
Suatu hari di Holy Hell, saat nama Seven Deadly Sins baru saja menyebar, dua orang Bangsawan Iblis sedang membicarakan nya.
Mereka berdua duduk saling berhadapan di sebuah sofa mewah dan sebuah meja bundar memisahkan mereka. Tidak hanya sofa, tapi ruangan yang mereka tempati juga mewah.
Banyak lukisan dari para pendahulu mereka di dinding ruangan dan hiasan dari batu mulia yang sangat langka. Beberapa tanaman juga ikut menghias.
“CK! Kakak, apakah Seven Deadly Sins ini bisa di anggap ada?”
“Memang baru rumor yang tersebar tentang mereka dan mereka di katakan memilki kekuatan yang sudah melebih 12 Great God [12 Dewa dan Dewi] jelas, ini akan menjadi masalah serius di masa depan.”
Sang Adik menghela nafas pendek, dia kemudian menyandarkan tubuh nya ke sofa. “Dari rumor yang tersebar, mereka adalah Iblis. Jadi kita tidak perlu kawathir jika mereka akan mengancam kita.”
Iblis adalah mahluk hidup sangat kejam, mereka tidak akan segan membunuh, merampas bahkan melecehkan demi kepentingan pribadi.
Namun Iblis tidak akan membunuh Iblis lain nya, kalau melukai atau bertarung masih sering terjadi. Tapi untuk kasus Iblis membunuh Iblis, hampir tidak pernah terjadi.
Itu karena Iblis memiliki sumpah kepada "Tuhan" bahwa mereka tidak akan menyakiti saudara sendiri, asalkan mendapatkan "kekuatan" besar.
Untuk sejarah nya sudah terjadi jutaan tahun yang lalu, sangking lama nya kejadian itu bahkan sampai di lupakan oleh banyak Iblis, namun mereka tidak pernah melupakan untuk tidak saling menyakiti saudara mereka sendiri.
Si Kakak malah menggelengkan kepala. “Kau salah Adik, Seven Deadly Sins bukanlah Iblis.”
“Kalau begitu, mereka Malaikat?” si Adik mengerutkan dahi.
“Juga bukan.”
“Lalu?” Ekspresi sang Adik nampak sangat serius.
Dia pun mengeluarkan sebuah bulu putih yang dihiasi bercak darah balik jubah nya, lalu dia tunjukan pada Adik nya. “Menurut rumor baru-baru ini, mereka adalah ini.”
Ekspresi keterkejutan tergambar jelas di wajah sang Adik, jujur dia tidak mau mempercayai nya, tapi Seven Deadly Sins dari awal memang sudah tidak dia percayai. “Fallen Angel?”
“Ya benar, Fallen Angel. Pemimpin mereka juga dirumorkan memiliki darah lain selain Iblis dan Malaikat di diri nya, yaitu darah dari Great God.”
“Untuk darah Great God, aku rasa mustahil.”
Si Kakak tidak menyangkal sama sekali, karena dia juga berpikiran sama.
Fallen Angel adalah mahluk hina yang paling di benci oleh Iblis dan Malaikat, tidak hanya dua Ras tersebut, melainkan hampir semua Ras membenci Fallen Angel.
Karena Fallen Angel adalah hasil perkawinan dari Iblis dan Malaikat, berarti secara tidak langsung Fallen Angel telah melambangkan perdamaian di antara Iblis dengan Malaikat.
Sedangkan Iblis dan Malaikat hampir tidak pernah berdamai, sejak zaman dulu dua Ras ini selalu saja berperang. Karena semua itu adalah sebuah takdir.
Sedangkan yang berani melanggar takdir atau menghalangi takdir, di anggap sebagai orang paling buruk, hina, tidak pantas dan semua kesan jelek yang ada.
Lalu Fallen Angel sebagai keturunan Malaikat dan Iblis, tidak terikat oleh sumpah Ras Iblis pada "Tuhan" jadi mereka bebas membunuh Iblis.
Sebab itu, dua Kakak Beradik tersebut menanggapi serius rumor yang mengatakan Seven Deadly Sins bukanlah Iblis murni.
“Kalau memang benar begitu, sekarang muncul dua pertanyaan, siapa mereka dan bagaimana mereka bisa sangat kuat sampai bisa mengimbangi 12 Dewa dan Dewi?” tanya si Adik.
Sang Kakak mengambil gelas yang ada di meja, kemudian memainkan nya. “Pertanyaan itulah yang sedang di perdebatkan sekarang, sampai banyak yang berspekulasi dan tentu aku memiliki pemikiran ku sendiri.”
Dia nampak tertarik dengan ucapan Kakak nya. “Bisa Kakak ceritakan? Orang yang se 'jenius dirimu pasti memiliki pemikiran yang menarik.”
DAK!
Si Kakak tiba-tiba menaruh kembali gelas yang dia ambil, ke meja. “Coba kau pikir-pikir lagi, Seven Deadly Sins memiliki kekuatan yang menyamai 12 Great God.
Memang Great God akan digantikan oleh penerusnya setelah masa mereka sudah selesai atau mereka mati dan Seven Deadly Sins mungkin saja akan menjadi pengganti.
Tapi, masa hidup Great God saat ini yang paling sedikit adalah God of Death yang masih memiliki waktu 500.000 th.
Sedangkan sekarang ini Seven Deadly Sins sudah memiliki kekuatan yang setara dengan para Dewa, bukan kah itu terlalu cepat?
Jadi sangat tidak masuk akal jika mereka adalah pengganti. Dari semua fakta tadi bisa disimpulkan bahwa Seven Deadly Sins mendapatkan kekuatan dari seseorang dan mereka bukanlah orang sembarangan.
