
" Maaf, maafkan mommy sayang ! mommy benar benar ibu yang begitu tidak berguna, maaf hiks... hiks.. Maafkan mommy !".
Tangis Nameera begitu pilu, Ruby benar-benar seperti tidak merasakan apapun dari ucapan mereka, air matanya susah sekali untuk keluar tidak seperti saat dia sedang bermimpi tentang kedua orang tua nya dan akan berakhir menangis dalam pelukan Edward.
" Maaf kan daddy juga sayang, maaf ". Ucap Luis melepaskan pelukan nya dan segera menghapus air mata nya agar tidak terlihat oleh orang-orang yang sedang menyaksikan drama singkat itu.
" Bisakah kalian melepaskan pelukan ini ! Aku susah bernafas ". Keluh Ruby kepada Nameera tanpa embel-embel Mommy kepada nameera dan itu membuat Nameera dan juga Luis menekuk kembali wajah nya sedih.
" Al ". Panggil Revin dari belakang.
" Diam kau ". Cebik Ruby masih kesal.
" Vin, sudahlah jangan terus mengganggu adik ku ". Tekan Revan menatap nyalang kepada Revin.
" Tapi kal, lihatlah dia sangat menggemaskan sekali ! aku begitu senang dan apa kau tau ka ? lelah ku serasa terobati hahahaha ". Seru Revin mendapat gelengan kepala dari semua orang di sana kecuali kedua orang tuanya, Revin sedari tadi enggan menatap kedua orang tuanya.
**
" Baby ayo kita makan ". Edward menarik kursi yang berada di samping nya.
" Hati-hati Ed, tadi kekasihmu ini berbicara dengan pria melalui handphone di kamarnya ". Ujar Revin masih saja tidak bisa diam, Ruby menanggalkan sandal rumah nya dan melemparnya kepada Revin dan itu tepat sasaran.
" Yaaaak kenapa kau kejam sekali hey ! aku mengatakan yang sesungguhnya ". Santai Revin mendekati meja makan dan langsung duduk dengan nyaman nya tanpa dosa.
" Baby !" panggil Edward menaik kan satu alisnya. Ruby mengalihkan pandangan nya kepada Edward dan sesekali mengedarkan pandangan nya kepada mereka semua termasuk kedua teman nya dan juga ketiga teman Edward yang terlihat begitu penasaran.
" Awas kau ". Geram Ruby memukul di udara dengan tinjunya seolah benar benar ingin memukul kaka nya itu. Ruby mendaratkan tubuhnya di kursi dengan kasar.
" Baby ! ". Panggil Edward.
" Wah pajak jadian nya by, kenapa kau tidak pernah cerita sama kita jika kau sudah memiliki kekasih ". Ujar Meily riweh.
" Iya by, kita ini teman kamu tapi kenapa kau tidak pernah cerita ". Reina cemberut karena dirinya merasa tidak di anggap teman oleh Ruby.
" Dih itu muka kalian kontrol, sangat menjijikan !". Seru Lexi melohok menyaksikan drama pertemanan mereka, melihatnya membuat geli sendiri.
" Jangan ikut campur ". Sentak serempak Meili dan juga Reina kepada Lexi yang langsung menutup rapat mulutnya tapi tidak dengan Andrew.
HAHAHAHAHAHA
" Geli aku melihat kalian seperti itu ! Apa untung nya jika Ruby cerita sama kalian ? Jangan berlebihan jadi orang. Baper ! ". Ucap Andrew sembari dengan canda nya tidak melihat situasi saat ini.
Tak !! Tak !!
Leo menjitak kepala Andrew tanpa kepalang, sampai-sampai suaranya terdengar di telinga orang yang ada di sana.
" Arg ! Kau ini kenapa aneh-aneh saja". Keluh Andrew tidak terima dan mengusap kasar kepalanya yang mendapat jitakan dari Leo.
