
“Tyhas.”
“Raven, atau kalian bisa memanggil ku Tuan Tampan!” Raven membuat pose aneh.
“Oh...” Pria itu menengok ke arah Kaira. “Hei kau, kenapa hanya menunduk saja?”
Kaira yang sedang berpikir keras untuk mencari nama baru, tersentak kaget saat mendengar pertanyaan itu. “Ah ya... Aku sedang banyak pikiran akhir-akhir ini. Viole! Itu nama ku.”
“Aku Azartas. Sudah cukup bicara nya, sekarang cepat cari warga yang masih selamat!”
“Dimengerti!” Kaira, Tyhas, Raven dan beberapa anggota White Eagle, merapatkan kedua kaki mereka, lalu menekuk tangan kiri di belakang punggung. Kemudian mengepalkan tangan kanan untuk di tempelkan pada dada kiri masing-masing.
Gerakan itu adalah sebuah gerakan wajib di White Eagle, ketika ada atasan yang memerintahkan Junior. Gerakan itu disebut Curre.
Curre merupakan gerakan yang sangat populer di Benua Altesia bahkan sampai ke Auretesia. Jadi hampir tidak ada yang tidak mengetahui apa itu Curre.
Oleh karena itu, Azar bersikap biasa saja ketika Kaira beserta dua teman nya melakukan gerakan khas White Eagle.
Dia pun membalikan badan nya saat beberapa bawahan nya beserta tiga orang Pemuda telah berpencar untuk mencari warga yang selamat.
Kota kecil ini baru saja hancur pagi tadi dan sekarang sudah kelewat beberapa jam dari siang. Dari kurun waktu itu, masih ada kemungkinan untuk warga yang bersembunyi selamat.
Sedangkan yang tidak bersembunyi sudah mati mengenaskan, mayat mereka sekarang ini sedang bergeletakan di jalanan Kota.
Tugas Azar bukan untuk membersihkan mayat-mayat yang ada, jadi dia tidak menyingkirkan semua mayat itu, meskipun merasa terganggu.
“Aku tidak yakin ini adalah ulah Kaira... Seperti nya Kelompok itu yang melakukan nya, mereka pasti menggunakan banyak Teleportation Ring untuk kabur.”
<----<>---->
‘Kaira, kau yakin akan mengganti nama mu?’ di tengah pencarian, Tyhas bertanya melalui telepati.
‘Ya, aku yakin. Menggunakan nama yang terlibat masalah kontroversi pasti akan sangat merepotkan. Jadi mulai sekarang Viole adalah namaku.’
‘Baiklah kalau begitu, Viole.’
‘Fokus ke pencarian!’ Viole langsung menambah kecepatan gerak nya, menyusuri setiap puing-puing bangunan di Kota ini.
Begitu juga dengan yang lainya. Mereka berusaha keras untuk menemukan setiap warga yang masih selamat dari insiden ini.
Meskipun tujuan nya sama, tapi mereka semua memiliki alasan yang berbeda. Ada yang benar-benar murni ingin menolong, atau terpaksa karena perintah atasan dan ada juga yang terpaksa demi mendapatkan kepercayaan.
Walaupun begitu, yang mereka lakukan tetap lah sebuah kebaikan, yang pasti akan langsung di telan mentah-mentah begitu saja oleh masyarakat.
Setiap puing-puing bangunan yang Viole temui, akan dia pindahkan demi mencari orang yang bisa saja tertindih oleh bangunan yang runtuh.
Tapi usaha Viole tidak membuahkan hasil apapun, dari tadi yang dia temukan hanya mayat dan mayat, tidak ada satupun yang hidup.
“Apa mereka semua sudah kabur? Tapi rasa nya sangat tidak mungkin mengingat trauma yang mungkin saja mereka alami. Lebih baik aku mencari di-”
“To-long...” Suara lirih yang terdengar pilu, menggelitik telinga Viole.
Seketika Viole menjadi panik, dari suara itu saja dia bisa sadar bahwa orang yang meminta tolong pada nya, sedang terluka parah.
Pandangan Viole bergerak kesana-kemari dengan sangat cepat, tapi dia tidak berhasil menemukan tempat orang itu berada.
“Ta-aanah...” Suara yang terdengar samar itu, kembali melewati telinga Viole.
“Tanah? Ah! Tanah!” Setelah mengetahui maksud suara itu, Viole segera memperhatikan tanah di sekitar nya.
Dalam waktu kurang dari lima detik, Viole berhasil menemukan keberadaan orang yang meminta bantuan pada diri nya itu.
Di jarak kurang lebih enam meter dari diri nya, Viole bisa melihat ada gundukan aneh pada tanah itu. Langsung saja dia menggali tanah tersebut.
