
Suasana dan suara pertempuran sekarang sudah tidak ada lagi di Stadium, yang ada hanyalah keheningan dan hembusan angin.
Hampir semua orang yang ada di luar Stadium terdiam memperhatikan tujuh orang saling bertatapan, dari jauh, mereka semua masih menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Suasana yang hening membuat mereka tegang, bahkan bernafas pun mereka lakukan pelan-pelan.
Para Binatang yang ada di sekitar situ juga sama, mereka tidak bergerak dari tempat mereka, seakan-akan di kendalikan oleh alam.
Hal itu bisa terjadi karena Covenant Magic milik Raja Elc yang begitu kuat, sampai efek nya mempengaruhi hewan-hewan di sekitar nya.
Kaira menarik nafas dalam-dalam, berusaha untuk fokus mengendalikan kekuatan yang baru saja dia dapatkan dari seseorang yang misterius.
Kaira mengarahkan tangan kiri nya ke depan, dengan Four Crystals yang dia pegang erat. Sihir Gelap pun Kaira alirkan pada Pedang nya tersebut.
“Enchant - Amament!”
DRAK!! DUAR! DUAR! DUAR! DUAR!
Four Crystals Kaira tancapkan ke tanah, sedetik kemudian muncul beberapa tentakel berwarna hitam pekat dari dalam tanah, tentakel itupun langsung menyerang Vii.
Akibat dari serangan Kaira, suasana Stadium yang tadi nya hening, kini mulai kembali di penuhi oleh suara pertempuran, namun di level yang berbeda.
<----<>---->
“Water - Elemental Magic - Circular Slash!”
Lian mengalirkan Sihir Air yang berwarna hitam pekat pada Katana nya, lantas menebaskan Pedang itu pada Master Yi.
SRUAR!!! JDAR!!
Tapi sayang nya Master Yi dapat dengan mudah menghindar dari serangan itu, akibat nya serangan Lian nyasar dan mengenai orang yang ada di belakang Stadium.
Ya, serangan tersebut mampu menembus dinding Stadium, bahkan masih berkekuatan tinggi saat sudah menghancurkan dinding tebal Stadium.
Master Yi tiba-tiba muncul di belakang Lian. “Melawan seorang Master dalam pertarungan jarak dekat adalah kesalahan besar.”
SHAAS!!
Lian langsung menebas Master Yi tanpa basa-basi, tapi lagi-lagi dapat di hindari oleh sang Master. “Aku tadi hanya lengah, jadi jangan meremehkan ku-”
DUAKH!!! DRAK...! BRAK!!
Master Yi yang tiba-tiba kembali menghilang sudah Lian perkirakan, jadi saat Pria itu muncul di samping nya, dapat langsung dia pukul.
Master Yi terhempas jauh akibat pukulan tersebut, segera Lian menghampiri nya untuk melanjutkan serangan.
Di sisi lain, Exudos dan Clade dengan bantuan Raja Elc tengah bertarung dengan sangat sengit melawan Issei dan Rin.
“Level Three Kick!”
DUAKH!! BUAKH!! DAKH!!
“Ugh...!”
Raja Elc melompat, kemudian mengarahkan tiga tendangan kuat yang sampai menghempaskan udara, pada musuh nya.
Issei yang lambat apa lagi di ganggu oleh Exudos, harus rela terkena tendangan Raja Elc di tambah dengan tendangan dari si kuda perkasa, Exudos.
Rin dengan sigap membawa Issei kabur, pertama dia menjauhkan Clade dengan menendang nya, baru melesat sambil menarik kerah baju Issei.
Saat sudah cukup jauh, barulah Rin berhenti. “Kau pergilah, cari bantuan! Aku akan menahan nya.”
Rin menyuruh Issei pergi mencari bantuan karena Issei tidak cocok untuk bertarung dengan Raja Elc yang notabene mengandalkan kecepatan nya untuk bertarung.
“Tapi bagaimana kau bisa menghadang nya? Berdua dengan ku saja kau masih kualahan.”
