
Aza mengamati Gavin yang tengah fokus untuk mendengarkan penjelasan dari bu Tata. Sofa menghembuskan nafasnya berat. ia menyenggol lengan Aza yang berada didepannya, Aza menoleh menatap Sofa.
"Kalo masih suka perjuangin" Ucap Sofa pelan, Aza tak menjawab. ia mengalihkan pandangannya kearah bu Tata. Sofa yang diperlakukan seperti itu mendengus sebal.
...**********...
Saat ini Alletta dkk dan Malvin dkk berada dirooftop. Aza menikmati hembusan angin menerpa wajah cantiknya. Gavin melangkah mendekat kearah Aza yang berada didekat pagar pembatas.
"Za" Panggil Gavin membuat Aza menoleh. "Apa?" Tanya Aza.
"Gue cuma mau bilang, gue terima kalo lo minta putus" Hati Aza sesak mendengar penuturan Gavin "Tapi izinin gue buat berjuang" Mohon Gavin. Mata Aza berkaca-kaca menatap Gavin.
"Gue izinin lo kok" Ucap Aza, Gavin menatap tak percaya Aza. "Serius?" Tanya Gavin memastikan. Aza menganggukkan kepalanya.
Keduanya mengalihkan pandangannya menatap arah lapangan. "Kenapa lo pura-pura bodoh?" Pertayaan Gavin membuat Aza menatapnya. "Gue tau kalo IQ lo tinggi" Ucap Gavin, Aza membulatkan matanya. batinnya dari mana Gavin bisa tau.
Gavin yang mengerti berucap "Ponsel lo waktu itu" Aza memutar ingatannya saat sedang bersama Gavin. waktu itu Aza dan Gavin berada disalah satu restoran. Aza yang kebelet pamit untuk ke toilet.
Gavin menatap ponsel Aza yang berbunyi. ia menatap dan terkejut melihat pesan yang berada di ponsel Aza.
"Lo kan pinter, punya IQ tinggi juga"
Begitulah isi pesan yang Aza terima. Gavin tak tau siapa yang mengirimi Aza pesan karna tak ada namanya. Aza datang dan mereka melanjutkan acara makannya.
"Pura-pura bodoh itu menyenangkan" Jawab Aza. "Lo aneh, kebayakan orang pengen terlihat pintar. sedangkan lo? malah pengen kelihatan bodoh" Aza terkekeh mendengar ucappan Gavin.
"Susah jadi orang pinter" Gavin tersenyum tipis. Gavin kini tau jika dirinya hanya sedikit tau tentang Aza.
Malvin menatap Alletta yang memejamkan matanya. Alletta yang tau hanya acuh saja. sedangkan Kennath memainkan gitar dan Sofa yang bernyanyi. Azka, Lily, Eline, Kayla, Arsha dan Stepanie mendengarkan Sofa bernyanyi sembari memakan camilan yang sudah mereka beli sebelum ke rooftop.
"Al" Alletta berdehem saat Malvin memanggilnya.
"Gue suka sama lo" Ucap Malvin membuat Alletta membuka matanya. ia lalu menatap kedua bola mata Malvin.
"Jangan suka sama gue" Ucap Alletta membuat Malvin mengernyit tak paham. "Lo bakal benci sama gue kalo tau gue siapa" Alletta kembali memejamkan matanya.
"Gue bakal tetep suka sama lo" Alletta mengangkat bahunya acuh.
Stepanie hanya melamun. ia masih memikirkan tentang Arin, pacar Arsha yang sudah meninggal. Stepanie berpikir bagaimana ia akan membuat Arsha suka dengannya jika Arsha masih terbayang-bayang dengan sosok Arin. Ya! Stepanie menyukai Arsha dari dulu saat ia satu Smp dengan Arsha.
Eline saat ini tersenyum menikmati lagu yang tengah Sofa nyanyikan. ia melirik kearah Azka dan Lily kemudian senyuman manis tercetak dibibirnya. ia perlahan-lahan mulai melupakan perasaannya pada Azka dan menganggap Azka adalah abangnya.
Kayla tengah berperang dengan pikirannya. akhir-akhir ini dirinya sangat sering bertemu bahkan berlatih bersama Devan. ia masuk kedalam mafia Alletta saat tau jika Alletta adalah leader mafia. Alletta setuju dan meminta Devan untuk melatih Kayla.
Devan awalnya menolak karna ia juga memiliki kesibukkan sendiri. tapi ia luluh saat Alletta meminta padanya. itu pertama kalinya Alletta meminta bantuan dirinya karna biasanya ia yang meminta bantuan.
"AAAA BISA GILA GUE LAMA-LAMA" Teriak Kayla tanpa sadar. mereka yang mendengar teriakan Kayla terkejut kecuali Malvin dan Alletta.
"Eh lo kenapa Kay? teriak-teriak kagak jelas. udah gila lo" Ucap Sofa.
"Iya Sof kayaknya gue udah gila deh" Ucap Kayla frustasi.
"Lo kenapa Kay?" Tanya Lily membuat Kayla menatapnya.
"Lily kayaknya gue lagi suka deh sama orang" Jawab Kayla membuat Lily tersenyum sumringah.
