Mafia Girls

Mafia Girls
MG EP 46



"Parah lo Za, bikin si Monik dapet hukuman. tapi gue suka" Ucap Sofa yang tertawa mengingat kejahilan Aza yang membuat Monika mendapat hukuman.


Aza hanya tersenyum dan duduk dikursi kantin pojok tempat favoritnya dan teman-temannya. mereka saat ini tengah berada dikantin selepas bell istirahat berbunyi.


"Cemburu dia Sof, wajar kalik" Timpal Eline menatap Aza.


"Siapa juga yang cemburu" Bantah Aza ingin beranjak pergi tapi pergelangan tangannya dicekal oleh Lily.


"Kalo cemburu bilang aja Za jangan diumpettin" Aza mendengus saat Lily ikut menggodanya.


"Diem deh, jangan gitu sama kakak ntar kualat" Aza langsung pergi menuju kamar mandi karna ia kebelet. tawa dibibir Lily hilang digantikan senyuman samar saat mendengar Aza yang mengakui jika ia adalah adiknya.


"Si Kayla kapan sadarnya?" Tanya Sofa yang ditujukan untuk Alletta.


"Dia udah sadar dari malam tadi" Jawab Alletta mendapat pelototan mata dari Sofa. Sofa berdiri dan menggebrak meja dengan keras.


"WHAT"


Sofa menatap tak percaya Alletta.


"Kok gue nggak tau" Alletta mengangkat bahunya pertanda tak tau. Stepanie menabok lengan Sofa karna pekikan Sofa itu sebelas duabelas sama dengan pekikan suara Aza, nyaring dan cempreng.


"Sakit Step" Keluh Sofa mengelus lengannya.


"Kebiasaan, kalo lo mau teriak bilang napa sih. nggak tau apa suara lo itu persis kek suaranya Aza, bikin orang masuk rumah sakit" Omel Stepanie, Sofa mengerucutkan bibir dan kembali duduk dikursinya.


"Reflek Step, ya mana gue bisa kontrol" Ucap Sofa membela dirinya.


"Udah mau pesen apa ni?" Tanya Eline berdiri.


"Bakso sama air putih aja, samain" Eline mengangguk paham dan pergi diikuti Lily.


Dari jauh terlihat Aza yang sudah selesai dengan urusan kamar mandinya dan melangkah mendekat kearah meja yang sedang diisi Alletta dkk.


"Udah selesai?" Tanya Sofa diangguki Aza. Aza duduk dan menunggu Eline dan Lily datang membawa pesanan mereka. untuk para lakik mereka ada disamping meja tempat para gadis.


Azka dan Arsha pergi memesan makanan tersisa Kennath, Gavin dan Malvin. mereka hanya diam karna memang sifatnya yang pendiam dan sama-sama cuek.


Alletta melirik kearah ponselnya yang bergetar pertanda ada seseorang yang menghubunginya. Alletta melihat dan mengangkat sambungannya saat nama 'Haykal' tertera dilayar ponselnya.


Alletta : Hallo


Haykal : Halo dek, nanti bisa ikut abang keluar kota nggak? ada masalah sedikit


Alletta : Bisa bang.


Jawab Alletta yang paham dengan maksud perkataan Haykal.


Haykal : Makasih dek, nanti sehabis sekolah abang tunggu dimansion


Alletta : Iya bang


Alletta mematikan sambungannya dan memakan baksonya denagn tenang. Eline dan Lily sudah datang saat Alletta menerima telefon dari Haykal. Azka dan Arsha juga sudah berkumpul dengan Kennath, Gavin dan Malvin.


Mereka memakan makanannya dengan tenang.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Sofa saat ini tengah menunggu Kennath ditaman. ia dan Kennath memiliki janji bertemu ditaman. Sofa berdiri saat melihat sosok yang tak asing lagi dikehidupannya berdiri tepat dihadapannya.


Sofa menatap datar dan dingin seseorang yang sedang berdiri dan tersenyum kearahnya.


"Ngapain lo disini?" Tanya Sofa dingin.


"Mau ketemu sama pacar gue" Jawab orang itu yang tak lain adalah Gema. ingat bukan? seseorang yang terobsesi dengan Sofa.


"Gue bukan pacar lo, gue udah punya pacar yang amat gue sayangi. dia paling nggak mau kalo gue tersakiti. jadi, mending lo pergi sebelum dia datang dan buat lo tinggal nama" Ketus Sofa hendak pergi, tapi tiba-tiba saja Gema memeluknya membuat Sofa terdiam beberapa saat.


"Sof" Suara dingin Kennath membuat Sofa tersadar dan melepaskan pelukannya. Sofa menatap Kennath yang juga tengah menatapnya dingin.


"Ken" panggil Sofa mendekat, Sofa hendak memegang tangan Kennath tapi buru-buru Kennath menepisnya.


"Ken, aku bisa jelasin" Ucap Sofa dengan air mata yang lolos dari pelupuk matanya. Kennath tak menggubris ucappan Sofa, matanya menatap sesorang yang berdiri sembari tersenyum kearah Sofa.


"Siapa?" Tanya Kennath dingin. Sofa hendak menjawab tapi ia keduluan dengan suara Gema.


