Mafia Girls

Mafia Girls
EPS 97



" Ada apa ini, kenapa tiba-tiba padam !". Seru Revin langsung menyalakan lampu dari handphone nya dan diikuti oleh semua para tamu undangan sehingga gelapnya gedung berubah berkerlap-kerlip dengan cahaya itu dan itu terlihat sangat indah sekali.


" Bagaimana ?". Tanya Revan kepada Ronald yang baru saja menghubungi bagian teknis


" Semuanya baik, mereka bilang sebentar lagi menyala kembali ". Jawab Ronald.


Dalam indahnya cahaya di dalam gedung terdengar mic yang menyala, semua orang mengarahkan pandangan nya ke asal suara.


HAPPY BIRTHDAY to you


HAPPY BIRTHDAY to you


HAPPY BIRTHDAY


HAPPY BIRTHDAY


HAPPY BIRTHDAY MOMMY


Lagu selamat ulang tahun yang terdengar di depan begitu lembut dan penuh sayang, kemudian setelah itu lampu kembali menyala secara bertahap. Tatapan mereka terkunci pada seorang gadis cantik yang berdiri di depan dengan kue ulang tahun berukuran sedang berada di tangan nya.


Edward tersenyum di samping podium melihat kekasih hatinya bernyanyi lembut untuk mommy tersayang nya.


PROK,,PROK,,PROK,,PROK


Suara tepuk tangan menggema di sana, Nameera terkejut. Luis tersenyum hangat kepada istrinya itu dan menuntun nya maju ke depan podium diikuti oleh anak-anak nya.


Kakek Han tidak bergeming dari tempatnya, air bening tanpa perintah keluar dari sudut matanya.


" Dad ". Seru Nameera yang sudah menangis di pelukan suaminya, air matanya tidak bisa di tahan lagi, tubuhnya melorot kebawah seakan lututnya tidak mampu untuk menahan tubuhnya.


" Ayo berdirilah ". Luis membantunya berdiri dan menopang tubuh istrinya. Revan, Revin dan juga Ronald sudah sampai di dekat Ruby.


" Kenapa kau tidak memberi tahu kami jika menyiapkan kejutan untuk mommy, kalau kami tahu pasti bisa membantumu ! Apa kau tidak menganggap kami sebagai kaka mu hmm !". Ucap Revin mengambil alih kue tar yang berada di lengan Ruby.


" Sedikit orang yang tahu itu lebih baik bukan ?!". Ujar Ruby polos polos menyebalkan.


" Ya ya ya terserah kau saja ". Ucap Malas Revin.


" Sayang, hikss,,hikss,, maafkan mommy, maaf maaf maaf ". Nameera memeluk Ruby begitu erat, dia sangat bahagia saat ini tapi air mata nya tidak bisa berhenti keluar, tangan Ruby mengusap punggung Mommy nya sesekali menepuk pelan seolah menenangkan dan tangan yang satunya lagi di pegang oleh daddy Luis.


" Apa Ruby memaafkan mommy ? Maafkan semua kesalahan mommy maaf !". Ucapnya tidak peduli dengan para tamu undangan yang menonton mereka, tamu undangan begitu terharu melihat semua ini. Drama antara anak dan juga ibunya seakan menghipnotis seluruh yang ada di dalam pesta, jika yang tidak tahu permasalahan nya mungkin akan bingung kenapa mereka seperti itu. Tapi tidak dengan mereka yang tahu karena semua kejadian selalu muncul dalam perayaan besar seperti ini.


" Diamlah ". Ucap mereka berdua.


" haiiihh dasar wanita ribet ". Ujar Lexi menggeleng kan kepalanya dan Andrew mencebik kesal. Leo hanya menoleh ke arah mereka karena sedikit perdebatan yang terdengar oleh telinga nya dan tidak lama langsung menatap ke depan kembali.


***


" Ayo cepatlah, aku sudah sangat merindukan anak manja itu !". Kesal David karena mobil yang di kemudikan oleh Brayn mengalami masalah di tengah perjalanan jadi akan terlambat datang ke sana.


" Tch berisik ". Brayn fokus melajukan mobilnya dan menambah kecepatannya.


" Apa mereka sudah sampai, coba kau hubungi Savira ". Ucap Brayn, ekor matanya melirik David yang tengah kesal dengan ketidakberuntungan nya malam ini.


" Belum, sebentar lagi mereka sampai ". Jawab David membuat Brayn langsung mengerutkan dahinya karena sedari tadi David tidak sedikitpun memegang handphone dan sedang tidak memasang earphone di telinganya.


" Kau tahu dari mana ? ". Selidik Brayn, David baru sadar dengar ucapan nya, tapi bukan David namanya jika tidak memiliki alasan kecil untuk ini.


" Aku tadi menghubungi nya, kau saja yang terlalu fokus dengan stir mu itu !". Ujar nya pura-pura kesal dan itu berhasil. Apa dia begitu bodoh ! pikir David sedikit menyunggingkan senyumnya.


Suasana di dalam pesta masih dilingkupi rasa haru, Ruby melepaskan pelukan mommy nya dan menangkap sendu dari matanya.


" Aku sudah memaafkan mommy dan daddy jauh-jauh hari, bagaimana aku bisa membencimu ? aku dilahirkan oleh mu, itu hidup dan mati, lalu apakah aku berhak membencimu hanya karena sebuah fitnah yang tak mendasar ? aku percaya adanya takdir dalam hidup yang mungkin semua itu adalah jalan hidup yang harus aku jalani , aku hanya kecewa kepada kalian tapi tidak untuk membenci kalian ". Ruby mengusap lembut pipi Nameera yang masih basah dengan air mata yang terus mengalir tanpa pamit.


Nameera segera memeluk putrinya kembali, dia seakan tidak mengenali gadis di depan nya, dia begitu dewasa dalam menyikapi hal seperti ini tapi kenapa dia yang seorang ibu begitu buruk. Luis pun ikut memeluk mereka.


" Kau sudah besar By, maaf karena kami kau terlalu cepat menjadi gadis dewasa dan maaf saat itu kami tidak berada dalam perkembangan mu ". Ucap Luis mengeratkan pelukan nya, suaranya bergetar menahan tangisnya. Revan dan yang lain nya menunduk menyembunyikan wajahnya karena mereka ingin sekali menangis saat ini juga, Luis menoleh ke samping podium dan melihat Edward sedang tersenyum kepadanya.


Luis berjalan menghampiri Edward dan memeluknya.


" Terimakasih ". Satu kata dari Luis, dia begitu bahagia.


" Tidak apa, dia memang gadis dewasa dan aku hanya menuntunnya saja ". Ucap Edward, mereka berdua menghampiri semuanya.


" Baby, apa kau melupakan aku ?". Seru Edward merangkul pinggang nya.


Ruby membalasnya dengan senyum, senyum yang begitu manis dan itu hanya di tunjuk kan kepada Edward tapi malam ini semua orang melihat nya, betapa cantik nya Ruby. " Terimakasih honey ". Ruby memeluk Edward di depan semua orang.


Para pria lajang di sana yang tadinya berharap menginginkan Ruby menjadi kekasih nya kini hilang sirna saat kedatangan Edward yang terlihat begitu berarti dalam hidup nya.