
Matahari telah menunjuk kan kegagahan nya, terik nya sinar matahari mengingatkan mereka harus segera pulang ke mansion karena keluarga nya masih harap cemas menunggu kepulangan anak-anak nya.
Revin sudah bangun beberapa jam lalu dan mereka sekarang tengah bersiap untuk pulang, sebelum pulang, Alex, zen, Key dan juga Maxim melaporkan penyelidikan mereka atas kejadian semalam.
Dugaan mereka benar, mafia yang menyerang mereka adalah salah satu anggota dari mafia DARK BLUE DRAGON yang di tugaskan untuk memberi pelajaran kepada Ruby. Dalam penyelidikan mereka pada awal nya tidak ada yang janggal tapi setelah kehadiran Ruby ada pergerakan dari luar dan salah satu dari mereka adalah tamu undangan atas perintah ketuanya sebagai pengintai, maka dari itu dia berada dalam gedung dari awal acara sampai selesai.
" Jeffrey ! Apa ini semua ulah nya ?". Tanya Revin.
" Lebih tepat nya Sehalio dan juga Nyonya Jeffrey ! ". Seru Zen. " Mereka memiliki andil yang lebih besar sedangkan tuan Jeffrey dan juga tuan Leo tidak tahu menahu tentang ini ". Tutur Zen selesai dengan laporan nya.
" Tch tch tch apa malam itu mereka hanya berpura-pura baik ? Ssshhh dasar bermuka dua ". Umpat Revin kesal, Revin memang tahu dengan mafia itu, mafia yang haus akan kekuasaan dengan sekarang di pimpin oleh penerus nya tapi pasti masih ada campur tangan dari nya, tidak mungkin jika mereka tida membantunya.
" Baiklah kalau begitu lanjutkan pekerjaan kalian ". Seru Edward, mereka berempat pamit terlebih dahulu.
" Lex, apa kau sudah memberinya makan ?". Tanya Ruby menghentikan langkah Alex dan yang lain nya.
" Sudah Lady ". Jawab nya.
" Bagus, pastikan dia memakan makanan nya kalau tidak kau yang akan menanggung nya ". Ucap Ruby polos tapi dengan mengandung tekanan yang akan membuat para pendengar bergidik ngeri.
" Tch tch tch , harap bersabar ini ujian ". Seru David tersenyum puas dengan reaksi tegang dari mereka, tangannya menepuk-nepuk bahu mereka seraya melewati nya mengikuti Ruby yang hampir tak terlihat bayangan nya.
" sabar, sabar, sabar ". Mereka mengelus dada nya bersamaan.
MANSION RUBY
" Apa itu mereka ?". Nameera berhambur berlari ke luar memeriksa siapa yang datang.
Mobil hitam pekat sedikit Glossy terparkir di depan mansion, Ruby terlihat turun bersamaan dengan David. Nameera dan yang lain nya telah menunggu kedatangan mereka, Nameera begitu khawatir dengan Putri bungsunya mengingat semalam terjadi keributan di akhir pesta.
" Mom ". Peluk Ruby.
" Kamu dari mana saja , apa kau tidak tahu jika mommy sangat mengkhawatir kan mu hmm ? ". Nameera menangis terisak, dia takut kehilangan Ruby, baru saja dia dekat kembali dengan Ruby apa akan dengan cepat mereka berpisah lagi.
" Aku baik mom, sudah-sudah jangan menangis ". Ucap Ruby lembut mengusap punggung nya seakan menenangkan mommy cantik nya.
Luis membelai rambut Ruby yang masih dalam keadaan memeluk Mommy nya.
" Ayo masuk, apa kalian akan tetap berdiri di sini ? mom, sudahlah ! lihat, Ruby akan pegal jika terus berdiri ". Tutur Luis memisahkan pelukan Ibu dan anak itu.
" Al ". Seru Revan baru saja keluar dari kamarnya yang terletak di lantai satu, langkah nya di percepat.
GREPPPP
Revan memeluk erat tubuh Ruby, dia tidak ingin lagi berpisah dengan adik kesayangan nya untuk yang kedua kalinya, mata tajam nya menahan tangis. Ruby merasakan jika tubuh Revan bergetar, senyum Ruby terulas dari kedua sudut bibir nya.
