
"Udah siap Al?"
Tanya Aza diangguki Alletta. mereka saat ini tengah berada di markas milik Alletta. Sofa mengecek kembali alat-alat yang mereka bawa untuk menyerang markas milik Albert. Ya! Alletta memiliki rencana untuk menyerang markas mafia milik Albert untuk mengalihkan perhatian Albert.
Nanti saat Albert lengah ia akan membawa Nesa dan menjadikannya tawanan di markasnya.
"Let's game" Gumam Alletta melangkah pergi melewati para mafiosonya yang menunduk hormat. Kayla turut serta ikut menyerang markas Albert karna dirinya sudah bergabung dengan Alletta.
Mereka semua menuju markas utama Albert setelah menerima arahan dari Alletta. selama diperjalanan Alletta memikirkan kembali saat Albert membantai keluarganya. dulu ia berjanji untuk membalaskan dendam dan sekarang janji itu akan jadi nyata.
Mereka memberhentikan mobilnya saat Alletta menyuruh mereka untuk berhenti.
"Berpencar sesuai rencana" Perintah Alletta melalui sebuah alat komunikasi yang menempel ditelinganya. para mafioso dengan patuh melakukan apa yang diperintahkan oleh Alletta.
Tim Sofa akan menyerang lewat belakang. tim Aza menenbak dari jarak jauh. tim Kayla dari samping kanan. tim Devan dari samping Kiri. tim Gibran menyerang lewat atap. tim Alletta dan Haykal menyerang lewat depan.
"Mulai" Para mafioso langsung menyerang saat mendengar perintah Alletta. para mafioso milik Albert terkejut dan berlari untuk mengambil senjata digudang senjata.
Baru serangan pertama tapi sudah berhasil membunuh banyak para mafioso milik Albert. Albert mengetatkan rahangnya saat melihat banyaknya jasad mafiosonya yang tergeletak dengan darah dimana-mana.
Albert langsung membantu para mafiosonya yang tampak mulai kewalahan. Alletta tak mengijinkan seorangpun mafioso Albert untuk hidup. ia berjalan dengan sangat anggun melewati jajaran mayat mafioso milik Albert.
Dorr
Satu tembakan Alletta luncurkan mengenai kaki Nesa membuat Nesa berjongkok meringis memegang kakinya. Alletta tersenyum smirk dan menembakkan lagi peluru yang sebenarnya adalah obat bius.
Dorr
Tembakkan itu mengenai punggung Nesa membuat Nesa menatap tajam Alletta sembari meringis kesakitan. tak lama pandangan Nesa kabur dan terjatuh pingsan. Alletta mengkode Yeonjun dan Taehyun untuk mengangkat Nesa.
Seperti rencana Alletta, Albert yang sibuk mengurusi para mafiosonya tak mengetahui jika Nesa dibawa sudah oleh Alletta.
Alletta menarik mundur pasukannya membuat Albert tersenyum. ia berpikir jika mafia milik Alletta takut dengan mafia miliknya. ia langsung menyuruh tangan kanannya untuk mengobati luka-luka yang ia dapat.
...***********...
"Akh" Ringis Kayla yang mendapat tembakan dilengannya. Kayla tafi tak sempat mengelak saat Albert meluncurkan peluru padanya.
"Kena lo Kay?" Tanya Sofa dijawab anggukan oleh Kayla. Sofa mendekat dan melihat luka Kayla. ia ikut meringis saat melihat luka Kayla yang lumayan parah.
"Gue panggilin bang Nathan aja ya?" Kayla memikirkan sejenak dan menganggukan kepalanya. Sofa langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Nathan. Nathan yang mendapat telfon itu menaikkan sebelah alisnya.
Ia mengalihkan pandangannya melihat Sofa yang berada dibelakang tubuhnya.
"Sof" Panggil Nathan membuat Sofa menatapnya. Sofa yang melihat Nathan dihadapannya hanya menyengir dan mematikan telfonnya.
"Bang Natahan kenapa nggak bilang kalo ada disini juga" Nathan menatap datar Sofa kemudian ia mengalihkan perhatiannya pada Kayla yang sibuk memperhatikan Devan. Nathan melihat luka dilengan Kayla dan langsung mengambil peralatannya.
"Gue dikacangin" Gumam Sofa beranjak pergi. Kayla mengalihkan pandangannya saat Nathan memegang lengannya. Nathan dengan cekatan mengeluarkan peluru yang ada dilengan Kayla setelah memberikan obat bius pada Kayla.
Kayla kembali memusatkan perhatiannya pada Devan yang tengah bertukar sapa dengan salah satu mafioso perempuan. hati Kayla seakan diiris saat melihat Devan memeluk perempuan itu.
Nathan yang sudah menjahit luka Kayla mengikuti arah pandang Kayla. saat tau apa yang Kayla pandang ia menghembuskan nafasnya.
