informasi yang terhubung dengan scene beberapa Chapter lain.
Salah satu nya adalah scene Nightmare Ring. Apa kalian masih ingat? ada yang lain nya juga sih, tapi... ya pikir sendiri!
BTW yang rambut hitam nama nya Vian, lalu yang rambut putih Kaira, apalah kalian sudah tau kenapa Kaira sangat ingin membunuh Vian? adik nya sendiri? :)