" Sudah-sudah, kita makan dulu ! lihatlah masakan nya sudah mulai mendingin ". Relai Ronald pusing mendengar ocehan mereka. " Kau juga, diam lah biar kan Ruby makan ! dia belum makan apapun dari tadi ". Tutur Ronald memperingati Revin.
" diiihh ". Delik Revin.
Semuanya makan siang dengan tenang, Ruby begitu lahap memasukan masakan mommy nya kedalam mulut sampai-sampai beberapa kali menambah nasinya dan itu tidak luput dari penglihatan semua orang di sana.
" pelan-pelan makan nya baby, tidak akan ada yang merebut makanan mu ". Ucap Edward menuangkan minum ke dalam gelas dan memberikan nya kepada Ruby. Ruby tidak diam tidak menanggapi edward dan terus makan sampai perutnya terasa kenyang, selama ini edward tahu kalau Ruby tidak berselera memakan apapun jadi hari ini edward membiarkan ruby makan sesukanya.
" masakan nya enak, terimakasih ". Ucap Leo sopan sembari tersenyum.
" Tante masakan nya sangat enak sekali ! Apa aku boleh memakan nya tiap hari ? ". Puji Lexi tapi dengan tidak tahu malunya mengajukan permintaan kepada Nameera.
" Ya ampun kak, apa kau tidak malu meminta seperti itu hah ? Apa ibumu tidak masak di rumah ? ". Sarkas Reina
" Yak yak kenapa kau yang jadi emosi ? Tante nya aja santai !". ujar Lexi.
" Sudah-sudah kenapa kalian ribut, kalian bisa memakan masakan tante setiap hari ! Datang lah ke Mansion Smith, tante senang jika kalian berkunjung ". Lerai Nameera dan mengizinkan kembali untuk datang setiap hari ke rumah nya.
" Yeay makasih ! Kau memang terbaik ". Girang Lexi yang mendapat gelengan dari semua orang di sana kecuali Ruby dan juga Edward.
Setelah usai mereka semua berkumpul di ruang tamu, Ruby dan juga Edward tidak ikut bergabung karena seusai makan mereka berdua berlalu pergi ke atas dan bersantai di balkon. Ruby sepertinya masih enggan untuk berdekatan dengan kedua orang tuanya saat ini.
Edward menghampiri Ruby dan langsung duduk di seberang kursi yang melingkar di sana.
" Baby ". Panggil Edward
" Aku sedang mengobrol sebentar dengan Kenzie dan juga Lucky tadi, tapi kak Revin benar-benar mengagetkan ku ". Tutur Ruby karena tahu sedari tadi edward meminta jawaban kepadanya walaupun tidak berbicara tapi dari matanya benar-benar terlihat.
" Ada apa ? apa ada masalah ? mengapa David tidak memberitahuku jika ada masalah ? ". Tanya Edward begitu rinci.
" Entahlah, mereka belum sempat mengatakan nya karena ka revin lebih dulu mengagetkanku ! ". Ucap Ruby cemberut.
" Ada yang harus kita diskusikan baby, masalah kerjasama dengan mafia yang berada di negara J yang meminta pembuatan senjata dari kita. Nanti malam kita rapat melalui video saja biar lebih efisien " . Tutur Edward begitu lembut. Edward meraih tangan Ruby yang begitu halus dan lembut dia pegang begitu erat. Ruby tersenyum begitu manis nya.
Ruby berjalan menghampiri Edward dan langsung duduk di pangkuan nya.
" Ada apa ? ". Tutur Edward langsung menahan Ruby agar tidak jatuh.
" Tidak ada, aku hanya ingin memeluk mu saja ! apa tidak boleh honey ". Manja Ruby sembari mengalungkan tangan nya pada leher Edward.
" Ayo kita ke bawah, ini sudah menjelang sore, pasti mereka akan segera pulang ". Ajak Edward namun tidak ada sahutan dari Ruby.
" Baby, apa kau tidur hmm ?!". Seru Edward menghela napas karena pasti Ruby tidur di pangkuan nya.