Baru menggali sedikit saja Viole telah menemukan kepala seorang gadis, yang sebenarnya cantik, namun kecantikan nya tertutupi oleh tanah yang menempel.
Ketika sudah setengah jalan menggali tanah yang mengubur tubuh gadis itu, Viole bisa melihat bahwa gadis itu tidak memakai sehelai kain pun.
Dan ternyata, tubuh nya juga di penuhi luka lebam. Di bagian tubuh lah yang paling parah.
Viole menghela nafas, lantas kembali menggali menggunakan tangan nya, sampai dia benar-benar bisa mengeluarkan tubuh gadis itu dari tanah.
Viole pun menggendong gadis itu, kemudian melesat ke arah Azar berada. Di sepanjang jalan, gadis itu hanya diam dengan wajah nya yang tanpa ekspresi.
Lagi-lagi Viole menghela nafas panjang. Sebab dia mengetahui dengan sangat jelas apa yang baru saja gadis ini alami.
Sesampai nya di sana, Azar menyambut mereka berdua dengan sebuah tikar. Gadis itu Viole tidurkan di tikar, lantas Azar mengobati luka nya.
Tubuh gadis itu juga langsung di bungkus oleh kain, untuk menutupi ******** nya. “Kau bisa pergi mencari warga yang lain, serahkan dia padaku.”
Viole sempat melirik ke belakang, sebelum menghilang dari situ. Tepat setelah Viole pergi, Raven kembali bersama dengan seorang bocah kecil yang tangan kanan nya hampir putus.
<----<>---->
Satu-persatu warga yang masih hidup dapat di selamatkan. Tapi hampir semua nya dalam keadaan yang tidak bisa di bilang baik-baik saja.
Malam itu, mereka membangun perkemahan di sekitar Kota itu untuk bermalam, juga untuk mengistirahatkan para warga yang masih selamat.
Di sekeliling api unggun, Viole dan yang lainnya sedang beristirahat sambil menikmati daging rusa bakar yang baru saja Tyhas tangkap.
Di temani oleh angin malam yang dingin dan hangat nya api unggun. Mereka semua mengisi perut masing-masing.
“Hei, Tuan Zar, kenapa White Eagle menyelamatkan warga yang masih hidup di Kota ini?” tanya Kaira di tengah hening nya suasana.
Azar menelan daging rusa nya. “Itu karena White Eagle bukan hanya Akademi Sihir, tapi juga pelindung wilayah Eivasha.”
Eivasha adalah wilayah yang tidak bersangkutan dengan Keluarga Bangsawan dan Kerajaan manapun, bisa di bilang Eivasha adalah wilayah tanpa Pemimpin.
Oleh karena itu White Eagle dengan sukarela memimpin Eivasha, sekaligus menjadi pelindung wilayah yang tidak di anggap ini. Walau yang mereka lindungi hanya di Benua Altesia saja.
“Oh begitu ternyata...” Viole pun berdiri, lantas melangkah menuju salah satu tenda yang merupakan tempat nya.
“Viole? Sudah mau tidur?” tanya Tyhas.
“Hmm...! Sudah berhari-hari aku tidak tidur dengan tenang. Hari ini aku mau menikmati nya.”
“Viole! Aku ikut!” Raven langsung menghabiskan daging rusa nya, kemudian berjalan di samping Viole.
Ya, sekarang Raven memanggil Kaira dengan nama Viole, setelah dia mendapatkan penjelasan dari Tyhas tadi siang.
Azar tersenyum kecil setelah Viole dan Raven memasuki tenda masing-masing, lantas menatap Tyhas. “Nama mu Tyhas kan? Kenapa tidak ikut dengan mereka?”
“Aku hanya ingin menikmati malam ini.” Tyhas menjawab seadanya.
Azar diam sejenak, lalu bertanya. “Kenapa kalian bertiga sangat berusaha untuk menjadi Murid White Eagle?”
“Jujur, aku dan satu temanku awal nya hanya ingin coba-coba. Namun setelah kami mengetahui sistem yang ada di White Eagle dari sebuah poster, kami jadi tertantang.”
“Hoo... Semoga kalian bisa bertahan di dalam sana.” Azar tersenyum menyeringai.
Will Continue In Chapter 69 >>>
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Mulai sekarang nama Kaira bakal ganti jadi Viole. BTW Viole itu bacanya [Violi] bukan Viol[e]
terserah mau yang mana, suka-suka kalian, toh kalian yang baca.
Yang penting like👍 atau NNN kalian gagal gara-gara video Gisel or Gamer cantik bertelinga kucing 🗿