"Itu pacarnya Devan" Kayla tersentak saat Nathan berbicara padanya. Nathan langsung pergi saat Gibran memanggilnya. 'Salah gue aja yang baperran' Batin Kayla bangkit dan keluar untuk pulang kerumahnya
Ketika sampai rumah ia mendengar suara mamanya yang sedang ribut dengan papanya. kejadian seperti ini sering terjadi dirumahnya. mama dan papanya akan pura-pura akur saat diluar rumah.
Kayla melangkah masuk dan disuguhi pemandangan dimana papanya menampar mamanya. Kayla ingin sekali mendekat tapi saat ingatan dimana mamanya menyebutnya dengan anak pembawa sial melintasi pikirannya, ia hanya berlalu pergi meninggalkan mama dan papanya yang tengah menatapnya.
Kayla langsung membersihkan tubuhnya yang sudah lengket. tak lama ia keluar dengan pakaian santainya dan membaringka tubuhnya diatas kasurnya.
"Itu pacarnya Devan"
Ucappan Nathan terngiang-ngiang dipikirannya membuat Kayla mengusap rambutnya frustasi.
"Kapan gue bahagia?" Kayla meneteskan air matanya. sedari kecil ia tak pernah merasakan kasih sayang dari kedua orang tuanya. ia punya orang tua tapi serasa dirinya hanya sebatang kara.
๐๐๐๐
Huh
Entah sudah yang keberapa kalinya bu Tata menghembuskan nafasnya berat. ia menatap keempat murid yang berada didepannya.
Mereka berempat saat ini berada di ruangan bu Tata yang dijuluki ruangan keramat oleh siswa-siswi. mereka terlambat dua jam karna telat bangun.
"Hukuman apa lagi yang harus ibu berikan" Pasrah bu Tata.
"Apapun bu, gitu aja dipikirin" bu Tata memejamkan matanya memikirkan hukuman apa lagi yang pantas dia berikan pada keempat siswi bandelnya ini.
Bu Tata membuka matanya kala mengingat hukuman apa yang harus ia berikan.
"Ibu tau hukuman apa yang harus ibu berikan" Ucap bu Tata sembari tersenyum penuh arti.
"Apa bu?" Tanya Sofa penasaran.
"Kalian harus memberikan pertunjukkan di acara ulang tahun sekolah yang akan diadakan dua hari lagi" Ucappan bu Tata sukses membuat ketiga siswinya itu menganga. Alletta hanya acuh saja dengan hukuman dari bu Tata.
"Dan kamu Alletta, jangan harap kamu bisa kabur dari hukuman ini" Peringat bu Tata, pasalnya setiap hukuman yang ia berikan kepada Alletta. pasti tak akan Alletta kerjakan atau kabur. hanya kemarin lah Alletta menjalankan hukuman darinya.
"Nggak bisa"
"Nggak mau"
"Saya nggak ada bakat"
"Ok"
Mereka langsung melihat kearah Alletta yang menyetujui hukuman bu Tata.
"Nggak, nggak" Bantah Aza tak mau.
"Bu mending suruh bersihin lapangan aja deh beneran" Pinta Kayla diangguki Sofa dan Aza. bu Tata menggelengkan kepalanya.
"Nggak akan ibu ganti hukumannya" Mereka menghembuskan nafasnya berat.
...**********...
"Kita mau nunjukkin apa?" Tanya Sofa dibalas gedikkan bahu oleh ketiganya.
"Kalian dihukum juga?" Tanya Eline dibalas tatapan bingung oleh Aza, Sofa dan Kayla.
"Kita dihukum disuruh dance buat acara ulang tahun sekolah" Ucap Lily dibalas anggukan kepala oleh Aza, Sofa dan Kayla.
"Kan lo pada udah dance nih. gimana kalo kita nyanyi tapi sambil diiringi alat musik" Usul Aza disetujui oleh Sofa, Kayla dan Alletta.
"Gue main piano" Ucap Aza.
"kita berempat nyanyi diiringi piano yang Aza mainkan" Ucap Alletta diangguki semuanya.
"Kalian bakal ngedance apaan?" Tanya Sofa.
"Mamamoo Hip" Jawab Stepanie.
.
.
.
.
Hayy!
Author up nih๐ author kemarin mau double up. eh malah naskahnya kehapus๐ญ jadi ngulang lagi deh. author juga mau ngomong kalo author lagi proses mau bikin novel kedua.
๐ : Kenapa kok nggak tamatin ini novel dulu baru bikin?
Karna ada alasan tersendiri kenapa author bikin novel kedua. author janji bakal adil upnya๐ค dan author mau ucappin makasih banyak yang udah mau dukung karya author. yang udah ninggallin jejak juga, makasih banyak๐ segitu aja dulu yaโ
Jangan lupa Like, Komen dan Vote.๐
Stay Healthy.
Happy Reading.