" Aku baik, tenanglah ". Suara pelan Ruby hanya terdengar oleh Revan, Revan semakin mengeratkan pelukan nya. Semua orang menatap haru bagaimana kasih sayang kaka beradik itu.
" Kenapa mereka semua suka sekali memeluk kekasih ku ". Gumam Edward dalam hatinya, dia benar-benar tidak suka. David tahu ekspresi itu, ekspresi jika kaka nya sedang cemburu.
" Jangan menangis, air mata mu terlalu berharga untuk ku ". Ucap Ruby, Revan mengecup singkat kening Ruby.
EKHEMMMM
Deheman Edward memecah suasana haru, intinya Edward ingin suasana ini cepat berakhir dan Ruby akan kembali ke pelukan nya tidak lagi dipeluk oleh orang-orang yang ada di mansion ini perasaan nya sangat jengah sekali.
Ruby menggeleng kan kepalnya geli karena tahu maksud dari Edward.
" Boy ". Seru Jakson yang baru saja tiba dengan ketiga anak nya yang lain.
" Dad ". Ucap David memberi salam kepada daddy nya diikuti oleh David
" little boy, kenapa handphone mu tidak aktif sampai sekarang ?". Tanya Jakson.
" Habis baterai Dad, aku belum mengisi nya ". Jawab David merangkul Daddy nya.
" Ehh ada kaka cantik disini, kenapa aku baru melihat nya !". Canda David dengan jail nya, bisa saja membuat Savira naik pitam. Mungkin ini salah satu hobby nya karena setiap hari pasti saja mereka mereka seperti ini, jika tidak dengan Rayzen ya dengan David dia bertengkar.
" apa,, apa,, apa kau pikir aku ini hantu hah ? tidak kelihatan segala, cewe cantik gini pura-pura tidak lihat ! gue doa in benar-benar tidak bisa melihat ". Sarkas nya tidak terima tapi di sela kesal nya dia memuji dirinya sendiri.
" Cantik ? kurang kaca kah di kamar mu, kaya gini di bilang cantik ". Ledek David tidak henti-hentinya, David tidak akan berhenti sampai Savira marah.
" Yaak, sini kau !". Saat savira akan menjewer telinga David, David lari mengacir berlari seperti anak kecil.
" Haih mereka ini kenapa tidak pernah akur ". Jakson menghembuskan nafas nya kasar.
" tidak usah dipikirkan ! apa kau tidak akan memeluk ku ke ". Ucap Ruby, Jakson melirik Edward yang wajah nya sudah masam.
" ckckck, aku memeluk daddy mu loh Honey bukan orang lain ". Decak Ruby menatap malas Edward yang begitu posesif nya, padahal itu pada keluarganya.
" Benar apa yang di katakan Ruby, kau jangan terlalu posesif, kita keluarga nya bukan orang lain ". Ketus Brayn di angguki oleh Rayzen yang masih tidak terima jika Edward selalu melotot jika dirinya memeluk Ruby, padahal sebelum adanya Edward mereka berdua akan bebas untuk memeluknya.
" Terserah, tapi aku yakin kau akan merasakan juga bagaimana berada di posisiku ". Ucap nya ngena di hati karena mereka semua masih belum memiliki pasangan.
" Posisi apa maksud mu ?". Tanya selidik Jakson, kenyataan nya dia belum tahu jika Edward sudah memiliki ikatan dengan Ruby, Brayn dan yang lain nya termasuk David hanya masih berspekulasi saja bahwa mereka lebih dari kaka adik.
" Calon suami ".
" Dia calon suami ku kek !". Seru Ruby, Jakson terkejut sekaligus senang dengan kenyataan ini, Brayn dan Rayzen terbatuk-batuk dengan pengakuan Ruby.
" Apa benar ?". Girang Jakson memegang kedua bahu Ruby sesekali mengelus rambut surai nya.
Savira dan juga David berhenti dengan kejar-kejar an nya, rasa terkejutnya membuat Savira menubruk punggung David karena david berhenti mendadak.
|