"Gue pacarnya, kenalin Gema" Ucap Gema menjulurkan tangannya. Sofa menggeleng kuat saat Kennath menatapnya dingin, sangat dingin membuat Sofa takut.


"Kok kamu gitu sih by" Ucap Gema memegang tangan Sofa tapi Sofa menepis kasar tangan Gema.


"Mau lo apa sih? gue bukan pacar lo ya" Sofa menatap nyalang Gema. Kennath langsung pergi dari sana tanpa mengucapkan apapun. Sofa langsung mengejar Kennath yang sudah melajukan mobilnya.


Gema tersenyum miring melihat itu.


"Kalo gue nggak bisa milikin lo. jangan harap orang lain bisa Sofa Reece" Guman Gema pergi dari taman itu dengan perasaan bahagia. ia memang sengaja memeluk Sofa saat melihat Kennath yang berjalan kearahnya dan Sofa.


Ia tau jika Kennath adalah pacar Sofa sebab ia memata-matai Sofa.


Sofa menambah laju mobilnya untuk mengejar mobil Kennath yang sudah melesat jauh. Sofa juga berusaha menghubungi Kennath tapi Kennath tak mengangkatnya.


Air mata Sofa masih setia turun sedari tadi. ia sangat takut jika hubungannya dengan Kennath akan berakhir. ia tak mau itu terjadi. Sofa mengerem mobilnya saat banyak mobil menghalangi jalannya.


Sofa membuka pintu mobilnya dan menatap nyalang pada orang-orang yang berpakaian serba hitam dihadapannya.


"PINGGIRRIN NGGAK MOBIL LO PADA, ATAU GUE BUAT LO SEMUA HILANG NAMA" Teriak Sofa murka. Seseorang turun dari salah satu mobil membuat Sofa terkejut.


Seseorang itu menatap Sofa dengan amarah diwajahnya.


'Albert?' Batin Sofa. Ya! orang yang menghadang jalan Sofa adalah Albert, musuh besar Aletta.


"QUEEN DARI MAFIA FOD, SENANG BERJUMPA DENGANMU" Albert menatap Sofa. Sofa menautkan alisnya bingung dengan perkataan Albert yang menyebutnya 'QUEEN'.


"Kenapa Queen dari mafia FOD menangis sembari menyetir mobil?" Tanya Albert mengejek, Sofa menghapus kasar air matanya.


"Lo salah orang, gue bukan Queen dari mafia FOD" Ucap Sofa.


"Seorang Albert tak pernah salah orang, jelas-jelas anda adalah Queen dari FOD yang sudah membunuh istriku" Ucap Albert meninggikan suaranya. ia masih mengingat kejadian tadi pagi yang membuatnya murka.


Ketika salah satu mafiosonya mengatakan ada paket untuknya dan ketika dibuka ia terkejut bukan main saat mendapati Nesa yang sudah tak bernyawa. diatas paket itu jelas terpampang logo mafia FOD membuat Albert murka dan mencari keberadaan Sofa yang ia tau adalah Queen FOD.


Karna saat penyerangan topeng yang Sofa gunakan terlepas dan ia memakai jubah yang bertulislan 'LEADER OF FOD' milik Alletta yang Alletta berikan untuk Sofa. Sofa yang tak memakai jubah membuat Alletta memberikan jubahnya.


Sofa berdecak malas.


"Udah gue bilang kalo gue bukan Queen FOD" Ucap Sofa yang naik pitam. ia belum menjelaskan tentang permasalahannya dengan Kennath malah dihadang dengan Albert yang mengatakan ia adalah Queen FOD. ais membayangkan saja Sofa tak pernah.


"Nggak usah banyak alasan, SERANG".


Para mafioso Albert langsung menyerang Sofa dengan brutal membuat Sofa mau tak mau harus meladeninya.


Bugh


Bugh


Bugh


Sofa terus memberikan pukulannya tanpa ampun membuat para mafioso Albert sedikit kewalahan. Albert tak kehabisan cara, ia melemparkan bubuk yang mempunyai fungsi sebagai obat bius. Sofa yang tak siap terkena dan membuat ia sedikit oleng.


Sofa menggeleng-gelengkan kepalanya saat kepalanya serasa berputar. tak lama Sofa terjatuh tak sadarkan diri membuat senyum merekah dibibir Albert.


Albert langsung menyuruh para mafiosonya yang tak terkena bubuk itu untuk membawa Sofa.


.


.


.


.


Hayy!


Author Comeback!πŸ˜† Author mau ngucappin makasih banyak yang udah ngedukung karya author. om, tante, kakak, abang dan adek-adek sekalian. makasih πŸ™ banyak atas dukungannya untuk novel author MAFIA GIRLS ini. maaf karna author kalo up lama banget😭


Karna author lagi Pts, seminggu ini author belajar buat besok agar nilai author nggak jelek. author juga udah mulai kerja full juga jadi nggak banyak waktu yang author punya😭 pliss ini masak ptsnya 2 minggu. author kaget soalnya baru masuk sma. kalo kalian gimana? udah pts atau blm?.


Sekali lagi author minta maafπŸ™ jadi author akan jarang upnya.


Jangan lupa Like, Komen dan Vote.😘


Stay Healthy.


Hapoy Reading.