Sang Adik menggeleng pelan setelah mendengar penjelasan Kakak nya. “Sekarang muncul pertanyaan baru lagi, siapa yang memberikan kekuatan pada Seven Deadly Sins?”
“Aku tebak ini hanya dugaan mu.”
“Bukan, aku mendengar nya dari seorang Pria tua beberapa hari yang lalu, hanya saja aku belum menceritakan nya pada siapa pun.”
Si Adik hanya membuat posur tubuh ingin mendengar kan. Dia sudah berulang kali mendengar bahwa Seven Deadly Sins diisi oleh kumpulan orang kuat, jadi tujuan mereka pasti bukan hal yang sepele.
“Immortal Destiny, itulah tujuan mereka. Pria tua itu tidak mengatakan apa itu Immortal Destiny, karena dia terlanjur mati.”
“Dari nama nya saja sudah jelas bukan? Bahwa mereka ingin menjadi abadi, mewujudkan kehidupan yang abadi.” Dia menjawab dengan sangat sok keren.
Si Kakak jelas merasa Adik nya ini benar-benar orang bodoh untuk kelas Bangsawan tingkat atas, dengan argumen nya yang terkesan ngawur. “Immortal Destiny tidak mungkin memiliki arti yang sesempit itu. Pasti Immortal Destiny memiliki makna lain.”
“Kalau begitu, apa Kakak menemukan sesuatu dari Pria tua itu untuk di jadikan gambaran?”
“Tidak ada, bahkan sampai aku menguburkan nya, aku tidak menemukan apapun.” Dia merasa sedikit kecewa, wajah juga sedikit masam.
Melihat Kakak nya sendiri merasa kecewa, si Adik malah terlihat senang, sebab ini adalah kesempatan bagi nya untuk bersinar. “Kalau begitu mari kita berteori dengan semua informasi yang kita miliki.”
Dia mendadak tersenyum tipis, tidak lagi memasang wajah masam, karena dia merasa akan ada kesempatan bagi Adik nya untuk berkembang. “Baiklah, kau yang berteori, aku akan berusaha mencari kejanggalan di teori mu.”
Dua Kakak Beradik ini berasal dari Keluarga Bangsawan yang sangat mengedepankan kecerdasan, jadi sebagai Kakak yang baik dia ingin Adik nya segera berkembang agar tidak mengecewakan.
“Baiklah...!” Si Adik nampak bersemangat. “Pertama, mereka itu kuat, jadi spekulasi ku yang mengatakan mereka ingin menjadi abadi adalah hal konyol, aku memang sedikit terlambat menyadari nya. Sebab dengan kekuatan mereka saat ini mereka bisa saja menjadi abadi.”
Si Kakak mengguk pelan. “Cepat juga kau belajar, tapi ada yang salah, tidak ada yang nama nya abadi, yang kau maksud dengan abadi pasti memiliki umur super panjang dan regenerasi yang gila.”
Si Adik mengguk pelan, kemudian lanjut menjelaskan. “Kedua, kekuatan mereka bersumber pasti dari orang yang sangat kuat dan yang terpikirkan oleh ku adalah "Tuhan" dan kalau benar, pasti Dunia akan bergejolak di masa depan nanti.
"Tuhan" juga tidak akan memberikan kekuatan pada beberapa orang dengan tanpa alasan, beliau pasti memiliki rencana dan rencana itu adalah Immortal Destiny.”
“Lanjutkan.”
“Nah, dari dua poin yang aku sebutkan tadi, Pria tua yang Kakak temukan pasti ada kaitan nya. Sekarang kita hanya perlu menggabungkan semua nya.”
Dahi si Kakak mengerut, dia tidak tau harus merespon apa atas kecerdasan Adik nya itu yang tiba-tiba meningkat pesat.
“U-um... Berarti, semua informasi itu adalah semacam pesan, yang memperingatkan pada kita bahwa sesuatu yang bernama Immortal Destiny akan terjadi di masa depan dan dalang nya adalah Seven Deadly Sins.” Dia berkata sambil memegangi kening.
“Ya! Itu yang ingin ak-”
BRUAK!!! DUAR!!! JDAR!!!
Belum sempat si Adik mengungkapkan rasa senang nya, tiba-tiba tekanan udara yang sangat besar menimpa seluruh kediaman Keluarga mereka.
Tekanan udara itu sangat lah kuat, sampai membuat seluruh bangunan yang ada di sana hancur, bahkan hingga memadatkan tanah sampai retak dan terciptalah sebuah cekungan besar yang dipenuhi mayat beserta puing-puing bangunan.
Semua nya terjadi begitu cepat, jadi tidak ada satupun orang yang selamat dari insiden ini bahkan si Kakak Beradik juga.
<----<>---->
“Bam, kenapa kau malah menghancurkan nya?” Seorang Pria berambut putih, mata biru safir dan dua sayap putih di punggung nya, bertanya pada teman nya.
Teman nya, si Pria berambut biru hanya menjawab dengan nada datar. “Aku benci di bicarakan oleh orang lain.”
Will Continue In Chapter 52 >>>
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Tu bocah emang pas awal aku kasih image cerdas, karena semua perkataan nya adalah hal yang sederhana, jadi saat tu bocah nyebutin tujuan Immortal Destiny adalah keabadian seseorang, si kakak langsung bilang tu bocah ******.
lalu dia bisa cerdas karena suasana hati nya sedang senang, coba dah lu main game pas seneng, auto pro kan?
tapi pas giliran lag, tim kek **** [bangku biru] pasti Lo marah, trus main lagi masih dalam keadaan marah, pasti bakal buruk cara main lu.
nah itu yang gua ambil buat nggambarin kecerdasan tu bocah, udh sih itu aja dadah.