Issei mau tidak mau hanya bisa setuju, dia pun meninggalkan Pedang Besar nya sebelum melesat secepat mungkin untuk mencari bantuan.
Kaira yang menyadari tindakan Issei tidak bisa menghadang Pria itu untuk pergi karena Vii menahan gerakan nya.
Kekuatan Kaira memang meningkat, tapi di saat yang bersamaan kekuatan tersebut membebani tubuh nya, jadi semakin pertarungan ini lama maka akan semakin lemah kekuatan Kaira.
Karena itulah Kaira tidak menggunakan tentakel yang tadi dia munculkan untuk menahan Issei.
Karena tidak bisa membantu menghadang Issei, Kaira memilih untuk memperingati Raja Elc. “Raja! Ukh... Jangan biarkan ekor sembilan itu mengaktifkan kekuatan nya!”
DUAKH!!! KRAK!!!
Vii memukul Kaira dengan sangat keras, hingga membuat tanah di sekitar situ mengalami keretakan yang parah akibat dampak dari serangan nya.
Beruntung Kaira dapat menangkis serangan itu dan hanya mundur beberapa langkah. Sedetik berikut nya Kaira melancarkan serangan balasan, pertukaran serangan yang menekan udara di sedikitar situ pun terjadi.
Sambil menahan dan menyerang, Vii bertanya. “Tau apa kau soal Rin?” Nada suara Vii sangat dingin.
DUAKH! SHAS!! SWOOSH!!
“Aku mendengar dari seseorang, bahwa kekuatan Rubah Ekor Sembilan bukan main-main...”
DUAR!! DUAR! DUAR!
Karena tidak terlalu diuntungkan saat melawan Vij yang seorang yang hampir menjadi Master. Kaira pun memaksa untuk mengendalikan lagi Enchant - Amament.
Meskipun harus merasakan sakit di sekujur tubuh nya.
<----<>---->
CTAK! ZRAS!! SRAT!!
“Sialan...!” Raja Elc berdecak kesal karena tidak segera menanggapi peringatan yang Kaira berikan.
Saat ini Rin telah dalam mode serius nya, dia sudah tidak lagi menggunakan Katana, melainkan cakar-cakar nya yang begitu tajam dan kesembilan ekor nya.
Di hadapan kekuatan baru yang Rin gunakan, Exudos dan Clade tidak berdaya sama sekali, bahkan mereka berdua hanya menjadi samsak bagi Rin.
Sedangkan Raja Elc harus terus menghindar demi mempertahankan diri, tapi tetap saja dia akan terkena beberapa serangan kecil dari Rin.
Kecepatan memang Senjata utama Raja Elc, namun di hadapan kekuatan Rin yang sesungguhnya, kecepatan Raja Elc, kalah.
‘Sialan! Kapan si True Black Knight itu kembali?!’ Raut wajah Rin mulai memburuk setelah menyerang terus-terusan selama beberapa menit.
Raut wajah Rin memburuk karena kekuatan nya ini tidak bisa di gunakan untuk waktu yang lama, dan sekarang sudah hampir setengah dari waktu yang dimaksud.
Raja Elc yang menyadari hal tersebut, langsung memanfaatkan nya untuk balik menyerang. “Ice Fire - Elemental Magic - Sword of Grace!”
WUUUR...!!!
Api Biru yang sama dengan milik Balft, membentuk sebuah Pedang raksasa di udara, karena Sihir dari Raja Elc, dia pun mengarahkan nya pada Rin.
BRAAAK...!!!
Sebenarnya bisa saja Rin menghindar, tapi karena kaki nya tiba-tiba di lilit oleh tentakel milik Kaira, dia jadi terpaksa harus terkena serangan Raja Elc secara langsung.
Serangan itu sangat kuat, sampai menekan udara dan membuat cekungan yang cukup dalam di tempat Rin berdiri.
Cekungan itu tidak hanya dalam, tapi juga di penuhi oleh Api Biru milik Raja Elc.
Will Continue In Chapter 39 >>>