Mafia Girls

Mafia Girls
EPS 82



" Eh, hai By !". Sapa Leo yang berpapasan dengan Ruby hendak keluar dari kedai setelah mendapatkan sesuatu yang sedari tadi di perlukan nya.


" Hai kak ! ". Jawab Ruby sopan.


" Apa yang sedang kau lakukan di sini ?". Tanya Leo. Mata Leo menyapu sekitar seolah mencari sesuatu. " Apa kau sendirian ? di mana Edward, biasanya dia selalu bersamamu By ?". Sambungnya bertanya seolah penasaran kenapa tidak ada Edward di samping Ruby, karena biasanya mereka berdua selalu pergi berdua kemanapun itu.


" Eum, aku ada urusan di sekitaran sini dan kak Ed tidak bisa mengantar karena ada sedikit pekerjaan yang harus dia urus ". Jawab Ruby.


" Leo ". Teriak Lio yang ternyata tengah menunggu di dalam mobil. Lio pum keluar menghampiri adik nya yang terlihat tengah bertegur sapa dengan seorang perempuan.


" Ada apa, kenapa kau keluar ? ". Tegur Leo kepada kakak nya itu.


" Ada apa ? apa kau tahu kau lama sekali Leo ! ". Kesal Lio memijit keningnya yang terasa semakin pusing, wajahnya sangat pucat, mungkin dia sedang demam.


Lio mengalihkan pandangan nya kepada Ruby seraya mengangkat salah satu alisnya. " Apa kau teman Leo ?". Tanya Lio kepada Ruby. Ruby tersenyum manis kepadanya.


Leo sangat terkejut saat Ruby menunjukkan senyum yang begitu menawan kepada kaka nya, baru kali ini Leo melihat Ruby tersenyum seperti itu karena biasanya Ruby hanya menunjukkan senyum smirk.


" Kau cantik sekali, siapa namamu ? ". Tanya Lio menjulurkan tangan nya kepada Ruby hendak bersalaman.


" Ruby !". Jawabnya,


" Sehalio, panggil saja kak Lio sama seperti Leo memanggilku ". Seru Lio mengenalkan dirinya kepada Ruby. Lio melirik sejenak kepada Leo seolah bertanya kepadanya apa dia Ruby yang dia cintai itu. Leo menganggukkan kepala nya tipis membenarkan.


" Baiklah kak Seha !". Ujar Ruby melepaskan salaman nya dari Lio. " Aku akan memanggil mu dengan nama itu ! Jika begitu aku pamit dulu, ada yang harus aku beli di dalam sana dan senang berkenalan dengan mu kak !". Ucap Ruby.


" Terserah kamu saja by ! Oh iya, jika tidak keberatan apa kau bisa menemani kami makan malam ? Ibu kami sedang merayakan hari pernikahan nya, tapi hanya di rayakan oleh kami saja dan memasak banyak makanan malam ini ". Undang Lio kepada Runy dan berharap dia menyetujui undangan nya.


" Baiklah kak, kau bisa share lokasi nya kepadaku nanti, aku akan datang ! ". Ucap Ruby menoleh kepada Leo yang sedari tadi diam memperhatikan interaksi antara dirinya dan juga kakak nya.


" Terimakasih atas undangan nya, jika begitu saya permisi kak". Ruby berlalu dari sana dan masuk ke dalam kedai itu.


" Cantik ! Wah kau benar-benar tidak salah pilih wanita Leo ". Puji Lio masih menatap kepergian Ruby. " Ayo kita pulang ". Ujar nya lagi.


" Apa kau tau kak ? Sikap Ruby tadi membuatku kaget, biasanya dia begitu dingin dan juga datar, untuk tersenyum pun sangat susah namun berbeda jika sedang bersama dengan Edward kaka angkat nya itu. ". Seru Leo berbicara sembari berjalan mendekati mobilnya.


" Apa iya ? Kenapa tadi dia tidak seperti yang sedang kau bicarakan Le ?!". Tutur Lio masuk ke dalam mobil di sebelah kanan karena Leo yang akan mengemudikan mobil nya.


" Haihh mana aku tau ka ! ". Ucap Leo memasang sabuk pengaman nya dan siap melaju kan mobil.


" Kurang apa aku ini kak ?, baru kali ini ada wanita yang begitu mengacuhkan ku ". Gerutu Leo.


" Le, apa kau memiliki kontak Ruby ?". Tanya Lio merogoh ponsel nya hendak mengirim lokasi rumah kepada Ruby. Lio menoleh kepada Leo dan langsung melotot kan matanya kesal. Leo hanya nyengir, lupa jika dirinya tidak memliki kontak Ruby.


" Tapi kak aku punya kontak Edward, biar nanti aku share kepadanya". Ucap Leo menyelamatkan dirinya dari pukulan sang kaka tercinta.


" Terserah kamu saja, yang penting dia datang !". Seru Lio menyandarkan bahunya.


**


" Halo baby, apa kau sudah pulang ?". Tanya Edward langsung menghubungi Ruby saat baru saja dia mendapat pesan dari Leo. Dia mengatakan jika itu lokasi rumah nya dan dia meminta Edward memberi tahu Ruby karena dia tidak mempunyai kontaknya.


Leo mengatakan jika kaka nya mengundang Ruby makan malam di rumah nya tapi tidak bisa di pungkiri, hati Leo begitu berbunga kala Ruby menyetujui untuk datang walaupun atas undangan kaka nya.


Leo menceritakan pertemuan nya dengan Ruby kepada Edward, Edward bisa menggambarkan jika teman nya itu sedang dalam suasana yang begitu bahagia jadi dia membiarkan nya, toh nanti juga dia akan tahu kebenaran nya. Bukan Edward tidak mau mengatakan nya tapi dia menunggu untuk Ruby sendiri mengatakan dengan mulut nya sendiri.


" Aku di jalan pulang kak dan baru saja aku mampir ke kedai pinggir jalan, tenggorokan ku sangat kering sekali ! ". Tutur Ruby.


" Apa kau tadi bertemu dengan Leo baby ? ". Tanya Edward.


" Iya kak, tadi kebetulan bertemu di kedai ! Dari mana kaka tahu jika aku bertemu dengan nya ? ". Tutur Ruby.


" dari Leo, tadi dia menghubungi ku dan share lokasi rumah nya ". Ucap Edward panjang lebar. " Apa kau akan datang baby ?". Tanya nya kembali memastikan.


" menurut mu honey, apa aku harus datang ? ". Tanya balik Ruby seakan pertanyaan nya mengandung permintaan kepada Ruby.


" Apapun untuk mu sayang ". Ucap Edward tersenyum. " Ya sudah aku tutup telpon nya ! Oh iya, apa aku perlu menemanimu sayang ? ". Lanjutnya menawari dirinya sebelum sambungan nya di akhiri.


" Apa kau tega membiarkan aku pergi sendiri ? Bagaimana jika ada yang menculik ku hahaha ". Canda Ruby.


" Coba saja jika ada berani menculik mu ! bukan hanya dia yang akan aku hukum tapi kamu juga akan mendapatkan nya ". Serius Edward. " Ok, hati-hati di jalan nya ! sampai ketemu di rumah, Love you baby ". Ucap Edward hendak menutup sambungan nya tapi di urungkan nya karena jawaban dari Ruby.


" I love you to honey ! " Ruby segera menutup telpon nya.


" ssshhh gadis nakal ". Desis Edward.


|