"Ya orang lah Kay. emang lo suka sama binatang apa?" Canda Azka mendapat tabokan dari Lily.
"Siapa kay?" Tanya Lily antusias. ia penasaran dengan laki-laki yang mampu membuat Kayla jatuh cinta. pasalnya sedari kecil ia mengenal Kayla belum pernah ia melihat atau mendengar jika Kayla sedang menyukai seseorang.
Kayla yang ditanya pun gelagapan. tak mungkin bukan jika dirinya mengatakan jika Devan yang ia suka. apalagi ada Alletta, Sofa, Aza dan Malvin dkk yang pasti tau siapa Devan. jika Eline, Lily dan Stepanie ia yakin jika mereka hanya tau Devan adalah abang angkat Alletta dan Aza.
Alletta yang melihat gerak-gerik Kayla tersenyum tipis, sangat tipis sampai Malvin yang berada didepannya tak tau jika Alletta sedang tersenyum.
"Malu gue" Ucap Kayla menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Gaya lo pakek malu-malu segala Kay" Sahut Sofa tertawa kecil diikuti Eline, Lily dan Stepanie.
"Cepettan bilang kepo nih gue!" Desak Sofa, Kayla menggelengkan kepalanya membuat mereka mengeryitkan alisnya.
"Nggak mau! gue mau mastiin ini emang rasa suka atau kagum" Ucap Kayla, mereka menghela nafas berat.
"Terserah lo lah" Jengkel Sofa. Aza tertawa melihat wajah jengkel Sofa yang sangat lucu menurutnya.
"Udah disabarrin Za" Sewot Sofa, Aza semakin meledakkan tawanya. mereka yang melihat itu tersenyum saat Aza sudah kembali seperti dulu.
Alletta yang mendengar Aza tertawa tanpa sadar mengulum senyumnya. Malvin yang melihat itu terpaku dengan senyumman Alletta. Alletta yang sadar mengembalikan raut wajahnya seperti semula.
🍀🍀🍀🍀
Alletta melangkahkan kakinya kearah ruangan dimana Kiran berada didalamnya. Alletta membuka pintu ruangan itu dan melihat Kiran yang sedang menonton tv sembari memakan buah.
"My" Panggil Alletta mendekat kearah Kiran. Kiran menolehkan kepalanya dan tersenyum hangat saat melihat Alletta.
"Udah pulang Al" Alletta menganggukkan kepalanya. "Mommy gimana? ada yang masih sakit nggak?" Tanya Alletta, Kiran menggelengkan kepalanya.
"Udah nggak Al" Jawab Kiran membuat Alletta bernafas lega. Kiran sudah diberitau tentang semua kehidupan yang Alletta jalani ketika kabur saat pembunuhan itu terjadi. Kiran yang tau menghembuskan nafasnya lega karna ada orang yang mau merawat Alletta yang tak lain adalah sahabatnya.
"Kamu udah fikirin rencananya Al?" Tanya Kiran diangguki Alletta. Kiran tau tentang rencana balas dendam Alletta. Kiran tak melarang karna menurutnya Albert, Nesa dan Bianca pantas menerima itu semua.
"Udah my tinggal tunggu tanggalnya aja" Kiran menganggukkan kepalanya paham.
🍀🍀🍀🍀
"Gabutnya gue" Ucap Aza yang tengah berada didalam kamarnya. tadi ia berencana untuk tidur tapi matanya tak bisa terpejam.
Aza bangkit saat mengingat jika ia belum mengunjungi makan Awan hari ini. ia bersiap-siap dan keluar dari dalam kamarnya menuju bagasi dimana mobilnya terparkir.
Aza memasuki mobilnya dan melajukannya menuju pemakaman. 5 menit ia sampai. Aza turun dan membeli bunga dan air. Aza berjalan mendekat menuju makam Awan.
Aza berjongkok dan menyapa Awan. "Halo eomma Aza dateng nih" Sapa Aza menaburkan bunga diatas makam Awan.
"Mommy Kiran udah ketemu ma. seperti yang eomma inginkan. sekarang Aza mau tanya, apa yang terjadi saat eomma tau jika mommy masih hidup? siapa yang membuat mommy pergi ninggalin Aza?" Ucap Aza meneteskan air matanya.
"Apa Albert yang udah bikin eomma ninggalin Aza? kalo emang benar Aza nggak akan pernah maafin dia" Ucap Aza menundukkan kepalanya. ia menangis dalam diam. lama Aza menangis, ia mendongakkan kepalanya saat air menetes dari atas yang menandakan akan turun hujan.
Aza kemudian menyiramkan air yang tadi ia beli kemakam Awan dan mencium lama batu nisan itu. "Aza pamit pulang dulu ma" Setelah mengucapkan itu Aza pergi dan masuk kedalam mobilnya.
Visual Miki (Soodam Secret number)
Alletta (Jennei Blackpink)
Aza (Rose Blackpink)
Malvin (Taehyung Bts)
Gavin (Sehun Exo)
.
.
.
.
Hayy!
Jangan lupa Like, Komen dan Vote.😘
Stay Healthy.
Happy Reading.